Sungmin’pov
bounce to you.. bounce to you..
nae gaseumen neol hyanghae japhil sudo eopeul mankeum ddwigo itneungeol ~
dering ponselku berbunyi. Seungmi? Ada apa ya?
“yeobseyo, Seungmi ada apa?” sapaku
“aku bukan Seungmi, aku Yu kyung. Cepat kemari! Yu kyung masuk rumah sakit!” jawab Yu kyung terburu-buru
“APA?? Rumah sakit mana?” tanyaku khawatir
“RS. Geonganghan” jawab Yu kyung
“baik aku segera kesana” ujarku meraih kunci motor dan mengendarainya. Jadi ini alasan kenapa perasaanku tak enak? Seungmi, semoga kau baik-baik saja.
“Seungmin” kataku membuak pintu kamar dan menghampirinya yang berbaring tertidur di ranjang RS
“tadi Seungmi pingsan saat enuju ke apotik. Aku rasa pbtanya abis, jadi dia membelinya. Tapi tenang saja, 3 kjam lagi kalau dia sudah siuman, Seungmi boleh pulang” jelas Zhoumi yang membuatku lebih tenang.
“tadi dia sendirian?” tanyaku
“iya. Tapi Sungmin, hankyung tahu keadaan Seungmi sekarang?” tanya Zhoumi
sendirian?? Tidak mungkin! Seungmi paling takut ke RS sendiri
“Yu kyung, apa nama RS ini?” tanyaku cepat
“Geong.. geonganghan” jawab Yu kyung mengingat-ingat
sudah kuduga, dia ada disini. Hankyung ada disini. Aku harus bertemu dengannya
“oppa, mau kemana?” seru Yu kyung. Aku bergegas keluar tanpa menjawab pertanyaan Yu kyung
tok tok tok~ aku membuka pintu kamar. Terlihat didaam ada ahjumma, ahjussi dan.. hankyung.
“Oh ada Sungmin, ayo duduk dulu” ujar ahjumma
“mianhae, aku buru-buiru. Hankyung, aku ingin bicara” ucapku pad ahankyung seara memintanya keluar kamar.
“hankyung, aku ingin bertanya. Kau kesini dengan Seungmi?”
“ne” jawabnya singkat
“lalu Seungmi mana?” tanyaku lagi
“molla, tadi dia keluar katanay ingin angkat telepon.” Jawabnay dengan ekspresi datar.
“mm.. kalau begitu aku pergi dulu. Salam untuk ahjumma dan ahjussi” ujarku seraya pergi
“oh ya, aku lupa! Tadi pagi Seungmi sarapan?” tanyaku sembari membalikkan badan ke arah hankyung
“molla, sepertinya sudah” jawabnya datar.
Sungmin’pov end
@#$%^&*
”oppa, gomawo mau mengantar pulang” ujarku pada Sungmin oppa
“Seungmi, kau tidak cerita ke hanyukng tentang penyakitmu?” tanya oppa yang masih duduk di atas motornya sambil membuka helm
“ani, aku tidak mau membebaninya. Biarlah dia tahu sendiri. Lagipula kan masih ada oppa” jawabku tersenyum manja
“sudah ada yang mengganti tugasku, dia hankyung, suamimu. Panggilan cepat paertama diponselmu sudah kuganti nomor hankyung. Jadi kalu ada apa-apa, telepon dia. Jangan aku, arasso?” jelas oppa
“ne”
“cepat masuk! Sudah malam!” ujar oppa
“ne, hati-hati ya” ujarku sembari masuk ke dalam apartemen
@#$%^&*
“jadi dia tidak tahu kau sakit mag?” tanya Yu kyung saat tiba di kelas
“aniyo. Sudah lah, biar dia tahu sendiri” jawabku
“tak kusangka wajah setampan itu ternyata cueknya keterlaluan. Tapi Seungmi, kalau boleh tahu.. kau dannya melakukan ‘itu’ tidak saat malam pertama?” kata Yu kyung berbisik
“ani! Kami ketiduran karma terlalu letih. Lagipula bagaimana mungkin aku dan dia melakukannya. Kenal saja tidak, apa lagi cinta. Memangnya kau dan Zhoumi!” jawabku
“HAH?? JADI KAU SUDAH TAHU??” ujar Yu kyung kaget
“ne! onniemu yang memberitahuku. Dasar curang! Siapa yang menikah, siapa juag yang duluan! Tapi kalau bagi aku, aku akan melakukannya kalau aku sudah dewasa. Ya 2 tahun lagi, tepatnya ketika umurku 20 tahun” ujraku seraya tertawa kecil
@#$%^&*
3 bulan sudah aku menjalani rumah tangga kecil ini. Bukannya hubungan kami semakin baik, tapi malah sebaliknya. Hankyung seorang teknisi mesin yang harus bolak-balik terbang ke luar negeri dan aku sibuk dengan kegiatan di sekolah.
Selama 3 bulan itu juga, aku berusaha memahami hankyung. Karakternya yang dingin, harus membuatku sabar setengah mati. Setiap menyapanya, dia hanya tersenyum datar. Setiap memaska untuknya, dia tak pernah berkomentar pdahal aku yakin masakanku itu keasinan. Awalnay aku senag karena dia tidak berkomentar, tapi lama-kelamaan seperti ini.. aku seperti hidup sendiri. Kami tidak saling bicara kalau hal yang dibicarakan tidak penting. Dai juga tidak pernah memanggil namaku, hanya ‘kau’ yang dia katakana. Sedih? Sangat! aku pernah berpikir, jangan-jangan dai tidak tahu namaku lagi! Letih, aku sangat letih bila terus bediam-diaman seperti ni. Tapi demi appa youngwoon yang sudah tenang di alam sana, aku akan bertahan Karena aku sudah terlanjur berjanji di depan makamnya.
Sampai akhirnya batas bertahanku berakhir. Hankyung memutuskan tidur di karam tidur tamu. Aku tidak tahu apa alasannya. Apa aku membuat salah? Molla. Dia tidak pernah menjelaskannya. Tuhan, bagaimana ini? Aku tidak tahan! Aku sudah tidak kuat! Tuhan, help me please!
@#$%^&*
akupun sampai di apartemen. Jam menunjukkan pukul 18.00 sore. Seperti biasa, apartemen sepi tak ada orang. Hankyung belum pulang. Kemana? Molla. Bertanyapun aku sudah tahu jawabannya. Diam, dia hanya diam tanpa menjawab.
“ah.. nyamannya..” ucapku terbaring di atas ranjang dan menyalakan AC
“hah?! kok tidak menyala?” tanyaku heran. Akupun pergi ke ruang tengah dan dapur. Semua sama, Karena terpasang paralel *mang ada ya?*, AC dikamarku, ruang tengah dan dapur juga mati. Kecuali AC kamar tidur tamu. ACnya dipasang seri jadi tidak akan ikutan mati. Tapi mana mungkin aku tidur disana! Takut!
“lebih baik aku mandi dan tidur” kataku pada diri sendiri. Akupun mandi dan berusaha tidur. Sebenarnya panas walaupun aku sudah membuka jendela, tapi mau bagaiamana lagi? aku sangat mengantuk.
@#$%^&*
author’pov
“ayo kita rayakan keberhasilan Kim hankyung” *aneh gak?* ujar pria berbaju biru, shindong
“ya, kita sebagai teman harus terlebih dulu merayakannya sebelum beosk diarayakan oleh perusahaan secara resmi” sambung temannya, leeteuk
“ayo semuanya! Ciiirs!” lanjut teman di sebelahnya, siwon
malam ini, hankyung mendapatkan kenaikan gaji karena kerja kerasnya selama ini. Mereka erayakannya dengan inum-minum di bar hingga hankyung mabuk berat. Setelah acara selesai, hankyung pulang menggunakan taksi. Sesampai diapartemen, hankyung langsung masuk kamar dengan keadaan yang masih mabuk.
“kenapa malam ini panas sekali?” tanyanya dalam hati. Karena kepanasan, iapun membuka jas, kemeja dan celana panjangnya. Alhasil ia hanya memakai boxer putih dan tidur dibalik selimut.
Author’pov end
@#$%^&*
ah.. panas sekali.. akupun terbangun dengan mata yang masih terpejam. Karena kegerahan, akupun membuka semua pakaianku dan membunagnya kesembarang tempat. Tinggallah bra dan celana dalam yang melekat di tubuhku. Karen amsih mengantuk, aku langusng tidur kembali.
@#$%^&*
matahari pagi menyinari mataku. Silau. Akupun membuak mata. HAH?! HANKYUNG?? Hankyug berada di hadapanku. Dia tdur. Dan dia.. dai tidak pakai baju?! Dengan sigap aku melihat tubuhku dibalik selimut. APA?! Hanya pakai dalaman?? Karen agelisah, kakiku terus bergerak bingung hars melakuakn apa. Tiba-tiba mata hangkyung terbuka, mungkin dia terbangun karena hentakan kakiku tadi.
“mm.. se.. selamat.. pagi..” sapaku gugup seraya sedikit menarik selimut menutupi dadaku. Terlihat jelas dari mimic wajahnya kalau dia terkejut. Aku harus pergi sebelum dia menyadarinya.
“mm.. a.. aku.. ingin.. ke.. kau tolong tutup mata ya.. aku ingin ke kamar mandi” ujarku sedikit memohon. Iapun menurut. Akupun langsung berlari ke mara mandi. Aku mandi, menyiapkan sarapan dan bergegas berangkat sekolah.
“a.. aku.. berangkat dulu” ujarku salah tingakh. Seperti biasa, hankyung hanya diam focus terhadap sarapannya. Disepanjang perjalana ke sekolah, aku terus tersenyum. Tak tahu kenapa, aku sangat bahagia. Sangaaaaat bahagiaaaaaa!! Rasanya hatiku ingin meledak! Apa Karen akejaidan tadi ya?
“hei! Dari tadi kau senyum-senyum melulu. Ada apa sih?” tanya Yu kyung penasaran
“memangnya terlihat jelas ya?” tanayku balik
“terlihat jelas apa? Aku tidak menegrti. Tapi yang pasti kau sepeti orang gila. Dari tadi terus tersenyum tanpa henti. Seungmi, pasti ada apa-apa kan? Ayo cerit!” bujuk Yu kyung
“rahasia!” jawabku singkat tersenyum senang
@#$%^&*
“AKU SENANG SEKALI!!” teriakku di kamarku sambil berputar-putar dan tak sengaja menjatuhakan kotak hitam berpita. Kotak siap ini? Buka saja ah!. Ada suratnya.
Pakai ini. Jam 7 malam akan ada yang menjemputmu di loby apartemen
_KH_
lalu aku membuka kain putih yang menutupi isi kotak itu. Sebuah gaun bermodel kemben selutu berwaran pink dihiasi pita besar berwaran hitam. Sederhana, tapi cantik. KH? Siapa ya?
@#$%^&*
“maaf, anda nyonya Kim?” tanya seorang namja
“iya, aku… nyonya Kim Seungmi” jawabku ragu-ragu
“saya Kim heechul. Mari masuk. Saya akan antar anda ke tempat acara” ujarnay. Mungkin dai dupir yang menjemputku. Pintu mobil terbuka dan aku masuk kedalamnya. Mau kemana ya?
Sampailah di sebuah gedung pertemuan. Seorang pelayan dari laur membukakan pintu mobil. Akupun masuk kedalam gedung. Aku terus berdiam diri entah mau kemana, sampai akhirnya ada seorang namja yang memanggilku. Katanay dia bernama siwon, dia adalah teman hankyung. Diamembawaku ke tempat hankyung. Selama acara berlangsung, aku hanya diam. Aku bingung ingin melakukan apa. Aku seperti berada di negeri asing. Hankuyng yang ternyata memberikan gaun ini pun jug atak mengajakku bicara karena dia juga hanya diam. Padahal acara ini dibuat untuk dirinya kan? Dasar aneh!
“wah waktunya dansa” ujar siwon
“hankyung, kau tidak mengajak Seungmi berdansa?” tanyanya. Hankyung hanya terdiam, dia hanya meneguk anggur merahnya.
“ah.. tidak usah. Aku juga tidak Bisa berdansa” jawabku
“kalau begitu aku ajari. Hankyung, aku pinajm ya” ujar temannya hankyung yang kutahu bernama leeteuk.
Selama berdansa, mataku terus tertuju pad hankyung. Dia hanya duduk sambil beberapa kali meneguk anggur merahnay. Kenapaku hanya diam? Padahal kau yang mengundangku kesini?
“maaf, boleh saya pinjam yeoja ini?” tanya seorang pria di belakangku.
“ya, silahkan” jawab leeteuk dan pergi meninggalkanku dilantai dansa. Akupun berbalik menghadap namja tadi. SUNBAE??
“maukah kau berdansa denganku?” tanya henry sunbae berlutut sembari mencium telapak tangan kananku
“ya, mau” jawabku tak menyangka. Dia tersenyum. Oh tuhan, senyuman yang bisa membuatku meleleh. Beda dengan hankyung yang malah membuatku takut setengah mati.
“henry sunbae, bagaimana kau bisa disini?” tanyaku heran
“kau tak tahu? ayahku yang mempunyai perusahaan penerbangan ini. Kau sendiri kenapa ada disini?” tanyanya balik
“aku.. ke sini-“
“jawabnya nanti saja. Sekarang kau ikut aku!” potong henry sunbae seraya menarik taganku pergi.
@#$%^&*
“mau apa kita ke atap gedung?” tanya sembari memutar tubuhku menghadap henry sunbae
“Seungmi..” panggil henry sunbae memegang kedua tanganku. Kedua matanya menatapku serius.
“aku tahu kau dulu menyukaiku. Aku senang karena cintaku tak bertepuk sebelah tangan” lanjut henry sunbae
“apa maksud sunbae?” tanyaku bingung
“sejak awal masuk sekolah aku sudah memperhatikanmu. Tapi aku tidak berani bilang padamu” jawab henry sunbae
“kalau sunbae memang menyukaiku, kenapa.. kenap hari itu.. sunbae berciuman dengan Jessi?” tanyaku. Terlihat jelas dia sangat terkejut.
“oh itu.. kau tahulah, 1 sekolah menjodohkanku dengan Jessi. Jadi semua ini hanya drama kami berdua” jawabnay santai. HAH?! dia bilang drama?? Asal kau tahu! karena perbuatanmu hatiku hancur berkeping-keping.
“sudah jangan bahas Jessi. Lagi pula itu sudah berlalau. Yang penting sekarang hanya ada kau dan aku” lanjutnay tersenyum aneh
“Seungmi, makah menjadi kekasihku?” tanyanya. Sunbae? Dia bilang apa? Kekasih? Tidak mungkin!
“sunbae, rasa sukaku sudah berlalau seperti kisahmu dengan Jessi. Sekarang hatiku sudah ada orang lain. Mian..” jawabku. Henry sunbae yang mendengarnya langsung tertunduk dan melepas genggamannya.
“wae? Kenapa kau tak menerimaku? WAE???” kata henry suner berteriak. Tiba-tiba kedua tanganya mendorong bahuku hingga aku jatuh ke lantai. Dia berusaha menciumku. Aku berusaha mendorong ubuh sunbae, tapi dia terlalau kuat untuk ku.
“SUNBAE!! LEPAS!! LEPASKAN AKU!!” teriakku tanpa henti. Tapi henry sunbae malah semaikn gila. Tolong tuhan! Tolong aku!
BUK!! Tiba-tiba tubuh henry sunbae terjatuh kelantai.
“PERGI!!” ujar pria itu dingin. Ketika kulihat wajahnya. Hankyung? Dia hankyung?
“hei! Kau siapa? Berani-beraninya kau memukulku?” tanya henry sunbae kesal
“aku.. aku pamannya. Kau cepat pergi!” jawab hankyung
“hei paman! Ini urusan anak muda! Kau yang harusnya pergi!” ujar henry seraya menepuk bahu hankyung. Tanpa basa-basi, hankyung langsung memelintir tangan henry sunbae dan membuatnya pergi. Tapi tunggu! Dia bilang paman? Paman? Dia pamanku?
Aku pun terduduk lemas mendengar pengakuannya pada henry sunbae.
“kenapa? Kenapa kau bilang kau pamanku? Sejak kapan bibiku menikah denganmu?” taya lirih. Hankyung hanya terdiam.
“kenapa kau tak katakana sebenarnya? Kenapa? KENAPA HANKYUNG?? KENAPA??” teriakku meminta jawaban
“JAWAB!! JAWAB AKU HANKYUNG!! JAWAB!!” teriakku berusaha menahan air mataku. Tapi tetap sama, dia hanya diam. Karena keasl, akupun bediri dhadapannya yang masih tertunduk.
“lihat aku! Jawab aku hankyung! JAWAB!” teriakku didepan wajahnya. Dia tetap membisu. Kakiku sudah tak kuat menopang badanku. Akupun terduduk kembali. Masa bodoh dengan gaun pink yang mungkin sudah kotor atau rusak.
“kenapa.. kenap akau diam .. kenapa kau selal diam.. aku letih.. aku letih diperlakukan seperti tidak pernah ada didunia.. kita memang tinggal bersama.. tapi aku hidup bagaikan seorang diri..aku hamper gila karena kesendirianku..” kataku sambila menagis
“demi appa youngwoon, omma Charlene, orangtuaku dan Sungmin oppa.. aku berusaha bersabar.. aku berusaha bertahan.. tapi kalau terus begini.. AKU BENAR-BENAR BISA GILA!!!” teriakku sembari menangis sejadi-jadinya.
“lalu kenap.. kenapa kau memeilih tidur di kamar tamu? Memangnay aku berbuat salah apa?.. apa salahku?” tanyaku kembali. Aku sadar, dia tidakakan menjawab walaupun mulutku bisu karena terus berteriak dan mataku buta karena terus menangis.
Akupun berusaha berdiri dan hendak pergi sebelum akhirnya langkahku tertahan. Tangan hankyung menaan tanganku dan menarikku kedalam pelukannya.
“maaf.. aku tidak menyangka sikap alergiku terhadap wanita membuatmu tersiksa seperti ini” ucap hankyung yang sempat memuatku kaget
“sejak kecil aku tidak pernah dekat dengan wanita. Jadi ketik aku harus menikah denganmu, aku.. aku sangat gugup. Aku tahu.. Aku payah.. aku memang pengecut. Aku selalu salah tingkah bila dihadapnmu. Bibirku selalu terkunci bila melihatmu.” Tambah hankyung seraya memelukku erat. Sangat erat.
“soal kenapa aku tidur dikara tamu.. karena aku ingin mengormati keinginanmu.. kau cerita pada Yu kyung bahwa ka akan melakukannya setelah umurmu 20 tahun.. dan untuk menghindarinya, aku memilih tidur dikamar tamu” jelasnya
“tapi.. darimaan kau tahu?” tanyaku yang masih didalam pelukan hankyung
“Yu kyung menceritakannya pada Zhoumi dan Zhoumi menceritakannya padaku. Zhoumi adalah adik sahabatku, kibum” jawab hankyung
hankyung melepaskan pelukannya dan menegakkan wajahku agar kami bisa saling tatap. Aku senag karena akhirnya aku bisa sedekat ini dengannya.
“saranghaeyo Seungmi” ujarnya menyebut namaku untk pertama kali
“nado, saranghae..”balasku tersenyum.
@#$%^&*
aku membuka pintu apartemen. Semua lampu mati karena aku selalu mematikannya bial apartemen tak ada orang kecuali lampu kamar tamu. Aku hendak menylakan lampu ruang tengah sebelum akhirnya hankyung yang berada dibelakangku menggendongku menuju kamar tamu.
Sesampainya dikamar, aku dibaringkan diatas ranjang. Aku tidak tahu apa yang akan dilakuaknya. Hankyung melepaskan jas hitam dan kemeja putihnya lalu mlemparnya ke kursi kerjanya. Alhasil dia bertelanjang dada. Aku yang terkejut langsung terbangun dan memalingkan wajah.
Hankyung berjalan mendekat kearahku dan duduk disampingku menghadapdiriku. Tangan kanannya perlahan menyetuh rambutku dan melepaskan sanggulan rambutku. Rambutku yang panjang menutup sebagian wajahku. Tanganya beralih ke wajahku, menyingakp rambutku dan perlahan mendekatkan wajahya ke wajahku. Perlahan bibirnya mengulam bibirku. Akupun membalasnya.
Tangan kirinya yang sedari tadi mengelus kepala bagian belakangku tak tinggak diam. Tangan kirinya perlahan turun ke bawah membuka resleting gaunku. Hankyungpun melepas ciumanya.
“izinkan aku melaukannya” ucap hankyung
malam itu menjadi malam terindah untukku. Malam yang menjadi awal dari segalanya. Malam yang menyatukanku dengan hankyung dan malam yang tak akan pernah kulupakan.
@#$%^&*
author’pov
2 tahun kemudian ~
“the end” ujar seorang yeoja seraya mematikan lapyopnya
“kau pasti sedang memuat cerpen lagi, ya kan?” seru seorang namja dari arah ranjang yang maih sibuk membaca buku tentang teknisi mesin pesawat.
“ne, dan kali ini tokoh utamanya adalah kita berdua” jawab sang yeoja seraya tersenyum dan mengelus perut buncitnya.
“kisah nyata?” tanya san namja
“ne” jawab singakt sang yeoja. Seperti biasa tak ada balasan dari sang namja.
“aku harap anakku ini tidak seperti ayahnya kelak. Yang masih saja cuek’”lanjut yeoja itu
“siapa bilang?” sanggah sang namja sembari mencium tengkuk leher istrinya
“anakku ini kelak akan menjadi seperti aku, Kim hankyung yang bahagia hidup denganmu, Kim Seungmi”
author’pov
the end
Rabu, 09 Februari 2011
my coldman part end
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar