Jumat, 29 Oktober 2010

postpened heppining part 2

“amy…!!” teriakku pada sahabatku seraya memelukknya
“raraaaaa..” balasnya tak kalah heboh
“kangen!!!” ujarku mempererat pelukanku
nado..” katanya
“ayo, masuk. Aku antar kamu ke apartemenku” ucapku sembari membantu membawa tas kopernya ke bagasi mobilku
“apartemen? Aku kira kamu tinggal bersama kakekmu” kata amy
“awalnya sih begitu.. tapi dipikir-pikir kurang enak aja. Aku kan sering pulang malem, gara-gara ngurusin tugas” jelasku panjang lebar.

Setelah memasukkan koper amy kedalam maobil, kutancapkan gas dan segera menuju apartemenku.

“ini bukannya daerah dorm suju?” tanya amy memperhatikan jalan
“ya, kau benar”
“jadi kamu sering ketemu sama dia dong!” kata amy menebak
aniyo, sejak aku tinggal disini.. aku jarang bertemu”
“tapi kamu masih kontek-kontekan sama dia kan?” tanya amy
“ah itu dia apartemenku.. sebentar lagi kita sampai.. siap-siap ya.. disana sudah ada key dan zora..” jawabku mengalihkan pembicaraan. Amy yang menyadarinya lebih memilih diam.

 Di apartemen rara..

“amyyyyyy…..!!” teriak keiko sambil setengah berlari menghampiri amy
“key, kangen deh ma teriakkan kamu” ujar amy membalas pelukannya
“welcome..” ujar zora singkat sambil memeluk amy
“kamu masih sama.. dingin..” ujar amy tersenyum
“es kali dingin” balas zora
“sudah-sudah.. ayo amy duduk dulu..” ujarku mempersilahkan sahabatku, amy duduk.

“setelah 3 tahun tidak ketemu.. akhirnya ketemu juga..” ujarku membuka percakapan
”ya, rara benar. Aku kangen kalian..” ucap zora
“yap! Apa lagi sama aku kan?” tanya keiko dengan pedenya
“iya, di Amerika tidak ada mahasiswa yang secerewet kamu” jawab zora
“enak aja! Aku itu bukan cerewet, tapi kritis!” seru keiko membela diri
“my, ngomong dong. Jangan diam aja..” kataku
“aku harus ngomong apa? semua sudah kalian ucapkan tadi..” jawab amy sambil menahan tangis
“jangan nangis..” seru keiko yang langsung menghampiri amy dan menyodorkannya sehelai tisu.
“aku.. aku cuma seneng.. seneng banget.. akhirnya kita berkumpul berempat lagi..” jelas amy seraya mengusap air matanya dengan tisu pemberian keiko
“sudah-sudah..” seru zora memeluk amy
“iya, jangan nangis lagi ok!” timpalku
“iya.. yang penting kitakan sudah berkumpul lagi..” lanjut keiko sembari berusaha memelukku dan dua sahabatku. Kamipun berpelukan dalam waktu yang cukup lama. Bayangkan 3 tahun setelah kelulusan SMA kami tidak pernah bertemu lagi..

                                              **************************

Sudah 2 hari amy, kei dan zora berlibur di Korea. Selama itu, kami berkeliling Korea dengan mobilku. Kami pergi ke Insadong, Dongdaeum dan kesalah satu tempat favoritku, sungai Han.

“gays! Mumpung lagi musim semi.. kita ke Jepang yuk!” ajak keiko tiba-tiba
“Jepang? Mau ngapain ke Jepang? Korea juga bagus..” ujar amy bingung
“iii.. amy gimana sih? Di Jepang itu ada bunga sakura. Aku ingin lihat..” jawab keiko
“bunga sakura? Jepang? Boleh juga..” sahut zora seraya memainkan laptop kesayangannya.
“tuh kan! Zora aja mau ikut. Amy sama rara ikut ya.. masalah biaya aku yang tanggung deh.. ya ya?” pinta keiko memelas
“aku sih oke-oke aja.. Korea dan Jepang kan dekat..” jawabku santai
“mm.. gimana ya??” ujar amy berpikir
“amy.. ikuuuuttt.. “ pinta keiko manja
“iya deh.. tapi jangan besok.. aku mau ke tante mira dulu..” ucap amy
“ok! Berarti besok lusa kita berangkat!” seru keiko senang

                                             *************************

“gimana? Semua sudah siap?” tanya amy memastikan
“sudah dong! Keiko gitu!” jawab keiko senang
“kalau kamu ra? Sudah rapih semunya?” tanya amy padaku
“sedikit lagi selesai” jawabku seraya memasukkan beberapa helai baju kedalam koper
“eh semuanya dengar baik-baik ya..” ujar zora tiba-tiba
“katanya kyuhyun oppa, besok super junior juga mau ke Jepang” lanjut zora

Apa?? suju ke Jepang?? Pasti ada dia.. gimana ini??

