Rabu, 09 Februari 2011

my coldman part 1

Cast: Hankyung SJ
Lee Sungmin SJ
Lee Seungmi
Zhoumi SJ
Yu kyung
And all member

Sungmin’pov
“TIDAK MAU! POKOKNYA TIDAK MAU!!” teriak Seungmi sambil berlari ke kamar dan membnating pintu.
“SEUNGMI!!” panggil appa setengah berteriak
“sudahlah suamiku..” ujar omma menenangkan appa
tok.. tok.. tok ~
“Seungmi, ini aku Sungmin. aku masuk ya..” ucapku sembari membuka pintu.
Pintu terbuka, aku melihat Seungmin, adikku menangis tersedu-sedu duduk di atas lantai menghadap ke balkon. Tadi di ruang tengah, dia ada appa sempat adu mulut.

“Seungmi” panggilku menghampirinya
“oppa..” sahutnya dengan berlinangan air mata dan memelukku yang duduk di sebelahnya.
“Seungmi, tenang ya.. meungkin ini memang yang terbaik” kataku sambil mengelus rambut panjangnya.
Sungmin’pov end

@#$%^&*

“Seungmi, kau mau sekolah?” tanya oppa sambil menyingkap selimut orangeku
“lebih baik jangan! Lihat matamu! Sudah seperti buah jeruk, sembab” lanjut oppa tersenyum padaku
“ne, oppa!”
“aku berangkat ya..” ujarnya pergi

mataku bengkak? Mungkin karena tadi malam. Tuhan, kenapa harus aku? Kenapa tidak oppa saja?

flashback, tadi malam ~
“Seungmi, kau harus setuju” ujar appa
“ setuju apa?” tanyaku bingung
“2 minggu lagi kau akan menikah” ucap appa
“me.. me.. apa?? Appa pasti bercanda kan?”
“tidak! Ini serius!”
“ta.. tapi.. omma, aku tidak mengerti!” ujarku kepada omma, berharap ada penjelasan darinya
“Seungmi, kau kenal dengan tuan Kim Young Woon?” tanya omma
“ ne, sekarang dia ada di rumahsakitkan?” jawabku
“dia adalah sahabatku. Hidupnya tidak akan lama lagi. Sebelum ia pergi, ia ingin melihat anak satu-satunya menikah” jelas appa sambil memejamkan matanya
“HAH?! Appa!! Jangan bilang ka-“
“iya, kau akan menikah dengan putranya” potong appa
“appa! Baru 2 hari yang lalu aku genap 18 tahun. Aku.. aku tidak mau menikah dengan seusia semuda ini!” sangkalku setengah berteriak
“JADI KAU INGIN MEMBANTAH PERINTAH APPA??” teriak appa
“POKOKNYA AKU TIDAK MAU!!” balasku berteriak
“MAU TIDAK MAU, 2 MINGGU LAGI KAU AKAN MENIKAH!!” teiak appa sekali lagi.
Flashbackend ~

2 minggu lagi aku akan menikah. Dengan siapa aku tidak tahu.aku hanya tahu namanya, Kim hankyung. Kenapa namanya begitu? Karena tuan Kim orang korea dan ibunya orang cina. Dia seorang teknisi pesawat, 9 tahun lebih tua dariku. Untuk soal cinta, aku tidak pernah mempermasalahkan umur tapi yang aku permasalahkan, aku sama sekali tidak tahu rupa apalagi sifatnya dan satu lagi, aku tidak mencintainya

@#$%^&*

“APA?? MENIKAH??” tanya Yu kyung tak percaya
“iya” jawabku mengangguk pasrah
“tapi.. kau itu kan masih 18 tahun. Kau juga masih sekolah. Apa tidak terlalu cepat? Lagipula, kau kan taidak tahu bagaimana wujud calonmu itu. Kalau ternyata cacat atau botak gimana?” ujar Yu kyung panjang lebar
“molla. Lamaran, cathering, baju dan semunya sudah di urus oleh orang tuaku dan tuan Kim. 10 hari lagi aku akan menikah. Kau harus dating dan menemaniku ok!”
“tenang! Aku dan Zhoumi akan datang” seru Yu kyung

