Jumat, 15 Oktober 2010

my love is travel

   Cast : amy, lee donghae, leeteuk dan member superjunior
            

Di bawah pohon yang rindang, terdapat seorang gadis manis sedang duduk tersenyum menatap kertas kecil berwarna hijau limau. Dia terus tersenyum sambil mengulang-ulang kalimat yang tertulis di kertas itu.

                   Tanganku akan selalu terbuka lebar untuk memelukmu
                                                                                                                                  LDH

Amy’s pov
‘Aku juga akan setia sampai kita bertemu kembali’ ucapku dalam hati.
“amy, ngapain di bawah pohon terus? Dah bel dari tadi” panggil Keiko seraya menarik tangan kiriku, dengan sigap akupun memasukkan kertas kecil itu ke saku rok seragamku.

Disela-sela pelajaran, aku membaca kembali kertas kecil itu dan kutaruh ke dalam botol kaca yang penuh dengan kertas kecil yang sama. Kertas kecil yang digulung dan ditaruh didalam kaspul yang bukan lain adalah surat cinta darinya untukku..
‘tinggal seminggu lagi..  aku harus sabar’

                                                            @#$%^&*

_Flashback_
Amy’s pov
“kamu maukan bantu tante?” pinta tante mira lewat telepon
“ mm.. ya udah deh. Aku bantu tante” jawabku
“makasih ya.. tiket dah ada di mama kamu. Kamu bisakan berangkat sendiri? Nanti tante    jemput di bandara” jawab tante mira senang
“ya tante.. aku bisa” jawabku sembari menutup ponselku.

Kubaringkan tubuhku ke atas ranjang yang bernuansa hijau daun. Besok aku akan terbang ke korea selatan, membantu tanteku yang tinggal dan bekerja disana. Tanteku itu seorang perancang busana yang bekerja di sebuah agensi entertainment. Dia memintaku menjadi asistennya karena asistennya sedang cuti karena melahirkan. Aku bertanya kenapa harus aku, kata tante karena aku fashionable. Jawaban yang singkat tapi jawaban yang tak bisa aku tolak.

Awalnya aku menolak, tapi karena aku keponakan yang baik jadi aku terima. Mumpung sedang libur semester. >.< jadi berangkatlah aku ke korea.

Disana aku membantu memberikan ide untuk busana yang akan di pakai oleh sebuah boyband. Katanya konser kali ini kemungkinan akan banyak didatangi oleh para remaja seusiaku. Aku sangat terkejut saat aku tahu banyaknya anggota boyband ini, 13 orang ditambah 2 orang lagi.

Dari sekian banyak anggota boyband yang bernama superjunior, aku hanya tertarik dengan satu orang. Suaranya merdu saat bernyanyi, gerakannya indah saat menari, tampangnya bak seorang pangeran. Dia bernama lee Donghae., tapi teman-temannya memanggilnya fishy. Dia memiliki fans terbanyak di super junior setelah kyuhyun dan siwon. *emang bener ya??!!  
Kalian boleh percaya atau tidak, tapi memang inilah kenyataannya. Aku adalah kekasihnya, lee Donghae. Dalam waktu seminggu kami menjadi dekat dan tak butuh waktu lama aku dan dia resmi menjadi sepasang kekasih. Kami bisa dekat karena aku ditugaskan untuk mengurusi pakaiannya dan 2 temannya yang lain yaitu leeteuk dan yesung. Karena aku sering bertemu dengannya, tumbuhlah rasa cinta antara aku dan dia.




Aku bahagia menjadi kekasihnya, tapi aku juga sedih. Selain kami berdua, tidak ada lagi orang yang tahu tentang hubungan kami. 3 orang sahabatku saja tak tahu tentang hubunganku ini. Temannya juga tak ada yang tahu. Kami merahasiakannya dari semua orang. Aku sempat bertanya kenapa kabar bahagia ini tidak kita kabarkan ke teman-temannya? Donghae menjawab bahwa ia dan member suju (super junior) tidak boleh berpacaran dulu sebelum mereka menggarap album ke-6, padahal tahun ini baru album ke-4. awalnya aku tidak ingin seperti ini, tapi aku tidak boleh egois. Aku harus mengerti dengan keadaannya.

Sampai akhirnya aku harus pulang ke Indonesia. Sebelum aku pulang, ditempat biasa kami bertemu yaitu ruang ganti pakaian dia menyerahkan sebuah kotak kaca yang berisi kurang lebih 100 kertas kecil yang dilipat menjadi bentuk hati.

“lilia, mian karena aku tidak bisa menjadi kekasihmu yang baik” panggilnya seraya menggenggam kedua tanganku. Namaku amy cerelia amanda tapi dia memanggilku lilia. Katanya nama itu indah dan lembut seperti diriku dan telah menjadi  panggilan sayang darinya untukku.
“di botol ini ada 100 kapsul, dimasing-masing kapsul ada suratnya Aku ingin kamu membacanya setiap hari satu persatu. Walau kita tidak bisa bertemu, anggaplah kapsul itu sebagai  obat rasa rindumu padaku hingga kita berjumpa lagi. Tepatnya 100 hari peringatan hari jadi kita” lanjutnya sembari menyerahkan kotak kaca tersebut.

Sesaat pandangan mata kami beradu. Dia menatapku dengan penuh cinta, akupun sebaliknya. Perlahan wajahnya yang putih bagaikan salju itu mendekat ke wajahku. Akupun menutup kedua mataku. Tangan kanannya menyingkap rambutku yang menghalangi sebagian wajahku. Tangan kirinya meraih pinggangku agar tubuhku bisa menempel dengan  tubuhnya yang bidang. Perlahan namun pasti, bibir donghae menyentuh bibir ku. Dia menciumku dengan lembut. Aku pun tidak menolaknya. Sembari menikmati ciumannya yang kuakuin sangat hebat, akupun membalas pelukannya. Kedua tanganku memeluknya, meraih punggungnya yang lebar dan hangat.

Ciuman itu sekaligus menjadi salam perpisahan bagiku dan dia karena aku harus pulang meneruskan sekolahku di Indonesia.
_flashbackend_

                                                            @#$%^&*

Amy’s pov
“my, bener kamu mau kekorea lagi? Bukannya liburan kemarin sudah?” tanya rara sedih
“iya, aku harus kesana. Tanteku butuh bantuanku lagi.. maaf ya..” jawabku berbohong. Maaf rara, aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya.
“tidak apa-apa sih. Aku cuman takut kesepian saja. Zora akan berkunjung menemui ayahnya di amerika, keiko kemungkinan akan pergi ke spayol menemani ibunya untuk urusan bisnis dan kamu mau pergi ke tante kamu. Ya.. apa boleh buat, Cuma aku yang tetep di Indonesia Bantu ortu mengurusi restoran yang ada di bali” ucap rara sedih tapi kembali tersenyum saatku merangkul bahunya
“maaf ya..” ujarku kembali. Sekali lagi maafkan aku ara. Aku berbohong. Aku tidak mungkin bilang kalau aku ingin menemui kekasihku lee donghae. Maaf..

“amy!” teriak keiko dari luar pintu kelas berlari kearahku dan ara sembari memegang sebuah majalah
“amy, kamu besok mau ke korea kan?” tanya keiko seraya mengatur napasnya.
“iya. Ada apa gitu?”
“ini lihat! Bagus kan baju ya?” jawab keiko menunjuk gambar sebuah baju lengan panjang yang ada dimajalah yang dia bawa
“aku ingin membelinya, tapi baju ini cumin ada di korea.. jadi aku titip ke kamu ya..” lanjut keiko
“oo.. itu. Ya.. nanti aku belikan” kataku meraih majalahnya. Akupun melihat-lihat majalah tersebut. Ternyata majalah ini adalah majalah fashion korea.

Aku terus membuka halaman demi halaman, sampai akhirnya aku membuka halaman yang disana terdapat wajah kekasihku, lee donghae. Kangen rasanya melihat wajahnya yang good looking itu. Aku jadi tidak sabar bertemu dengannya.

“tampan ya.. seperti pangeran berkuda putih.. beruntung sekali wanita yang menjadi kekasihnya” sahut keiko
“ya.. sangat beruntung” timpal zora yang tetap asyik dengan laptopnya. Apa kata keiko? Pangeran berkuda putih? Mmm.. boleh juga.. Aku tersipu malu mendengar ucapan kedua sahabatku itu. Aku begitu beruntungkah?

“siapa ya nama kekasihnya??” tanya keiko berusaha mengingat. Namanya amy, yang tidak lain adalah aku sendiri.
“namanya YoonA. Penyanyi dari girlband SNSD” jawab zora semabri menunjukan sebuah foto dari laptopnya. Foto donghae dengan seorang wanita yang kata sahabatku ia adalah kekasih donghae, YoonA. Miris rasanya melihat kekasihku berangkulan dengan wanita lain.

             Nawa kyuhrhonhaejullae? Ido ~
                                               _marry u, suju_

Bait terakhir dari lagu marry u menandakan bahwa ada pesan masuk

            Jagiya, Kau sibuk? Aku ingin meneleponmu

Ternyata pesan dari donghae. Akupun membalas sms darinya

Tidak, aku sedang tidak sibuk

Tak lama aku mengirim sms, ponselku berdering. Akupun segera pergi ke balkon dekat gudang sekolah. Aku harus pergi sejauh mungkin agar teman-temanku tidak mendengarnya.

“halo oppa, ada apa?” sapaku
“kau baik-baik saja kan?” tanyanya khawatir
“iya.. aku baik-baik saja.. memangnya ada apa?” tanyaku kembali
“mm.. lilia..”panggilnya. lilia? Aku kangen di panggil dengan nama itu olehmu
“kamu sudah dengar gossip tentangku?” lanjutnya hati-hati
“gossip apa?” tanyaku heran
“gossip antara hubunganku dengan rekan kerjaku, YoonA”

Aku teringat dengan foto yang ditunjukkan oleh zora

“hubunganku dengannya tidak seperti yang kau dengar. Aku dan dia hanya berteman. Kami dekat karena dia sering curhat padaku” kata donghae menjelaskan. Terdengar dari suaranya bahwa dia sangat khawatir aku akan salah paham.
“iya.. aku tahu.. oppa, aku yakin. Aku percaya padamu. Jadi tak usah khawatir ya...” ucapku menenangkannya.
jagiya.. gomawo.. saranghae..” ujar donghae
ne.. nado..” balasku tersenyum.

                                                          @#$%^&*

Amy’s pov
Tak terasa 99 hari atau kurang lebih 3 bulan sudah aku bersabar tuk tak bertemu dengannya. Untuk komunikasi, aku dan dia tidak ada masalah. Sejak aku jadian dengannya, aku mati-matian belajar bahasa korea kilat dalam 1 hingga 2 bulan. Selama ini juga kami berkomunikasi lewat berbagai macam media, dari telepon, smsan, chatting, email, bahkan webcam. Kami selalu berhubungan walau jarak kami jauh. Awalnya sangat susah bagiku harus berhubungan jarak jauh yang hanya bermodalkan rasa kepercayaan. Tapi tak tahu kenapa, sejak ia memintaku menjadi kekasihnya aku sudah percaya padanya kalau aku akan bahagia jika bersamanya.

Tapi rasa rinduku padanya akan terbayar karena besok aku akan berangkat menemuinya. Sembari memasukkan bajuku ke koper, mataku terpaku pada botol kaca pemberiannya. Ternyata dibotol tersebut masih ada secarik kertas yang belum aku baca.

Aku tidak sabar bertemu denganmu. Tunggu aku dibandara karena aku akan menjemputmu..
                                                                      LDH

Aku tersenyum senang. Dia akan menjemputku besok.

                                                                   @#$%^&*
Amy’s pov
Tak terasa aku sudah sampai dibandara Incheon. Segera kuambil koper hijauku dan bergegas pergi melangkah keluar ke pintu keluar bandara. Sesaat langkahku terhenti. Aku melihat pangeranku melambaikan tangannya kearahku, bibirnya tersenyum senang melihatku. Baru selangkah aku maju, tiba-tiba dari arah berlawanan terdengar suara para gadis yang memanggil nama pangeranku.

OPPA.. LEE DONGHAE!!”

Dasar selebriti! Mau menyamar bagaimanapun tetap ketahuan oleh fansnya. Sembari maelayani fansnya yang meminta tandatangan dan berfoto bersama, sesekali ia melirikku seraya tersenyum. Senyuman polos yang aku rindukan.

Tiba-tiba ponsel berdering tanda sms masuk

Pergilah ke parkiran mobil blok C. tunggu aku disana

Membaca pesan darinya, aku langsung bergegas ke parkiran mobil. Dasar fishy! Masih sempat-sempatnya dia mengirim sms padahal masih sibuk dengan fansnya.

Donghae’s pov
Aku tak menyangka, ternyata para ELF (nama fans suju) masih mengenaliku. Padahal aku sudah pakai jas hitam, kacamata hitam dan topi. Lalu tanpa piker panjang setelah melayani para fans, aku langsung berlari ke parkiran. Mian, lilia.. mian..

“kau sudah menunggu lama?” tanyaku sembari mengatur napas.
“kau berlari? Apa tidak capek?” tanyanya seraya menghampiriku dan mengelap keringatku yang bercucuran disekitar wajahku dengan sapu tangan hijau daun yang kuberikan 3 bulan yang lalu
“jelas saja capek! Tapi untuk bertemu denganmu.. aku rela berlari..” jawabku dengan tatapan nakal. Tatapan yang bisa membuat wajahnya memerah malu.
“ah sudah.. ayo pulang.. aku letih” ucapnya melepaskan tangannya dari wajahku. Aku yakin pasti dia malu.
“pulang kemana? Pulang ke dorm suju?” tanyaku kembali dengan tatapan nakal
“ngapain aku kesana? Antar aku ke SM saja. Aku ingin bertemu dengan tante mira” jawabnya sembari masuk kedalam mobilku. Aku hanya tersenyum melihat tingkahnya. tingkahnya yang malu-malu yang membuatku semakin sayang dengannya.
“jangan. Lebih baik kita makan dulu. Aku yakin kau pasti lapar. Ya kan?”
“ok! Kita makan dulu. Aku ingin makan bibimbap” jawabnya tersenyum. Lilia, aku sangat bahagia akhirnya kau bisa bersama denganmu

                                                                   @#$%^&*
Amy”s pov
“silahkan tuan dan nona” seru seorang pelayan restoran memberikan menu makanan kepadaku dan donghae
“aku ingin bibimbap. Oppa ingin apa?” tanyaku padanya
“sama sajalah” jawabnya sambil menatapku. Sejak kami masuk dan duduk dikursi, dia tidak lepas menatapku. Kedua tangannya ia taruh diatas meja dan menopang wajahnya. Tatapannya membuatku sedikit risih dan malu
“baiklah. Tunggu beberapa menit ya..” ujar pelayan tadi sembari pergi meninggalkan kami berdua
oppa, jangan menatapku terus..” pintaku
wae?? Memang tidak boleh melihattmu. Kamu kan kekasihku..” ucapnya cemberut. Wajahnya sangat lucu
“bukan begitu.. tapi apa oppa tidak takut nanti ketahuan orang?” tanyaku
“takut ketahuan apa?” tanya balik

‘Takut ketahuan kalau kau sudah punya kekasih, yaitu aku..’ jawabku dalam hati

“ayo jawab.. ketahuan apa?” tanyanya manja
“ah itu dia makanan kita.. kita makan dulu ya..” ucapku mengalihkan pembicaraan dan segera melahap bibimbapku. Mianhae donghae.. aku tidak mungkin menjawabnya.. aku takut jawabanku malah membuatmu merasa bersalah.. mian

                                                                  @#$%^&*

Donghae’s pov
mian, aku tidak bisa mengantarmu sampai kedalam.. mian” ucapku merasa bersalah
gwenchanayo.. arasseo.. aku kedalam duluan ya..” ujarnya sembari melambaikan tangannya. Sebelum dia keluar dari mobilku, aku mengecup lembut dahinya dan dia hanya menjawabnya dengan senyuman.
“nanti aku telepon.. dah lilia..” kataku seraya melambaikan tangan dan pergi meninggalkannya menuju tempat parkiran.

Setelah tadi aku dan dia makan siang, aku mengantarnya ke SM entertainment. Dia ingin bertemu dengan tantenya yang tidak lain adalah perancang busanaku dan suju. Aku bahagia akhirnya bisa bertemu dengannya setelah 3 bulan lamanya kami berpisah. tapi tetap saja ada rasa bersalah dihatiku karena kami menjalani semua ini dengan diam-diam. Makanya ketikaku mengantarnya, aku hanya bisa mengantarnya sampai di depan pintu masuk utama SM entertainment.

hyung! Dari mana saja kau? Ini kita kedatangan tamu” sahut wookie
“iya, kau telat”timpal teukie hyung
mian.. tadi aku ada urusan” balasku membungkukkan badan
“ah.. tidak apa-apa” ujar sang tamu yang tidak lain adalah kekasihku, lilia
“amy, nanti kau ke dorm kan? Aku ingin makan masakanmu” ucap shindong hyung
“kalau tanteku mengijinkan.. aku akan datang” jawab lilia sembari melirik tantenya
“iya, kau boleh kesana, tapi jangan sekarang.. bagaimana kalau besok lusa?” kata tante mira mengijinkan
“kalau begitu kita tunggu besok lusa ya..” ucap teukie hyung
Lilia hanya tersenyum. Wajahnya semakin cantik bila dia tersenyum.

                                                                   @#$%^&*

Amy’s pov
Tet.. tet..
Aku memencet bel dorm suju. Ya, sekarang aku berada didepan pintu masuk dorm suju.
Tak lama aku memencet bel, pintu terbuka. Ternyata yang membuka pintu adalah kyuhyun.

“amy, selamat datang. Ayo silahkan masuk” ujar kyu oppa ramah
Aku bersama Naomi onnie, kakak sepupuku masuk sambil menenteng belanjaan.
“loh, ada Naomi juga? Sini aku Bantu” ucap eunhyuk oppa yang langsung membawa belanjaan dari tangan Naomi onnie.
gomawo” balas Naomi onnie
“sini aku Bantu” sahut teukie oppa yang mengambil belanjaan dari tanganku
gomawo.. mian, jadi merepotkan”
ani.. gwenchana..” balasnya sopan dan pergi membawa belanjaan ke dapur

Senang rasanya bisa berkunjung ke sini lagi. Tapi kemana donghae? Kenapa aku tidak melihatnya?

“mm.. Naomi, ayo duduk. Jangan berdiri saja” ujar eunhyuk oppa yang tadi baru kembali dari dapur
gomawo.. tapi aku harus pulang. Aku kesini hanya mengantar amy. Aku buru-buru. Banyak tugas yang harus aku kerjakan.” Jawab Naomi onnie tersenyum. Terlihat kekecewaan dari wajah eunhyuk.
“oo.. begitu.. aku antar ya sampai ke halte” tawar eunhyuk oppa
“baik..” ucap Naomi onnie. Mereka berduapun pergi keluar.

“amy, ayo cepat masak. Aku lapar!” seru shindong oppa manja
ne, tunggu ya..” kataku sembari berjalan menuju dapur. Ternyata didapur sudah ada wookie oppa
“ayo mari aku Bantu” ujar wookie oppa. Selain hankyung oppa yang, wookie oppa juga bisa masak loh. Masakan mereka pantas mendapatkan ancungan jempol.

Dibantu wookie oppa, akupun memasak. Hari ini aku ingin masak makanan andalanku. Green rice, nasi goreng yang berwarna hijau dan sup gingseng.

oppa, kok disini hanya ada 6 orang? Yang pada kemana?” tanyaku sembari mengaduk sup gingseng
“heechul dan yesung sedang siaran radio, hankyung di SM entertainment, kangin sedang MC, siwon dan kibum sedang ada syuting dan pemotretan iklan” jawab wookie oppa tanpa berhenti memotong wortel
“lalu.. donghae oppa?” tanyaku hati-hati
“oo.. donghae hyung sedang sakit. Badannya demam sejak kemarin” ucap wookie oppa. Mendengar hal itu, tanganku yang dari tadi mengaduk sup gungseng langsung berhenti.
“lalu.. dia dimana sekarang? Di rumah sakit?” tanyaku khawatir
“tidak, dia sekarang sedang dikamar”
oppa, aku jenguk donghae oppa dulu ya.. bolehkan?”
“ya sudah. Nanti aku yang urus sup ini”
gomawo

Aku langsung melepas celemek dan bergegas ke kamar donghae oppa. Pantas saja kemarin dia tidak angkat teleponku, ternyata dia sakit.. tapi kenapa tidak bilang padaku?

Perlahan, kubuka pintu kamar donghae oppa. Kulihat, donghae oppa tertidur diranjangnya dengan selimut tebalnya. Aku berjalan hati-hati agar dia tidak terbangun. Aku duduk ditepi ranjangnya sambil menggenggam tangan kananya. Dingin, tangannya dingin. Akupun menyentuh dahinya pelan. Benar kata wookie oppa, dia demam.

oppa, kenapa tidak bilang padaku? Kalau tahu begini, aku akan datang kemarin” kataku pelan sambil mengelus kepalanya dengan tangan kiriku.
“karena aku tidak ingin mengganggu istirahatmu” jawabnya sembari meraih tangan kiriku dan perlahan membuka kedua matanya
oppa??” ucapku terkejut
“tenang, aku pasti akan sembuh”
“kalau begitu aku pergi panggil dokter ya” ujarku hendak bangun dari ranjang tapi tangan kanan donghae meraih tangan kananku, menahanku pergi
“tidak usah. Bagiku.. kau adalah dokter”
“kalau begitu aku ambil obat ya” belum sempat aku nerdiri, tangannya meraih tangan kananku dan menaruhnya diatas dahinya.
“taruh saja tanganmu didahiku, aku pasti akan sembuh” balasnya tersenyum
oppa, jangan seperti ini.. aku buatkan bubur ya.. jangan menolak” ujarku seraya menaruh telunjukku dibibirnya agar dia tidak menolakku.

Aku tersenyum dan berdiri pergi keluar menuju dapur. Akan aku buatkan bubur untuknya. Ketika aku hendak menyentuh kenop pintu, dari arah berlawanan ada seseorang yang lebih dahulu membuka pintu. Aku yang terkejut langsung terjatuh dan tersandar di belakang pintu. Ternyata yang membuka pintu seorang gadis. Dari kelakuannya sepertinya dia sangat khawatir dengan keadaan donghae. Tapi tunggu, rasanya aku sudah pernah bertemu dengannya.. di mana ya?

oppa, kau tak apa-apa?” tanya gadis itu khawatir
ne..” jawab donghae yang masih lemah. Aku yang merasa tidak diperlukan langsung keluar menuju dapur.

“amy, sup gingsengnya sudah matang.. aku taruh di mangkuk ya..” ujar wookie oppa.
gomawo oppa..” balasku. Dengan cepat, aku memasak sekaligus 2 makanan, green rice dan bubur untuk kekasihku.
“semuanya! Ayo makan!”  teriakku kepada seluruh member suju yang ada di dorm. Tak butuh waktu lama, mereka sudah berkumpul di ruang makan dan sudah siap untuk menyantap masakannku terutama shindong oppa, dia yang paling cepat dari yang lain.

“amy, kau tak makan?” tanya kyu oppa
“nanti, aku ingin memberikan bubur ke donghae oppa dulu. Oppa makan duluan saja” jawabku seraya pergi menuju kamar donghae oppa dengan membawa nampan yang berisi bubur dan segelas teh hijau panas.