“hah?! Tau dari mana?” tanya keiko seraya menghampiri zora
“ini.. aku sedang chat dengannya..” jawab zora
“iii.. curang! Mauuuuuuuu….” Ujar keiko iri
“kamu masih kontek-kontekan sama suju?” tanya amy
“tidak semuanya.. Cuma kyu dan teukie oppa” jelas zora
“aku juga masih kok! Tapi Cuma sama siwon dan heechul oppa” timpal keiko
“kalau kamu ra?” tanya amy padaku
“aku.. aku ke kamar mandi dulu ya..” jawabku pergi

Gimana ini?? Aku pasti akan bertemu dengannya.. ya tuhan.. kenapa harus sekarang? Aku kan belum siap..

“pasti kau memikirkannya kan?” tanya amy mengejutkanku
“hah?! Mikirkan siapa?” tanyaku sok tidak tahu
“jangan pura-pura bodoh.. sudah pasti yesung oppa..” ujar amy. Mendengar namanya akupun terduduk dibangku balkon.
“sebenarnya ada apa sih diantara kalian?” tanya amy pensaran

Akupun menjelaskan semuanya. Sejak kejadian 3 tahun yang lalu, ada perasaan menyesal karena aku telah membohongi perasaanku sendiri. aku menolak cintanya padahal aku juga mencintainya. Tapi pada saat itu aku berpikir bahwa aku tidak boleh egois. Aku tidak boleh membuatnya terbebani karena diriku.

Tapi setelah aku tahu yang sebenarnya, aku merasa menjadi orang terbodoh. Bodoh karena baru manyadari bahwa semuanya hanya sebuah kesalahan, semuanya hanya sebuah kekeliruan. Aku dan dia tertipu.

“terus apa dia sudah tahu?” tanya amy
“belum”
“kenapa? Kalian masih kontek-kontekan kan? Kenapa dia masih belum tahu?”
“aku.. aku tidak memiliki waktu untuk memberitahunya..”
“hah?! Kok bisa? Kalian kan satu tempat?” tanya amy tidak percaya
“memang kami satu tempat.. aku juga bersekolah di universitasnya.. tapi.. tapi dia terlalu sibuk.. sejak dia menerima tawaran menjadi host di sebuah acara musik, kami jadi jarang bertemu bahkan untuk smsan atau teleponan” jelasku panjang lebar
“sabar ya.. nanti kau juga akan bertemu dengannya di Jepang” ujar amy mengusap punggungku.

Ya.. besok aku dan ketiga sahabatku akan bertolak ke Jepang dan kemungkinan besar aku akan bertemu dengannya, joongwoon oppa..

                                                     **********************

Joongwoon’s pov
“asik! Besok ada amy!” seru wookie girang
“amy? Maksudmu amy cerelia? yang pintar masak itu?” tanya hangeng hyung
“dia mau datang kemari? Tapi kitakan mau ke Jepang..” lanjut hangeng hyung
ani.. amy dan dan sahabatnya akan pergi ke jepang juga” jawab wookie
“sahabat? Berarti ada keiko dong?” seru kibum
molla.. tanya saja kyunnie.. aku juga dapat kabar darinya” ujar wookie

“yesung! yesung!” panggil kangin
“ne, ada apa?” sahutku
“kata kyuhyun, besok rara akan ke Jepang juga” ujarnya
“HAH?? YANG BENAR??” ujarku terkejut
“ya.. jadi kupikir sudah saatnya!” kata kangin
“saatnya apa?” tanyaku bingung
PALI! Tentu saja menyatakan cintamu padanya” jawab kangin seraya memukul kepalaku cukup keras
“aduh! Sakit tahu!” ujarku kesakitan
“ah kau ini! Sudah ya.. aku ingin ke toilet.. mules!” katanya seraya buru-buru pergi

Benar juga kata kangin.. aku harus menyatakan dan menyakinkan dirinya bahwa ia akan bahagia bila bersamaku.. rara.. apapun jawabanmu kuharap kau menerimaku..

                                                      ************************

“akhirnya sampai juga..” seru amy seraya merebahkan tubuhnya ke salah satu ranjang dikamar hotel.
“ternyata capek juga terbang dari Korea ke Nagoya” lanjut zora meluruskan kedua kakinya
“betul banget! Tapi yang penting kita sudah sampai dengan selamat ya kan?” timpalku 

Setelah kurang lebih setengah jam kami berkeliling mencari hotel, akhirnya kami menemukannya juga. Benar apa zora, capek juga terbang dari Korea ke Nagoya yang memakan waktu kurang lebih 2 jam. Tapi kurasa capek itu akan segera sirna bila kita melihat bunga sakura yang bermekaran dan memang itu tujuan kami datang kesini.

“gays! Ada sms dari siwon oppa. Katanya dia dan yang lain juga sudah sampai di Jepang. Mereka juga mengajak kita makan siang besok” ujar key semangat
“oya aku baru ingat, tadi kyu oppa juga telpon aku. Katanya mereka juga ada di nagoya” tambah zora memberitahu

Hah?! Mereka sudah sampai?? Kenapa harus bersamaan?? Aduh bagaimana ini? Jantungku berdebar-debar tak karuan.. ya tuhan, help me!

“hah?! Kyu oppa?! Kok bisa..?” ucap key cemberut
“why? Ada yang salah?” tanya zora tak mengerti
“aku kan juga mauuu..” jawab key
“mau? Kau kira dia makanan?” tanya zora bercanda. Key yang mendengarnya hanya bisa memandang iri zora.
“key, kamu suka kyu oppa ya?” tanya amy mendadak
“hah?! No. I don’t like him” jawab key terkejut
“key, kami ini temanmu. Jawab yang jujur ok!” jelas amy lembut
“iya.. I like him..” seru key malu
“you like him?! Bukannya dulu kamu suka dengan donghae oppa?” tanya zora kaget
“itu kan dulu.. setelah aku lihat-lihat.. ternyata kyu oppa lebih tampan dari donghae oppa.. suaranya juga merdu.. ah.. kyu oppa..” jelas key memuji kyu oppa seraya menelungkupkan kedua tangannya dan memenjamkan kedua matanya. Seperti dia sangat menyukai kyu oppa.. keiko.. keiko..

“mm.. nanti besok kita jadi makan siang bersama mereka?” tanyaku ragu-ragu
“ya, sudah pasti.” Jawab zora
“besok siang?? Berarti ada kyu oppa?? Aduh aku harus pakai baju apa nih?? Amy, ayo bantu aku cepat!” pinta key sambil menarik tangan amy ke arah koper birunya. Zora yang melihat kelakuan key hanya tersenyum sembari menyalakan laptop ungu tuanya.

Joongwoon’s pov
“bagaimana? Kau sudah siap?” tanya kangin
molla.. kurasa aku belum siap” jawabku pasrah
PABO! kalau kau terus bilang kau belum siap, sampai kapanpun kau tidak akan pernah siap” kata kangin sedikit teriak
“habisnya mau diapakan lagi? Memang aku belum siap!” ujarku
“pokoknya kau harus bilang! Terserah mau kapan. Yang penting kau katakan sebelum dia pulang ke Korea. arassoe??” seru kangin
ne.. arassoe..” jawabku dengan suara pelan

Benar juga yang dikatakan kangin. Aku tidak akan pernah siap kalau aku terus begini. Ok! Aku akan mencoba.

                                           **************************

“stop kiri pak..” ujarku menggunakan bahasa Jepang kepada pak sopir taksi
“disini?” tanya key
ne, kata siwon oppa sih begitu” jawab zora
“sudah coba masuk saja, kalau salah tinggal keluar” jawab amy enteng
“arigato..(terima kasih)” kataku menyerahkan ongkos taksi
“ayo masuk” ucapku seraya berjalan paling depan

Kamipun masuk ke sebuah restoran makanan Jepang yang tak terlalu ramai. Ketika kami sudah mendekati pintu masuk, tiba-tiba kakiku berhenti.

“ada apa? kok berhenti?” tanya key bingung
“ah.. tidak ada apa-apa.. kau.. kau duluan saja” jawabku. Key pun berjalan masuk duluan disusul zora.
“tak perlu cemas atau khawatir. Kuyakin semua akan baik-baik saja..” seru amy merangkulku. Setelah menarik napas dalam-dalam, aku dan amy masuk kedalam restoran,

Annyong!” sapa keiko semangat
“kau.. keiko??” tanya heechul oppa terkejut
“yap! Ada yang salah?” tanya key
aniyo.. kau.. kau tidak berubah..” seru kibum oppa
“kau tambah cantik” ujar eunhyuk oppa memuji key
gomawo..” balas key tersenyum malu
annyong kyu oppa..” sapa key terseyum
“………..” tak ada jawaban dari kyu oppa
“heh kyu! Kenapa tak jawab?” seru siwon oppa seraya menyenggol lengan kyu oppa
“ah.. ne.. annyong” jawab kyu oppa tersenyum. Ternyata dari tadi kyu oppa melamun melihat penampilan key.

“hai semua apa kabar?” sapa zora seraya memperlihatkan sisi coolnya sebagai seorang wanita
“stay cool” balas teukie oppa menghampiri zora
“senyum, ok!” timpal sungmin oppa dari arah belakang. Zora pun tersenyum.
“kok kalian saja? Amy mana?” tanya wookie oppa
“ada yang memanggilku?” sapa amy
“ammmyyyy!!!!” teriak shindong oppa tiba-tiba yang hendak memeluk amy
“eit! Tidak boleh! Ingat, kau sudah ada nari” cegah hangeng oppa
“oh iya! Aku lupa! Hehehe..” ujar shindong oppa tersenyum sembari menggaruk-garuk kepalanya

“hei donghae! Kenapa kau melamun?” tanya zhaomi oppa . Tak ada jawaban darinya
“oh ya.. perkenalkan ini zhaomi dan ini henry..” jelas kangin oppa seraya memperkenalkan kedua temannya
annyong!” sapa mereka berdua serempak
annyong!” sahut kami tak kalah serempak
“ini rara kan? Annyong!” sapa teukie oppa
annyong!” balasku.

Kamipun bernostalgia bersama. Mengingat-ingat kejadian 3 tahun yang lalu dimana aku menyelamatkan donghae oppa dari pelaku penusukan itu. Selama kami bercerita, tak ada satu katapun yang keluar dari mulut joongwoon oppa. Mungkin ia sama sepertiku yang sama-sama gugup.

“sekarang kau sekolah dimana?” tanya siwon oppa kepada key
“aku? Aku sekolah di Australia. Aku ambil jurusan seni tari”
“kalau kau zora?” tanya kyuhyun oppa
“aku di Amerika, jurusan IT” jawab zora tenang

Amy’s pov
“amy sekolah dimana?” tanya wookie oppa
“aku.. aku di Paris. Ambil fashion” jawabku tak tenang. Bagaimana bisa tenang? Sedari tadi aku selalu merasa kalau donghae oppa melihatku. Akukan jadi risih dan tidak tenang. Aku juga jadi merasa selalu salah bila ingin mengambil makanan.

Donghae’s pov
Kenapa aku tidak bisa mengalihkan pandanganku ya? Kenapa mataku terasa tenang bila memandangnya? Amy.. kenapa kau bisa membuatku seperti ini?

                                            **************************

Kurang lebih 3 jam kami berada direstoran tersebut. Selama itupun aku dan joongwoon oppa tidak berbincang-bincang atau menyapa. Jujur, aku gugup sekali.
Tiba-tiba aku merasa sesak dibagian dadaku. Ini hal yang wajar bila aku sedang berkumpul bersama-sama seperti ini.

“aku keluar dulu” ujarku seraya memegang ulu hatiku yang terasa sesak dan pergi menuju balkon. Setelah sampai dibalkon, akupun menghirup udara kota Nagoya yang sangat berbeda dengan udara Jakarta.
“mau minum teh hangat?” ujar seorang lelaki disampingku sembari menyodorkan segelas teh hijau hangat.
goma.. oppa?” tanyaku terkejut menyadari pria itu adalah joongwoon oppa
mian, tadi aku tidak menyapamu atau berbicara denganmu” serunya meminta maaf
ani, gwenchana..” ujarku seraya menyeruput teh hijau pemberian darinya
“tadi kenapa dengan dadamu? Sepertinya kau sesak? Kau sakit?” tanyanya khawatir
gwenchana.. ini sudah biasa..” jawabku tersenyum
“ kau berbohong! Lebih baik kita keluar mencari obat, ok!” katanya sembari masuk ke dalam restoran. Akupun mengikuti langkahnya.

“mm.. hyung, aku dan rara izin keluar sebentar” serunya kepada teukie oppa meminta izin.
“mm.. bagaimana ya??” jawab teukie oppa berpikir.
“kami hanya ingin membeli obat” jelas joongwoon oppa
“sudahlah hyung.. izinkan saja” ujar henry oppa
“ok! Kalian boleh pergi” ucap teukie oppa memberi izin
gomawo..” katanya seraya berjalan menuju pintu keluar restoran disusul dengan diriku.
“YANG LAMA YA..” teriak kangin oppa

                                       ****************************

Joongwoon’s pov
“bagaimana? Sudah baikan?” tanyaku
ne..” jawabnya singkat yang terduduk dikursi taman.
“mumpung kita sedang diluar, kita jalan-jalan yuk!” ajakku. Tanpa piker panjang, ia pun menyetujui ajakanku.

Rara’s pov
“kau masih suka dengan warna hitam dan pink kan?” tanyanya tersenyum
“iya, aku masih suka” jawabku
“kalau begitu aku akan mengajakku ke tempat yang pasti kau suka” ujarnya seraya memegang tanganku dan menariknya.  Bedanya untuk kali ini aku tidak terkejut seperti 3 tahun yang lalu. Malah aku merasa nyaman bila dia menggenggam tanganku dan berharap dia tak pernah melepasannya.

“indah bukan?” tanyanya ketika kami memasuki sebuah toko yang menjual berbagai barang yang berwarna hitam dan merah muda.
“cantik” jawabku smbari berjalan mengelilingi toko tersebut. Benar apa kata joongwoon oppa, aku pasti akan suka dengan tempat ini dan terbukti sekarng. Aku serasa berada diduniaku, rara’s world. Aku terus berkeliling sampai akhirnya aku menemukan makanan favoritku, lollipop yang berbentuk hati yang bersayap.
“kau ingin ini?” tanya oppa yang ternyata mengikutiku dari tadi. Belum sempat ku menjawab, dia mengambil lollipop itu dan membawanya ke kasir.

“ini untukmu” katanya tersenyum dan menyerahkan lollipop itu.
gomawo..” ujarku menerimanya dan memasukkan lollipop itu kedalam tas selempangku.
“kenapa tidak dimakan?” tanyanya heran
“nanti saja dihotel” jawabku tersenyum. kamipun lalu berjalan berdua sambil melihat-lihat bunga sakura yang bermekaran dengan indahnya.

Apa aku harus katakan sekarang ya? Ya! Aku harus katakan sekarang!

oppa, aku.. oppa??” panggilku yang menyadari joongwoon oppa sudah tidak berada disampingku. Dimana dia?
“rara!” panggil oppa dari arah belakang. Akupun membalikkan badanku. Aku terkejut melihatnya berjalan mneghampiriku dengan menggendong seorang anak perempuan.
oppa, ini anak siapa?” tanyaku heran
molla, aku menemukannya disekitar sini sambil menangis. Kurasa dia terpisah dengan ibunya” jelasnya sembari menurunkan anak kecil itu dari gendongannya.
“anak manis, siapa namamu?” tanyaku menggunakan bahasa Jepang
“yuri-desu” jawabnya menunduk ketakukan
“jangan takut.. kau ingin permen?” tawarku mengingat lollipop pemberian joongwoon oppa.
shiro! Itu kan dariku.. lebih baik kita beli permen yang lain saja..” ujarnya sambil menggendong yuri dan membawanya pergi.

Dasar oppa! Masa dengan anak kecil pelit? Tapi kenapa aku senang  dia begitu terhadapku?  Apa jangan-jangan perasaanku padanya makin menjadi-jadi? Ah tidak! Sebelum itu terjadi aku harus ceritakan semuanya padanya!

Joongwoon’s pov
“masuklah! Aku tunggu diluar” perintahku pada rara. Rara dan anak kecil yang kutahu bernama yuri segera masuk  ke sebuah toko. Mereka berdua terlihat sangat akrab, padahal baru 20 menit yang lalu mereka bertemu. Huft! Dasar wanita, mudah sekali dekat!

“kau beruntung ya!” seru seorang ibu paruh baya disebelahku denngan logat Jepangnya yang kental
“hah?! Gomen..(maaf)” ujarku tak mengerti
“melihatmu bersama mereka, seperti melihatku dengan keluarku dulu” lanjut ibu tersebut. Tapi tetap saja aku tidak mengerti.
“maaf bibi, saya tidak mengerti” ujarku mencoba mencari jawaban dari kata-katanya
“kau memiliki seorang istri yang cantik dan seorang putri yang manis” jelas bibi tersebut.

Hah?! Jadi dia kira aku dan rara sudah menikah?? Bagaimana mungkin??

“jagalah mereka dan kudoakan agar kau menjadi keluarga yang bahagia” kata ibu itu sebelumnya akhirnya dia pergi melanjutkan perjalanannya.
oppa, kau kenal dengan bibi tadi?” tanya rara tiba-tiba sambil menjilat ice cream vanilanya dan menenteng tangan yuri
“hah?? Kau mengagetkanku saja! Aniyo, aku tidak mengenalnya” jawabku yang terkejut
“oohh! Oppa, lebih baik sekarang kita ke kantor polisi. Kita laporkan keadaan yuri. Siapa tahu nanti ibunya datang kesana” ajak rara
ne, ayo yuri” kataku sembari menggendongnya. Sepanjang perjalan, kami bertiga terus diperhatikan oleh orang-orang yang berada dijalan. Bukan karena aku yang seorang artis, karena tak mungkin mereka mengenaliku, akukan sudah memakai kacamata dan topi FBI ku. Aku rasa mereka melihat kami karena kami seperti sebuah keluarga kecil yang bahagia.

Rara’spov
“enakkan?” tanyaku pada yuri. Yuripun menjawabnya dengan menganggukkan kepala mungilnya.
oppa, kau ingin?” tanyaku pada joongwoon oppa seraya menyodorkan ice cream vanilaku.
ani, kau makan saja” jawabnya singkat. Mendengar jawabannya, yuri segera menghampiri oppa dan menyodorkan lolipop berbentuk beruang.
“sudah makan saja. Jarang-jarang loh anak kecil seperti yuri. Biasanya mereka memberikan makannanya pada orang yang mereka sukai” jelasku. Joongwoon oppa pun menjilat lollipop yuri. Terlihat perasaan senang dari mata yuri.

Kurang lebih 30 menit kami menunggu, datanglah seorang ibu yang mengaku kehilangan seorang anak kecil. Dan betapa senangnya aku menegetahui bahwa anak kecil itu adalah yuri. Setelah yuri bertemu dengan ibuya, merekapun pulang. Sedangkan aku? Aku pulang ke hotel tempat kumenginap sebelum akhirnya aku diantar oleh joongwoon oppa.

                                                    ********************

“cieee.. ada yang sedang falling in love nih” seru amy
“siapa?” tanyaku tak mengerti
“siapa lagi kalau bukan nyonya cerewet” jawab zora
“keiko?” tanyaku memastikan
“yap! You right!” sahut zora
“seneng banget! Dapat sms dari kyu oppa ya?” tanyaku pada key
ne, sejak hari kita makan siang bersama. Aku dan kyu oppa menjadi sering smsan dan telepon” jawab key senang.
“itu kan 4 hari yang lalu?” ujar zora
“iya..” jawab key singkat
“berarti sudah lama dong! Kalian sudah jadian ya?” tanya amy tiba-tiba
“hah?! Tidak kok!” jawab key menyangkal

4 hari?? Ya, ini sudah 4 hari setelah aku bertemu joongwoon oppa. Sekarang dia dan suju sedang sibuk melakukan pemotretan. Mereka sangat sibuk sampai-sampai aku tidak tahu kapan aku bisa menceritakan yang sebenarnya padanya.. ya tuhan.. tolong aku..