“hei kau! Tolong lempar bola basketnya!” teriak seorang namja yang kutahu bernama eunhyuk, kapten tim basket sekolah
“ya!” sahut Yu kyung sambil mengambil bola basket yang berada dekat dengan kakinya.
“gomawo” ucap temannya eunhyuk, lee donghae.
“chunmaneyo” balas Yu kyung
“10 hari lagi. Apa aku bisa ya?” ujarku berbisik sambil melihat namja yang sedang mendrible bola
“maksudmu henry sunbae?” tanya Yu kyung
“sebelum aku menikah, aku ingin dia tahu perasaanku”
“oo.. ya sudah, nyatakan saja!”
“hah?! Apa?” tanyaku kaget
“iya, kau nyatakan saja perasaanmu. Diterima atau tidak itu urusan belakangan, yang penting dia tahu perasaanmu. Oettoke?” ujar Yu kyung

@#$%^&*

8 hari lagi sebelum hari pernikahan. Hari ini aku memberanikan diri pergi ke ruang istirahat klub basket. Aku sudah memutuskan untuk menyatakan persaanku. 2 tahun sudah aku mengamatinya. Dia memang sering berlama-lama di ruangan itu, jadi aku yakin dia masih di sana.

Krek ~ aku membuka pintu perlahan. Apa yang ku lihat?? Henry sedang berciuman dengan Jessi, teman kelasku. Betapa hancurnya hatiku. Akupun berlari sekencang-kencangnya. Kemana? Molla, yang penting aku jauh dari tempat itu. Sampailah aku di taman bermain dan duduk di ayunan. Akupun menyalakan ponselku.

“hallo, oppa..” ujarku sesegukan
“Seungmi? waeyo? Kau menangis?” tanya Sungmin oppa khawatir
“aku ingin pulang..” jawabku menangis
“kau dimana? oppa jemput!”
“taman bermain gaerim”

@#$%^&*

“Seungmi.. mianhae..” ujar Yu kyung memelas
“chunmaneyo Yu kyung.. mungkin sudah takdirku tidak berjodoh dengan henry” jawabku
“mian Seungmi.. mianhae..” kata Yu kyung. aku hanya bisa tersenyum mendengar permohonan maaf Yu kyung. Tak lama ponselku berdering.
“hallo omma. Ne. iya, aku segera pulang” jawabku
“ada apa Seungmi?” tanya Yu kyung
“omma menyuruhku pulang. Mian, aku tidak bisa ke rumahmu”
“i’ts ok! Sudah sana cepat pulang, ommamu menunggu”
“ne, gomawo Yu kyung. Bye!”

ada apa ya? Seperti penting sekali

sesampainya di rumah, appa, omma dan Sungmin oppa terlihat sudah rapi. Akupun bergegas mengganti baju dan berangkat.

“oppa, kita mau kemana?” tanyaku sambil melihat keluar jendela mobil
“mau menjenguk calon mertua” jawab oppa tanpa mengalihkan pandangan dari kemudi mobil
“calon mertua? Maksud oppa tuan Kim?” ujarku sedikit berbisik takut appa dan omma mendengar
“ne” angguk oppa.

menjenguk tuan Kim? Di rumah sakit? Apa aku akan bertemu dengan henry? Dia kan juga di rawat di rumah sakit itu jarena cedera kemarin. Seungmin pabo! Jeongmal pabo! Kenapa aku harus ingat dia lagi? Itu akan memnbuatku sakit hati! Seung pabo!

krek ~ pintu terbuka. Aku melihat ada seorang wanita cina paruh baya duduk di samping ranjang, aku yakin dia adalah Nyonya Kim dan pria yang berbaring lemah diranjang adalah tuan Kim.

“Charlene, kenalkan ini anak pertamaku lee Sungmin dan ini calon menantumu lee Seungmi” ujar omma kepada nyonya Kim
“annyeonghaseyo” sapa oppa
“annyeonghaseyo” sapaku dengan senyum terpaksa
“ah youngwoon, coba lihat! Anakku cantikkan?” tanya appa kepada tuan Kim
“ne, cantik. Anakmu sangat cantik joongwoon. Sangat cantik!” jawab tuan Kim pelan

ya tuhan, aku tak tega melihatnya.. tubuhnya kurus hingga berbentuk tulang, perutnya buncit seperti ibu hamil. Aku benar-benar tudak sanggup melihatnya. Tapi apa ini alasan appa memaksaku untuk menikah dengan anaknya?