Dengan hati-hati, kubuka pintu kamar donghae. Nampan yang kupegang pasti akan jatuh bila teukie oppa tidak memegangnya.
“kau tidak apa-apa?” tanya teukie oppa yang ternyata sudah berada disebelahku. aku tak menjawab pertanyaan teukie oppa. Tanganku lemas melihat ini semua. Bagaimana tidak? Gadis yang tadi datang dan sekarang sedang duduk ditepi ranjang donghae sambil menyuapinya dengan bubur yang dia bawa. Kalau tahu begini.. buat apa aku buatkan bubur untuknya? Aku tidak tahu kenapa kedua mataku ini tidak mau  melihat ini semua.. melihat donghae dekat dengan gadis yang ku tak tahu siapa namanya dan apa hubungannya dengan donghae.

“amy, kau tak apa-apa kan?” tanya teukie oppa
“ah.. ya.. tak apa-apa. oppa, aku pulang dulu ya.. bubur ini buat oppa saja..” jawabku seraya menunjuk nampan yang berisi bubur yang awalnya aku buat untuk donghae.
“kau tidak ingin makan dulu? Atau berpamitan dengan donghae?” tanya teukie oppa yang kelihatannya bingung
“tak usah.. salam saja untuk donghae oppa. Aku pulang ya..” pamitku seraya menyambar tasku yang berada di meja dapur dan langsung pergi tanpa berpamitan dengan yang lain.

                                                           @#$%^&*

Donghae’s pov
Sejak tadi lilia keluar dari kamar, kenapa dia tidak muncul lagi ya? Kemana princessku itu? Karena penasaran, aku keluar dari kamar berharap bisa menemukan lilia, kekasihku.

“wookie, kau lihat lilia tidak?” tanya ku pada wookie
“lilia?? Siapa tuh??” tanya wookie bingung
“mmm.. mak.. maksudku amy” jawabku gugup. Dasar pabo! Mana kenal wookie dengan lilia.. yang tahu sebutan lilia itu kan hanya aku dan lilia.
“oo.. amy.. molla, tadi setelah dia memberikan bubur ke hyung dia langsung pulang”
“bubur?? Padaku??”
ne..” jawabnya enteng dan kembali sibuk dengan bukunya.
Tadi lilia memberikan bubur padaku?? Kenapa aku tidak menerimanya??

oppa, aku pulang dulu ya.. aku masih ada pemotretan..” sahut yoona, sahabatku
ne, gomawo sudah menjengukku” jawabku
“semuanya! Aku pulang dulu ya..” pamit yoona sembari ku antar sampai pintu depan

“Bubur??” kataku berbicara sendiri
“buburnya ku taruh di kulkas. Kau tinggal memanaskannya” jawab teukie hyung yang berjalan dibelakangku
“dari mana hyung tahu tentang bubur?” tanyaku heran teukie hyung pun lalu menceritakan kejadian tadi. Sepertinya ada yang salah paham.

                                                              @#$%^&*

Amy’s pov
“amy, hari ini tante mau ke SM. Kamu ikut ya?” pinta tante mira. Ini hari ke lima aku di korea. Sejak kejadian itu, aku jadi jarang bertemu dengan donghae. Aku sadar, dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya.
“gak ah tante.. aku males..” jawabku
“iiihh.. gak boleh gitu ah.. tante mau kenalin kamu ke teman tante” ucap tante mira. Kalau sudah begini, tidak enak rasanya kalau aku menolak permintaannya
“iya deh.. tunggu ya.. mau beres-beres dulu” ujarku. Setelah siap, aku pun langsung keluar kamar bertemu tante mira

“amy! Kok pake jins sama kaos doang sih?” omel tante mira
kan cuman mau ketemu teman tante. Jadi gak apa-apa kan?” jawabku malas
“iya.. tapi temen tante itu ketua perancang busana di SM. Dia ingin melihat kemampuan kamu dalam berpakaian. Jadi pakai baju yang rapih. Di lemari pakaian kamu.. kalau tidak salah ada dress putih. Kamu pakai itu”  kata tante mira. Ya apa boleh buat, akhirnya aku turuti apa kata tanteku itu.



“nah, kan cantik nih!” ucap tanteku ketika melihat aku sudah rapih dengan aksesoris yang ia berikan padaku dan dress putih selutut dengan sabuk kupu-kupu yang ia sarankan.

Akhirnya aku dan tanteku berangkat ke SM. Jantungku berdegup sangat kencang. Aku tidak tahu apa karena aku begitu gugup karena baru pertama kali berpakaian seperti ini atau aku gugup karena kemungkinan besar akan bertemu donghae dengan penampilan seperti ini.

Sejak kejadian di kamar donghae itu, aku langsung merenung. Kenapa aku begitu kesal melihat gadis itu menyuapi donghae? Kenapa aku tidak rela bila ia dekat dengan gadis itu? Apa ini yang di namakan cemburu? Apa aku harus bertanya pada rara? Tidak boleh! rara kan tidak tahu perihal hubunganku ini dengan donghae…

Tuhan, tolong aku.. kalau benar ini yang dinamakan cemburu.. bantulah aku agar aku bisa mengontrol rasa cemburu ini.

                                                       @#$%^&*

Amy’s pov
“bagaimana? Kau mau terima tawaran dari nyonya park?” tanya tante mira
“gak tahu tante.. aku belum memikirkannya” jawabku tersenyum
“oo.. begitu.. tapi tante harap kamu menerima tawarannya ya..” ujar tante mira sambil menepuk bahuku. Tadi kami barusan baru saja bertemu dengan nyonya park, ketua perancang busana di SM. Kami berbincang-bincang seputar kesibukanku dan keterampilanku dalam membantu tanteku. Nyonya park menawarkan agar aku bekerja dengannya ketika aku lulus SMA nanti. Karena aku belum memikirkannya.. aku belum berani menjawab tawarannya.

“tante, aku mau ke toilet dulu ya..” ujarku. Tanpa piker panjang, aku langsung pergi ke toilet. Sudah dari tadi sejak bertemu nyonya park aku kebelet buang air kecil jadi lega rasanya karena aku sudah mengeluarkannya.. sambil mencuci tangan di westafel, aku menatap wajahku yang tadi sedikit dirias oleh tante mira. Tanpa aku sadari, ponselku sudah lama berdering. Akupun bergegas mengangkatnya.

“halo, amy.. kok lama sekali menjawabnya?” tanya tante mira yang ternyata meneleponku.
“maaf tante..” balasku
“tante ada di ruang rias super junior. Kamu kesini sekarang ya..” pinta tante mira
“hah?! Tapi tan..” belum selesai aku berbicara, tante mira sudah manutup ponselnya. Aku harus ke ruang SUPER JUNIOR?? Berarti aku akan bertemu dengan donghae? Kenapa aku begitu gelisah dan takut? Seharusnyakan aku senang bisa bertemu dengan kekasih sendiri?

Sekarang aku sudah berada tepat didepan pintu ruang super junior. Sebelum masuk, aku merapihkan pakaian dan dandananku. Kubuka pintu perlahan, berharap tak ada yang menyadariku masuk.

“selamat siang.. ada yang bisa saya ban.. AMY??” sapa yesung oppa terkejut
“ini amy??” tanya heechul oppa seraya menghampiriku tak percaya
ne, ada yang salah dengan diriku?” tanyaku heran
aniyo, kau sangat cantik..” jawab kibum oppa dari kejauhan
“ya.. aku setuju! Hari ini kau tampak berbeda” sahut sungmin oppa
“kau seperti bidadari” timpal shindong oppa
“kau salah! Tepatnya seorang putri” kata hankyung oppa
“tapi tumben kau berpakaian seprti ini.. biasanya kan hanya celana jeans?” tanya siwon oppa
“hei! Kenapa kau bertanya seperti itu? Kau mau protes?” tanya kangin oppa
“iya nih hyung.. gimana sih?” timpal wookie oppa
“bukan itu maksudku.. hanya saja..” jawab siwon oppa yang sepertinya ingin menjelaskan maksud ucapannya
“aahh.. sudah sudah.. ayo amy silahkan duduk” potong kyuhyun oppa
ne, gomawo.” Jawabku. Aku tak menyangka.. sebegitu hebohnya para member super junior ketika melihatku seperti ini. Apa donghae akan seperti mereka juga?

“amy, kamu tolong tante ya.. tolong kamu ukur badan mereka, tante ingin buat baju” kata tante mira sambil menyerahkan selembar kertas beserta pulpen dan meteran
“aku harus mengukur siapa?” tanyaku yang kurang paham
“mm.. kamu ukur.. leeteuk, eunhyuk dan.. donghae. Di ruangan sana ya..” suruh yante mira sambil menunjuk ke sebuah ruangan kecil. Tanpa berlama-lama, akupun menjalanku tugasku. Yang pertama aku ukur badannya adalah eunhyuk oppa.

“mm.. amy.. aku ingin tanya..” tanya eunhyuk oppa
“ya, silahkan saja” jawabku yang sibuk mengukur panjang tangannya
“kau.. kesini sendirian? Mm.. Maksudku..” tanya eunhyuk oppa gugup
“tidak. Aku kesini bersama tante mira” jawabku polos
“bukan itu.. maksudku..” ucap eunhyuk oppa malu-malu
“maksud oppa, Naomi onnie kan? Ucap namanya saja susah sekakli. Kenapa oppa tanyakan dia? Kangen ya..?” ujarku iseng
“mmm..” balas eunhuk oppa
oppa, Kau jangan berbohong. Aku sudah tahu perasaan oppa dengan onnieku” jelasku sembari mentap kedua matanya
“apa? ba.. bagaimana.. bisa? ” tanya eunhyuk oppa salah tingkah
“aku sudah tahu sejak kita pertama kali bertemu. Setiap kali oppa memandang onnie.. terlihat pancaran kasih sayang dimata oppa dan setiap kali oppa mendengar sesuatu yang buruk menimpa onnie.. pasti oppa khawatir dan mencari jalan keluar untuk membantu onnie” jelasku
“usiamu lebih muda dariku, tapi pengalaman cintamu ternyata tidak semuda umurmu. Kau benar. Aku mencintai onniemu” balas eunhyuk oppa sambil menunduk
“lalu.. kenapa oppa tidak nyatakan saja pada onnie?” tanyaku
“aku.. aku tidak berani. Aku tidak ingin seperti teukie hyung yang patah hati karena ternyata gadisnya sudah memiliki kekasih”
oppa.. onnie belum punya kekasih.. dia masih single.. lebih baik oppa nyatakan padanya sebelum terlambat. Aku yakin. Onnie pasti menerima oppa
“dari mana bisa kau seyakin itu?” tanyanya balik
“karena.. karena.. aku hanya yakin saja. Oppa, aku akan mendukungmu!” ujarku. Eunhyuk oppa keluar dari ruangan karena gilirannya sudah selesai.

Hamper saja aku keceplosan. Kalau sampai onnie tahu kalau aku membocorkan rahasianya bahwa ia suka eunhyuk oppa.. tak tahu lah nasibku! Bisa-bisa ia tak menganggapku adiknya lagi dan dia tidak mau keluar rumah atau bertemu eunhyuk oppa lantaran malu. Sebenarnya aku heran, buat apa onnie malu? Toh eunhyuk oppa juga menyukainya.. onnie aneh!

“amy, sekarang giliranku?” tanya teukie oppa tiba-tiba
“oh ya oppa.. silahkan” ujarku. Akupun mulai mengukur badannya.
“mm.. oppa, donghae oppa dimana?” tanyaku hati-hati
“dia sedang ada urusan, sebentar lagi juga akan datang” jawab teukie oppa tersenyum. Pantas kalau dia disebut malaikat tak bersayap oleh para ELF, karena dia memiliki senyuman yang hangat. Tega rasanya mengingat gadis yang sudah menghancurkan hati malaikat didepanku ini.

Donghae’s pov
mianhae, aku telat. Tadi ada kecelakaan, jadi jalannya dialihkan” seruku sembari membungkukukan badanku meminta maaf kepada teman-temanku dan tante mira.
“ya ya, sekarang kamu ukur dulu. Disana.” Balas tante mira sambil menunjuk ke sebuah ruangan. Akupun berlari kecil dan segera membuka pintu.
mianhae, saya baru da.. kau??” tanyaku terkejut saat menyadari sesosok gadis dihadapanku. Lilia, kau.. kau cantik..
“amy, sudah selesai?” tanya teukie hyung pada lilia
“ya, sudah” jawab lilia lembut
“kalau begitu, aku keluar dulu. Hae, giliranmu” ujat teukie hyung sembari keluar dari ruangan dan menutup pintu

“lilia, kau.. kau sangat..” ujarku seraya menghampirinya
waeyo? Sangat apa?” tanya lilia sambil bercermin merapihkan bajunya
“kau.. kau sangat.. kau sangat cantik..” jawabku sambil memegang kedua pundaknya tersenyum.
“jadi maksudmu.. selama ini aku tidak cantik? Aku jelek gitu?” tanyanya seraya memasang wajah kesal
“bukan begitu lilia..” jawabku. Tanganku yang sedari tadi memegang kedua pundaknya beralih meraih kedua telapak tangannya.
“bagiku.. bagaimanapun keadaanmu.. kau tetap cantik” ujarku
ne, gomawo.. lagipula tadi itukan hanya bercanda..” ucapnya tersenyum
“siang ini kau tidak ada kegiatan kan? Aku ingin mengajakmu makan siang” ajakku
“seharusnya aku yang bertanya padamu.. kau kan lebih sibuk dari padaku..tapi.. boleh deh” ucapnya

Selesai lilia mengukur badanku, aku dan dia pergi ke restoran kakakku. Lilia meminta izin kepada tantenya bahwa ia ingin jalan-jalan mencari bahan tugas sekolahnya sedangkan aku.. aku meminta izin untuk menemani temanku yang baru datang dari mokpo (tempat kelahiran donghae). Aku terpaksa berbohong kepada manager dan teman-temanku.                                                                                                                                                                                                                                           

Amy’s pov
oppa, disini aman? Tidak akan ada paparazikan?” tanyaku sedikit khawatir
“tenang saja.. ini kan restoran kakakku, donghwa hyung.. kau ingat diakan?” tanyanya
“ya, aku ingat..” jawabku tersenyum
oppa, kau mengajakku kesini pasti karena ada yang ingin oppa bicarakankan?” lanjutku menatap mata coklatnya.
“bubur buatanmu enak. Buatkan lagi untukku ya..” ucapnya tersenyum. Bubur? Maksudnya bubur yang aku buat waktu dia sakit? 
oppa, darimana kau tahu?”
“teukie hyung yang menceritakannya padaku. Kau jahat. Seharusnya kau berikan padaku, kekasihmu bukan ke teukie hyung.” Jawabnya dengan memasang tampang lucunya. 
mian, kukira oppa tidak akan memakan buburku”
“darimana bisa kau yakin kalau aku tidak akan memakan buburmu?”
“aku.. aku melihat oppa sedang makan bubur yang dibawakan gadis itu. Jadi kupikir oppa pasti sudah kenyang. Karena sayang kalu kubuang, kuberikan saja pada teukie oppa” jelasku
“lalu.. kenapa kau langsung pulang tanpa berpamitan padaku?” tanyanya sembari mendekatkan wajahnya perlahan ke depan wajahku
“aku.. aku..” jwabku tergagap. Mana mungkin aku bilang kalau aku cemburu melihatnya bersama gadis itu.
”gadis itu yoona. Sahabatku yang pernah digosipkan berpacaran denganku.aku kan sudah menjelaskannya saat kau ada di Indonesia” balasnya. Jadi gadis itu yoona onnie? Kenapa aku bisa lupa ya?
“tapi aku senang. Aku senang saat kau pulang tanpa berpamitan padaku setelah melihatku bersama yoona” lanjutnya sambil memamerkan senyum manisnya.
“senang??” tanyaku bingung
“ya, aku senang. Karena itu tandanya kau cemburu padaku dan kau mencintaiku” jawabnya sembari meraih kedua telapak tanganku dan menciumnya. Aku hanya bisa tersenyum mendengar ucapannya dan menerima perlakuannya.

                                                                @#$%^&*

Amy’s pov
Sejak di restoran donghwa oppa, aku dan donghae menjadi lebih sering bertemu. Selain di SM, aku dan dia juga sering jalan-jalan berdua tentunya tanpa sepengetahuan orang lain. Seperti sekarang, dia mengajakku ke taman hiburan. Aku sedikit khawatir kalau nanti donghae ketahuan oleh fansnya dan yang lebih parah ketahuan oleh paparazzi. Tapi kata dia, aku tak perlu khawatir karena ia yakin penyamaran kali ini akan berhasil.

Donghae’s pov
“lilia, setelah ini kau ingin naik apa?” tanyaku pada gadis cantik disebelahku
“bagaimana kalau kita naik rollercoaster?” jawabnya menantang
“ok! Siapa takut!” balasku sambil menairk tangan kanannya menuju pintu masuk.

Sudah lama aku menantikan saat-saat seperti ini, berkencan di taman ria layaknya orang biasa walaupun harus tetap memakai kacamata hitam sebagai penyamaran tapi aku tetap senang kerna bisa bersama gadis yang aku cintai, lilia. Setelah dari sini, aku ingin memberikan sesuatu yang sangat special untuknya. Tapi aku masih bingung ingin memberikan apa. dasar donghae pabo!

oppa, sepertinya akan turun hujan. Lebih baik kita segera berteduh” ujarnya sambil memandang langit. Benar yang dikatakan lilia, langitnya sangat gelap.
ne, ayo” kataku. Belum sampai kami tiba ditempat untuk berteduh, langit sudah menumpahkan air hujan sedikit demi sedikit. Aku pun berlari sambil memegang tangan kanan lilia. Karena diantara kami tidak ada yang membawa payung, akhirnya aku memakai kemeja kotak-kotak hijauku untuk berteduh dari rintikan hujan..

                  
mianhae, aku sungguh tidak tahu kalau akan turun hujan” ujarku menyesal
gwenchanayo.. aku juga minta maaf. Seharusnya aku bawa payung.” Balasnya tersenyum. Diapun tiba-tiba melepaskan kacamata hitamku dan membersihkannya dari tetesan hujan yang ternyata membasahi kacamataku.

Donghae, kau sungguh beruntung memiliki dia. Seorang putri cantik, baik hati dan tentunya mencintaimu.

Amy’s pov
“ini kacamatanya aku sudah elap” ujarku sembari menyerahkan kacamatanya. Donghae diam tak bergeming. Sesaat mata kami saling beradu pandang. Tatapan matanya sama seperti saat kami berada diruang ganti 3 bulan yang lalu. Matanya seperti memberitahuan padaku bahwa ia menginginkan sesuatu dariku. Perlahan dia sedikit  memiringkan wajahnya dan mendekatnya ke wajahku. Akupun menutup kedua mataku. Benar yang kuduga, dia mengulang kembali kejadian saat di ruang ganti 3 bulan yang lalu. Dia kembali menciumku.

Ciuman yang kuakui lebih hebat dari ciuman sebelumnya. Ciuman yang kurasa lebih lama dari ciuman sebelumnya. Aku yang menerima perlakuannya hanya bisa diam tanpa menolaknya atau membalsnya. Aku hanya bisa diam menikmatinya, membiarkan lidahnya bebas mejelajahi setiap sudut rongga dalam mulutku.

Dibawah rintikan hujan, kami akhiri kencan kali ini dengan sesuatu hal yang tak mungkin bisa aku lupakan.dan kuharap kejadian hari ini membuat hubungan kami terus berjalan bahagia

                                                            @#$%^&*    

Amy’s pov
“amy, bangun amy! Cepat bangun! Amy!” seru Naomi onnie tiba-tiba
“ada apa sih onnie? Aku masih ngantuk!” balasku kembali menyelimuti tubuhku kedalam selimut
“amy! Amy! Ini penting! Kamu harus menjelaskan semuanya sama onnie!” paksa onnie seraya mengguncang-guncangku badanku
“menjelaskan apa?” tanyaku yang akhirnya menyerah
“kamu.. kamu sudah punya pacarkan? Siapa namanya? Bukan.. bukan..”tanya onnie terburu-buru dan ragu-ragu. Pacar? Darimana onnie tahu?? Apa dia juga tahu siapa pacaraku?
“pacarmu.. pacarmu.. bukan donghae kan? Maksudku lee donghae.. super junior?” tanya onnie. Donghae??? Onnie.. onnie sudah tahu??
“amy.. amy jawab.. onnie mohon jawab. Bilang itu tidak benar” pinta onnie. Aku yang mendengarnya hanya bisa tertunduk dan merubah posisi dudukku.
”jadi semuanya benar?” tanya onnie. Aku pun akhirnya mengangguk. Aku tidak mungkin berbohong.
onnie.. mianhae.. aku.. aku tidak mengatakannya sejak dulu..” ujarku lirih
“amy, onnie tidak melarang kamu berpacaran dengan donghae.. hanya saja..”
“tapi onnie tahu darimana? Setahuku selain onnie.. hanya aku dan donghae oppa yang mengetahui ini semua” potongku
“amy, sekarang bukan hanya kita bertiga yang tahu.. seluruh korea tahu hubungan kalian” jelas onnie. Apa?? seluruh korea?? Bagaimana mungkin??

Melihat mataku yang melotot terkejut, onnie menarik tanganku membawaku ke ruang keluarga. Dia mendudukkan diriku di sofa depan TV. Diapun mengganti channel TV ke acara gosip yang ternyata sedang memberitakan tentang donghae. Ada apa dengan donghae?? Akupun yang penasaran membesarkan volume suara TV. Betapa terkejutnya aku melihat fotoku dan donghae 2 hari yang lalu di taman ria sedang berciuman!! Bagaimana ini bisa tersebar?? Menurut informasi yang ada, ada seorang netizen (masyarakat) yang melihat dan memfotonya lalu menaruhnya diinternet.

“memang gambar difoto ini tidak jelas. Tapi aku ini onniemu. Aku bisa mengenalimu walau dari belakang” ujar onnie. Melihat dan mendengar pemberitaan tentang foto itu, aku langsung ke kamar dan segera menelepon donghae. Belum sempat aku mengetik nomor teleponnya, doonghae sudah terlebih dahulu menghubungiku.

oppa, mian..” ujarku gelisah
“kau tidak perlu minta maaf.. diantara kita tidak ada yang bersalah..” balasnya menenangkanku.
“tapi.. tapi aku takut.. “ kataku hamper menangis
“lilia dengar aku.. semuanya akan baik-baik saja.. “
“lalu.. apa yang harus aku lakukan?” tanyaku bingung
“kau jangan keluar rumah sebelum masalah ini selesai.. jangan bicara pada siapapun tentang kita.. bilang pada Naomi dan tante mira agar tidak berkomentar sedikitpun pada wartawan kalau mereka ditanya ok!” jelasnya
ne.. “ jawabku mengerti
“lilia.. saranghaeyo..” uarnya sebelum mengakhiri pembicaraan kami.

                                                          @#$%^&*

Sudah 5 hari sejak pemberitaan itu amy dan donghae tidak bertemu. Dan selama itupun pemberitaan yang ada semakin mengada-ada. Ada yang bilang kalau donghae sedang syuting, ada juga yang bilang kalau itu bukan donghae.. tapi yang paling parah ada yang bilang kalau itu memang donghae yang sedang bersama gadis bayaran.

Dan yang paling mengejutkan, pemberitaan itu akan mempengaruhi karir donghae dikemudian hari. Ada sumber yang mengatakan kalau donghae kemungkinan akan dikeluarkan dari SM entertainment karena melanggar peraturan dan otomatis juga akan keluar dari boygroup yang sudah membesarkan namanya, super junior.

Donghae’s pov
“donghae, kau dipanggil lee so man (pemilik SM entertainment)” panggil manager
ne, aku akan segera kesana” jawabku
hyung, benar kau tidak ingin cerita?” tanya wookie
“benar hae.. kita ini kan keluarga..” timpal kangin hyung
mian, aku pasti akan cerita.. tapi tidak sekarang” balasku lesu
“TAPI?? KAU HANYA BISA BILANG ITU?? SEBERAPA RAHASIANYA SIH HINGGA KAU TAK INGIN CERITA??” teriak heechul hyung marah
“sudahlah hyung! Biarkan saja dia!” sahut siwon hyung tak kalah marah
“sudah! Sudah! Kalian ini apa-apaan sih?” ujar teukie hyung kepada siwon dan heechul hyung
“aku yakin hae akan menceritakannya.. hae, lebih baik kau segera ke lee so man” lanjut teukie hyung. Mendengar perkatannya, aku langsung pergi meninggalkan mereka.

Tok, tok, tok.. akupun masuk. Terlihat lee so man yang berdiri membelakangiku.
“duduk!” suruhnya dingin. Akupun menurutinya
“kenapa kau seperti ini? Kenapa kau melanggar peraturanku? Kau sudah sepakat tidak akan berpacaran sebelum kau merilis album ke-6?” omel lee so man
mian.. aku tidak ber..”
“TIDAK APA??” teriaknya memotong pembicaraanku
“karena pemberitaan ini.. ada beberapa kontrak iklan yang pembayarannya tinggi membatalakan kerja samanya. Mereka bilang kalau SM tidak konsisten terhadap peraturannya” lanjutnya marah
mian, aku akan melakukan apapun untuk menebus ini semua” ujarku berusaha meminta maaf.
“baik, kau putuskan perempuan itu dan semuanya akan kembali seperti semula” jawabnya enteng. PUTUS?? DIA MENYURUHKU PUTUS?? Dengan cepat, terlintas kenangan-kenangan indah yang sudah kulalui dengan lilia.
“maaf tuan lee so man. anda bukan orang tua saya dan anda tidak berhak mengatur kehidupan saya. Terserah anada ingin memecat saya dari entertainment ini atau tidak, saya tidak peduli. Tapi yang pasti, saya tidak akan pernah memutuskan hubungan saya dengannya.” Ujarku seraya pergi meninggalkannya yang marah atas kelakuanku.

                                                               @#$%^&*

Amy’s pov
“amy, mau kemana?” tanya Naomi onnie
“mau bertemu donghae” jawabku sembari memakai jaket creamku
“dasar pabo! Kau tidak ingat? Dia menyuruhmu jangan keluar rumah sebelum semuanya selesai” jelas onnie
“aku tahu.. tapi aku tidak bisa membiarkan dia begitu saja dikeluarkan dari SM” jawabku. Tanpa mendengar tanggapan dari onnie, aku segera berangkat dengan masker yang terpasang diwajahku.

Oppa, mianhae aku tidak menuruti perkataanmu.. aku khawatir.. sangat khawatir..

Sampailah aku di loby apartemen tempat super junior tinggal. Ternyata bukan hanya aku yang datang, banyak wartawan dari berbagai majalah dan acara infotaiment yang datang. Karena tak mungkin aku masuk dari pintu depan, kuputuskan masuk dari lift tempat parkiran mobil.

donghae’s pov
“kau serius dengan ucapanmu?” tanya shindong hyung
“kau serius ingin meninggalakan kami?” timpal kyuhyun
“DASAR EGOIS!!” celetuk yesung hyung marah
“KUPIKIR KITA KELUARGA! TERNYATA…” sahut eunhyuk hyung kesal

Aku yang mendengarnya hanay bisa tertunduk. Perih rasanya mendengar tanggapan dari mereka. benar kata yesung hyung, aku egois..

“kenapa kau hanya diam? bicara! Dasar pengkhianat!” ujar kibum dingin
“KIBUM! JAGA UCAPANMU!” teriak sungmin hyung

Ting nong.. ting nong.. bel berbunyi..
“biar aku saja yang membukakan pintu” ucap hankyung hyung. Hankyung hyung pun pergi meninggalkan kamarku yang sudah ramai seperti ruang sidang.
mianhae.. aku.. aku..” kataku terpotong. Karena tak tahan akan semua tanggapan dari mereka, akupun menangis didalam pelukan teukie hyung yang sejak dari tadi berada disampingku.

Amy’s pov
“siapa?” tanya hankyung oppa yang ternyata membuka pintu
“ini aku, amy” jawabku seraya membuka cupluk jaket dan maskerku
“amy? Ada apa kau kesini?” tanya hankyung oppa bingung
“aku ingin bertemu donghae oppa” ujarku sembari masuk ke dalam dorm. Yang kupikirkan hanya bertemu donghae. Tanpa piker panjang, kubuka pintu kamar donghae

Krek~

Semua mata tertuju padaku. Ternyata semua member suju berkumpul disini. Kulihat donghae yang berada dipelukan teukie oppa langsung berdiri terkejut melihtaku.
“aku ingin bicara dengan donghae oppa” ujarku
“apa jangan-jangan…” ucap wookie oppa tiba-tiba
“ya.. jangan-jangan gadis itu amy” potong sungmin oppa
“KAU!” sahut heeechul oppa sambil menunjuk ke arahku terlihat di wajahnya ada perasaan marah ketika melihatku
“sudah heechul! Semua keluar! Biarkan mereka berdua bicara!” pinta teukie oppa dewasa. Semuanya menuruti perkataan teukie oppa.

“kenapa kau bisa disini? Sudah kubilang jangan keluar rumah!” bentak donghae
“Aku tidak bisa oppa.. aku tidak bisa diam saja melihat oppa seperti ini..” ujarku menahan tangis
“seperti apa? sudah kubilang, semua akan baik-baik saja..” ujar donghae seraya memegang kedua bahuku
“dipecat dari SM itu juga baik??” bentakku sambil menangis
“kau.. kau tahu darimana?” tanya donghae heran
“tidak boleh! Kau tidak boleh keluar!” kataku menggeleng dan sedikit teriak
“lilia..”
“kita putus” ucapku sambil berusaha menahan air mata yang sudah terlanjur menetes. Pahit rasanya mengeluarkan kalimat itu dari bibirku. Kalimat yang tidak ingin sama sekali aku dengar.
WAE??” jawab donghae melotot
“aku.. aku tidak mau oppa keluar.. aku tidak ingin karir oppa berhenti hanya sampai sini saja.. aku.. aku tidak ingin menjadi penghalang impian oppa.. aku tidak ingin menghancurkan kehidupan oppa..” jelasku seraya terduduk dan menangis dalam pelukan hangat donghae
“lilia kau salah.. tidak ada yang menghalangi impianku.. tidak ada yang menghancurkan kehidupanku.. karena impianku adalah kau.. kehidupanku juga kau” ucapnya seraya menghapus air mataku.
oppa..” kataku lirih

Tak lama kemudian, donghae mengajakku berdiri dan menggenggem erat tangan kananku.
“kita berdua akan selesaikan bersama-sama” katanya sebelum membawaku pergi dari kamar. Aku tidak tahu akan dibawa kemana diriku. Kami berdua pergi tanpa menghiraukan panggilan para member suju yang lain.

Teukie’s pov
“sudahlah, biarkan mereka berdua pergi..” ujarku seraya duduk santai disofa
hyung kenapa sih dari tadi?” tanya hankyung
“iya.. hyung kenapa selalu membela donghae?” tanya kangin
“apa jangan-jangan.. hyung sudah tahu semua ini?” timpal kyuhyun

Akupun menceritakan semuanya kepada mereka karena mereka berhak tahu.

_flashback 2 month ago_
Teukie’s pov
One love.. one love.. the memories are beautiful always be my girl~
                                                                                                 _one love, suju_

Ponsel donghae berdering, sedangkan si pemilik sedang berada dikamar mandi.
“donghae! Ponselmu berdering” teriakku sembari membolak-balik majalah fashion musim ini
“angkat saja!” balas donghae dari kamar mandi
Aku pun mengambil ponsel dongsengku. Terlihat dilayar ponselnya tertera nama one love.
Siapa ini? Kenapa ada kata ‘love’?

yobseyo?” sapaku terlebih dahulu
yobseyo?” balas gadis diseberang sana
“ini siapa ya? Donghae sedang dikamar mandi” ucapku
“mmm.. aku.. aku amy” jawab gadis tersebut. Dari suaranya tredengar kalau dia sangat gugup.
“oh.. amy.. apa kabar?” tanyaku ramah
“aku baik, tapi ini siapa ya?” tanya amy bingung
“masa kau lupa. Ini aku.. leeteuk.. teukie oppa..”
“oo.. oppa.. ne, aku baik.. kabar oppa bagaimana?” tanyanya dengan bahasa korea yang cukup lancar
“aku juga baik. Ada perlu apa telepon donghae?”
“ah.. tidak apa-apa..mm.. oppa, nanti aku telepon lagi saja.. dah teukie oppa..”
“dah..” ujarku seraya menutup ponsel donghae

Ada apa ini? Kenapa diponsel donghae tertulis one love? Kenapa tidak nama amy saja? Mm.. pasti ada sesuatu yang donghae sembunyikan
_flashbackend_

“sejak saat itu.. aku diam-diam memperhatikan donghae.. tapi aku belum berani mengatakannya pada kalian karena aku takut dugaanku salah.” Ujarku menjelaskan diikuti angkukan hankyung, kangin dan kyuhyun. Donghae, kuharap tindakanmu kali ini benar..

Donghae’s pov
oppa, kita ingin pergi kemana?” tanyanya cemas
“kita akan katakan semuanya ke wartawan” jawabku tersenyum
oppa..” ujarnya terkejut
“lilia.. sudah ku bilang berkali-kali.. semua akan baik-baik saja..” kataku menenangkannya. Pintu lift terbuka. Tangan amy menggenggam erat tanganku. Semua mata dan sorotan kamera tertuju pada kami. Lilia, yang ketakutan sedikit bersembunyi dibelakangku. Pertanyaan demi pertanyaan terlontar dari mulut para wartawan.

“baik semuanya. Aku akan menjelaskan semuanya” kataku sedikit berteriak
“namanya amy. Dia gadis yang ada difoto itu. Dan dia.. dia juga kekasihku” ujarku sambil merangkul pinggang lilia yang tertunduk malu. Segeralah kami dihujani dengan cahaya bleach kamera wartawan.
“untuk selebihnya, aku akan adakan jumpa pers besok jam 2 siang di SM. Gamsahamnida” ucapku seraya membawa lilia pergi dan mengantarnya pulang.

                                                                @#$%^&*

Amy’s pov
Akhirnya aku bisa bernapas lega. Setelah kemarin lusa donghae mengadakan jumpa pers, masalah sedikit terselesaikan. Disusul jumpa pers dari pihak SM sendiri yang menyatakan tidak akan mengeluarkan donghae dari entertainment mereka. keputusan SM bukanlah keputusan yang main-main. sejak tersebar kabar tentang donghae yang akan dipecat, banyak kritikan dari berbagai kalangan terutama ELF bahkan ada seorang ELF yang nekat ingin bunuh diri karena tidak rela idolanya dipecat atau dikeluarkan dari suju. Ada rasa bersalah yang sangat besar didalam diriku, tapi donghae bilang bahwa tidak ada yang bersalah diantara kami.

“hei, kenapa yang tersenyum? Ada yang lucu?” tanya donghae yang sedang menyetir mobil disebelahku.
“oh, ani.. aku hanya senang.. semuanya telah berakhir..” ujarku tersenyum sembari melihatnya
“siapa bilang? Ini baru akan dimulai!” jawabnya seraya mempercepat laju mobilnya. Baru akan dimulai?? Maksudnya??

Donghae’s pov
oppa.. buat apa kita ke peternakan kuda?” tanyanya bingung sambil melihat sekumpulan kuda dari dalam kaca mobil
“aku ingin memperkenalkan saudaraku” jawabku singkat
“saudara??” ujarnya terkejut

Aku hanya tersenyum melihat ekspresi wajahnya yang heran. Bagaimana tidak? Aku inikan hanya 2 bersaudara.

Setelah memarkir mobil, kuajak lilia ke salah satu kandang kuda yang sering aku kunjungi bersama ayahku dulu ketika beliau masih hidup.

Amy’s pov
Mataku sibuk mencari seseorang yang donghae bilang kalau orang itu adalah saudaranya, sampai akhirnya aku menemukan seekor kuda putih. Tanpa piker panjang, kuhampiri kuda tersebut yang sedang asyik mengunyah rumput, makanannya.

“ternyata kau lebih pintar dari yang kukira” ujar donghae tiba-tiba
“hah??” jawabku bingung
“ya, kau sudah tahu sebelum aku cerita padamu” katanya serya mengelus punggung kuda putih itu.
“kuda ini bernama orion. Dia seorang jantan. Selain sahabatku, dia juga sudah seperti saudaraku. Setiap kali menungganginya, dia seperti mengerti bagaimana perasaanku. Dulu ketika ayah masih hidup, aku sering kemari melihat orang tua orion. Tapi mereka berdua meninggal karena insiden kebakaran 10 tahun lalu di peternakan ini” jelasnya sembari memakaikan orion baju.
“ayo aku ajak jalan-jalan” lanjutnya sambil membantuku menaiki orion. Donghae pun ikut naik dan duduk dibelakangku.

Kurang lebih setengah jam kami berdua mengelilingi peternakan sambil menunggangi orion. Tibalah kami disebuah pondok diatas bukit kecil tak jauh dari peternakan.
“tunggu disini ya” ucapnya meninggalkanku setelah membantuku turun dari punggung orion. Aku pun menunggu donghae sambil sesekali berbicara dengan orion.

Donghae’s pov
“jadi kau sekarang selingkuh dengan orion?” tanyaku tiba-tiba yang membuatnya kaget.
“hah? Ya tidak mungkinlah.. aku ini masih normal tau..” jawabnya salah tingkah seraya memeluk orion. Aku tersenyum melihat princessku, lilia.. aku pun mendekatinya dan menagajaknya duduk dipondok kecil tersebut.

“lilia, aku minta maaf karena selama ini aku tidak bisa menjadi kekasih yang baik seperti yang kau harapkan.. aku juga berterimakasih karena kau telah mengerti dengan keadaanku dan bersedia menjadi orang yang special dihatiku” ujarku seraya mengenggam kedua tangannya.

“lilia.. kuharap kau menerimaku maafku. Bersedia menemaniku mencapai impianku, menjalani kehidupanku. Dan memulai kisah cinta kita dari awal.” lanjutku seraya menyerahkan setangkai mawar merah yang baru aku petik tadi dikebun sebelah pondok ini.

Terlihat ekspresi terkejut tidak menyangka dari wajahnya. Matanya yang selalu membuatku tenang menitikkan air mata tanda haru dan bahagia. Tak lama, diapun meraih mawar merah tersebut dan memeluknya didadanya.

 Amy’s pov
Aku sungguh tak menyangka. Oppa.. saranghae..
“aku menerima maaf oppa.. dan sudah pasti… aku akan menemani oppa..” jawabku sambil menatap dalam ke kedua matanya. Tak lama, diapun meraih telapak tangan kananku dan mengusapnya pelan. Tak tahu bagaimana caranya, tiba-tiba sebuah cincin bermata berlian berwarna hijau muda telah melingkar dijari manisku.

“oppa..” ucapku tersenyum haru. Tanpa piker panjang, kukecup bibir merahnya cepat. Dia tersentak atas tindakanku itu. Wajar karena selama ini aku tidak pernah memulainya duluan.

“oppa.. saranghaeyo..” ujarku bahagia
“nado..” balasnya singkat seraya membenamkan diriku didalam pelukannya.
                                                                                                                       
                                                                                                                         The end 



1 komentar: