Sabtu, 12 Februari 2011

you're the first part 1

Pertama aku minta maaf sebelumnya untuk para penggemar teenlit karena di ff aku
kali ini ada bagian yang sama dengan salah satu cerita dari teenlit.. aku juga baru
tahu ketika aku sudah selesai.. maaf ya.. semoga ff aku kali ini bagus seperti ff aku
yang lain.. *pede gila!!! Hehe.. :p
Selamat membaca! 

Cast : shin so yeon
Junsu, nickhun, chansung, junho, wooyoung dan taecyeon 2 pm


Di Gwangju Kukje High School
So yeon pov
“wah! Tampan sekali! Ini kekasihmu yang baru?” tanya eun young sembari melihat foto seorang lelaki bersama diriku di layer depan handphoneku.
“iya” jawabku singkat sambil asyik mengetik di laptop putihku
“lalu pacarmu yang dari Australia itu.. mm.. siapa namanya?” tanya yuki seraya mengingat-ingat
“maksudmu Andrew?” tanyaku balik
“iya. Dia kemana?” tanyanya lagi
“ah pabo! Kau tidak tahu so yeon saja! Dia tidak akan pernah pacaran lebih dari 1 minggu!” jelas ye jin
“oh iya ya.. kalau gitu andrewnya buat ku saja!” seru yuki
“kalau kau mau ambil saja! Dia sekarang sedang berada di itali” ujarku mempersilahkan
“lalu kekasihmu yang baru ini siapa namanya?” tanya eun young yang membuatku tersedak ketika hendak menyeruput teh kotak.
“oh! So yeon, gwenchanayo?” seru yuki seraya mengelus-elus punggungku
“ne.. gwechana..” jawabku
“mm.. namanya.. namanya..” lanjutku sambil berpikir
“siapa?” tanya ye jin yang ikut penasaran
“namanya.. namanya jin woo.. ya! park jin woo..” ujarku terbata-bata
“oo.. tapi kenapa kau bisa hamper lupa begitu? Kalian kan baru saja berpacaran?” tanya eun young menyelidik
“oo.. itu.. itu..” seruku bingung ingin menjawab apa
“kau ini bagaimana? So yeon itu kebanyakan lelaki dalam hidupnya.. lihat saja! Dihandphonenya banyak sekali foto mantan-mantannya.. jadi wajar saja kan kalau dia hamper lupa dengan nama kekasihnya sendiri..” ujar ye jin menjelaskan pada eun young
“iya.. benar kata ye jin. Untuk apa aku hafal nama kekasihku kalau seminggu kemudian sudah berganti lagi” ucapku melengkapi penjelasan ye jin.
“tak salah kalau satu sekolah menyebutmu sebagai Barbie trouble heart!” sahut yuki dan aku pun tersenyum.

Di apartemen so yeon
So yeon pov
Setelah sampai di apartemen tempatku tinggal, Aku pun langsung berjalan menuju ranjang dan merebahkan tubuhku diatasnya. Letih rasanya setelah seharian berkutat dengan semua mata pelajaran sekolah yang membuatku ingin muntah *penulis lebay nih! Hhe..*

Kupejamkan kedua mataku sementara hanya untuk mengusir kebohonganku hari ini. Kebohongan? Mungkin kalian akan berkata seperti itu bila kalian tahu, tapi bagiku ini semua hanya sandiwara.

Sadar badanku lengket dan sudah bawel minta dibersihkan, aku pun bergegas menuju kamar mandi. Sesaat aku menatap ke cermin yang kusimpan ditumpukan pakaianku saat aku mengambil baju. akupun mengelus lembut rambutku yang hitam bergelombang sembari tersenyum sedih. Kata teman-temanku, rambutku ini sangat indah dan pantas bila aku menjadi seorang bintang iklan shampoo. Aku yang mendengar perkataan mereka hanya bisa tersenyum.

