Sabtu, 25 September 2010

ange sans ailes (malaikat tanpa sayap)

Cast: zora, hyun joong SS501, siwon superjunior dan member SS501

“zora, di panggil kepala sekolah” panggil Cha-cha sang bendahara kelas
“iya, thanks ya..” sahut zora sambil mematikan laptop hitamnya.
“ra, titip laptoku ya..” pinta zora ke ara dengan disambut anggukan dari ara, sahabatnya.

Tok.. tok.. tok.. Zora membuka pintu ruang kepala sekolah.
“oh zora, ayo silahkan duduk” ujar pak kepala sekolah mempersilahkan duduk
“ada apa bapak memanggil saya?” tanya zora sopan
“kamu ingatkan sebulan yang lalu bapak meminta semua data diri kamu?” tanya pak kepsek disambut dengan anggukan zora
“sekolah kita mendapatkan kesempatan dari kedutaan korea selatan untuk ikut berpartisipasi dalam pertukaran pelajar, kami dari sekolah mempercayai kamu untuk mewakili sekolah kita ini. Data diri kamu bapak kirim ke kedutaan korea selatan dan sperti yang bapak harapkan, kamu lulus seleksi dan keterima” jawab pak kepala sekolah
“saya pak??” tanya zora tak percaya
“iya. Kamu akan bertukar dengan siswi yang bernama kim Hyun Mi. sebelum kamu beragkat, masih ada waktu 1 bulan agar kalian bisa salin mengenal. Setelah itu kamu akan berangkat ke korea selatan, belajar di sekolahnya kim Hyun Mi dam juga tinggal di rumahnya. Dia juga akan sepertimu, belajar disini dan tinggal dirumahmu. Maka dari itu, ini ada surat untuk ibumu. Bapak ingin orangtua kamu datang besok dan bapak akan jelaskan semuanya ke orangtuamu” jelas pak kepala sekola panjang lebar
“baik pak. Saya akan sampaikan” ujar zora seraya  meninggalkan ruang pak kepala sekolah.

‘pertukaran pelajar? Tak pernah ada dipikiranku’ ucap zora dalam hati seraya berjalan menuju kelas. Baru selangkah dia masuk kelas, tiba-tiba..

“selamat ya… selamat zora..” ujar keiko bersemangat. Tak lama keiko, sahabatnya memberi ucapan selamat, teman-temanya yang lain juga menyerbu berebutan memberi ucapan selamat. Mereka berebut menyalami zora.
“ada apa ini?” tanya zora bingung
“alah, tak usah pura-pura tidak tahu deh. Kita saja sudah tahu semua kok!” jawab Ara
“tahu apa?” tanya zora yang masih bingung
“kamu akan ke korea selatan karena pertukaran pelajarn bukan? Gossip sudah tersebar dengan cepat” jawa amy menjelaskan
“ooo.. itu kan masih 1 bulan lagi” sahut zora enteng
“sekali lagi selamat ya.. “ ujar Amy memeluk zora
“iya zora, selamat ya..” timpal ara

                                                 ************************



1 bulan sudah lewat. Selama 1 bulan itu, zora sering chatting dengan Kim Hyun Mi yang biasa dipanggil dengan nama mimi. Ternyata selain wajahnya yang cantik, rambutnya yang panjang terawatt, hidungnya yang mancung kulitnya yang kuning langsat dan tubuhnya bak seorang model, mimi juga anak yang supel dan asyik diajak ngobrol. Zora yakin, pasti dalam waktu dekat mimi akan mendapatkan banyak teman dan dapat mengganti posisi Amanda, teman kelasnya menjadi primadona sekolah.

“zora, kalau  sudah sampai telepon kami ya..” ucap rara
“iya, nanti aku telepon” jawab zora tersenyum
“zora, rajin-rajin kasih kabar tentang kamu ke kami dan jangan lupa dengan pesanku kemarin ok!a’ timpal amy
“zora..” panggil keiko
“iya, aku tidak aku tidak akan melupakan kamu kok” potong zora
“bukan itu.. jangan lupa bawa oleh-oleh” kata keiko cengengesan
“livi, hati-hati ya.. baik-baik disana ya.. jangan lupa kabari mama ya..” ucap tante aleeta, ibunya zora semabri memeluk anak tercintanya
“iya mama.. livi janji” jawab zora membalas pelukan mamanya

                 ~ pesawat tujuan seoul, korea selatan segera berangkat. Dimohon untuk para penumpang segera masuk ke dalam pesawat ~

“tuh aku sudah dipanggil.. aku berangkat ya..” ujar zora kepada 3 sahabatnya da n mama tercinta sambil melambaikan tangannya.

                                                 ****************************

Zorapun sampai dibandara incheon, Bandara korea selatan. Setelah mengambil kopernya,, ia melangkah pergi ke pintu keluar bandara. Matanya mengelilingi seantreo bandara mencari seseorang,
‘mana? Katanya ada seseorang yang akan menjemputku?’ kata zora dalam hati. Tak lama, ada seseorang pria paruh baya yang dari pakaiannya seperti seorang driver datang kea rah zora

“permisi, anda nona zora edina livia?” tanya pria tersebut
“benar, saya zora. Anda siapa ya?” tanya zora balik
“perkenalkan, saya lee seung gi. Saya yang menjemput anda dan saya juga akan menjadi supir pribadi anda” jawab pria tersebut
“nona cukup memanggil saya pak lee” lanjut pak lee ramah
“ah ye, gamsahamnida pak lee” balas zora tidak kalah ramah
“kalau begitu, mari saya antar ke mobil” ajak pak lee seraya membawa koper hitamku

Kurang dari 1 jam, tibalah zora disebuah rumah bertingkat 2 ditambah sebuah loteng berwarna cream dengan arsitektur eropa tanpa menghilangkan kesan koreanya. Garasi mobi dan halaman depan yang luas membuat rumah ini kelihatan megah. Masuklah zora kedalam rumah, tak disangka ternyata tuan dan nyonya kim yang tidak lain adalah orang tua kim hyun mi memberikan pesta penyambutan kecil-kecilan untuk zora.

gamsahamnida tuan dan nyonya kim. Mianhae, membuat kalian repot” seru zora berterimakasih seraya membungkukkan badannya.
chunmaneyo zora.. kami senang melakukannya” kata nyonya kim
“zora, lain kali panggil aku ahjusi dan istriku ahjuma ok!”  pinta tuan kim
“baik.. ahjusi” ucap zora
“oh ya, kenalkan.. ini bibi lee istri pak lee. Dia yang membantu ahjuma merapikan rumah” ujar ahjum memperkenalkan bibi lee
“salam kenal” ujar zora sambil membungkukkan badan
“kelihatannya kamu sudah lelah.. bibi, tolong antar zora ke kamarnya” sahut ahjusi
”baik tuan” jawab bibi lee
“kalau begitu aku istirahat dulu.. sampai bertemu besok pagi ahjusi dan ahjuma” seru zora meninggalkan ahjusi dan ahjuma di ruang tamu

Zora mengikuti bibi lee menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Di lantai dua yang cukup luas selain ada kamar zora juga terdapat perpustakaan, ruang kerja tuan kim, kamar mandi, kamar tamu dan sebuah ruangan yang tidak tahu milik siapa dan apa kegunaannya.