@#$%^&*

“jangan melamun! Cepat ini minum” seru oppa membuyarkan lamunanku. Akupun meminum es jeruk pemberiannya
“oppa” panggilku
“ya, kau benar” jawab oppa
“heh?! Maksud oppa??” tanyaku heran
“aku tahu apa yang kau pikirkan. Benar, ini alasan appa menyuruhmu menikah” jawab oppa
“hah?? Ta-“
“tuan Kim saki pembocoran empedu. Dia sudah berobat ke mana-mana. Ke jerman, singapur, mesir dan Negara lainnya. Tapi penyakitnnya bukannya sembuh malah semakin parah. Sampai akhirnya ada seorang dokter yang bilang kalau penyakitnya hanya tinggal menunggu waktu. Sebelum tuan Kim meninggal, dia ingin melihat anaknya menikah dengan gadis baik-baik dan ternyata kau dipilih olehnya. Dia juag sangat yakin kalau anaknya akan bahagia denganmu” jelas oppa panjang lebar
“ta.. tapi oppa.. aku.. bagaimana mungkin aku bisa bahagia dengan seseorang yang tidak aku kenal? Bukannya aku egois, tapi ini menyangkut kebahagiaanku juga. Masa depanku” jawabku membela diri
“Seungmi, oppa tahu bagaimana bila ada dipihakmu. Sangat menyakitkan dan tersiksa. Tapi oppa juga tahu bagaimana rasanya di pihak tuan Kim. Hankyung adalah anak semata wayangnya yang sangat ia sayangi” jelas oppa lembut
“oppa,.. tapi..” ujarku merengek
“kalau aku jadi kau, aku akan mengabulkan keinginan tuna Kim. Walaupun memang menyakitkan, tapi apa salahnya membahagiakan seseorang yang akan dipanggil tuhan? Mungkin memang benar, bila melakukannya kita akan merasa bersalah karena membohongi diri sendiri. Tapi sejalannya waktu, rasa bersalah itu akan berubah menjadi rasa bahagia krena bisa membuatnya tersenyum di sana nanti” ujar oppa sembari mengelus lembut kedua tanganku.
*maaf ya textnya kepanjangan.. jarang2 liat bang umin ceramah.. hehehe..*

@#$%^&*

appa dan omma sedang ada diruang tengah. Apa aku harus mmberikan kepastian? Toh aku setuju atau tidak aku tetap akan menikahkan? Tapi kalau ingat perkataan oppa, sepertinya aku harus bilang.

“appa” panggilku sambil duduk di sofa seberang appa
“ada apa?” sahut appa
“aku.. aku sudah buat keputusan.. aku akan menikah” ucapku mantap
“apa? Seungmi kau..” ujar omma semabri memelukku
“bagus! Ini baru anakku!” sambung appa

tuhan, semoga keputusanku bisa membuat semua orang bahagia

@#$%^&*

“bagaimana kau sudah siap?” tanya Yu kyung sembari menutup pintu ruangan. Dia sangat cantik dengan gaun merah jambunya. Oh ya, kalian mungkin bertanya-tanya kenapa aku bisa begitu mudah menikah padahal aku masih sekolah? Karen apemilik sekolahku adalah sahabat appa dan tuan Kim, jadi sangat mudah untuk mendapatkan izin dan merahasiakan pernikahan ini.

“iya, aku sudah siap”jawabku sambil melihat diriku dicermin. Terlihat dengan jelas diriku yang sudah memakai baju pengantin putih. Hari ini aku akan menikah, tepatnya 30 menit lagi. Aku dilarang oleh omma unutk keluar ruangan, jadi sampai detik ini aku belum melihat bagaiman rupa calon suamiku bhakan lewat foto sekalipun.

“hei , kenapa melaum? Pasti kau sedang memikirkan hankyung itu kan? Tenang! Dia tidak seburuk yang pernah kubilang. Kata Zhoumi, hankyung itu sangat tampan dan spertinya sangat serasi dengamu” jelas Yu kyung

aku hanya tersenyum mendengar ucapan Yu kyung . tak lama, omma memanggilku dan menyururhku keluar ruang rias. Upacara pernikahan akan dimulai.