************************

Di Hyundai departemen store *promosi!*
So yeon pov
“ah! Akhirnya aku dapatkan baju yang sudah kuincar satu minggu ini!” ujar yuki lega seraya melihat tas belanjaan yang menggantung di tangannya
“ne, you right! Aku juga mendapatkan sepatu yang kuinginkan!” timpal ye jin senang
“sekarang kita akan pergi kemana?” tanyaku pada tiga temanku
“kita ke solaria yuk! Aku lapar!” ajak eun young

kamipun berjalan menuju restoran yang ditunjuk eun young. Sepanjang perjalan, aku sibuk dengan handphoneku.
“mm.. so yeon!” panggil yuki seraya menghampiriku
“hhmm..” sahutku
“itu bukannya kekasihmu ya?” tanya yuki seraya menunjuk seorang lelaki
“iya, itu bukannya jin woo?” lanjut eun young
“HAH?? KEKASIHKU??” jawabku kaget
“tak perlu segitunya kali..”canda ye jin
“tapi yang mana?” ujarku seraya mencari sosok lelaki yang dimaksud teman-temanku
“itu.. yang memakai hoodies merah berkacamata..” jelas yuki

‘hah?? Bagaimana mungkin dia ada disini?? Gawat!!’

“ternyata dia lebih tampan aslinya daripada di foto ya..” puji ye jin
“sudah sana hampiri!” suruh eun young sembari mendorong tubuhku
“HAH?? HAMPIRI??” tanyaku terkejut
“iya.. sudah sana.. Tak usah malu dengan kami..” ujar ye jin
“ne, tak usah pikirkan kami.. sudah sana pergi!” seru yuki sembari mendorongku lebih kuat.

Dengan perasaan ragu-ragu, akupun perlahan berjalan mendekati pria itu. Setiap aku melangkah, aku selalu melihat ke belakang berharap 3 orang temanku sudah pergi tapi nyatanya mereka belum juga pergi.

‘aduh! Ottokeo?? Apa aku harus menghampirinya?? Tuhan, help me!’

tinggal 3 langkah lagi jarak antara aku dan pria tersebut. Aku pun menoleh ke belakang ternyata teman-temanku masih ditempat. Dengan terpaksa akhirnya aku pun menggandeng tangan pria tersebut yang sedang asyik memilih kaset.

“oppa!” seruku pada pria tersebut seraya menggeleyut manja di tangan kanannya. Terlihat jelas ekspresi kaget dan tak menyangka.
“sudah sana kalian pergi!” teriakku pada ke tiga temanku, seraya tertawa merekapun pergi menuju restoran. Aku pun memastikan mereka sudah tidak ada samapi belokan.
“mianhaeyo.. jeongmal mianhaeyo..” kataku sembari menunduk setelah sebelumnya melepas gandengan tanganku.
“mian?” ujar pria tersebut yang bingung dengan sikapku
“ne.. mianhae.. aku salah orang..” kataku kembali sembari melangkah pergi
“hei tunggu! Kau harus menjelaskan semuanya!” ucap pria tersebut sembari menahan tangan kananku
“menjelaskan apa? Aku kan sudah meminta maaf..” kataku merasa tak bersalah. Terlihat jelas dimatanya kalau ia sangat marah akan kelakuanku dan benar-benar ingin meminta penjelasan.

Di babtol’s restaurant *promosi lagi!*
Junsu pov
“jadi kekasihmu sudah meninggal itu mirip denganku dan kau belum memberi tahu temanmu?” tanyaku pada gadis yang duduk di hadapanku
“ne.. aku tidak ingin membuat mereka sedih karena mereka sudah sangat berharap aku benar-benar dengannya. mianhaeyo tadi aku tiba-tiba menggelayut di tanganmu..” ujar gadis itu tertunduk.
“ne.. choenmaneyo..” balasku tersenyum
“tapi.. kenapa kau tidak mencoba mencari pria lain? Mm.. maksudku kenapa kau tidak membuka hatimu untuk pria lain? Secara fisik kau sempurna, kau tinggi, putih dan kau memiliki rambut yang indah. Siapa coba lelaki yang tidak mau denganmu?” lanjutku panjang lebar
“kalau kau tahu siapa aku sebenarnya, mungkin kau akan menarik kembali perkataanmu..” jawabnya sembari tersenyum tipis
“menarik perkataanku?” tanyaku tak mengerti
“pelayan! Aku minta bonnya!” serunya memanggil seorang pelayan
“apa maksudmu?” tanyaku kembali
“aku sudah membayarnya.. gamsahamnida kau telah membantuku..” ujarnya sebelum akhirnya pergi meninggalku yang kebingungan.

apa maksud ucapannya tadi? Menarik kembali perkataanku? Dasar gadis aneh! Tapi tunggu, siapa namanya ya? Ah! Pabo!

“nona, tunggu! Namamu siapa?” panggilku padanya yang baru menyadari bahwa aku tak tahu namanya dan segera mengejarnya.

Di Heungjin High School
Junsu pov
“dia cantik tidak?” tanya junho teman sebangkuku
“mm.. dia cantik.. seperti boneka Barbie..” jawabku seraya mengingat wajahnya.
“wahh!! Cantik sekali!” seru nickhun sahabatku
“kau tahu namanya?” tanya taecyeon sang ketua kelas
“nomor teleponnya?” timpal chansung sepupuku
“belum.. mungkin besok..” jawabku sambil tersenyum senang
“nanti kalau dia punya teman, kenalkan ke aku ya.. kali saja temannya seperti boneka India..” ujar wooyoung yang membuat semua tertawa.

‘Tunggu aku besok Barbie!’

**************************

Di Gwangju Kukje High School
So yeon pov
“ciee.. yang kemarin kencan..” goda ye jin
“tahu nih! Ketemu kekasih kita dilupakan!” sambung yuki
“loh! Bukannya kalian yang menyuruhku menghampirinya? Bagaimana kalian ini?” ujarku seraya melahap snack kesukaanku
“oya, ini kan sudah hari jumat. Kau tidak ada rencana untuk memutuskannya?” tanya eun young
“tentu saja ada! Aku sudah mendapatkan seorang pria lain.. namanya shim changmin. Dia sekarang sudah kuliah tingkat 3 di Inha University” jawabku
“hah?? Bukannya itu sekolah mahal? Pasti dia sangat kaya dan pintar!” duga yuki
“ne.. I think so!” ujarku setuju
“nanti kalau kau sudah jadian dengannya, ceritakan pada kami ya..” ucap eun young mengingatkan
“ok!” jawabku singkat

Perjalanan ke apartemen
So yeon pov
Jarak dari sekolah ke apartemenku tidak terlalu jauh jadi aku hanya menggunakan bus umum sebagai transportasi. Setelah turun dari bus, tak sengaja aku melewati sebuah toko baju yang dilapisi pintu kaca. Sesaat aku bercermin dan tersenyum sedih seraya mengelus rambut hitam bergelombangku.

Seraya meneguk vanilla late yang tadi aku beli ditengah jalan, aku terkejut melihat ada seseorang pria yang duduk menunggu di depan pintu apartemenku.

“permisi, anda mencari siapa?” tanyaku seraya menghampirinya
“aku mencarimu” jawabnya sembari melepas topi yang sedari tadi menutupi wajahnya.
“kau?? Kau pria yang kemarin kan? Dari mana kau tahu rumahku? Dan apa yang kau lakukan disini? Jangan-jangan.. PERAMPOK!!.. PERAMPOK!!.. mph.. mph PEmphAMPOK!!” teriakku yang tertahan karena pria itu membungkam mulutku
“ssstttt.. aku bukan perampok! Aku hanya ingin tahu namamu..” ujarnya berusaha menenangkanku.

Di apartemen so yeon
Junsu pov
“kau tinggal sendiri di sini?” tanyaku seraya memperhatikan apartemen gadis ini yang cenderung sederhana. Hanya ada dapur, ranjang, computer, sofa, tv dan kamar mandi yang tidak disekat dengan tembok atau pembatas kecuali kamar mandi. *kaya apartemen kimbum di drama stay marry me*.
“ne..” jawabnya singkat sembari menyodorkan segelas jus apel.
“orang tua mu dimana?” tanyaku sambil duduk di sofa biru mudanya
“orang tuaku di hongkong. Kau tunggu sini! Aku ingin ke kamar mandi dulu” jawabnya seraya masuk ke dalam kamar mandi sambil membawa beberapa helai baju, mungkin dia ingin ganti baju.

Tak kusangka gadis secantiknya harus tinggal sendiri disini. Apalagi di apartemen yang sederhana tanpa pengamanan yang ketat.

“kau datang kesini hanya untuk tahu siapa namaku?” tanyanya yang beru keluar dari kamar mandi.
“ah! Ne, aku ingin tahu siapa namamu.. selain itu.. aku juga ingin tahu dirimu lebih lanjut” jawabku menjelaskan tujuanku kemari.
“hah?? Apa menariknya aku sampai kau ingin tahu diriku?” tanyanya seraya duduk dihadapanku.
“saat kau bilang aku akan menarik kembali kata-kataku jika aku tahu siapa dirimu sebenarnya” jawabku tegas
“namaku so yeon, shin so yeon.” Ujarnya tersenyum sembari mengulurkan tangan kanannya.
“hhmm.. junsu, kim junsu” ucapku membalas ukuran tangannya.

Kamipun berbincang-bincang tentang diri masing-masing. Ternyata selain dia cantik, dia juga asyik dan nyambung bila diajak ngobrol. Dengan waktu singkat kamipun akrab dan yang terpenting, aku mendapatkan nomor ponselnya plus alamat emailnya.

“wah! Ternyata kita punya banyak kesamaan ya.. selain kita sama-sama anak tunggal.. ternyata hobby kita juga sama.. mengedit foto..” ujarku seraya tertawa senang
“ya.. mungkin kita jodoh..” ucapnya yang membuatku tersedak saat menyeruput jus apel pemberiannya tadi.
“sekarang ceritakan tentang keluargamu..” lanjutnya seraya mencondongkan sedikit tubuhnya dan menopang wajahnya dengan kedua tangannya
“tidak ada yang istimewa.. aku hanya tinggal bertiga dengan ibu dan sepupu laki-laki.. ayahku dan orang tuannya sudah meninggal karena kecelakaan kapal laut 3 tahun silam..” jawabku tertunduk
“mianhae, aku tidak bermaksud..” ujarnya merasa bersalah
“ah.. gwenchanayeo..” balasku tersenyum. Seketika suasana hening. Diantara kami tak ada yang berbicara sepatah katapun. Tubuhnya perlahan mundur dan mengalihkan pandangannya keluar jendela. Akupun begitu, pandanganku beralih kea rah dapur. Tak tahu apa yang kucari, yang pasti jantung berdetak sangat cepat setiap kali melihat wajahnya.

“so yeon, sepertinya sudah terlalu lama aku disini.. aku pulang dulu ya..” ujarku seraya berpamitan
“ah! ne.. gomawo sudah berkunjung.. bila ada waktu kau boleh datang kemari..” katanya tersenyum.
“ok! Aku pulang dulu.. annyonghigaseyo..” seruku sembari melangkah pergi
“ne, annyong!” balasnya melambaikan tangan

*********************

Di apartemen so yeon
So yeon pov
Sudah lewat 5 menit sejak aku mengirim sms kepadanya tapi dia tidak kunjung membalas smsku. Apa dia sudah tidak mau lagi mengobrol denganku? Huft.. mungkin ini balasan dari tuhan untukku karena aku adalah seorang pembohong besar. Tidak ada yang tahu aku berbohong apa kecuali aku dan tuhan, dia pun juga tak tahu walaupun kami sudah dekat selama kurang lebih 3 bulan ini. Aku pun sesekali melihat layer ponselku yang berwallpaper fotoku dengan seorang pria berwajah jepang yang tidak lain adalah kekasihku yang baru.

