Sabtu, 12 Februari 2011

you're the first part 1

Pertama aku minta maaf sebelumnya untuk para penggemar teenlit karena di ff aku
kali ini ada bagian yang sama dengan salah satu cerita dari teenlit.. aku juga baru
tahu ketika aku sudah selesai.. maaf ya.. semoga ff aku kali ini bagus seperti ff aku
yang lain.. *pede gila!!! Hehe.. :p
Selamat membaca! 

Cast : shin so yeon
Junsu, nickhun, chansung, junho, wooyoung dan taecyeon 2 pm


Di Gwangju Kukje High School
So yeon pov
“wah! Tampan sekali! Ini kekasihmu yang baru?” tanya eun young sembari melihat foto seorang lelaki bersama diriku di layer depan handphoneku.
“iya” jawabku singkat sambil asyik mengetik di laptop putihku
“lalu pacarmu yang dari Australia itu.. mm.. siapa namanya?” tanya yuki seraya mengingat-ingat
“maksudmu Andrew?” tanyaku balik
“iya. Dia kemana?” tanyanya lagi
“ah pabo! Kau tidak tahu so yeon saja! Dia tidak akan pernah pacaran lebih dari 1 minggu!” jelas ye jin
“oh iya ya.. kalau gitu andrewnya buat ku saja!” seru yuki
“kalau kau mau ambil saja! Dia sekarang sedang berada di itali” ujarku mempersilahkan
“lalu kekasihmu yang baru ini siapa namanya?” tanya eun young yang membuatku tersedak ketika hendak menyeruput teh kotak.
“oh! So yeon, gwenchanayo?” seru yuki seraya mengelus-elus punggungku
“ne.. gwechana..” jawabku
“mm.. namanya.. namanya..” lanjutku sambil berpikir
“siapa?” tanya ye jin yang ikut penasaran
“namanya.. namanya jin woo.. ya! park jin woo..” ujarku terbata-bata
“oo.. tapi kenapa kau bisa hamper lupa begitu? Kalian kan baru saja berpacaran?” tanya eun young menyelidik
“oo.. itu.. itu..” seruku bingung ingin menjawab apa
“kau ini bagaimana? So yeon itu kebanyakan lelaki dalam hidupnya.. lihat saja! Dihandphonenya banyak sekali foto mantan-mantannya.. jadi wajar saja kan kalau dia hamper lupa dengan nama kekasihnya sendiri..” ujar ye jin menjelaskan pada eun young
“iya.. benar kata ye jin. Untuk apa aku hafal nama kekasihku kalau seminggu kemudian sudah berganti lagi” ucapku melengkapi penjelasan ye jin.
“tak salah kalau satu sekolah menyebutmu sebagai Barbie trouble heart!” sahut yuki dan aku pun tersenyum.

Di apartemen so yeon
So yeon pov
Setelah sampai di apartemen tempatku tinggal, Aku pun langsung berjalan menuju ranjang dan merebahkan tubuhku diatasnya. Letih rasanya setelah seharian berkutat dengan semua mata pelajaran sekolah yang membuatku ingin muntah *penulis lebay nih! Hhe..*

Kupejamkan kedua mataku sementara hanya untuk mengusir kebohonganku hari ini. Kebohongan? Mungkin kalian akan berkata seperti itu bila kalian tahu, tapi bagiku ini semua hanya sandiwara.

Sadar badanku lengket dan sudah bawel minta dibersihkan, aku pun bergegas menuju kamar mandi. Sesaat aku menatap ke cermin yang kusimpan ditumpukan pakaianku saat aku mengambil baju. akupun mengelus lembut rambutku yang hitam bergelombang sembari tersenyum sedih. Kata teman-temanku, rambutku ini sangat indah dan pantas bila aku menjadi seorang bintang iklan shampoo. Aku yang mendengar perkataan mereka hanya bisa tersenyum.

************************

Di Hyundai departemen store *promosi!*
So yeon pov
“ah! Akhirnya aku dapatkan baju yang sudah kuincar satu minggu ini!” ujar yuki lega seraya melihat tas belanjaan yang menggantung di tangannya
“ne, you right! Aku juga mendapatkan sepatu yang kuinginkan!” timpal ye jin senang
“sekarang kita akan pergi kemana?” tanyaku pada tiga temanku
“kita ke solaria yuk! Aku lapar!” ajak eun young

kamipun berjalan menuju restoran yang ditunjuk eun young. Sepanjang perjalan, aku sibuk dengan handphoneku.
“mm.. so yeon!” panggil yuki seraya menghampiriku
“hhmm..” sahutku
“itu bukannya kekasihmu ya?” tanya yuki seraya menunjuk seorang lelaki
“iya, itu bukannya jin woo?” lanjut eun young
“HAH?? KEKASIHKU??” jawabku kaget
“tak perlu segitunya kali..”canda ye jin
“tapi yang mana?” ujarku seraya mencari sosok lelaki yang dimaksud teman-temanku
“itu.. yang memakai hoodies merah berkacamata..” jelas yuki

‘hah?? Bagaimana mungkin dia ada disini?? Gawat!!’