“dari pada kita berdiam diri dihotel. Bagaimana kita belanja ke supermarket? Aku ingin membeli shampoo” usul zora
“ok juga tuh! Aku juga ingin beli kapas wajah” sambung amy
“baik, kita ke supermarket” sahutku mengiyakan ajakan zora

Kamipun memutuskan pergi berbelanja ke sebuah supermarket di sekitar hotel tempat kami menginap. Kurang lebih 3 jam kami berkeliling supermarket sampai akhirnya kami kembali ke kamar hotel.

“key, kau beli balon ya?” tanya zora seraya menunjukkan 2 bungkus balon warna-warni yang belum ditiup.
“bukan. Aku tidak beli balon” jawab key
“kalau begitu ini balon siapa?” tanya zora bingung
“mungkin tidak sengaja masuk ke dalam kantong belanjaan kita” jawab amy santai
“lalu balon ini mau diapakan? Banyak sekali loh!” seru zora
“ah! Aku ada ide!” ujarku penuh semangat

Joongwoon’s pov
“bagaimana? Kau sudah siap?” tanya kangin mendadak
“ya, aku sudah siap! Aku tidak peduli dia akan menerimaku atau kembali menolakku. Tapi yang penting aku akan berusaha” jawabku tegas
“lalu kau ingin melakukannya kapan?” tanya kangin kembali
molla.. tapi yang pasti aku akan melakukannya bila ada waktu dan kuharap itu tidak lama lagi” jawabku seraya menatap sebuah benda yang berkilau karena terkena sinar mentari. Sebuah benda yang dapat membuat seorang wanita terharu bahkan menangis karena bahagia.

                                                *************************

“benar ini akan berhasil?” tanya zora ragu-ragu
“tenang saja. Aku sangat yakin ini akan berhasil” ujarku semangat
“balon! Balon! Ayo siapa yang mau balon! Gratis!” teriakku pada sekelompok anak taman kanak-kanak. Tanpa piker panjang, anak-anak itu langsung menghampiriku dan berebutan mengambil balon yang kubagikan secara cuma-cuma.
“bagaimana? Berhasilkan?” ujarku pada ketiga sahabatku. Mereka tersenyum dan membantuku membagikan balon kepada anak-anak yang lewat di sekitar kami.

Hari ini aku dan sahabatku sedang berada di taman Meijo dekat dengan istana Nagoya. Hari ini adalah hari yang dinantikan oleh semua orang termasik kami terutama key karena sekarang waktunya bunga sakura bermekaran dengan indahnya.



“Ternyata idemu bagus juga ya..” puji zora yang sibuk menggambil fotoku, amy dan key yang sibuk membagikan balon gratis kepada para anak kecil yang kebetulan lewat.
“ra, aku beli roll film dulu ya..” lanjut zora seraya pergi menuju toko percetakan foto
“ok! Cepat ya..” balasku singkat. Sedang asyik-asyiknya membagikan balon, tiba-tiba handphone amy berdering.

Amy’s pov
“halo?” sapaku
“………”
“halo? Ini siapa?” tanyaku sekali lagi
“….. ini.. ini donghae” jawab pria yang meneleponku
“donghae? Donghae mana ya?” tanyaku mengingat barang tahu aku mempunyai kenalan bernama donghae
“aku.. aku lee donghae.. super junior..” jawabnya
“oohh.. oppa, waeyo?” tanyaku lembut
“mm.. sekarang kau dan yang lain sedang dimana?”
“kami sedang di taman Meijo. Memangnya ada apa?” ujarku heran
“taman Meijo dekat istana??” tanyanya tak percaya
“iya.. ada apa?” jawabku
“aku dan yang lain ada di istana. Kami sedang syuting” jelasnya
“hemm.. kalau begitu aku dan yang lain akan kesana, boleh?” tanyaku hati-hati
“tentu saja! Kalian tentu saja boleh datang!” jawabnya bersemangat
gomawo.. tunggu aku ya..” kataku sebelum menutup ponselku

“Ra! Key!” panggilku
“ya, ada apa?” sahut rara
“tadi hae oppa meneleponku. Katanya dia dan suju sedang berada di istana. Aku ingin kesana bertemu dengan mereka. kalian ingin ikut?” tanyaku seraya memasukkan ponselku kedalam tas jinjing hijau mudaku.
“hae oppa? Donghae? Dia ada disini? Berarti ada kyu oppa? Aku ikut! Ra, kamu ikut?” serbu keiko bertanya pada rara
“kalian duluan saja. Aku masih ingin membagikan balonnya, balonnya masih banyak” jawabnya
“kalau begitu kami pergi dulu ya..” ucapku pada rara. Rara pun tersenyum dan kembali sibuk dengan beberapa anak kecil yang berebutan mengantri.

Sebentar, kenapa aku ingin menemui dia? Kenapa aku ingin melihat wajahnya? Apa jangan-jangan.. ah! Tidak mungkin! Masa aku jatuh cinta dengan hae oppa? Ngaco ah!

“loh kok hanya kalian berdua saja? Rara dan zora mana?” tanya siwon oppa setibaku dan key di dalam istana
“zora sedang membeli roll film, sedangkan rara sedang di taman Meijo” jawab keiko. Mendengar jawaban keiko, tiba-tiba yesung oppa pergi dengan sedikit terburu-buru dan kulihat dia berlari dengan menggenggam sesuatu ditangan kanannya. Kurasa dia ingin menemui rara.

                                              ************************

“bibi aku mau balon” ujar seorang anak kecil sembari menarik-narik rokku
“ok! Kau ingin yang warna apa?” tanyaku pada gadis kecil tersebut
“aku ingin warna merah muda” jawabnya. Mendengar jawabannya kuambilkan balon yang dia inginkan. Ketika kulihat wajah gadis kecil itu, aku baru sadar ternyata gadis itu adalah yuri.
“oh! Yuri, apa kabar?” sapaku padanya
“baik” jawabnya sambil tersenyum manis
“ini balon untukmu” ujarku seraya menyerahkan balonnya. Setelah dia menerima balonku, dia pun pergi menuju ibunya. Seandainya ada joongwoon oppa, mungkin kami bisa berkumpul seperti waktu itu..

Aku pun berbalik hendak menghitung balon yang tersisa. Ketika aku membalikkan badanku, ternyata ada seseorang yang berdiri dibelakangku sembari menutupi wajahnya dengan balon berwarna merah muda berbentuk hati.
“maaf, anda siapa ya?” tanyaku padanya. Tanpa menjawab pertanyaanku, ia pun menyingkirkan balon yang menutupi wajahnya.
oppa?? Waeyo??” tanyaku bingung. Sama seperti tadi, dia tidak menjawab.
oppa, ada apa?” tanyaku ulang. Diapun kembali tak menjawab pertanyaanku. Dia malah menyodorkanku balon hati itu. Ketika kulihat lebih jelas, ternyata diujung tali balon itu sudah terikat sebuah CINCIN??

oppa, ada apa ini?? Apa maksudmu?? Aku tidak mengerti..” ujarku meminta penjelasan
“rara, mungkin bagimu ini terlalu cepat. Tapi asal kau tahu, aku sudah mempersiapkan diriku selama 3 tahun ini” jawabnya seraya mendekatiku dan menggenggam kedua tanganku.
“aku akan selalu berada disampingmu dan aku akan melengkapi semua kekuranganmu” lanjutnya tersenyum tulus
oppa..” kataku pelan tak menyangka
“jadi.. kau maukan?” tanyanya cengengesan
“mau apa?” tanyaku balik tak paham
“mau aku menemanimu dan melengkapi semua kekuranganmu?” jelasnya
de.. I do..” jawabku tersenyum bahagia. Mendengar jawabanku, ia langsung memakaikan cincin tersebut dijari manis tangan kananku. Perlahan wajahnya mendekat ke wajahku. Kepejamkan kedua mataku perlahan. Dengan pelahan namun pasti, ia kecup keningku penuh kelembutan.

“pose yang bagus!” teriak zora seraya memeriksa kameranya. Aku dan joongwoon oppa langsung menengok ke arahnya seraya tersenyum malu.
“ooo.. rupanya kau sedang ada disini hyung!” sahut siwon oppa dari arah belakang
“dasar curang! Kenapa tidak mengajakku?” keluh eunhyuk oppa
“dasar pabo! Mana mungkin yesung mengajakmu? Diakan sedang bersama rara” ujar kangin oppa
“kalau sudah bersama rara, teman dilupakan!” lanjut hangeng oppa. Malu rasanya mendengar mereka berbicara seperti itu. Untungnya  ekspresi maluku tertutupi oleh rasa bahagiaku. Oppa.. saranghae.. joengmal saranghae..

                                           ******************************

“temanku cantik sekali hari ini..” puji key seraya memandangi kagum
“terimakasih..” balasku tersenyum
“rasanya baru kemarin kita lulus SMA, tapi hari ini kau sudah ingin menikah” ujar zora sedikit bernostalgia
“ya, benar kata zora.. hari ini kau akan melepas masa lajangmu.. aku turut bahagia..” kata amy.

Seperti yang dikatakan sahabat-sahabatku, hari ini aku akan menikah. Dengan siapa? Tentu saja dengan seseorang yang berjanji ingin melengkapi semua kekuranganku.. joongwoon.. kim joongwoon.. sejak kejadian 5 bulan yang lalu di Nagoya, hubunganku dengannya semakin membaik. Bahkan sebulan setelah itu, dia memberanikan dirinya melamarku didepan keluarku di Indonesia. Karena aku juga mencintainya, aku pun menerima lamarannya. Kami pun akhirnya menikah di tempat yang kami inginkan, pulau Jeju.

“rara, ayo bersiap-siap” seru calon mertuaku, oemmanya joongwoon oppa
“iya ahjumma..” sahutku
“jangan panggil ahjumma, panggil oemma ok!” pintaku mengelus pipiku lembut
ne.. oemma..” jawabku tersenyum

Aku pun masuk kedalam ruangan upacara pernikahan dengan diiringi sahabat-sahabatku dan temanku, amy, key, zora dan naomi onnie. Mereka kebagian menjadi pengiringku didampingi pasangan masing-masing. Amy dengan donghae oppa, hubungan mereka telah berjalan  kurang lebih 3 bulan. Key dengan kyu oppa, hubungan meraka juga telah berjalan seperti amy, tapi bedanya mereka baru menjalaninya selama 2 minggu. Sedangkan Naomi onnie dan eunhyuk oppa, tak lama lagi mereka akan menyusulku dan joongwoon oppa. Lalu bagaimana dengan zora? Kabarnya dia sedang dekat dengan kim hyun joong personil ss501. bagaimana mereka bisa dekat? Itu masih rahasia..

Dengan memakai hwarot (baju pernikahan tradisional korea) berwarna merah, akupun bersanding dengan joongwoon oppa yang memakai hwarot berwarna coklat. Kamipun bersumpah untuk saling setia sampai ajal menjemput kami dan akan selalu bersama baik suka maupun duka.

Setelah kami bersumpah, kamipun saling memakaikan cincin ke jari manis masing-masing. Aku pun tersenyum bahagia. Perlahan tangan kanannya memiringkan wajahku dan mendekatkan wajahnya ke depan wajahku. Akupun perlahan memejamkan mataku dan mempersilahkan bibir merahnya menyentuh bibirku. Dengan dilihat oleh para tamu dan ketiga sahabatku, kamipun mewujudkan rasa cinta kami berdua.

                                                 


                                        ***********************

“bagaimana? Makanannya enak tidak?” tanyaku pada pria yang tengah duduk dihadapanku
“enak. Nanti masakanmu akan aku taruh dimenu restoranku” jawabnya tersenyum
“eh! Jangan! Inikan hanya ayam goreng biasa” ujarku tidak setuju
“walaupun menurutmu ini ayam goreng biasa, tapi bagiku ini ayam goreng paling enak yang pernah aku makan” katanya memujiku
“ah oppa..” jawabku malu

sekarang aku telah resmi menjadi nyonya kim. Status yang tidak pernah aku sangka.

oppa, aku ingin mencuci piring. Nanti kalau sudah selesai makan. Bawa piringnya kebelakang ya..” kataku kepada pria itu yang tidak lain suamiku, joongwoon.
ne..” jawabannya. Setelah makan malam, aku bergegas ke dapur untuk mencuci piring bekas makanku. Sedangkan oppa? Dia masih melahap ayam goreng buatanku. Katanya sayang kalau dimakan tidak sambil dihayati. Dasar oppa!

“ini piringnya.. gomawo ya..” ujarnya seraya menyodorkan piring bekas makannya. Akupun mengambil piringnya dan membasuhnya dengan air kran, tapi tiba-tiba aku menghentikan semua kegiatanku. Oppa yang sedari tadi berada dibelakangku memeluk pinggangku dan mencium leherku. Membuatku merinding sesaat.
“setelah ini langsung ke kamar ya.. aku akan menunggumu..” serunya sebelum melepas tangannya yang melingkar dipinggangku dan pergi menuju kamar.

Oh ya, sekarang kami tinggal dirumah kami sendiri. Joongwoon oppa membelikanku sebuah rumah korea modern, rumah yang telah lama ingin aku tempati.

                                             **********************

oppa, ada apa?” tanyaku pada oppa yang hanya memakai celana panjang piyama dan sedang duduk dipinggir ranjang
“kemarilah” suruhnya. Akupun berjalan perlahan. Tuhan, kenapa jantungku berdegup cepat sekali..

akupun duduk dipinggir ranjang tepat didepannya. Dengan waktu yang cukup lama, kami saling beradu pandang. Perlahan tangannya yang kekar membuka jaket tipis yang melapisi baju tidurku. Anehnya aku hanya diam tak menolak. Rara.. kau ini kenapa??

oppa..” panggilku perlahan
de, waeyo?” sahutnya tersenyum. Senyuman yang selalu membuatku tersipu malu
oppa.. sebelum kita melakukannya.. aku.. aku ingin mengatakan sesuatu..” ujarku menunduk.
“sebenarnya aku tidak apa-apa. Setelah memeriksa ke berbagai dokter di Indonesia maupun diluar, ternyata semua itu salah. Rahimku baik-baik saja.. dan tentunya masih berguna.. oppa, mian.. aku baru mengatakannya sekarang..” lanjutku menjelaskan semuanya
“bagus lah!” jawabnya seraya mengelus pundakku. Aku yang mendengar jawabannya hanya bisa mengerutkan dahiku. Apa maksudnya?
“bagus! Jadi kalau aku menyerangmu akan ada hasilnya” lanjutnya sembari tersenyum nakal. Akupun tersenyum malu.
oppa, kau ingin kemana?” tanyaku padanya yang berdiri hendak pergi
“aku? Aku hanya ingin mematikan lampu” jawabnya. Dia lalu berjalan kearah saklar lampu.

KLEK~

                                                                                                              The end

Note: mian klo rada-rada gak jelas. Maklum ini ff dewasa pertama aku. Dewasa? Ya..   
          Menurut aku sih begtu.. gomawo bagi yang udah baca dan jangan lupa komen
          Ya.. J







Tidak ada komentar:

Posting Komentar