@#$%^&*

teng teng teng teeng ~ teng teng teng teeng ~
terdengar alunan lagu pernikahan dari dalam gereja. Pintu terbuka, Yu kyung masuk mendahuluiku sambil menebar bunga Karena ia bertugas menjadi pengirirngku. Aku dan oppa menyusul Yu kyung di belakang. Semua mata tertuju padaku. Aku melangkah dengan pasti dan hati-hati. Aku melihat ke arah altar., terdapat seorang namja memakai tuxedo putih membelakangiku. Apa dia yang bernama hannkyung?

“sudah sampai” ucap oppa sambil melepaskan rangkulan tanganku. Ternyata aku sudah ada didepan altar, disamping hankyung. Aku ingin menoleh melihat wajahnya, tapi aku terlalu gugup dan takut.

Sampailah dipuncak acara, kami berdua saling bersumpah setia sampai mati.
“kalian berdua sekarang sudah resmi menjadi sepasang suami-istri” ujar pendeta diiringi tepuk tangan para tamu.

Tanpa memberi aba-aba, hankyung meraih tangan kiriku dan memasangkan cincin perak bermata intan di jari manisku. Apa ini tangannya? Ternyata tangannya lebih besar dari tangan oppa ><. Aku masih tertunduk enggan melihat wajahnya.

“Cium! Cium! Cium!” teriak Yu kyung dan Zhoumi. Dasar pabo! Kenapa harus berteriak seperti itu? Buatku malu saja!. Tuhan, aku harus bagaimana ini? Pasti wajahku sudah seperti kepiting rebus!!

Tiba-tiba tangan hankyung menyentuh daguku dan mendongakkan wajahku. Dengan cepat, bibirnya menyentuh bibirku. HAH?! Hankyung menciumku?? Ciuman yang aku akui sangat lembut. Tapi.. bagaimana mungkin ciuman pertamaku diambil oleh seseorang yang tidak aku cintai?. Tak lama, hankyung melepas ciumannya. Akupun langsung tertunduk malu, sangat malu.

@#$%^&*

sekarang aku bersama hankyung sedang berada di mobil. Kata omma, mobil ini akan membawa kami ke apartemen yang akan kami tinggali. Rasanya aku ingin cepat-cepat sampai, badanku pegal-pegal semua karena acara pernikahan tadi. Oh ya, tuan Kim.. mm.. maksudku appa youngwoon dia memaksakan diri dating, alhasil appa harus tidur di ranjang sepangjang acara.

Kira-kira hankyung sedang apa ya? Aku memberanikan diri menoleh ke arahnya. Dia memakai kacamata dan…membaca buku?? tentang mesin pesawat terbang??. Dasar! Di hari penting seperti ini masih sempat-sempatnya mambaca! Tapi. apa dia tidak letih ya? Akupun memperhatikan wajahnya dari samping, dia tampan juga ya..

“kalau capek, kebih tidur saja. Perjalanan masih jauh. Kalau sudah sampai, nanti aku bangunkan” ujar hankyung tanpa mengalihkan pandangan dari buku.
“Hah? i.. iya, aku tidur” jawabku gugup. Cuek sekali dia! Berbicara padaku saja tetap memandang bukunya! Ah sudah, aku tidur saja!

@#$%^&*

kring ~ kring ~
suara alarm dari ponselku berdering. Akupun membuka mata dan mengelilingi pandangan. Aku ada dimana ya? Perasaan tadi ada do mobil deh. Aku pun menoleh ke sebelah kananku. HAH?? Betapa kagetnya aku menyadari hankyung disebelahku. Jadi.. tadi malam.. aku dan hankyung…?? Ah! Tidak mungkin! Bajuku saja masih lengkap dan masih menempel di tubuhku. Tapi.. ah sudahlah! Lebih baik aku mandi dan menyiapkan sarapan.

“sarap selesai! Sekarang jam 7 pagi. Sudah waktunya sarapan. Tapi hankyung kan belum bangun. Apa aku bangunkan saja? Ah jangan! Nanti dia juga bangun sendiri” ujarku berbicara sendiri.

5 menit.. 15 menit.. 45 menit.. sudah 1 jam aku menunggu tapi hankyung belum bangun juga. Apa dia terlalu letih ya? Karena penasaran, aku ke kamar dan melihatnya. Dia masih tidur. Wajahnya yang cuek tidak tampak saat dia tidur. Wajahnya tenang seperti bayi. Tiba-tiba jantungku berdegup tak karuan. Kenapa denganku? Kenapa begini? Lebih baik aku keluar kamardan sambil menunggu hankyung, aku beres-beres apartemen dulu dan memanaskan sup untuknya.

“ini jendela kotor banget! Tidak kinclong-kinclong!” keluhku kesal seraya berulang kali menggosok jendela. Tiba-tiba lambungku sakit. Akupun terduduk Manahan sakit. Sakit sekali! Lambungku seperti diperas-peras layaknya baju cucian. Pasti ini karena aku telat sarapan. Krek ~ pintu kamar terbuka. Ternyata hankyung baru bangun. Aku segera berdiri berusaha menyembunyikan rasa sakitku.
“selamat pagi!” sapaku dan ia hanya tersenyum tipis tanpa ekspresi.
“ini.. ini supnya. Baik un.. sshh untuk orang yang sedang letih” ucapku sambil menahan sakit. Lambungku sakit sekali! Sangat sakit! Karena tak tahan, aku segera pergi ke kamar.

“aduh mana obatku ya? Kok tida ada?” ujarku merogoh-rogoh tas cangklokku. Nah ini dia! Akhirnya ketemu juga.
“appa ingin kita menjenguknya di rumahsakit” seru hankyung yang tiba-tiba membuka pintu kamar. Saking kagetnya, obat yang kupegang terlemar ke kolong ranjang.
“hah?? appa?” tanyaku bingung
“sekarng kau bersiap. Jam 9 kita berangkat” lanjutnya sambil pergi meninggalkan aku.
“yaaahhh… bagaimana ini? Ketemu juag ercuma. Tak bisa dimakan” desahku sedih seraya melihat ke kolong ranjang
“mana itu butir terakhir lagi.. kalau begini, aku haruas beli nanti di apotik” tambahku kesal. Lambung sayang.. tahan ya..

@#$%^&*

“annyeong, omma.. appa..” sapaku seraya membungkukkan badan tanda hormatku pada kedua mertuaku. Selama 1 jam kami berbincang-bincang, tapi taeatp saja hankyung tidak berbicara banyak. Dia hanya berbicara kalau perlu dan bila di tanya.
Selama 1 jam ini aku terus menahan sakit. Sampailah pada puncaknya.
“omma, aku ijin keluar ya.. ada telepon..” ujarku berbohong dan segera berlari menuju apotik

@#$%^&*

Yu kyung’pov
“jagiya, mian. Aku tidak tahu kalau makanan tadi malam mengandung cumi” ujarku merasa bersalah
“ne, chunmaneyo. Dokter bilang ini tidak akan lama. Jadi tenang saja ya” ujar Zhoumi sambil menunjuk kulitnya yang berbintik merah.

Zhoumi, mianhae.. aku janji, setelah menebus obat, kita akan jalan-jalan

“jagiya! Zhoumi!” seruku menarik-narik bajunya
“aduh, jangan begini! Nanti bajuku seobek!” balas Zhoumi
“itu.. gadis itu.. Seungmi kan?” tanya ku menunjuk seorang gadis berjalan menuju apotik.
“ne, itu memang Seungmi” jawab Zhoumi enteng

belum sempat aku menyapanya, tiba-tiba tubuhnya jatuh kelantai rumah sakit. Aku dan Zhoumi segera berlari menghampiri Seungmi dan langsung memanggil dokter dan suster dan Seungmi pun dibawa ke ruang UGD.

“Yu kyung, cepat telepon hankyung” suruh Zhoumi.
“ah ya! Hankyung!” ujraku yang segera mencari nama kontak hankyung di posel Seungmi
“aish! Tidak ada.. adanya malah hanchul” ujarku bingung
“kalau begitu telepon Sungmin! Kakaknya!” seru Zhoumi
“oke!”
Yu kyung’pov end

to be continued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar