Rabu, 22 September 2010

postponed happiness part 1


Cast : yesung, kangin and all member super junior
         rara, amy, keiko and zora

“Ntar liburan sekolah pada mau kemana?” tanya amy sambil nyoret-nyoret kertas gak jelas.
“gak tau nih! Gak ada ide” timpal zora sambil ngotaik-nagtik handphonenya
“gimana kalau kita liburan ke korea?” usul keiko sambil ngegetokin pensilnya ke kepala aku dan amy.
“APA??? KOREA??” teriak ku dan amy
“iya korea. Tenang.. korsel bukan korut. Kita gak bakal mati kok! Gimana? Ntar kita nginep di rumah tantenya amy. Gimana? Boleh gak my?”
“mungkin boleh. Ntar aku tanya tante ku deh! Kalau ikut apa gak, kayaknya ikut. Soal biaya, asal aku nabung dari sekarang, mungkin bias kekumpul.” Jawab amy
“aku mah it’s ok aja lah!” jawab zora yang masih sibuk sama handphonenya
“trus kamu gimana ra?”
“gimana ya..?? liat ntar aja deh!” jawabku pasrah
“ehh.. gak bias gitu dong! Pokoknya kamu harus ikut! Kamu nabung aja kaya amy. Ntar kalau kurang, aku tambahin. Ok!” paksa keiko
Belum sempet jawab, Bu Ratmi guru sejarah yang killer bwanget udah bertengger di depan kelas.

Oh ya.. kenalkan namaku rara, lengkapnya aneila delinda raisha. Siswi kelas 1 SMA. Tadi itu temanku. Dasar keiko! Gak bias apa ngertiin keuangan aku? Aku itu kan gak sekaya kamu, walaupun aku gak miskin-miskin banget, hehe.. keluargaku punya restoran yang sudah membuka beberapa cabang di jakarta. Tapi kalau kamu mau nombokin sih gak apa-apa lah.. hehehe.. ^.^”
Liburan ke korea? Gak pernah ada bayangan. Gak ada biaya. Tapi berhubung waktu masih 6 bulan lagi, jadi aku optimis buat ngumpulin uang. RARA, CHAYO!!




   @#$%^&*

“hati-hati ya.. jangan ngerepotin tante mira. Ok!”
“iya bunda.. dadah bunda..” salamku ke bunda sambil melambaikan tangan dan masuk ke pesawat.
“akhirnya kita jadi pergi ke korea juga ya..”  
“iya kei, gak nyangka ya..” balas amy
“semoga di korea aku ketemu sama lee donghae” harap keiko sambil mengenggam kedua tangannya.
“jangan lebay deh! Harapan kamu tuh terlalu tinggi!” balas zora
“biarin! Sirik aja! Kamu juga mau ketemu sama cho kyuhyun kan? Dah, ngaku aja!”
“gak tuh!”

Aku hanya bias ketawa mendengar keiko dan zora adu mulut. Mereka memang sering begitu, tapi justru di situlah yang membuat mereka berdua sangat akrab. Keiko, anak seorang pengusaha terkenal di jakarta yang super manja, cerewet, centil dan ceplas-ceplos. Zora, anak seorang ilmuwan yang bekerja di amerika. Daripada berbicara, dia lebih suka bermain dengan semua hal yang berbau teknologi.

Tuhan.. sebenarnya aku juga memiliki harapan yang sama dengan keiko. Ku harap aku bias berjumpa dengan dia.. harapku sambil menatap keluar jendela pesawat yang sedang terbang.

   @#$%^&*

“ayo masuk! Anggap aja rumah sendiri..” kata tante mira sambil mempersilahkan kami masuk
“Naomi.. tunjukkan kamar mereka..”
“iya umma!
Tante mira sudah memiliki seorang putri. Namanya Naomi. Umurnya 2 tahun diatasku.
“ayo masuk! Ini kamar kalian”
“terimakasih ya.. maaf jadi ngerepotin..” ucapku sambil duduk di salah satu ranjang yang berwarna merah muda, waran kesukaanku.
“ah.. gak kok! Justru aku senang.. jadi ada teman.. oh ya besok kalian mau jalan-jalan kemana?” tanya Naomi
“aduh.. gak tau! Kita kan baru ke korea sekali” balas keiko sambil membuka jaket merah marunnya.
“iya.. aku juga gak tau.. aku mah oke-oke aja.. asal gak jauh..” timpal sambil menaruh tasnya di ranjangnya.
“oke kalau gitu. Kita liat besok aja ya..  selamat beristirahat!” kata Naomi sambil keluar kamar menutup pintu.
“iya kak Naomi! Makasih ya..” jawab kami bertiga
“zora! Kok diem aja? Ngomong dong!” tanya keiko sambil menguncang-guncang badan zora yang sedang tiduran di ranjang.
“gak ah males! Capek!” jawab zora
“iiiii… pokoknya ngomong!” paksa keiko
“udah lah keiko jangan di paksa..” jawab amy sambil menarik keiko ke ranjangnya.

Dasar keiko! Gak pernah bias berhenti tuk gak ngegodain zora. Kalau udah kaya gini, Cuma amy yang bias cegah keiko. Amy adalah sahabatku yang paling dewasa. Selain cantik, dia juga pintar masak. Masakan enak banget loh.. Dia bukanlah seperti kami,  ayahnya seorang pegawai kantor yang rajin. Amy bias sekolah bersama kami karena beasiswa yang dia dapat. Sungguh gadis yang sempurna

   @#$%^&*

“gimana? Tempatnya rame kan?”
“iya.. bagus. rame banget malah. Thanks ya kak Naomi” ucap keiko sambil sibuk minum jus mangganya.
“iya thanks ya..” timpal zora. Akhirnya tu anak ngomong juga.
“iya sama-sama.. mm.. kalian panggil aku onnie saja. Ok!” jawab Naomi sambil tersenyum, aku akui senyumnya sangat manis.
“ok!” jawab kita bertiga serempak
“abis ini kalian mau naik apa? aku dengar ada permainan yang baru.” Kata Naomi sambil melihat brosur taman ria yang dia dapat dari nona penjaga tiket masuk.
“eh eh.. itu bukannya suju ya..?” tunjuk amy ke kerumunan para ELF
“iya iya. Itu suju. Kita ke sana yuk!” ajak keiko yang sudah berlari meninggalkan kami

“ya tuhan.. itu benar-benar suju. Lee donghae, kau ternyata lebih tampan daripada di foto” kata keiko sambil melihat donghae yang sedang melambaikan tangan ke para ELF
Tapi.. sebentar… sedang apa orang itu? Dia seperti memegang sesuatu dan barang itu memiliki ujung yang lancip… seperti pisau… APA?? PISAU??.. tanpa piker panjang, aku menerobos para ELF dan menarik donghae oppa agar tepat di belakangku. JEB! Aku merasakan sesuatu menancap ke perutku. Seketika pandanganku kabur. Aku mendengar amy memanggil namaku. Donghae menggunjang kedua bahuku. Aku pun tertidur.

   @#$%^&*

Aku membuka mataku. Terlihat di sebelah kanan dan kiriku sudah ada teman-temanku dan para member suju. APA?? SUJU?? Kok bias ada di sini mereka??
“rara, kamu sudah sadar? Kamu baik-baik aja kan?” tanya amy yang terlihat dari kedua matanya dia sangat cemas dan khawatir.
“iya.. aku baik-baik aja. Gak usah khawatirin aku.” Jawabku sambil tersenyum
gwenchanayo?” tanya donghae oppa
ne, gwenchana” jawabku
“rara, kamu dah 2 hari gak sadarkan diri. Aku khawatir tau..” kata keiko sambil memegang tanganku dan kulihat matanya sudah agak sembab.
“iya? Wah hebat dong! Aku jadi putri tidur. Keiko, kamu gak perlu menangisi aku ok!” jawabku sambil tersenyum dan ketawa
“dasar membuat orang khawatir” timpal zora yang sedari tadi mengusap kepalaku.
“tapi.. aku sama sekali gak inget kenapa aku ada di sini? Ada yang mau bercerita?” tanyaku kepada semua orang.
“jadi gini loh ra.. kamu tu… empph..´kata keiko tertahan oleh tangan zora yang membekap mulutnya.
“udah, kamu gak usah mikirin itu. Yang penting kamu istirahat dulu” kata zora menenangkan diriku.
gomawo..” ucap donghae oppa
“untuk apa?” balasku yang sok gak tahu
gomawo karena kau telah menyelamatkan dongsaengku” jawab eunhyuk oppa sambil mengacak-acak rambutku.
ne, gomawo ya.. kau malaikat kami” timpal leeteuk oppa sambil meranggul eunhyuk oppa
ne, gomawo” timpal donghae oppa sambil tersenyum ke arahku
ne, chunmaneyo ” jawabku sambil tersenyum
“bahasa koreamu lancer sekali” sahut hangeng oppa
“ne, kakekku orang korea” ujarku yang masih lemah
“kenapa kau bertanya seperti itu? Kau iri padanya?” tanya heechul oppa pada hangeng oppa dengan nada bercanda
“bu.. enak aja!” jawab hangeng oppa tersipu malu
“welcome in korea” sapa shindong oppa sambil merentangkan kedua tangannya kesamping.
gomawo..” balas keiko
“kau juga bisa berbicara bahasa korea?” tanya hanging
ne, kami belajar di sekolah” jawab amy tersenyum

Tuhan.. aku tak menyangka kalau liburanku bias seperti ini. Tapi tunggu! Aku tak melihat joongwoon oppa. Di mana ya dia? Mungkin kau tak beruntung ara. Kau bias bertemu dengan member suju yang lain, tapi dengan joongwoon oppa kau tak bertemu. Mungkin belum saatnya.

“oya.. mian hanya kami berdelapan yang bias datang. Yesung, kangin dan kyuhyun sedang ada di dorm. Siwon dan kibum sedang syuting” seru sungmin oppa sambil bangkit dari sofa rumahsakit.
“iya.. mian ya.. kyuhyun trauma untuk berhubungan dengan rumhsakit. Jadi yesung hyung dan kangin hyung menemaninya” timpal ryeowook oppa dengan wajah imutnya sambil menggaruk-garuk kepalanya yang kurasa tidak gatal.
“ah, tidak apa-apa. aku mengerti.” Jawabku sambil tersenyum ke mereka.

oo.. ternyata dia tidak datang karena itu. Tak apa-apa lah.

   @#$%^&*

Sudah seminggu aku di rumahsakit. Para member suju dan temanku bergantian menjagaku. Agak heran kenapa para member suju juga ikut menjagaku. Kata mereka sih, mereka juga ikut bertanggungjawab atas semua ini, biaya rumahsakitpun suju yang membayar.  Oh ya, pelaku yang telah menusukku juga sudah di tangkap. Katanya dia nekat ingin menusuk donghae oppa karena pacarnya sering mengunggulkan donghae oppa di depannya. Kasihan sekali ya dia.

Tapi ada satu hal yang membuatku penasaran. Sejak kejadian itu, aku tidak pernah melihat joongwoon oppa. Kemana ya dia? Aku ingin sekali bertemu dengannya. Tapi tenang ara! Karena hari ini jongwoon oppa yang akan menjagamu.

Sudah 2 jam lewat sejak jam besuk, dia tidak datang. Mungkin dia tidak bias. Sudahlah ra, lebih baik kau tidur. Untuk melupakan harapan yang tidak pernah terjadi.

   @#$%^&*

Joongwoon’s pov

Ya tuhan.. kenapa aku sangat gugup untuk membesuk dia? Kenapa ya tuhan?
Kau juga sih bodoh sekali! Kemana saja selama seminggu ini? Ini akibatnya bila terlalu gugup!

Bagaimana tidak gugup? Pertama kali aku melihatnya di mobil ambulance, aku melihat seorang bidadari yang aku cari di dalam dirinya.. bisa dibilang cinta pada pandangan pertama. Tapi karena aku belum pernah merasakan ini sebelumnya, aku jadi gugup dan bingung harus melakukan apa..

Akupun akhirnya memberanikan diri untuk membuka pintu dan aku sangat terkejut ketika melihat ara yang merintih kesakitan sambil memegangi pergelangan kaki kanannya. Karena aku panic, aku panggil dokter.

“bagaimana dok? Apa parah?”
aniyo, kakinya hanya kram saja. Aku piker dia hanya membutuhkan sedikit jalan-jalan.”
“Jalan-jalan?”
“iya jalan-jalan. Jadi ajaklah dia jalan-jalan. Tapi kau harus sangat hati-hati dengan luka tusuknya. Kau mengerti?”
“baik dok!”

Jalan-jalan? Tuhan.. kenapa jantungku cepat sekali berdetak? Apa aku begitu bahagia akan jalan-jalan dengannya?

“rara” panggilku
“iya.. ada apa oppa?” jawabnya sambil tersenyum
“tidak apa-apa kan aku panggil oppa?” tanyanya polos
“tidak apa-apa.. panggil aku oppa saja.. joongwoon oppa” jawabku. Tak tahu kenapa aku merasa dekat sekali dengannya. Makanya aku memintanya memanggilku joongwoon yang biasanya hanya anggota keluargaku yang memanggilku begitu.
“kata dokter, kakimu tidak apa-apa. kau selama seminggu hanya di ranjang. Jadi kakimu membutuhkan sedikit jalan-jalan. Bagaimana kalau kita jalan-jalan?”

Ara’s pov

APA?? JALAN_JALAN?? BERSAMA JOONGWOON OPPA?? Tentu saja aku mau
“iya.. baiklah.. aku bersiap dulu ya..” jawabku dengan tersenyum
Diapun juga tersenyum mendengarnya. Tuhan… betapa senangnya aku… ^.^

“rara, mian kalau aku baru bias menjengukmu hari ini” seru joongwoon oppa membuka percakapan
“oo.. tidak ap-apa. aku mengerti. Pasti oppa sibuk dengan pekerjaan oppa
gomawo karena kau mau mengerti”
“iya oppa
“rara, kau ingin kemana?” tanya joongwoon oppa sambil menyetir
“mmm… bagaimana kalau  ke sungai Han.”
“ok! Kita ke sungai Han”

Di sungai Han

“indahnya” ucapku sambil merentangakn kedua tanganku dan menghirup udara yang sangat bersih dan segar.
“iya… indah” jawab jongwoon oppa sambil tersenyum dan melihat ke arahku
oppa, kapan ya air mancurnya muncul?”
“biasanya sih malam. Kenapa? Kau ingin melihatnya?’
“ingin, tapi itu pasti sulit. Akukan masih harus di rawat”
“rara, kau tidak lapar? Kita makan yuk!” ajak joongwoon oppa sambil memegang tanganku. Aku hanya bias diam dan tertegun.
“ah mian. Aku reflek” ucap joongwoon oppa sambil melepas tanganku
“ah iya… tidak apa-apa.” balasku sambil senyum-senyum gak jelas

rara, kau bodoh sekali. Kenapa harus sekaget itu coba??

“bagaimana? Enak tidak?” tanya joongwoon oppa
“iya, enak sekali” jawabku sambil menyuap makanan ke mulutku. Tiba-tiba perutku sakit. Aku baru ingat kalau aku tidak boleh makan makanan yang menggandung pedas sedikitpun. Tapi aku harus menahannya. aku harus terlihat sehat di depannya.
“abis ini kau ingin kemana?”
mollayo, Tapi aku ingin melihat-lihat barang untuk oleh-oleh”
“baiklah kalu begitu. Nanti aku antar.”

Setelah makan, aku dan oppa berjalan-jalan melihat-lihat barang. Lalu aku melihat kalung hati yang bersayap
“ada apa? kau ingin kalung itu?”
“ingin tapi tidak mungkin. Untuk pelajar sepertiku mana mungkin membeli barang mahal itu. Sudahlah lupakan saja!”
“ooo… baiklah..” jawab joongwoon oppa sambil melihat ke arah nama toko itu

   @#$%^&*

Sudah 2 minggu aku di rumahsakit dan hari ini waktunya aku keluar dari rumah sakit. Ah, bahagianya… akhirnya keluar juga dari rumahsakit, walaupun luka tusukku yang berada di perut bagian bawah dekat dengan rahim belum sembuh benar tapi aku sangat bahagia dan yang membuatku sangat bahagia adalah sejak pertemuanku dengan joongwoon oppa, kami menjadi lebih dekat. Sejak hari itu, dia jadi lebih sering menjengukku. Tapi kebahagiaan itu gak akan lama, karena 5 hari lagi aku akan pulang ke Indonesia. Bye oppa!

5 hari di korea aku habiskan untuk berjalan-jalan bersama teman-temanku, bermain bersama para member suju dan jumpa pers. Jumpa pers? Iya jumpa pers untuk meluruskan insiden 2 minggu yang lalu. Aku agak takut, tapi senang juga. Karna aku jadi terkenal di negri orang. Hehehe..

   @#$%^&*

“gak kerasa ya besok kalian harus pulang” ucap kyuhyun oppa membuka percakapan
“iya ya gak kerasa. Padahal aku masih mau masak bareng sama amy” keluh ryeowook oppa.
“iya.. amy.. jangan pulang ya.. masakanmu lebih enak daripada masakan wookie dan hangeng” timpal shindong oppa sambil memohon kepada amy.
“apa kau bilang??!” tanya hanging oppa dan ryeowook oppa bersamaan sambil menjitak kepala shindong oppa
“sudah-sudah… nanti aku masakin deh… ok shindong oppa?” balas amy sambil tersenyum ke arah mereka bertiga

Besok aku dan temanku akan pulang ke Indonesia. Untuk melepas kami pulang, para member suju mengadakan pesta perpisahan di dorm mereka. tapi ini lebih pantas dibilang bermain. Teman-temanku pada sibuk semua. Amy, shindong, wookie (panggilan ryoewook) dan hangeng oppa sibuk di dapur. Keiko, eunhyuk, siwon, kibum, donghae, heechul oppa sibuk main drama-dramaan. Zora, kyuhyun, sungmin, leeteuk oppa sibuk bertanding main game. Joongwoon dan kangin oppa ada di kamar. Karena aku bingung mau ngapain, aku pergi ke balkon sambil mendengarka musik dari ipod zora.

Joongwoon’s pov

“kangin, bagaimana ini? Aku gugup sekali!” tanyaku sambil mondar-madir di kaca
“kau ini! Sudah sana cepat!” jawab kangin sambil mendorongku ke balkon
“rara” panggilku
“iya” jawab ara sambil melepas kedua headsetnya
“bagaimana kalau kita jalan-jalan?”
“baiklah.. lagipula aku juga bingung mau ngapain”

“kita ada di mana oppa? Dan kenapa aku harus memejamkan mataku?”
“sudah, jangan banyak tanya. pejamkan saja matamu. Nanti kalau aku bilang buka. Baru kau buka matamu”

Ara’s pov

“sekarang buka matamu” pinta joongwoon oppa
Aku membuka mataku dan apa yang aku lihat? Air mancur yang ingin aku lihat. Satu kata. INDAH. Ya sangat indah.
oppa goma….
Ucapanku tertahan. dia menciumku. Aku diam tak bergerak. TERKEJUT. Ya aku sangat terkejut. Saking terkejutnya, aku tak bias bergerak. Dia memelukku sehingga udara malam yang dingin berganti menjadi hangat. Mungkin saking eratnya dia memelukku, ada rasa sakit dari lukaku. Aku sangat lega karena dia akhirnya melepas ciuman dan pelukannya.
“rara, maukah kau menjadi kekasihku?” tanyanya sambil menatap dalam kedua mataku.
Jujur. Aku sangat bahagia. Aku tak menyangka pria yang sebelumnya hanya sebagai  idolaku tapi sekarang menyatakan cintanya padaku. Seketika aku teringat apa kata dokter dengan kondisiku.

-flashback-
“rara, saya harus mengatakan ini kepada kamu”
“apa dokter?”
“luka tusuk itu ternyata mengenai rahimmu, walaupun tidak lebar. Tapi jika kamu sudah dewasa dan ingin memiliki anak. Kemungkinan kecil kamu bias mengandung”
Seketika langit terasa runtuh dan menimpaku. Bayangkan, sesuatu yang sangat berharga bagi seorang wanita, sudah tidak bias aku pergunakan sebelum saatnya. Aku tak tahu harus bilang bagaimana ke kedua orangtuaku. Sudah cukup aku berbohong tentang insiden penusukan ini kepada mereka. kenapa harus ada lagi?
“dokter, tolong ini di rahasiakan kepada siapapun. Sahabat saya dan dari pihak super junior. Mm.. termasuk orang tua saya.. biar saya saja yang mengatakannya.”
“baik, bila itu yang kamu mau. Tapi tenang saja ara. Rahimmu bias kembali normal asalkan kamu mau ikut terapi. Walaupun presentasinya hanya 20% tapi kamu coba dulu saja. Ok!”
“baik dokter”
-flashend-

“apa yang membuat oppa menyukaiku?”
“apa aku harus mempunyai alasan untuk bias mencintaimu?” tanya joongwoon oppa balik.

Aku yang mendengarkan hanya bias tertunduk dan menangis

“kenapa kau menangis? Apa ada yang salah?” tanya joongwoon oppa sambil memegang kedua bahuku. Aku tahu dia sangat khawatir.
ani
“lalu kenapa kau menangis?”
gomawo.. tapi itu tidak mungkin”
“tidak mungkin apa?”
“tidak mungkin kita bersama”
“maksudmu?” tanya joongwoon oppa sambil meleaskan tangannya dari bahuku. Aku tahu. Bahkan sangat tahu kalau dia sangat kecewa
“apa karena umur kita yang terpaut 10 tahun? Apa karena para ELF?”
“bukan. Bukan itu semua. Ada satu alasan yang bias membuatku menerima oppa, tetapi aku juga mempunyai alasan yang kuat yang membuatku menolak oppa. Mian…

   @#$%^&*

“tante terima kasih untuk tumpangannya selama ini” ucap amy
“iya tante, makasih loh!” timpal keiko
“iya, sama-sama.. salam ya.. buat orang tua kalian” balas tante mira
onnie, makasih udah nemenin kita jalan-jalan” ucap zora
“iya.. sama-sama..  malah aku seneng jadi ada yang nemenin aku tuk liburan kali ini” jawab Naomi onnie
“amy, hati-hati ya… kapan-kapan kesini lagi ya… aku bakal tunggu kamu masak buat aku lagi” ucap shindong oppa
“iya.. amy.. kami tunggu kamu untuk tanding masak lagi” timpal wookie dan hangeng oppa berbarengan.
“iya… kapan-kapan ya..” balas amy sambil tersenyum
“zora... dadah.. hati-hati ya.. jangan lupain kami ok!” ucap leeteuk oppa
“iya.. kapan-kapan kita tanding game lagi ok!” timpal kyuhyun oppa
“jangan mau! Ntar kamu dicurangin lagi!” ucap sungmin oppa sambil tertawa dan di jitak oleh kyuhyun oppa
“iya iya, kita liat aja besok” balas zora sambil tersenyum. Akhirnya tu anak senyum juga.
“keiko… lain kali kau jadi permaisuriku saja, jangan jadi permaisuri siwon hyung” ucap kibum oppa
“jangan! Kau jadi permaisuri saja!” tambah eunhyuk oppa
“tidak! Kau harus bersamaku!” timpal heechul oppa
“sudah-sudah.. kalian jangan begitu.. kalian tidak lihat apa wajah keiko sudah merah seperti kepiting rebus?” tambah siwon oppa sambil tertawa disusul dengan kibum, eunhyuk, dan heechul oppa.
“ah.. iya apa? aku jadi malu..” balas keiko sambil tersipu malu
“donghae oppa, ini ada hadiah untukmu. Aku harap kau menyukainya. Bukanya di dorm aja ya..” ucapku sambil menyerahkan hadiah berupa baju dan celana. Hadiah ini untuk mengganti baju dan celana donghae oppa yang kotor karena darahku.
“ah, tak usah repot-repot. Seharusnya aku yang memberimu hadiah. Karena kau telah menyelamatkan nyawaku. Aku berhutang nyawa padamu rara” balas donghae oppa sambil tersenyum

Aku bingung. Apa aku harus bertemu joongwoon oppa? Jujur. Aku canggung karena kejadian semalam. Tapi aku harus menyerahkan hadiah ini.

oppa, aku akan pulang. Terimakasih karena oppa sudah menjagaku. Ini ada hadiah untuk oppa. Aku harap oppa menyukainya.” Ucapku sambil menyerahkan hadiah
“ah sama-sama. Ini aku juga ada hadiah untukmu. Aku harap kau menyukainya.” Jawabnya sambil menyerahkan sebuah kotak berwarna merah muda dan tersenyum ke arahku. Senyuman yang sangat lembut. Senyuman yang sangat tulus. Senyuman bahagia. Tidak terlihat sama sekali bahwa aku pernah mengecewakannya. Oppa.. mianhae..

20 menit lagi pesawat kami akan take off. Kami berpamitan dan masuk ke pesawat. Pesawatpun terbang membawa kami pulang.

@#$%^&*

rara’s pov
Apa ya isi kotak ini? Aku terus menebak-nebak. Karena penasaran, akhirnya ku buka kotak itu. Aku menangis ketika melihat isi kotak itu. Kalung hati bersayap yang aku lihat ketika berjalan dengan joongwoon oppa. Oppa.. gomawo.. ku harap oppa sudah membaca suratku.

Joongwoon’s pov
Aku membuka hadiah yang dia berikan padaku. Sebuah jam tangan dan ada suratnya.

 Bagaimana hadiahnya? Aku harap, oppa menyukainya. Ini bukanlah barang yang mahal, tapi semoga berguna untuk oppa. Oppa.. melalui surat ini aku akan menjelaskan semuanya.

Aku tidak bias menerima oppa bukan karena perbedaan umur kita yang jauh, bukan juga karena ELF. Bukan karena itu semua.

Aku hanya takut, oppa tidak akan bahagia bila bersamaku. Aku mengerti, malam itu oppa memintaku menjadi kekasih oppa. Tapi aku takut, takut sekali suatu hari nanti oppa akan mengajakku menikah dan aku tidak bias membahagiakan oppa.

Kata dokter, rahimku terluka karena kejadian itu. Jadi aku tidak bias menggunakan rahimku. Oppa adalah orang pertama yang tahu akan hal ini. Semoga oppa mengerti. 

Tapi aku juga mempunyai satu alasan aku bias menerima oppa.
Aku juga mencintai oppa.. aku mencintai kim joongwoon.

Oppa.. gomawo.. ^_^


rara… kenapa kau harus takut? Aku akan menerimamu apa adanya… rara…

Malam itu aku hanya bias menangis sambil menggenggam erat jam tangan yang di berikan olehnya dan memeluk suratnya.

To be continued..

Note : kata yang bergaris miring romaji dari bahasa korea





Tidak ada komentar:

Posting Komentar