“ternyata dia lebih tampan aslinya daripada di foto ya..” puji ye jin
“sudah sana hampiri!” suruh eun young sembari mendorong tubuhku
“HAH?? HAMPIRI??” tanyaku terkejut
“iya.. sudah sana.. Tak usah malu dengan kami..” ujar ye jin
“ne, tak usah pikirkan kami.. sudah sana pergi!” seru yuki sembari mendorongku lebih kuat.

Dengan perasaan ragu-ragu, akupun perlahan berjalan mendekati pria itu. Setiap aku melangkah, aku selalu melihat ke belakang berharap 3 orang temanku sudah pergi tapi nyatanya mereka belum juga pergi.

‘aduh! Ottokeo?? Apa aku harus menghampirinya?? Tuhan, help me!’

tinggal 3 langkah lagi jarak antara aku dan pria tersebut. Aku pun menoleh ke belakang ternyata teman-temanku masih ditempat. Dengan terpaksa akhirnya aku pun menggandeng tangan pria tersebut yang sedang asyik memilih kaset.

“oppa!” seruku pada pria tersebut seraya menggeleyut manja di tangan kanannya. Terlihat jelas ekspresi kaget dan tak menyangka.
“sudah sana kalian pergi!” teriakku pada ke tiga temanku, seraya tertawa merekapun pergi menuju restoran. Aku pun memastikan mereka sudah tidak ada samapi belokan.
“mianhaeyo.. jeongmal mianhaeyo..” kataku sembari menunduk setelah sebelumnya melepas gandengan tanganku.
“mian?” ujar pria tersebut yang bingung dengan sikapku
“ne.. mianhae.. aku salah orang..” kataku kembali sembari melangkah pergi
“hei tunggu! Kau harus menjelaskan semuanya!” ucap pria tersebut sembari menahan tangan kananku
“menjelaskan apa? Aku kan sudah meminta maaf..” kataku merasa tak bersalah. Terlihat jelas dimatanya kalau ia sangat marah akan kelakuanku dan benar-benar ingin meminta penjelasan.

Di babtol’s restaurant *promosi lagi!*
Junsu pov
“jadi kekasihmu sudah meninggal itu mirip denganku dan kau belum memberi tahu temanmu?” tanyaku pada gadis yang duduk di hadapanku
“ne.. aku tidak ingin membuat mereka sedih karena mereka sudah sangat berharap aku benar-benar dengannya. mianhaeyo tadi aku tiba-tiba menggelayut di tanganmu..” ujar gadis itu tertunduk.
“ne.. choenmaneyo..” balasku tersenyum
“tapi.. kenapa kau tidak mencoba mencari pria lain? Mm.. maksudku kenapa kau tidak membuka hatimu untuk pria lain? Secara fisik kau sempurna, kau tinggi, putih dan kau memiliki rambut yang indah. Siapa coba lelaki yang tidak mau denganmu?” lanjutku panjang lebar
“kalau kau tahu siapa aku sebenarnya, mungkin kau akan menarik kembali perkataanmu..” jawabnya sembari tersenyum tipis
“menarik perkataanku?” tanyaku tak mengerti
“pelayan! Aku minta bonnya!” serunya memanggil seorang pelayan
“apa maksudmu?” tanyaku kembali
“aku sudah membayarnya.. gamsahamnida kau telah membantuku..” ujarnya sebelum akhirnya pergi meninggalku yang kebingungan.

apa maksud ucapannya tadi? Menarik kembali perkataanku? Dasar gadis aneh! Tapi tunggu, siapa namanya ya? Ah! Pabo!

“nona, tunggu! Namamu siapa?” panggilku padanya yang baru menyadari bahwa aku tak tahu namanya dan segera mengejarnya.

Di Heungjin High School
Junsu pov
“dia cantik tidak?” tanya junho teman sebangkuku
“mm.. dia cantik.. seperti boneka Barbie..” jawabku seraya mengingat wajahnya.
“wahh!! Cantik sekali!” seru nickhun sahabatku
“kau tahu namanya?” tanya taecyeon sang ketua kelas
“nomor teleponnya?” timpal chansung sepupuku
“belum.. mungkin besok..” jawabku sambil tersenyum senang
“nanti kalau dia punya teman, kenalkan ke aku ya.. kali saja temannya seperti boneka India..” ujar wooyoung yang membuat semua tertawa.

‘Tunggu aku besok Barbie!’

**************************

Di Gwangju Kukje High School
So yeon pov
“ciee.. yang kemarin kencan..” goda ye jin
“tahu nih! Ketemu kekasih kita dilupakan!” sambung yuki
“loh! Bukannya kalian yang menyuruhku menghampirinya? Bagaimana kalian ini?” ujarku seraya melahap snack kesukaanku
“oya, ini kan sudah hari jumat. Kau tidak ada rencana untuk memutuskannya?” tanya eun young
“tentu saja ada! Aku sudah mendapatkan seorang pria lain.. namanya shim changmin. Dia sekarang sudah kuliah tingkat 3 di Inha University” jawabku
“hah?? Bukannya itu sekolah mahal? Pasti dia sangat kaya dan pintar!” duga yuki
“ne.. I think so!” ujarku setuju
“nanti kalau kau sudah jadian dengannya, ceritakan pada kami ya..” ucap eun young mengingatkan
“ok!” jawabku singkat

Perjalanan ke apartemen
So yeon pov
Jarak dari sekolah ke apartemenku tidak terlalu jauh jadi aku hanya menggunakan bus umum sebagai transportasi. Setelah turun dari bus, tak sengaja aku melewati sebuah toko baju yang dilapisi pintu kaca. Sesaat aku bercermin dan tersenyum sedih seraya mengelus rambut hitam bergelombangku.

Seraya meneguk vanilla late yang tadi aku beli ditengah jalan, aku terkejut melihat ada seseorang pria yang duduk menunggu di depan pintu apartemenku.

“permisi, anda mencari siapa?” tanyaku seraya menghampirinya
“aku mencarimu” jawabnya sembari melepas topi yang sedari tadi menutupi wajahnya.
“kau?? Kau pria yang kemarin kan? Dari mana kau tahu rumahku? Dan apa yang kau lakukan disini? Jangan-jangan.. PERAMPOK!!.. PERAMPOK!!.. mph.. mph PEmphAMPOK!!” teriakku yang tertahan karena pria itu membungkam mulutku
“ssstttt.. aku bukan perampok! Aku hanya ingin tahu namamu..” ujarnya berusaha menenangkanku.

Di apartemen so yeon
Junsu pov
“kau tinggal sendiri di sini?” tanyaku seraya memperhatikan apartemen gadis ini yang cenderung sederhana. Hanya ada dapur, ranjang, computer, sofa, tv dan kamar mandi yang tidak disekat dengan tembok atau pembatas kecuali kamar mandi. *kaya apartemen kimbum di drama stay marry me*.
“ne..” jawabnya singkat sembari menyodorkan segelas jus apel.
“orang tua mu dimana?” tanyaku sambil duduk di sofa biru mudanya
“orang tuaku di hongkong. Kau tunggu sini! Aku ingin ke kamar mandi dulu” jawabnya seraya masuk ke dalam kamar mandi sambil membawa beberapa helai baju, mungkin dia ingin ganti baju.

Tak kusangka gadis secantiknya harus tinggal sendiri disini. Apalagi di apartemen yang sederhana tanpa pengamanan yang ketat.

“kau datang kesini hanya untuk tahu siapa namaku?” tanyanya yang beru keluar dari kamar mandi.
“ah! Ne, aku ingin tahu siapa namamu.. selain itu.. aku juga ingin tahu dirimu lebih lanjut” jawabku menjelaskan tujuanku kemari.
“hah?? Apa menariknya aku sampai kau ingin tahu diriku?” tanyanya seraya duduk dihadapanku.
“saat kau bilang aku akan menarik kembali kata-kataku jika aku tahu siapa dirimu sebenarnya” jawabku tegas
“namaku so yeon, shin so yeon.” Ujarnya tersenyum sembari mengulurkan tangan kanannya.
“hhmm.. junsu, kim junsu” ucapku membalas ukuran tangannya.

Kamipun berbincang-bincang tentang diri masing-masing. Ternyata selain dia cantik, dia juga asyik dan nyambung bila diajak ngobrol. Dengan waktu singkat kamipun akrab dan yang terpenting, aku mendapatkan nomor ponselnya plus alamat emailnya.

“wah! Ternyata kita punya banyak kesamaan ya.. selain kita sama-sama anak tunggal.. ternyata hobby kita juga sama.. mengedit foto..” ujarku seraya tertawa senang
“ya.. mungkin kita jodoh..” ucapnya yang membuatku tersedak saat menyeruput jus apel pemberiannya tadi.
“sekarang ceritakan tentang keluargamu..” lanjutnya seraya mencondongkan sedikit tubuhnya dan menopang wajahnya dengan kedua tangannya
“tidak ada yang istimewa.. aku hanya tinggal bertiga dengan ibu dan sepupu laki-laki.. ayahku dan orang tuannya sudah meninggal karena kecelakaan kapal laut 3 tahun silam..” jawabku tertunduk
“mianhae, aku tidak bermaksud..” ujarnya merasa bersalah
“ah.. gwenchanayeo..” balasku tersenyum. Seketika suasana hening. Diantara kami tak ada yang berbicara sepatah katapun. Tubuhnya perlahan mundur dan mengalihkan pandangannya keluar jendela. Akupun begitu, pandanganku beralih kea rah dapur. Tak tahu apa yang kucari, yang pasti jantung berdetak sangat cepat setiap kali melihat wajahnya.

“so yeon, sepertinya sudah terlalu lama aku disini.. aku pulang dulu ya..” ujarku seraya berpamitan
“ah! ne.. gomawo sudah berkunjung.. bila ada waktu kau boleh datang kemari..” katanya tersenyum.
“ok! Aku pulang dulu.. annyonghigaseyo..” seruku sembari melangkah pergi
“ne, annyong!” balasnya melambaikan tangan

*********************

Di apartemen so yeon
So yeon pov
Sudah lewat 5 menit sejak aku mengirim sms kepadanya tapi dia tidak kunjung membalas smsku. Apa dia sudah tidak mau lagi mengobrol denganku? Huft.. mungkin ini balasan dari tuhan untukku karena aku adalah seorang pembohong besar. Tidak ada yang tahu aku berbohong apa kecuali aku dan tuhan, dia pun juga tak tahu walaupun kami sudah dekat selama kurang lebih 3 bulan ini. Aku pun sesekali melihat layer ponselku yang berwallpaper fotoku dengan seorang pria berwajah jepang yang tidak lain adalah kekasihku yang baru.

Cling~ cling~ bunyi ponsel tanda pesan masuk. Buru-buru kuraih ponselku dan benar seperti yang kuduga, dia membalas pesanku.

mian, aku baru balas. Tadi aku harus membantu sepupuku dulu.
Pulsa sms ku tinggal sedikit lagi, mumpung sedang ada bonus
telpon, aku telpon kau saja ya.. ^.^
-junsu-

tak lama kubaca pesan darinya, diapun meneleponku. Akupun segera mengangkat telpon darinya. Tak tahu kenapa aku merasa sangaaaaat senang.. Tunggu! Apa jangan-jangan aku jatuh cinta dengannya? ANIYO!! Itu tidak boleh terjadi! Tidak boleh!!

Di kamar junsu
Junsu pov
“ehem.. ehem.. ada yang sedang jatuh cinta nih!!” goda chansung seraya tetap focus dengan scraft gamenya.
“akhirnya sohibku jatuh cinta juga!” seru nickhun sembari tertawa
“enak saja! Kau kira aku ini tidak pernah jatuh cinta apa sebelumnya!” sanggahku seraya melayangkan jitakan mulus dikepala nickhun
“AW! Sakit tahu!” jawab nickhun sambil mengelus-elus kepalanya
“lalu bagaimana tindakanmu selanjutnya? Sudah 3 bulan loh kalian dekat..” jelas chansung datang menghampiriku.
“yes, I agree! Kau jangan terlalu menunggu lama! Jarang-jarang loh ada gadis yang ingin dekat denganmu..” timpal nickhun tertawa
“aish! Kau ini! kau ingin aku pukul lagi hah?!” ujarku jengkel
“bagaimana? Jawab dong!” desak chansung
“molla.. aku belum siap untuk mengatakannya.. tapi aku ingin minggu ini aku berkencan dengannya” ujarku yakin
“gereu! Aku akan mendukungmu!” ujar chansung seraya merangkulku
“yap! Me too..” lanjut nickhun tersenyum

*************************

Di Gwangju Kekju High School
So yeon pov
”besok lusa kalian, kelas 2 akan ada test berenang” ujar siwon songsenim sang guru olahraga
“berhubung kolam renang sekolah sedang direnovasi, kita akan menggunakan kolam renang Hobok dekat Heungjin high School..” lanjut siwon saenim

‘APA?? BERENANG?? Bagaimana ini??’ ujarku seraya mengelus lembut rambut hitamku yang kubiarkan tergerai

“weayo seo yeon? Ada yang salah? Sepertinya kau khawatir sekali?” tanya yuki
“ah, ani.. gwenchana..” jawabku seraya berpikir alasan apa yang tepat agar aku diizinkan untuk tidak ikut berenang.
“katanya siwon saenim dekat dengan heungjinkan?” tanya ye jin
“ne.. sekolah itu terkenal dengan murid pria yang keren-keren” jelas eun young
“hah?? Heungjin??” tanyaku terkejut
“yak! So yeon! kau ini kenapa sih?” ujar yuki

‘heungjin? Itukan sekolah junsu.. aduh bagaimana ini?? Bagaimana kalau dia sampai tahu? Tidak! Dia tidak bileh tahu!’

2 hari kemudian, kolam renang Hobok
so yeon pov
“jwesonghamnida songsaenim, aku tidak bisa ikut berenang. Aku sedang kedatangan tamu” ujarku sembari membungkuk
“mm. baiklah kalau begitu.. baik-baiklah ok!” ujar siwon saenim memberi izin
“ne, gamsahamnida.” Balasku tersenyum. Akhirnya aku punya alasan yang tepat. Siwon saenim, mian aku berbohong..

“so yeon, kau tidak ikut berenang?” tanya ye jin yang sudah berada di kolam renang
“aniyo, aku sedang datang bulan” jawabku
“oh! Kalau begitu tolong jaga tasku ya..” lanjutnya
“ne, siap bu!” ujarku tersenyum.

Eun young pov
“ye jin, mana so yeon? Dia tidak berenang?” tanyaku pada ye jin
“ani, katanya dia sedang datang bulan” jawabnya
“aneh!” ujarku seraya mengingat-ingat
“aneh kenapa?” tanya yuki
“rasanya baru 5 hari yang lalu dia selesai datang bulan. Kenapa dia bisa datang bulan lagi ya?” tanyaku heran
“mm.. kau benar! Rasanya ada yang aneh!” ujar yuki ikut-ikutan
“ah sudahlah! Setiap wanita itu berbeda-beda..mungkin datang bulan yang sekarng ini kanjutan kemarin..” kata ye jin menjelaskan
“ya, kau juga benar!” ucap yuki setuju
“mm.. kau ada benarnya juga.. sudah lupakan saja! Lebih baik kita segera ke siwon saenim untuk ambil nilai” ujarku sembari berenang menuju siwon saenim yang sudah menunggu di tepi kolam renang

*****************************

Di Gwangju Kekju High School
So yeon pov
Sekarang jam istirahat, sudah rutinitasku setiap hari pergi ke perpustakaan untuk mendapatkan internetan gratis lewat wifi dan sudah kebiasaanku untuk mencari foto para pria yang akan melengkapi sandiwaraku.

Sedang asyik-asyiknya aku memindahkan gambar dari folder ke adobe photoshop *pembaca tahukan apa itu?* tiba-tiba ada seseorang yang menepukku dari belakang dan membuatku kaget setengah mati. Segeralah kututup adobe photoshop itu dari layer laptoku.

“hei! Sedang apa kau disini?” tanya yuki yang ternyata menepuk pundakku
“tentu saja browsing gratis, ya kan so yeon?” seru yejin
” ya! Kau benar!” jawabku gugup
“oh ya! Ini!” ujar eun young seraya menyodorkan selembar amplop hijau kecil
“lusa malam, tepatnya sabtu malam aku akan mengadakan pesta ulang tahunku sekalian merayakan hari jadiku dengan Kang Min Hyuk dan aku ingin kau datang dengan kekasih barumu.. mm.. siapa namanya?” jelas eun young
“oohh.. maksudmu Ahn Daniel?” tanyaku sembari membaca isi undangan yang tadi dia berikan padaku
“ne, dan aku ingin kau datang bersamanya..” jawabnya tersenyum
“hah?? Da.. datang ber.. sama.. nya??” tanyaku terbata-bata
“iya, waeyo? Ada yang salah?” ucap eun young bingung
“iya.. aku kan juga ingin lihat kekasihmu..” sahut yuki
“hm.. aku setuju! Selama ini kan kau hanya menunjukan fotomu dengan kekasih-kekasihmu yang lain tapi tidak pernah kulihat kau jalan bersama dengan kekasihmu..” lanjut ye jin
“bu.. buat apa aku jalan bersamanya? Toh ujung-ujungnya kami juga akan putuskan?” seruku berusaha mengelak
“shiro!! Pokoknya kau harus datang dengan kekasihmu! Aku tidak mau tahu! Kalau kau tidak datang, kita tidak akan berteman lagi!” kata eun young mengancam
“huh! Geurae! Aku akan datang dengan kekasihku..” jawabku pasrah
“baik, aku tunggu besok lusa” ujar eun young sebelum akhirnya ia pergi dengan disusul yuki dan yejin.

‘Ya tuhan! Bagaimana ini? Bagaimana mungkin aku datang dengan seorang pria yang tak pernah kukenal sebelumnya?? Aaaaaaaaaaaaaa!!! Mollayo!’ ujarku dalam hati seraya menatap beberapa foto lelaki yang terpampang jelas di layer laptopku.

********************************

Hari sabtu di Heungjin High School
Junsu pov
“ehem.. ehem.. lagi nunggu siapa nih?” goda jinho seraya menyenggol bahuku
“kayaknya orang penting nih!” timpal wooyoung
“asal kalian tahu! Sobatku ini sedang jatuh cinta!” jawab nickhun tertawa
“yak! Nickhun! Awas kau!” ujarku hamper menjintaknya
“jangan-jangan gadis Barbie itu!” duga taecyeon
”100 untukmu!” ucap chansung
“aaaaaaa! Kalian semua berisik!” ujarku kesal.

Akupun berjalan dan duduk dibangku sebelah jendela kelas yang menghadap ke lapangan sekolah. Sesekali kulihat layer poselku, menunggu dia meneleponku atau mengirim pesan.

‘so yeon.. kau kemana saja? Kenapa pesanku tak kau balas?’ tanyaku dalam hati berharap ada balasan darinya. Inilah sikapku selama 2 bulan belakangan ini. Selalu gelisah bila tak dapat balasan pesan atau jika dia tak mengangkat teleponku. Aku jatuh cinta dengannya, kalimat yang tepat untuk menjelaskan semua sikapku selama ini.

I’ll be back.. nunh dashi nareur chajeul guya.. geuddae dashi naega ool guya..
¬_i’’ll be back, 2 pm_

akhirnya yang aku tunggu-tunggu pun terdengar juga. Ponselku berdering tanda telepon masuk. Tanpa melihat siapa yang menelepon, langsung kuangkat teleponnya.

“junsu” sapa seorang gadis yang kukenal walaupun hanya mendengar suaranya
“so yeon, annyong!” ujarku senang
“mm.. mianhae, aku mengganggu..” ujarnya yang terdengar sedikit cemas
“aah.. aniyo.. gwenchana..” jawabku seraya merubah posisi dudukku. Terlihat jelas ke enam temanku yang tadi menggodaku memperhatikan diriku yang menerima telepon dari so yeon.
“mm.. nanti malam kau ada acara?” tanyanya sedikit ragu-ragu
“nanti malam? Ah tidak ada!” jawabku
“nanti malam temanku ada party dan aku ingin datang bersamamu.. tapi kalau kau tidak bersedia juga tak apa-apa..” jelasnya
“ah.. ani, aku bersedia!” kataku semangat
“oke kalau begitu.. kita bertemu di babtol’s restaurant jam 7 malam..” ucapnya yang terdengar lega
“tidak usah.. aku akan ke apartemenmu..” seruku sebelum akhirnya pembicaraanku dengannya berakhir.

***************************

Di apartemen so yeon
Junsu pov
Ting nong~ ting nong~ perlahan pintupun terbuka. Keluarlah seorang gadis cantik yang kusuka sejak melihatnya pertama kali.
“ayo jalan..” serunya tersenyum. Aku tak menjawab. Yang kuperhatikan hanyalah tampilannya yang menurutku sangat berbeda dari biasanya. Tubuhnya yang ramping putih sangat indah dengan dibalut dress tangan bunting berwarna biru laut dipadu belt putih. Rambutnya yang hitam legam dikuncir menyamping mengenai bahu kanannya.
“gwebchanayeo?” tanyanya bingung
“… ye, gwenchana.. neomu yaepo..” jawabku tersenyum
“hah?? Naega??.. gomawo..” ujarnya sedikit terkejut
“lebih baik kita berangkat sekarang..” lanjutnya
“oh.. geurae.. kajja!” ucapku seraya menggandeng tangannya hingga kami naik taksi.

Di rumah eun young
So yeon pov
”annyeong eun young!” sapaku pada eun young yang malam ini terlihat cantik
“hai so yeon! Mm.. mana kekasihmu?” tanyanya seraya sedikit membisik
“oh itu.. itu.. dia sedang di tempat minuman..” jawabku gugup
“loh.. itu bukannya mantanmu ya?” tanya ye jin yang datang sembari membawa beberapa cemilan
“iya.. itu mantanmu yang bertemu kau di mall kan?” timpal yuki yang mengingat-ingat.
“ah.. ya.. aku datang bersamanya..” jelasku
“hah?? Kau datang bersamanya??” seru yuki terkejut
“kami telah balikan 2 hari yang lalu..” jawabku berbohong
“oo begitu.. ya sudah.. nikmati pestanya ya.. aku ingin menghampiri min hyuk dulu..” ujar eun young sembari pergi meninggalkan aku, yuki dan ye jin
“mm.. so yeon, aku dan ye jin ingin ke sana.. kau ingin ikut?” ajak yuki seraya menunjuk segerombolan pria yang sedang tertawa.
“gomawo.. aku di sini saja..” jawabku tersenyum. Mendengar jawabanku, merekapun pergi meninggalkanku sendiri.

Kedua mataku terus memandang ke berbagai arah. Melihat betapa meriahnya acara ini. Pesta yang berlokasi di halaman belakang rumah eun young yang di setting glamour yang tidak meninggalkan kesan remaja. Ada panggung kecil untuk para pengisi acara. Ada juga 2 meja besar memanjang untuk menaruh makanan dan minuman. Di sudut halaman ada beberapa pegawai pesta yang sedang menyiapkan kembang api. APA? KEM.. KEMBANG API?? Melihat benda tersebut seketika akupun teringat tentang kejadian yang sangat mengerikan dan mengubah hidupku sekarang. Kejadian yang memaksaku untuk terus bersandiwara dan berbohong.
Tanpa piker panjang, aku langsung melangkah pergi bermaksud pergi dari pesta. Sampai akhirnya junsu memanggilku.

“hei so yeon! Kau mau kemana? Kitakan baru saja datang..” tanya junsu heran
“aku.. aku ingin pulang.. kita pergi sekarang ya..” jawabku sedikit memaksa
“ada apa?” seru junsu tak mengrti
“pokoknya kita pulang sekarang..” paksaku sembari meraih tangannya
“tapi.. kau tak mau pamitan dengan temanmu?” tanya junsu
“tak usah..” jawabku singkat. Akupun pergi sambil menggandeng tangan kanan junsu.

Di pinggir jalan
Junsu pov
“kita istirahat sebentar ya.. aku capek!” seru so yeon yang langsung duduk di kuri halte. Aku menuruti permintaannya. Sesaat kutatap wajah cantiknya. Terlihat ekspresi takut dan sedih dikedua matanya. Aku tak mengerti kenapa dia bisa begitu.
“mm.. sebenarnya ada apa? Kenapa kau tiba-tiba ingin pulang?” tanyaku memberanikan diri.
“itu..mm.. mian bukannya aku tidak mau cerita.. tapi.. suatu saat nanti kau akan tahu..” jawabnya tersenyum. Melihatnya tersenyum hatiku sedikit lega.

Kejadian itupun terulang lagi. Hening. Tak ada yang berbicara diantara aku dan dia. Sembari menatap langit yang bertabur bintang, akupun teringat kata-kata chansung yang memnitaku untuk segera menyatakan cinta padanya. Aku berpikir, mungin malam ini saat yang teapt bagiku menyatakan cinta padanya.

Akupun menoleh ke arahnya. Aku baru sadar, sedari tadi so yeon terus mengelus-elus kedua lengannya yang terbuka tanpa ditutupin sehelai kain. Kurasa dia kedinginan.

So yeon pov
“ini pakai.. kau pasti kedinginankan?” seru junsu seraya memakaikan jas hitamnya kebahuku.
“ah.. gomawo..” ujarku yang akhirnya merasa hangat berkat jasnya. Malam ini benar-benar dingin.
“oh ya, kau pasti belum makan kan?” tanya junsu
“ne..” jawabku yang baru meyadari kalau cacing di perutku sudah demo minta makan.
“bagaimana kalau kita makan di tempat biasa?” ajaknya sembari tersenyum lebar
“babtol’s?” ujarku sedikit ragu
“ne, kajja!” serunya sembari meraih tanganku dan membawaku berjalan bersamanya.

Entah apa yang kurasakan. Tapi rasa ketakutan dan kesedihanku saat ada di pesta langsung hilang saat tangannya yang kekar menggenggam tanganku. Aku merasa nyaman dan aman bila berada di dekatnya. Jadilah malam ini aku dan dia pergi berdua layaknya sepasang kekasih. Aku sangat senang! >_<

****************************

Di perjalanan menuju apartemen so yeon
Junsu pov
Sudah 6 bulan lamanya aku kenal dengannya. Sudah cukup bagiku untuk berhenti mengenalnya dan memulai untuk memahaminya. Hari ini aku ingin memulai semuanya dengannya. Hari ini aku akan memintanya menjadi kekasihku.

Kata chansung, seorang gadis akan lebih senang kalau pria yang menyatakan cintanya memberikan setangkai bunga. Jadi kuputuskan akan membeli setangakai bunga mawar merah muda yang kusimpan dibalik jaket abu-abuku.

Di apartemen so yeon
Junsu pov
“oh junsu.. ayo masuk!” serunya mempersilahkan diriku masuk ke dalam apartemennya yang sederhana tapi rapih.
“kau duduk dulu. Aku buatkan minuman dulu ya..” lanjutnya yang pergi ke dapur.

Sudah 6 bulan aku kenal dengannya dan datang ke apartemennya, tapi aku baru sadar kalau apartemennya ini tidak ada satupun barang yang dapat memantulkan bayangan. Baik itu barang-barang dapur, televisi bahkan jendelapun tak bisa. Semua barang disini terbuat dari kayu dan barang-barang plastic yang berwarna. Layer televisi selalu ditutupi dengan kain penutup. Jendela kearah balkonpun juga oleh gorden tipis.

So yeon pov
“aku baru sadar kalau diapartemenmu ini tidak ada barang yang terbuat dari kaca” seru junsu yang membuatku menghentikan kegiatanku sejenak
“maksudmu apa?” tanyaku cemas
“iya.. semua barang disini terbuat dari kayu dan plastic, tak ada yang dari kaca. Cerminpun aku tak temukan disini” jelasnya yng membuatku tambah cemas. Aku yang mendengarnya segera cepat-cepat menuangkan minum padanya dan berniat mengganti topic pembicaraan.

“ini minumannya..” ujarku sembari memberikan segelas jus mangga padanya
“wah! Jus mangga!” serunya senang
“kau ada perlu apa kesini?” tanyaku berusaha mengganti pembicaraan. Aku tidak mau dengar lagi dia menanyakan tenang kaca, cermin atau apalah yang berhubungan dengan itu.
“mm.. itu. Aku.. aku ingin..” belum selesai junsu berbicara, tiba-tiba handphone ku berbunyi. Omma?? Ada apa?? Tumben telepon.
“mian, ada telepon” kataku sembari mengangkat telpon dan berjalan menuju ranjang menghindari junsu.
“hallo omma..” ujarku menyapa omma yang berada jauh di hongkong

junsu pov
“hallo omma..” ujanya menyapa ommanya yang kutahu sekarang berada di hongkong. Tak tahu harus berbuat apa, kuputuskan berjalan menuju balkon. Menenangkan diri biar nanti tak terlalu nerveus saat menyatakan semuanya padanya.

Akupun mengambil bunga yang kubeli tadi dibalik jasku. Saat kuambil bunga itu, bunga itu jatuh kelantai yang membuatku kaget dan buru-buru mengambilnya agar tidak ketahuan oleh so yeon. Ternyat bunga itu ada dibelakangku. Akupun perlahan mundur untuk mengambilnya dan berharap so yeon tidak melihatku mengambil bunga itu. Aku terus melangkah mundur hingga aku menjatuhkan sebuah pot plastic yang tersenggol kakiku, untung suara pot jatuh itu tidak terlalu keras. Jusu pabo!!.

Saat kuhendak mendirikan pot itu, kutemukan sebuah buku tebal. Kubuka buku itu dan baru tahu kalau buku itu adalah sebuah album foto. Album foto milik shin so yeon.

‘Kenapa album foto ada disini? Kenapa tidak taruh di meja saja?’

Ternyata album ini cukup lengkap. Dai so yeon masih di kandungan hingga dia berusia 13 tahun. Disetiap foto selalu tertulis keterangan yang menjelaskan isi foto itu. Sampai akhirnya aku menemukan selembar kertas Koran yang sudah usang dan lama. Koran yang memberitakan tentang kecelakaan 3 tahun silam.

‘kenapa ada Koran disini?’ tanyaku dalam hati yang membuatku makin penasaran. Akupun membalik halaman berikutnya. Betapa kagetnya diriku saat melihat foto tersebut.

“SO YEON??” ujarku kaget dan sedikit terkejut saat melihat foto yang sangat berbeda dengan so yeon yang sekarang.
“waeyo?” tanya so yeon yang telah berdiri di sampingku. Akupun menoleh. wajahnya terlihat sangat terkejut saat melihat diriku memegang album foto miliknya.
“kau..” ujarnya yang ingin mengeluarkan air mata.

To be continue

Tidak ada komentar:

Posting Komentar