“nah, nona zora. Ini kamar nona” seru bibi lee. Ternyata mereka berdua sudah sampai didepan kamar yang akan zora tempati
“tapi bibi.. ini bukannya kamar hyunmi?” tanya zora seraya menunjuk papan nama yang tergantung dipintu kamar
“memang ini kamar nona hyunmi, tapi mulai sekarang ini kamar nona zora” jawab bibi lee sembari membuka pintu kamar dan membantu memasukkan koper coklat zora. Melihat wajah zora yang masih bingung, bibi lee kembali menjelaskan
“awalnya nona zora tidur dikamar tamu yang ada disebelah, tapi nona hyunmi meminta agar nona zora tidur disini”
“oo.. begitu... bibi aku ingin tanya” ucap zora sambil duduk diranjang
“nona mau tanya apa?”
“didepan kamar ini ruangan apa ya?”
“itu kamar tuan muda hyun joong”
“tuan muda?” ujar zora bingung
“iya.. tuan muda hyun joong, kakak dari nona hyunmi. Tapi sekarang dia tidak tinggal disini. Dia tinggal di apartemen karena pekerjaannya” jawab bibi lee sambil merapihkan lemari baju
“nona, sudah malam. Bibi keluar dulu. Selamat istirahat” sahut bibi lee sembari pergi meninggalakn zora yang sudah merebahkan tubuhnya di atas ranjang.

Kedua matanya menelusuri setiap sudut kamar. Tak disangka kamarnya begitu luas dan satu hal, semuanya berbau warna ungu. Tembok yang dihiasi kertas dinding bermotif waran ungu muda, lantai kayu yang sebagian dilapisi karpet ungu violet, ranjang yang diselimuti seprei ungu lavender bermotif tirai jendela berwarna ungu agak tua dan barang-barang yang didominasi dengan kayu yang membuat kamar ini menjadi mewah.

“tak kusangka, ternyata hyunmi penggila warna ungu” ujar zora. Setelah membereskan barang-barangnya dan membersihkan badanya ia pun tidur dan bersiap untuk bersekolah esok pagi.

                                        ***********************************

“semua perhatian! Pagi ini kita kedatangan murid baru. Dia seorang siswi hasil dari pertukaran pelajar. Silahkan perkenalkan dirimu” ujar taeyeon songsenim
“gamsahamnida songsenim.. annyonghaseyo, joneun zora edina livia imnida. Panggil saja zora. Asalku dari Indonesia. Mohon bantuannya” ucap zora dengan disambut tepuk tangan dari teman-teman barunya
“zora, silahkan kamu duduk dikursi kosong dekat jendela” tunjuk songsenim, wali kelasku sekarang

Zora berjalan dan duduk dibangkunya. Dia sebangku dengan seorang gadis. Dari pin namanya tertulis go ara.
“hai, kenalkan namaku go ara. Kita berteman ok!” sapanya sambil tersenyum. Awalnya zora hanya ingin membalas sapaannya dengan hanya tersenyum tapi dia teringat akan nasehat sahabatnya, amy.

    ‘ zora, nanti di korea kamu jangan pendiam seperti disini. Kalau disapa, jangan hanya tersenyum.. kau juga harus membalas sapaannya. Jangan terlalu sibuk dengan laptop dan barang elektronikmu yang lain. Kalau mereka mengajakmu jalan-jalan, ikut saja.. ok! Usahakan kamu mempunyai banyak teman disana..’

“hei! Kau baik-baik saja?” tanya ara sambil melambaikan tangannya didepan wajah zora. Zorapun tersadar dari lamunannya
“ah, ya.. aku baik-baik saja.. tadi siapa namamu? Go ara ya?”
“ya.. kau panggil aku ara saja”
“mm.. namamu seperti nama sahabatku yang berada di Indonesia
jinja? Wah.. kebetulan sekali ya.. pasti temanmu itu cantik seperti aku” seru ara tertawa.
“zora, bahasa korea sangat lancar. Kau keturuna korea ya?” lanjut ara bertanya
aniya, disekolahku aku belajar bahasa korea” jawab zora

Pelajaran dimulai, selama zora belajar ara selalu menjelaskan semua hal yang tidak dimengerti oleh zora dengan menggunakan bahasa inggris, ternyata ara termasuk murid yang berprestasi. Pelajaran terus berjalan sampai jam menunjukkan pukul 11 siang.

Zora’s pov
Tok.. tok.. pintu kelas terbuka, masuklah seorang pria dengan seragam yang sangat berantakan.

“maaf, saya baru datang” ujar pria itu sambil memasang dasinya
“kalau begitu cepat duduk dibangkumu” ucap lee songsenim
gomapta” balas pria itu. Pria itu pun duduk dibangkunya yang terletak di sabelah kanan meja dudukku.

Sepertinya wajah pria itu tidak asing.. aku pernah lihat dimana ya?? Aku pun terus melihat wajah pria itu seraya mengingat dimana aku pernah melihatnya

“ara, aku ingin bertanya” panggilku
“ya. Apa?” sahut ara menoleh ke rahaku
“pria yang tadi baru masuk itu siapa ya? Sepertinya aku pernah lihat sebelumnya.. mm.. kalau tidak di internet” tanyaku yang baru ingat
“namanya siwon, lengkapnya choi siwon.. dia artis pendatang baru. Selebriti muda yang multitalent. Dia seorang penyanyi solo dan juga seorang actor. Dia bisa dance, seorang model iklan dan catwalk. Dia juga seorang VJ dan penyiar radio” jelas ara

Ooo… seorang artis.. pantas begitu.. sudah datang terlambat, baju juga berantakan.. hal yang sangat aku tidak sukai. Kalau tahu seperti ini, kenapa tidak home schooling saja?

                                                     ***********************

Pelajaran ke-4 selesai, waktunya istirahat.

“zora, kekantin yuk!” ajak ara
aniyo, aku di kelas saja” ucap zora
“kalau begitu.. aku belika sorf drink ya..” ujar ara
“terserah kau saja.. gomawo..” kata zora sambil tersenyum. Tak lama ara dan temannya yang lain keluar dari kelas, zora menyalakan laptopnya dan kembali tenggelam dalam kesibukannya.

Ketika zora sedang sibuk menjelajahi dunia maya, tiba-tiba ada seseorang yang duduk dibangku ara, disebelah zora.
“sudah kembali? Goma..” ucap zora terpotong saat menoleh kesampingnya dan menyadari bahwa bukan ara seperti yang ia kira.
annyong.. choi siwon imnida.. kamu anak pindahan itu kan? Senang berkenalan denganmu” sapa siwon tersenyum menunjukkan lesung pipinya yang manis.

‘apa-apaan anak ini? SKSD! Aneh!’ ujar zora dalam hati

“eh.. iya.. zora edina livia imnida, panggil zora saja. Aku juga senang berkenalan denganmu” kata zora membalas. Awalnya dia tidak ingin membalas ucapan siwon. Tapi ia teringat kata-kata amy.

                                                      *********************

Tak butuh waktu lama agar zora bisa dekat dengan siwon. Dalam waktu 5 hari, mereka bisa dekat sedekat zora dengan ke 3 sahabatnya (amy, keiko dan ara). Ternyata siwon bukanlah seorang artis yang sombong dan sangat tidak peduli seperti yang zora kira. Siwon anak yang ramah pada semua orang. Dari adik kelas sampai kakak kelas, dari penjaga sekolah sampai kepala sekolah pasti dia akan sapa. 

Siwon juga menjelaskan kepada zora kenapa dia tidak home schooling. Dia ingin punya banyak teman. Sejak dia menjadi artis, dia jarang keluar rumah dan bermain dengan teman rumahnya. Makanya dia sangat berharap di sekolah ini dia mendapatkan banyak teman. Perihal seragamnya yang selalu berantakan karena ia selalu kesiangan dan terburu-buru. Tapi berkat nasehat zora, siwon tidak pernah datang terlambat dan selalu rapi dalam berpakain.

“siwon, dasimu belum rapih” sahut zora memberi tahu
“oh ya.. gomawo” balas siwon yang langsung merapikan dasi blaster hitam-kuning keemasan sekolahnya dan tersenyum pada zora. Dalam beberapa saat tatapan mereka berdau. Zora terpaku melihat siwon tersenyum sembari memamerkan lesung pipinya.
“hei! Kalian sedang apa? cepat masuk! Sudah bel!” seru ara yang berteriak sembari berlari kecil ke kelas. Mendengar ucapan ara, zora dan siwon langsung melepas tatapan mereka masing-masing dan bergegas menuju kelas. Selama menuju kelas, mereka berdua diam tak bicara sampai akhirnya siwon membuka percakapan.
“mm.. besok siang ada acara?” tanya siwon
“sepertinya tidak.. memangnya ada apa?” tanya zora balik
“sebagai teman yang baik, aku ingin mentraktirmu makan siang. Bagaimana? Mumpung besok jadwalku tidak padat” ajak siwon
“mm.. bagaimana ya..? boleh deh” jawab zora
“kalau begitu besok aku j emput d rumahmu jam11. sms alamat rumahmu ok!” ucap siwon
Tak terasa mereka sudah sampai didepan kelas. Karena sudah ada guru didalam kelas, merekapun bergegas masuk dan mengikuti pelajaran.

                                                     *************************

Zora’s pov
10 menit lagi jam setengah 12, tapi siwon juga belum datang.. kemana sih anak ini? Sambil mengusir rasa bosanku karena menunggu siwon, aku mendengarkan lagu dari ipodku dan sesekali melirik ke arah jam tanganku. Lagu kim yesung super junior, it has to be you melantun dari ponselku menandakan ada telepon masuk.
yeobseyo?” sapaku duluan
“ini aku, siwon. Mian, aku tidak bisa menjemputmu. Pemotretan yang di lakukan besok harus diundur menjadi hari ini” jelas siwon yang ternyata meneleponku terdengar jelas dari suaranya kalau dia menyesal.
“oo.. gwechanayo.. kalau kau tidak bisa sekarang, tidak apa-apa. kan masih ada hari esok” balasku
ani, tidak boleh.. aku kan sudah janji padamu.. kalau hari esok dan seterusnya.. aku takut tidak bisa..”
“ya sudah kalau itu yang kau mau”
gomawo kau mau mengerti.. tapi.. akukan tidak bisa menjemputmu..”
“ya sudah.. katakan di mana tempat pemotretanmu, nanti aku akan kesana”
gomawo.. nanti aku sms”

Setelah menerima sms dari siwon, dengan diantar oleh pak lee aku segera berangkat menuju studio pemotretan siwon. Ketikaku sampai di studio, aku bingung.. tadi siwon menulis studio 2 atau 5 ya? Bodohnya diriku yang langsung menghapus sms dari siwon tadi.. setelah mengingat-ingat, aku yakin kalau siwon ada di studio 5.

Aku melangkah masuk ke studio 5. baru satu langkah aku masuk ke dalam. Kakiku berhenti melangkah, tanganku diam kaku memegang ransel yang bersandar di pundakku, mataku tak berkedip memandang lurus kedepan. Pandanganku tertuju kepada seseorang pria. Rambut kuning keemasan yang dipotong pendek dengan poni yang menyamping ke sebelah kanan sangat cocok dengan sepasang mata coklat dan wajahnya yang putih lembut bagaikan malaikat tanpa sayap. Jantungku berdetak sangat cepat, seakan waktu berhenti sementara.

“maaf nona, anda mencari siapa?” tanya seorang yang membuat waktu kembali berjalan
“oh… aku?.. aku sedang mencari siwon, choi siwon”
“siwon? Maksudmu siwon yang artis itu?” tanya tak percaya. Aku pun menganggukkan kepalaku.
“sepertinya kau salah masuk studio. Ini bukan tempat siwon, ini tempat SS501” jelas pria tersebut
“jadi aku salah studio?.. mianhae, aku tidak tahu..” balasku
“hei young saeng! Sedang apa kau disini? Dan.. siapa gadis ini?” sahut pria yang sepertinya teman dari pria tadi yang ku tahu bernama young saeng.
“dia salah masuk studio” jawab young saeng
“oo… aku kira dia triple S (nama fans SS501)” kata pria tadi
“triple S???” tanyaku tidak mengerti
“hah?! Kau tidak tahu triple S? jangan bilang kau tak tahu kami!” ujar pria tersebut kaget
“memangnya.. siap kalian?” tanyaku oplos
“perkenalkan namaku Heo Young saeng, sebelahku ini Park Jung Min. yang sedang dimake up itu namanya Kim Hyung Joon dan yang sedang merapihkan bajunya bernama Kim Kyu Jong. Dan yang sedang melakukan pmotretan itu.. leader kami, Kim Hyun Joong. Kami berlima tergabung dalam sebuah boyband yang bernama SS501” jelas young saeng panjang lebar.
mianhae, aku tidak begitu mengenal kalian. Mungkin aku pernah melihat kalian di internet tapi hanya sekedar lihat.. tidak mencoba mencari tahu.. mianhae..” jawabku seraya melihat ke jam tanganku. Sudah jam 12 lewat, tepatnya 7 menit lagi jam 1 siang. Aku harus segera bertemu siwon.
“kalau begitu, hae young saeng dan park jung min. aku permisi dulu. Annyonghigaseyo
annyonghigaseyo” balas mereka berdua 

Akupun segera melangkah pergi keluar dari studio 5. ternyata pria tadi bernama kim hyun joong.. malaikat tanpa sayap.. tanpa sadar aku tersenyum ketika mengingat wajahnya.
“zora!” terdengar suara yang memanggilku
“siwon, mian tadi aku salah masuk studio.. jadi aku tidak menemuimu”
gwenchana.. lebih baik kita berangkat sekarang. Kajja!” ujar siwon sambil menarik tangan kananku. Aku dan dia akhirnya pergi ke restoran menggunakan mobil CVR hitam miliknya.

                                                      **************************

Hyun joong’s pov
“leader, kau tidak pulang bareng kami?” tanya kyu jong
“tidak, hari ini aku ingin pulang ke rumah. Aku kangen keluargaku. Tidak apa-apa kan?”
“tidak apa-apa. salam saja dari kami untuk ahjumma dan ahjussi kim” jawab hyung joon
“ya.. salam juga dariku untuk adikmu, mimi” sahut jung min
“ok! Aku berangkat ya..” kataku sembari berjalan ke arah parkiran mobil. Seperti inilah rutinitasku. Selama 2 minggu sekali aku pasti akan berkunjung ke rumahku. Karena selama aku berkarir, aku harus tinggal dengan temanku di dorm SS501. tapi sudah 1 bulan aku tidak berkunjung. Jadi selagi ada waktu, aku manfaatkan untuk pulang saja.

3 rumah dari tempatku berada itu lah rumahku. Tapi.. mobil siapa itu? CVR hitam? Kenapa berada didepan rumahku? Sepertinya ingin menurunkan seseorang? Sambil melajukan mobilku pelan-pelan, kulihat seorang gadis turun dari mobil itu dan langsung masuk kedalam rumah. Seperti mimi? Ya itu mimi! Itu hyun mi! dengan cepat, aku mengendarai mobilku dan memarkirkannya di garasi. Akupun turun dari mobil dan bergegas masuk kerumah. Jam menunjukkan pukul 4 sore, jam segini rumah masih sepi karena eomma masih dibutiknya dan appa masih sibuk mengurusi perusahaan otomotifnya. Aku pun langsung kelantai atas menuju kamar hyun mi. aku harus menginterogasi dia, siapa yang mengantarnya pulang? Pria atau perempuan?

“hyun mi!” panggilku seraya membuka pintu kamarnya. Gadis yang kupanggil menengok. Betapa terkejutnya aku menyadari gadis yang menoleh itu bukan hyun mi. gadis itu duduk di depan cermin, rambut lurusnya menutupi sebagian wajahnya. Terlihat samara-samar bahwa is kaget dan bingung.
mianhe.. joengmal mianhae..” ucapku menunuduk dan menutup pintu. Siapa gadis itu? Teman hyun mi? lalu hyun mi-nya mana? Tapi.. dilihat-lihat… gadis itu manis juga..

                                                *************************

Zora yang terkejut dan terheran-heran langsung mengikat kemabli rambut panjangnya.diapun berdiri dan membuka pintu, dia ingin tahu siapa pria tadi. Saat zora membuka pintu, ternyata pria tadi masih did epan pintu. Pria tadi terkejut dan langsung membalikkan badan. Zora juga terkejut menyadari pria tadi adalah malaikat tanpa sayap.

mian, tadi aku tidak mengetuk pintu dulu. Aku kira kau hyun mi” seru hyun joong malu sembari menggaruk kepalanya yang zora yakin tidak gatal
“ah, tidak apa-apa” jawab zora tersenyum manis
“tapi.. hyun mi dimana ya?” tanya hyun joong sambil melongo ke dalam kamar adiknya
“memangnya kau tidak tahu?” tanya zora bingung

Di perpustakaan, zora menceritakan bagaimana ia dan hyun mi bisa bertukar. Hyun joong yang mendengarkan hanya menganguk tanda mengerti.
“oo. Jadi begitu.. oh ya, kenalkan kim hyun joong imnida. Aku kakak hyun mi. panggil saja joong oppa, seperti mimi memanggilku” ucap hyun joong sambil mengulurkan tangannya
“zora edina livia, cukup zora..” balas zora sambil menyambut uluran tangan hyun joong. Selama mereka berjabatan, tidak tahu kenapa zora merasa sangat senang. Begitupun hyun joong, ia malah senyum-senyum seraya menatap kedua mata zora.
“tadi siapa namamu? Zo.. zo.. ah, susah sekali.. mm.. bagaimana kalau aku panggil livi saja..” pinta hyun joong
“ya boleh saja.. ibuku juga memanggilku livi” seru zora menyetujuinya.

                                                **************************

Tak terasa 1 bulan sudah zora dikorea. Selama dia disana, lambat laun sifat pendiamnya hilang. Kalau dulu dia jarang keluar rumah karena sibuk dengan barang-barang elektoniknya, sekrang dia lebih sering keluar rumah jalan-jalan bersama ara dan sesekali datang ke lokasi syuting siwon atau menonton siwon bernyanyi bersama ara.

Kedekatan zora dan siwon sering di salahartikan oleh teman-temannya. Mereka sering digosipkan berpacaran sampai-sampai mading sekolah membahas tentang mereka berdua. Untung saja berita gossip ini tidak menyebar ke luar sekolah. Kalau sampai tersebar, sudah pasti gossip itu menjadi berita hangat di beberapa stasiun TV dan majalah. Padahal mereka hanya bersahabat, layaknya zora dengan 3 sahabatnya di Indonesia.

“kau sudah makan? Ini sudah hamper jam 2 siang” ucap zora lewat ponsel ungunya. Sejak tinggal di kamar hyun mi, dia jadi tertular suka warna ungu.
“iya, ini sedang makan siang” jawab siwon di seberang sana
“catatan dan tugas sudah aku kirim ke emalmu. Jangan lupa kerjakan ok! Dan… jangan lupa minum vitamin yang aku berikan” ucap zora sembari browsing di laptopnya
“iya, aku tidak akan lupa” balas siwon sembari melihat ke tangan kirinya yang sedang memegang botol vitamin pemberian zora
“livi!” panggil seseorang dari kamar depan
“iya.. sebentar” sahut zora
“siwon, sudah dulu ya.. jangan lupa dengan apa yang aku bilang”
“Iya, bye zora” ujar siwon sambil menutup ponselnya.zorapun segera menuju sumber suara, ternyata yang memangilnya adalah hyun joong dari kamarnya. Melihat pintu kamarnya sedikit terbuka, zorapun langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

“ya, ada ap..” belum selesai zora berbicara, dia terkejut dan langsung membalikkan badannya
“livi, ada apa? Kenapa membelakangiku?’ tanya hyun joong bingung
“mm.. aniyo.. aku.. aku hanya.. lebih baik oppa pakai baju dulu..” jawab zora tergagap
“oh ya, mian..” seru hyun joong yang baru menyadari bahwa ia hanya memakai celana jeans panjang tanpa memakai baju
“nah, sudah” seru hyun joong memberitahu zora. Zorapun berbalik
“ada apa? pasti meminta aku memilih baju untuk oppa. Iya kan?” tanya zora sembari melihat-lihat baju hyun joong yang sudah berserakan diatas ranjang..
ne, hari ini aku ingin bertemu dengan seorang produser film. Jadi pilihkan baju untukku ya..” ujar hyun joong tersenyum sabil mengacak-acak rambut zora dan mengedipkan mata kanannya.

Inilah tugas zora, selain belajar.. dia juga bertugas sebagai konsultan fashion gadungan hyun joong. Berawal dari zora yang sering berkomentar tentang fashion hyun joong, dari situlah hyun joong selalu meminta pendapat zora tentang fashionnya. Zora bukanlah seseorang yang mengerti fashion, tapi karena dia berteman denagn selebriti yaitu siwon, jadilah ia sedikit mengerti tentang fashion. Sebagi gajinya, selama kurang lebih 1 bulan terakhir ini, hyun joong sering mengajak jalan zora bila dia sedang tidak sibuk dan pastinya tanpa sepengetahuan wartawan. 

“pakai ini saja. Kaos abu-abu, cardigan tanpa lengan dilapisi dengan jaket berwaran hijau. Celana jeans hitam dan sepatu putih.” Ujar zora. Hyun joong menuruti saran dari zora. Iapun pergi ke kamar mandi untuk berganti pakaian. Selama hyun joong di kamar mandi, zora membaca naskah scenario film yang belum diberi judul.

“nah bagaimana?” tanya hyun joong pada zora. Zora menjawabnya dengan mengancungkan kedua jempolnya. Hyun joong tersenyum. Diapun memasukkan naskah scenario yang tadi dibaca zora ke ransel coklatnya dan memasang earphone dikedua telinganya.
“livi, aku pergi dulu” ujar hyun joong seraya meninggalkan zora sendirian dikamarnya. Zora hanya membalas dengan senyuman.




                                                 **************************

Zora’s pov

            Niga animyeon andwae.. neo eobsin nan andwae..
            Na ireoke haru handareul tto illyeoneul..
                                                                       _it has to be you, yesung suju_

Handphoneku berdering, tanda telepon masuk. Aku yang sedang membaca novel langsung mengangkat telepon itu.
“joong oppa, ada apa?” tanyaku padanya
“sekarang kamu sibuk tidak?”
ani, waeyo?
“jas biru mudaku tertinggal dilemari pakaianku. Kau bisa tidak mengantarkannya kesini? Ke lokasi syuting?” tanya joong oppa
“mm.. bisa.. memangnya oppa syuting di mana?”
“taman dekat sungai Han”
“baik, aku akan mengantarkannya.. tunggu ya..”

Sudah 2 minggu sejak oppa menerima tawaram film itu aku dan joong oppa jarang bertemu. Saat mendengar suaranya, rasa rinduku padanya berkurang dan senang rasanya ketika ia meminta tolong padaku, karena Akhirnya aku bisa bertemu dengannya. Akupun masuk ke kamarnya. Kamar yang didominasi hitam putih. Kamar yang membuatku nyaman walau tak ada pemiliknya. Ingin rasanya berlama-lama disini, tapi aku tidak mempunyai alasan agar aku bisa berlama-lama disini. Setelah mengambil jas biru muda milik joong oppa, aku bergegas pergi ke lokasi syuting dengan bus umum.

                                              *************************

Sampailah zora di lokasi syuting. Matanya sibuk mencari sosok hyun joong. Kakinya terus melangkah dengan tangan kirinya yang menenteng paper bag berisi jas milik hyun joong.

“zora” panggil seorang pria
“siwon? Kenapa kau ada disini?” sahut zora heran
“kau lupa? aku kan sedang syuting.” Ujar siwon mengingatkan
“ya.. aku ingat. Tapi kau kan belum memberitahuku judul filmnya” jelas zora
“maaf kalau begitu.. tapi.. kau sendiri mau apa kesini? Bertemu denganku?” tanya siwon percaya diri.
“bukan, aku sedang mencari seseorang” jawab zora
“mm.. zora…”
mian siwon, aku buru-buru” potong zora seraya pergi meninggalkan siwon. Terlihat di wajah siwon kalau ia ingin mengatakan sesuatu.

Zora terus berjalan mencari hyun joong. Sampai akhirnya zora menemukannya, ternyata dia sedang mengambil adegan. Zora menunggu sambil melihat hyun joong berakting dengan lawan mainnya yang seorang wanita. Setting tempatnya lumayan romantis. Taman yang dipenuhi dengan bunga yang bermekaran.
“maaf, permisi” ujar seorang kru yang membawa koper besar didepan zora dan membuat zora mundur kebelakang sambil menunduk memperhatikan jalan.

Zora’s pov
Akupun kembali mendongak untuk melihat joong oppa. DEG!! Jantungku seperti berhenti berdetak. Hatiku hancur seperti di pukul palu beribu-ribu kali. Mataku panas ingin mengeluarkan air mata. Aku melihat joong oppa berciuman dengan lawan mainnya. Aku tahu ini hanya sebuah adegan, tapi tidak tahu kenapa.. aku benci melihat ini.. hatiku sakit melihatnya.. sebelum air mataku jatuh.. kuputuskan untuk pergi sejauh mungkin..

“zora” panggil siwon
“tolong berikan ini pada kim hyun joong” pintaku padanya seraya menyerahkan paper bag yang berisi jas milik hyun joong. Akupun mempercepat langkahku meninggalakan siwon yang diam terpaku melihat sikapku. Aku berlari sekencang mungkin. Aku langsung menaiki bus yang tak tahu akan membawaku kemana. Pada akhirnya, air mataku jatuh. Tetes demi tetes air mata yang sedari tadi aku tahan keluar membasahi kedua pipiku. Dikursi paling pojok, aku menangis. Aku tak mengerti kenapa aku menangis.. yang ku tahu.. hatiku sakit.. sangat sakit melihat oppa dengan wanita, lawan mainnya tersebut.

                                                   *************************

Zora’s pov
“amy.. thanks ya...” ucapku lewat telpon
“iya.. baik-baik di sana ya.. kalau kau ingin curhat, aku bersedia..” ujar amy di seberang. Akupun menutup ponselku. Mataku menatap lurus ke luar jendela kelas yang tepat berada di sebelah kiriku. Aku berpikir. Apa benar yang dikatakan amy? Kalau aku.. aku.. aku cemburu.. cemburu melihat joong oppa.. dan.. aku.. aku jatuh cinta? Aku masih belum paham dengan perasaanku ini.. karena.. karena baru pertama kali aku merasakan ini.. perasaan yang membuatku bingung..

“heh melamun saja.. mikirin siapa sih?” sapa ara mengagetkanku
“iya nih.. tapi awas aja kalau kau memikirkan yunho sunbae!” lanjut sohae. Selain aku ara dan siwon, aku juga dekat dengan temanku yang satu ini. Namanya lee sohae, dia menyukai senior kami.. yunho (member dbsk) anak kelas 3-b.
“jangan-jangan sedang memikirkan siwon lagi..” timpal ara
“hah?! Ya tidak lah.. buat apa aku memikirkan dia..” jawabku terkejut dengan ucapan ara
“ara! Ayo cepat! Nanti aku tidak sempat melihat yunho sunbae bermain basket” ajak sohae sambil menarik tangan ara
“zora, kami tinggal dulu ya..” ujar ara seraya pergi meninggalkanku di kelas. Karena bingung harus berbuat apa, aku putuskan untuk menyalakan laptopku dan browsing internet.Ketikaku buka emailku, ternyata ada email masuk.. dari siwon.. baru sampai 5 menit yang lalu.

  hari ini aku tidak bisa masuk sekolah lagi karena jadwal syutingku
dari pagi hingga siang.. berhubung nanti sore aku tidak ada jadwal.. kau mau tidak menemaniku makan? Aku tunggu jam 4 sore di restoran biasa.

                                                    ***********************

Siwon’s pov
“kenapa kau tersenyum? Ada yang lucu?” tanyaku pada gadis manis yang duduk didepanku.
ani, aku hanya senang akhirnya bisa datang lagi ke restoran ini” jawabnya dengan senyum manisnya.. senyum yang tak akan aku temukan di manapun, kecuali didalam dirinya.
“memangnya kapan terakhir kali kau kesini?” tanyaku sembari menyeruput coffe mocca kesukaanku.
“waktu pertama kali kau mengajakku ke sini”
“hah?? Itukan lama sekali.. kenapa tak kesini bersama ara atau sohae?”
“ara sibuk mngerjakan tugas bersama onew (member shinee) dan sohae, kau tahu sendirikan.. dia sudah punya kekasih yaitu yunho sunbae..jadi taka ada yang menemaniku” jelasnya
“mm.. ngomong-ngomong.. ada apa kau mengajakku kesini? Bukannya kau  sedang sibuk dengan film barumu itu?” lanjutnya
“zora” panggilku kepada gadis yang sedari tadi duduk di hadapanku, gadis yang kucintai
“aku ingin menanyakan sesuatu.. kuharap kau bisa menjawabnya sekarang” ucapku seraya menarik napas berharap jantungku yang berdetak cepat bisa kembali tenang.
“zora.. maukah kau manjadi kekasihku?” lanjutku. Terlihat jelas dari wajahnya bahwa ia terkejut dan tak menyangka dengan apa yang barusan aku katakan. Dahinya mengkerut tanda ingin meminta penjelasan.
“sejak pertama kali aku melihatmu. Kau gadis yang berbeda. Ketika semua gadis sibuk membicarakn kekasih mereka atau sibuk menggosipkan idola masing-masing, kau malah sibuk dengan duniamu sendiri. Kau sibuk dengan laptopmu seorang diri” jelasku tanpa memberi dia kesempatan tuk bertanya
“izinkan aku menemanimu menjelajahi duniamu. Izinkan aku untuk selalu berada disampingmu, bagaikan seorang malaikat. Izinkan aku menjadi malaikatmu” ucapmu seraya memegang kedua telapak tangannya.

“aku senang bisa menjadi sahabatmu. Aku sangat tersanjung mendapatkan pengakuan cinta darimu, seorang lelaki yang digandrungi oleh banyak fans terutama para remaja wanita. Tapi aku tidak ingin, tidak ingin terlihat egois di mata para fans mu” jawabnya sambil tersenyum
“siapa dia?” tanyaku tiba-tiba yang sepertinya membuatnya kebingungan
“siapa dia?? Apa maksudmu?” tanyanya bingung
“aku tahu tadi itu bukanlah alasan yang sebenarnya.. siapa dia? Siapa malaikat yang sudah menemanimu?” tanyaku kembali. Dia menundukkan kepalanya dan melepaskan genggaman tanganku, mungkin dia bingung ingin menjawabnya atau tidak.
“ternyata aku tidak pandai berbohong.. ya kau benar.. dia malaikatku, malaikat tak bersayap.. tapi sayangnya.. malaikatku itu belum menjadi malaikatku seutuhnya.. ku rasa ia masih mencari seseorang yang pantas ia temani..”
“dan dia adalah kau?” tebakku
molla..
“tapi kau berharap dia adalah kau kan?”
“siwon, aku tidak tahu.. aku juga tidak berani berharap..” jawabnya tersenyum

Sudah kuduga ini akan terjadi. Aku tidak bermaksud mempermainkanmu, aku hanya ingin tahu bagaimana perasaan kau padaku. Kau selalu perhatian padaku dan kukira kau juga menyukaiku. Tapi sekarang aku tahu, kau menolakku kaena dia. Dia.. malaikatmu.. dan sepertinya.. aku tahu siapa malaikatmu itu..

“maaf karena semua sikapku yang membuatmu salah paham” ucap zora
“aku perhatian padamu karena kau sahabatku. Aku melakukan hal yang sama pada sahabat-sahabatku yang lain. Jadi maaf.. kalau kau salah paham karena sikapku yang terlalu berlebihan dan kuharap.. semua ini tidak akan merubah keadaan dan sikap masing-masing antara kita” lanjutnya seakan-akan dia bisa membaca pikiranku.
“ya.. aku harap”
Siwon’s pov end

Setelah zora menjelaskan jawabnya, mereka kembali menyantap hidangan mereka masing-masing. Kejadian tadi tidak membuat mereka canggung. Mereka kembali berbincag-bincang. Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata coklat yane memperhatikan mereka sejak dari tadi. Sepasang mata yang memperlihatkan rasa curiga dan terbesit rasa marah.

                                                *****************************

gomawo.. hati-hati ya..” ujar zora melambaikan tangan. Mobil siwonpun berlalu hilang tak terlihat ditikungan. Zora melangkahkan kakinya  masuk ke rumah, tapi kakinya berhenti melangkah mendengar ada mobil yang masuk ke garasi. Mabil jaguar hitam milik hyun joong.

oppa? Waeyo?” tanya zora. Hyun joong melangkah dengan cepat hingga berdiri tepat didepan zora. Hyun joong menatap dalam kedua mata zora membuat zora tertegun dan mundur selangkah.
“sedang apa kau dengannya? Apa yang kalian bicarakan? Seperti apa hubungan kalian?” tanya hyun joong bertubi-tubi. Dimatanya terlihat ada perasaan marah, kesal dan tidak suka.
“ma.. maksud oppa.. siapa?.. siwon?..” tanya zora bingung bercampur takut. Tanpa menjelaskan semuanya, hyun joong pergi dengan mobilnya. Zora terus memikirkan pertanyaan hyun joong.

Hyun joong’s pov
Kenapa denganku? Kenapa aku bertanya seperti itu padanya? Kenapa juga aku harus marah melihat ia dengan siwon? Sebenarnya ada apa denganku? Akupun memepercepat laju mobilku dengan perasaan galau dan pikiran kacau. Hanya ada satu nama yang terbesit dibenakku, kyu jong.

“kim kyu jong! Aku ingin bicara” ucapku seraya mearik kyu jong kedalam kamar.
“ada apa ini? Bukannya kau tadi senang makan-makan bersama kru filmmu itu?” tanyanya heran. Tanpa basa-basi, aku menceritakan semua tentang livi, dari awal aku bertemu dengannya hingga kejadian tadi sore.

“hyung, hanya ada satu kata untuk menjawab semua ceritamu.. yaitu CINTA” jawab dongsaengku ini dengan gayanya yang bijaksana. Apa yang dia bilang? CINTA?? Cinta apa?
“maksuduku kau  JATUH CINTA . jatuh cinta dengan livi..” jelasnya seakan bisa membaca pikiranku.
“aku.. jatuh cinta?!”

                                                  ***********************

Zora’s pov
“zora, kamu dipanggil Yong Hwa (member CN Blue) songsaenim” panggil Seung Hyo sang ketua kelas
“ne, aku akan segera kesana” jawabku seraya mematikan laptop hitamku.
Selama kurang lebih 8 hari belakangan ini aku disibukkan dengan latihan untuk mengikuti lomba dialog berbahasa perancis yang mewakili Negara masing-masing. Lomba dialog tersebut akan diadakan 2 hari sebelum kepulanganku ke Indonesia.

Sebenarnya aku ingin malaikatku datang saat perlombaan nanti, tapi sayangnya dia terlalu sibuk. Terakhir kali aku bertemu dengannya sekitar 10 hari yang lalu saat dia tiba-tiba datang dan menanyaiku dengan berbagai pertanyaan. Begitu juga dengan sahabatku, Choi Siwon. Aku tidak pernah bertemu dengannya walaupun di sekolah. Karena dia satu film dengan Joong oppa sudah pasti dia sama sibuknya dengan Joong oppa.

Ternyata benar dengan apa yang Amy bilang, kalau aku jatuh cinta dengan Joong oppa. Aku kangen dia. Aku ingin dia disampingku walau hanya beberapa detik sebelum aku pulang ke Indonesia.

                                       *******************************

yeobseyo” ujar gadis diseberang sana menjawab telepon
“zora, ini aku siwon” sapa siwon
“oo.. tumben. Waeyo?” tanya zora
“mian, kalau hari ini aku tidak bisa datang ke perlombaanmu”
“oh... arasseo. Gwenchanayo” jawab zora
“zora, hwaiting!” ucap Siwon memberi semangat dan menutup ponselnya.

Perlombaanpun di mulai. Zora membuka percakapan dengan cukup baik. Tidak terlihat dari raut wajahnya kalau dia sangat tegang.
“ beaucoup de mas opinions. Merci (sekian pendapat dari saya. Terimakasih)” ucap zora menutup dialognya. Ia pun kembali ke tempat duduknya. Matanya sibuk melihat jam tangan ungu pemberian hyun joong yang menunjukkan pukul 1 siang..
’43 jam lagi menuju kepulanganku. Apa aku harus bertemu dengannya?’ ucap zora dalam hati. Dia sangat gelisah takut tidak bisa bertemu malaikatnya sebelum dia pulang.

                                        ******************************
Setelah menutup telepon dari zora, siwon pun membaringkan tubuh atletisnya di kursi pantai. Matanya terus melihat-lihat para kru film yang sibuk bekerja. Sampai pada akhirnya pandangannya tertuju oleh seorang pria. Pria tersebut terlihat murung sambil menatap layar ponselnya. Sepertinya dia sedang melihat foto. Karena penasaran, siwon akhirnya menghampiri lelaki itu.

“Hyun joong hyung, sedang apa?” sapa siwon sembari menarik kursi dan duduk di hadapan Hyun joong
“aku tidak melakukan apa-apa” jawab Hyun joong berbohong smabil menyembunyikan ponselnya ke saku celana.
“hyung, jangan berbohong. Aku sudah tahu” ucap Siwon.
“kau sudah tahu apa?” tanya Hyun joong heran
“aku dan zora tidak ada hubungan apa-apa. kami hanya berteman. Dia adalah sahabat terbaikku. Dia perhatian kepadaku karena aku adalah sahabatnya. Aku sayang padanya.. karena.. karena dia adalah sahabatku” jelas Siwon tiba-tiba
“apa maksudmu?” tanya Hyun joong kembali
“Ku tahu hyung  menyukai zora. Jadi sebelum hyung salah paham, aku ingin menjelaskan semuanya” jawab Siwon. Seketika kepala Hyun joong tertunduk.
“kenapa kau bisa katakan itu?” tanya Hyun joong yang masih menundukkan kepalanya.
“bisa dong! Selama kita break syuting, aku selalu melihat hyung sedang menatap wajah zora di ponselmu” jawab siwon. Mendengar jawaban Siwon, kepala Hyun joong langsung mendongak.
“dan yang membuatku yakin. Saat hyung tiba-tiba menginterogasi zora dengan berbagai macam pertanyaan setelah aku mengantar dia pulang. Terlihat jelas diwajahmu kalau hyung sangat khawatir dan cemburu” jelas Siwon panjang lebar. Dahi Hyong Joong mengerut tanda dia kebingungan
“setelah aku mengantar dia pulang, aku kembali karena aku lupa mananyakan tugas sekolah” jelas Siwon sebelum Hyun joong bertanya

“kalau sudah begini.. aku tidak bisa lagi menutupinya” ujar Hyun joong yang akhirnya membuka mulutnya.
“ya, kau benar. Aku menyukai livi. Awalnya aku ragu antara suka seperti seorang kakak ke seorang adik atau seorang selebriti ke fansnya” ucap Hyun joong
“tapi aku sadar bahwa rasa sukaku ini adalah rasa suka antara seorang pria dengan seorang wanita. Aku menyadarinya saat aku melihat kau dan dia bersama. Ada rasa marah yang sangat luar biasa dihatiku” lanjut Hyun joong

“lalu kenapa hyung tak nyatakan saja?” tanya Siwon seolah itu hanya pertanyaan biasa. Padahal dihati kecilnya dia masih menyukai Zora, tapi apalah arti cinta bila terpaksa. Dia tidak ingin terlalu egois. Biarlah Zora, gadis yang dia sukai bahagia bersama pria yang ia cintai.
“awalnya sih ingin.. tapi apa dia mau menerimaku?” tanya Hyun joong dengan wajahnya yang khawatir dan murung.
“tentu saja! Asal hyung tahu, dia juga menyukai hyung” jawab Siwon berusaha tersenyum
“benarkah???” tanya Hyun joong kaget
“iya. Dia selalu semangat bila menceritakan tentang hyung padaku. Aku kira dia hanya kagum terhadapmu, tapi aku baru menyadari bahwa zora memiliki perasaan khusus pada hyung” jawab Siwon yang kembali berusaha tersenyum.
“dia menangis saat melihatmu beradegan ciuman dengan kim seoyeon (member snsd), lawan mainmu. Dia langsung pergi tanpa menyerahkan tas yang berisi jaket milik hyung”lanjut Siwon.
“oo.. ternyata begitu..”
“baginya hyung adalah malaikatnya, malaikat tanpa sayap. Aku rasa dia ingin kau disampingnya sebelum besok lusa dia pulang ke Indonesia
“APA?! DIA PULANG BESOK LUSA??” tanya Hyun joong terkejut.
“ya. Memangnya hyung tidak tahu?” tanya Siwon balik.

Tanpa basa-basi, Hyun joong langsung pergi menuju managernya untuk meminta izin pulang ke seoul. Sial baginya karena managernya tidak memberi izin denga alasan tinggal sehari lagi syuting di pulau Jeju.

Dengan perasan yang sangat menyesal, Hyun joong menuruti apa kata managernya dan bersumpah akan segera menemui zora setibanya di Seoul.

                                        ***************************
Zora’s pov
Malam ini adalah malam terakhir bagiku untuk berada di rumah ini, di korea. Tak tahu kenapa, kakiku melangkah masuk ke kamar yang di dominasi dengan warna putih dan hitam itu yang tidak lain adalah kamar joong oppa, malaikatku.

Aku berjalan mengelilingi kamarnya. Aku teringat saat aku sibuk memilih baju untuknya, saat tidak sengaja aku melihatnya tidak berpakaian atau lebih tepatnya telanjang dada dan saat ia memanggilku dengan nama livi. Semua memori aku bersamanya kembali muncul di otakku.

Sambil mengingat kejadian yang telah terjadi, aku duduk di atas ranjang putihnya. Wajahnya yang selalu ceria, bibirnya yang selalu menyunggingkan senyum manisnya, matanya yang selau membuatku tenaang bila melihatnya. tapi tiba-tiba aku teringat ketika ia beradegan ciuman dengan lawan mainnya yang baru kutahu dia bernama Kim Seoyon. Tak kusadari, air mataku menetes menggingat kejadian itu. betapa sakitnya hati ini saat melihatnya.

Akupun menangis malam itu diatas ranjangnya. Mumpung dia tidak pulang, tidak ada salahnya kan kalau aku tidur dikamarnya?  Walau aku berharap, sangat berharap bahwa ia ada di hadapanku saat aku membuka kedua mataku.

                                           *******************************

“Ara, gomawo atas bantuanmu selama 2 bulan ini. Kau memang teman terbaikku” ujar Zora seraya memeluk teman sebangkunya itu.
ne, Zora. Kau juga teman terbaikku. Walau kau tidak lagi di Korea, aku harap kita masih bisa berteman” ucap Ara yang berlinangan air mata.
“Sohae, gomawo. Maaf bila aku sering membuatmu susah dan chukkae atas keberhasilanmu menaklukkan hati yunho sunbae
gomawo Zora. Jangan lupakan kami” kata Sohae memeluk Zora.

20 menit lagi pesawat yang membawa Zora pulang akan segera berangkat. Setelah berpamitan dengan teman-temannya, tuan dan nyonya kim dan pak dan bibi lee zorapun melangkah menuju ke pintu masuk. Siwon tidak bisa datang mengantar Zora pulang, tapi tadi malam Siwon sudah mengucapkan salam perpisahan. Sedangkan Hyun joong, dia tidak datang bahkan tidak telepon atau sms. Dengan berbekal koper di tangan kanannya dan passport di tangan kirinya diapun melangkah pergi, tapitiba-tiba ada sebuah tangan yang menahan tangan kirinya agar dia tidak pergi. Zorapun menoleh. Belum sempat dia melihat wajah orang itu. Bibir zora dan bibir orang itu yang merupakan seorang pria sudah menempel. Sesaat zora menikmati ciuman itu, tapi dia baru tersadar bahwa dia tidak tahu siapa pria tersebut. Zora hendak melepas ciumannya, tapi ternyata pria itu sudah melepaskan terlebih dahulu.

OPPA?? Joong oppa??” seru Zora yang sangat terkejut
“maafkan aku.. karena aku baru menyadarinya..” kata Hyun joong sembari memeluk Zora kedalam pelukannya yang hangat
“apa maksud oppa?” tanya zora yang melepas pelukan Hyun joong
“maaf  kalau aku baru menyadari kalau aku ternyata juga mencintaimu” jawab Hyun joong melepas pelukannya. Hyun joong menatap dalam kedua mata Zora.
“zora, bisakah aku menjadi malaikatmu yang selalu berada disampingmu? Yang selalu berada dihatimu?” tanya Hyun joong. Tanpa piker panjang, zora menganggukkan kepalanya tanda menyetujuinya.

Merekapun kembali berpelukkan. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedih tapi bahagia menatap mereka berdua lewat kaca mobil CVR hitamnya.
“zora, akhirnya kau mendapatkan malaikatmu” ucap dia seraya tersenyum.

Pelukan zora dan hyun joong terlepas karena zora harus segera berangkat sebelum dia ketinggalan pesawat.
oppa, aku pulang dulu” ujar Zora
ne, hati-hati.. 3 hari lagi syuting filmku berakhir. Aku akan segera menemuimu. Tunggu aku ok!” kata Hyun joong yang kembali memeluk zora.
“ya, aku akan menuggu oppa” jawab zora tersenyum bahagia. Senyuman yang sangat bahagia karena harapan yang dahulu tidak mungkin terwujud ternyata sudah ada dihadapannya.

                                            ***********************

Zora’s pov
“kei, apa ini tidak terlalu berlebihan?” tanyaku ragu-ragu pada keiko 
“gak, tanya saja sama ara. Ra, ini tidak berlebihan kan?” tanya keiko ke ara
“gak kok.. justru aku bilang kamu manis zora..” jawab ara
“iya.. jarang-jarang loh kamu bisa sepeti ini..” timpal amy

Mendengar tanggapan mereka bertiga, aku kembali melihat diriku didepan cermin. Dari pantulan cermin, terlihat seorang gadis yang berbeda.. dia adalah aku. Aku yang biasanya hanya memakai celana jeans dan kemeja, tapi sekarang aku memakai dress selutut berwarna ungu tua kesukaanku.

Ketika teman-temanku mendengar kisahku saat dikorea dan tahu kalau joong oppa akan datang hari ini, hari ketika saat aku tiba di Indonesia, mereka langsung repot untuk mendandaniku. Kata keiko ini semua bentuk surprise dariku untuknya, tapi.. apa aku tidak terlihat berbeda? Apa aku tidak berubah? Aku khawatir, ketika joong oppa melihatku.. dia akan melihat gadis yang berbeda.

Hyun joong’s pov
Tibalah aku dibandara soekarno-hatta, bandara internasional Indonesia. Aku kesini tidak bersama teman-temanku (member ss501). Mereka terkejut kecuali kyu jong saat mendengar ceritaku dan menyemangatiku. Aku kesini tidak untuk liburan, melainkan untuk memenuhi janjiku. Aku akan bertemu pendampingku dan memulai tugasku menjadi malaikatnya.

Livi tadi sudah mengirim pesan singkat padaku kalau dia tidak bisa menjemputku, tapi supirnya yang akan menjemputku dan mengantarku ke tempat livi.

“silahkan tuan, ini rumah non zora” seru supir yang mengantarku tadi sambil membukakan pintu mobil untukku.
“thank you” jawabku tanpa mengerti apa yang dikatakn supir itu. Akupun melangkahkan kakiku memasuki rumah livi ternyata di pintu depan sudah berdiri seorang pembantu rumah. Dia membantuku mengangkat tasku dan menunjukkan keberadaan livi.ternyata livi menungguku di atap rumahnya yang disulap menjadi sebuah taman kecil tapi indah.

“excuse me, who are you?” tanyaku pada seorang gadis yang berdiri membelakangiku.
“kenapa oppa bertanya? Oppa tidak kenal aku?” jawab gadis tersebut dengan bahasa korea yang lancer seraya membalikkan badannya
“livi?? Kau.. “ aku terkejut. Sangat terkejut. Gadis ini benar-benar livi??
wae? Aku aneh ya? Tidak seharusnya aku berpakaian seperti ini..” serunya sambil menunduk kepalanya
aniyo, kau tidak aneh. Kau berbeda.. kau.. kau sangat cantik..” ucapku sembari berjalan ke hadapannya
ne, oppa benar. Aku.. aku berbeda..” balasnya dengan kepala yang masih tertunduk
“ya, kau berbeda.. kau berubah.. tapi.. kau akan selalu sama di hatiku.. dan kau tidak akan pernah mengubah hatiku untuk menjaga orang lain selain kau..” ujarku seraya mengangkat wajahnya yang sedari tadi tertunduk
“livi, saranghaeyo..” ucapku
ne, oppa. Nado saranghae..” jawabnya

Zora’s pov
ne, oppa. Nado saranghae..” jawabku ketika mendengar joong oppa mengatakannya. Satu kata yang aku nantikan akhirnya terlontar juga dari bibirnya. Ternyata kekhawatiranku tidak terbukti. Oppa, kau akan selalu menjadi malaikatku.


                                                                                                                     THE END






Tidak ada komentar:

Posting Komentar