Cling~ cling~ bunyi ponsel tanda pesan masuk. Buru-buru kuraih ponselku dan benar seperti yang kuduga, dia membalas pesanku.

mian, aku baru balas. Tadi aku harus membantu sepupuku dulu.
Pulsa sms ku tinggal sedikit lagi, mumpung sedang ada bonus
telpon, aku telpon kau saja ya.. ^.^
-junsu-

tak lama kubaca pesan darinya, diapun meneleponku. Akupun segera mengangkat telpon darinya. Tak tahu kenapa aku merasa sangaaaaat senang.. Tunggu! Apa jangan-jangan aku jatuh cinta dengannya? ANIYO!! Itu tidak boleh terjadi! Tidak boleh!!

Di kamar junsu
Junsu pov
“ehem.. ehem.. ada yang sedang jatuh cinta nih!!” goda chansung seraya tetap focus dengan scraft gamenya.
“akhirnya sohibku jatuh cinta juga!” seru nickhun sembari tertawa
“enak saja! Kau kira aku ini tidak pernah jatuh cinta apa sebelumnya!” sanggahku seraya melayangkan jitakan mulus dikepala nickhun
“AW! Sakit tahu!” jawab nickhun sambil mengelus-elus kepalanya
“lalu bagaimana tindakanmu selanjutnya? Sudah 3 bulan loh kalian dekat..” jelas chansung datang menghampiriku.
“yes, I agree! Kau jangan terlalu menunggu lama! Jarang-jarang loh ada gadis yang ingin dekat denganmu..” timpal nickhun tertawa
“aish! Kau ini! kau ingin aku pukul lagi hah?!” ujarku jengkel
“bagaimana? Jawab dong!” desak chansung
“molla.. aku belum siap untuk mengatakannya.. tapi aku ingin minggu ini aku berkencan dengannya” ujarku yakin
“gereu! Aku akan mendukungmu!” ujar chansung seraya merangkulku
“yap! Me too..” lanjut nickhun tersenyum

*************************

Di Gwangju Kekju High School
So yeon pov
”besok lusa kalian, kelas 2 akan ada test berenang” ujar siwon songsenim sang guru olahraga
“berhubung kolam renang sekolah sedang direnovasi, kita akan menggunakan kolam renang Hobok dekat Heungjin high School..” lanjut siwon saenim

‘APA?? BERENANG?? Bagaimana ini??’ ujarku seraya mengelus lembut rambut hitamku yang kubiarkan tergerai

“weayo seo yeon? Ada yang salah? Sepertinya kau khawatir sekali?” tanya yuki
“ah, ani.. gwenchana..” jawabku seraya berpikir alasan apa yang tepat agar aku diizinkan untuk tidak ikut berenang.
“katanya siwon saenim dekat dengan heungjinkan?” tanya ye jin
“ne.. sekolah itu terkenal dengan murid pria yang keren-keren” jelas eun young
“hah?? Heungjin??” tanyaku terkejut
“yak! So yeon! kau ini kenapa sih?” ujar yuki

‘heungjin? Itukan sekolah junsu.. aduh bagaimana ini?? Bagaimana kalau dia sampai tahu? Tidak! Dia tidak bileh tahu!’

2 hari kemudian, kolam renang Hobok
so yeon pov
“jwesonghamnida songsaenim, aku tidak bisa ikut berenang. Aku sedang kedatangan tamu” ujarku sembari membungkuk
“mm. baiklah kalau begitu.. baik-baiklah ok!” ujar siwon saenim memberi izin
“ne, gamsahamnida.” Balasku tersenyum. Akhirnya aku punya alasan yang tepat. Siwon saenim, mian aku berbohong..

“so yeon, kau tidak ikut berenang?” tanya ye jin yang sudah berada di kolam renang
“aniyo, aku sedang datang bulan” jawabku
“oh! Kalau begitu tolong jaga tasku ya..” lanjutnya
“ne, siap bu!” ujarku tersenyum.

Eun young pov
“ye jin, mana so yeon? Dia tidak berenang?” tanyaku pada ye jin
“ani, katanya dia sedang datang bulan” jawabnya
“aneh!” ujarku seraya mengingat-ingat
“aneh kenapa?” tanya yuki
“rasanya baru 5 hari yang lalu dia selesai datang bulan. Kenapa dia bisa datang bulan lagi ya?” tanyaku heran
“mm.. kau benar! Rasanya ada yang aneh!” ujar yuki ikut-ikutan
“ah sudahlah! Setiap wanita itu berbeda-beda..mungkin datang bulan yang sekarng ini kanjutan kemarin..” kata ye jin menjelaskan
“ya, kau juga benar!” ucap yuki setuju
“mm.. kau ada benarnya juga.. sudah lupakan saja! Lebih baik kita segera ke siwon saenim untuk ambil nilai” ujarku sembari berenang menuju siwon saenim yang sudah menunggu di tepi kolam renang

*****************************

Di Gwangju Kekju High School
So yeon pov
Sekarang jam istirahat, sudah rutinitasku setiap hari pergi ke perpustakaan untuk mendapatkan internetan gratis lewat wifi dan sudah kebiasaanku untuk mencari foto para pria yang akan melengkapi sandiwaraku.

Sedang asyik-asyiknya aku memindahkan gambar dari folder ke adobe photoshop *pembaca tahukan apa itu?* tiba-tiba ada seseorang yang menepukku dari belakang dan membuatku kaget setengah mati. Segeralah kututup adobe photoshop itu dari layer laptoku.

“hei! Sedang apa kau disini?” tanya yuki yang ternyata menepuk pundakku
“tentu saja browsing gratis, ya kan so yeon?” seru yejin
” ya! Kau benar!” jawabku gugup
“oh ya! Ini!” ujar eun young seraya menyodorkan selembar amplop hijau kecil
“lusa malam, tepatnya sabtu malam aku akan mengadakan pesta ulang tahunku sekalian merayakan hari jadiku dengan Kang Min Hyuk dan aku ingin kau datang dengan kekasih barumu.. mm.. siapa namanya?” jelas eun young
“oohh.. maksudmu Ahn Daniel?” tanyaku sembari membaca isi undangan yang tadi dia berikan padaku
“ne, dan aku ingin kau datang bersamanya..” jawabnya tersenyum
“hah?? Da.. datang ber.. sama.. nya??” tanyaku terbata-bata
“iya, waeyo? Ada yang salah?” ucap eun young bingung
“iya.. aku kan juga ingin lihat kekasihmu..” sahut yuki
“hm.. aku setuju! Selama ini kan kau hanya menunjukan fotomu dengan kekasih-kekasihmu yang lain tapi tidak pernah kulihat kau jalan bersama dengan kekasihmu..” lanjut ye jin
“bu.. buat apa aku jalan bersamanya? Toh ujung-ujungnya kami juga akan putuskan?” seruku berusaha mengelak
“shiro!! Pokoknya kau harus datang dengan kekasihmu! Aku tidak mau tahu! Kalau kau tidak datang, kita tidak akan berteman lagi!” kata eun young mengancam
“huh! Geurae! Aku akan datang dengan kekasihku..” jawabku pasrah
“baik, aku tunggu besok lusa” ujar eun young sebelum akhirnya ia pergi dengan disusul yuki dan yejin.

‘Ya tuhan! Bagaimana ini? Bagaimana mungkin aku datang dengan seorang pria yang tak pernah kukenal sebelumnya?? Aaaaaaaaaaaaaa!!! Mollayo!’ ujarku dalam hati seraya menatap beberapa foto lelaki yang terpampang jelas di layer laptopku.

********************************

Hari sabtu di Heungjin High School
Junsu pov
“ehem.. ehem.. lagi nunggu siapa nih?” goda jinho seraya menyenggol bahuku
“kayaknya orang penting nih!” timpal wooyoung
“asal kalian tahu! Sobatku ini sedang jatuh cinta!” jawab nickhun tertawa
“yak! Nickhun! Awas kau!” ujarku hamper menjintaknya
“jangan-jangan gadis Barbie itu!” duga taecyeon
”100 untukmu!” ucap chansung
“aaaaaaa! Kalian semua berisik!” ujarku kesal.

Akupun berjalan dan duduk dibangku sebelah jendela kelas yang menghadap ke lapangan sekolah. Sesekali kulihat layer poselku, menunggu dia meneleponku atau mengirim pesan.

‘so yeon.. kau kemana saja? Kenapa pesanku tak kau balas?’ tanyaku dalam hati berharap ada balasan darinya. Inilah sikapku selama 2 bulan belakangan ini. Selalu gelisah bila tak dapat balasan pesan atau jika dia tak mengangkat teleponku. Aku jatuh cinta dengannya, kalimat yang tepat untuk menjelaskan semua sikapku selama ini.

I’ll be back.. nunh dashi nareur chajeul guya.. geuddae dashi naega ool guya..
¬_i’’ll be back, 2 pm_

akhirnya yang aku tunggu-tunggu pun terdengar juga. Ponselku berdering tanda telepon masuk. Tanpa melihat siapa yang menelepon, langsung kuangkat teleponnya.

“junsu” sapa seorang gadis yang kukenal walaupun hanya mendengar suaranya
“so yeon, annyong!” ujarku senang
“mm.. mianhae, aku mengganggu..” ujarnya yang terdengar sedikit cemas
“aah.. aniyo.. gwenchana..” jawabku seraya merubah posisi dudukku. Terlihat jelas ke enam temanku yang tadi menggodaku memperhatikan diriku yang menerima telepon dari so yeon.
“mm.. nanti malam kau ada acara?” tanyanya sedikit ragu-ragu
“nanti malam? Ah tidak ada!” jawabku
“nanti malam temanku ada party dan aku ingin datang bersamamu.. tapi kalau kau tidak bersedia juga tak apa-apa..” jelasnya
“ah.. ani, aku bersedia!” kataku semangat
“oke kalau begitu.. kita bertemu di babtol’s restaurant jam 7 malam..” ucapnya yang terdengar lega
“tidak usah.. aku akan ke apartemenmu..” seruku sebelum akhirnya pembicaraanku dengannya berakhir.

***************************

Di apartemen so yeon
Junsu pov
Ting nong~ ting nong~ perlahan pintupun terbuka. Keluarlah seorang gadis cantik yang kusuka sejak melihatnya pertama kali.
“ayo jalan..” serunya tersenyum. Aku tak menjawab. Yang kuperhatikan hanyalah tampilannya yang menurutku sangat berbeda dari biasanya. Tubuhnya yang ramping putih sangat indah dengan dibalut dress tangan bunting berwarna biru laut dipadu belt putih. Rambutnya yang hitam legam dikuncir menyamping mengenai bahu kanannya.
“gwebchanayeo?” tanyanya bingung
“… ye, gwenchana.. neomu yaepo..” jawabku tersenyum
“hah?? Naega??.. gomawo..” ujarnya sedikit terkejut
“lebih baik kita berangkat sekarang..” lanjutnya
“oh.. geurae.. kajja!” ucapku seraya menggandeng tangannya hingga kami naik taksi.

Di rumah eun young
So yeon pov
”annyeong eun young!” sapaku pada eun young yang malam ini terlihat cantik
“hai so yeon! Mm.. mana kekasihmu?” tanyanya seraya sedikit membisik
“oh itu.. itu.. dia sedang di tempat minuman..” jawabku gugup
“loh.. itu bukannya mantanmu ya?” tanya ye jin yang datang sembari membawa beberapa cemilan
“iya.. itu mantanmu yang bertemu kau di mall kan?” timpal yuki yang mengingat-ingat.
“ah.. ya.. aku datang bersamanya..” jelasku
“hah?? Kau datang bersamanya??” seru yuki terkejut
“kami telah balikan 2 hari yang lalu..” jawabku berbohong
“oo begitu.. ya sudah.. nikmati pestanya ya.. aku ingin menghampiri min hyuk dulu..” ujar eun young sembari pergi meninggalkan aku, yuki dan ye jin
“mm.. so yeon, aku dan ye jin ingin ke sana.. kau ingin ikut?” ajak yuki seraya menunjuk segerombolan pria yang sedang tertawa.
“gomawo.. aku di sini saja..” jawabku tersenyum. Mendengar jawabanku, merekapun pergi meninggalkanku sendiri.

Kedua mataku terus memandang ke berbagai arah. Melihat betapa meriahnya acara ini. Pesta yang berlokasi di halaman belakang rumah eun young yang di setting glamour yang tidak meninggalkan kesan remaja. Ada panggung kecil untuk para pengisi acara. Ada juga 2 meja besar memanjang untuk menaruh makanan dan minuman. Di sudut halaman ada beberapa pegawai pesta yang sedang menyiapkan kembang api. APA? KEM.. KEMBANG API?? Melihat benda tersebut seketika akupun teringat tentang kejadian yang sangat mengerikan dan mengubah hidupku sekarang. Kejadian yang memaksaku untuk terus bersandiwara dan berbohong.
Tanpa piker panjang, aku langsung melangkah pergi bermaksud pergi dari pesta. Sampai akhirnya junsu memanggilku.

“hei so yeon! Kau mau kemana? Kitakan baru saja datang..” tanya junsu heran
“aku.. aku ingin pulang.. kita pergi sekarang ya..” jawabku sedikit memaksa
“ada apa?” seru junsu tak mengrti
“pokoknya kita pulang sekarang..” paksaku sembari meraih tangannya
“tapi.. kau tak mau pamitan dengan temanmu?” tanya junsu
“tak usah..” jawabku singkat. Akupun pergi sambil menggandeng tangan kanan junsu.

Di pinggir jalan
Junsu pov
“kita istirahat sebentar ya.. aku capek!” seru so yeon yang langsung duduk di kuri halte. Aku menuruti permintaannya. Sesaat kutatap wajah cantiknya. Terlihat ekspresi takut dan sedih dikedua matanya. Aku tak mengerti kenapa dia bisa begitu.
“mm.. sebenarnya ada apa? Kenapa kau tiba-tiba ingin pulang?” tanyaku memberanikan diri.
“itu..mm.. mian bukannya aku tidak mau cerita.. tapi.. suatu saat nanti kau akan tahu..” jawabnya tersenyum. Melihatnya tersenyum hatiku sedikit lega.

Kejadian itupun terulang lagi. Hening. Tak ada yang berbicara diantara aku dan dia. Sembari menatap langit yang bertabur bintang, akupun teringat kata-kata chansung yang memnitaku untuk segera menyatakan cinta padanya. Aku berpikir, mungin malam ini saat yang teapt bagiku menyatakan cinta padanya.

Akupun menoleh ke arahnya. Aku baru sadar, sedari tadi so yeon terus mengelus-elus kedua lengannya yang terbuka tanpa ditutupin sehelai kain. Kurasa dia kedinginan.

So yeon pov
“ini pakai.. kau pasti kedinginankan?” seru junsu seraya memakaikan jas hitamnya kebahuku.
“ah.. gomawo..” ujarku yang akhirnya merasa hangat berkat jasnya. Malam ini benar-benar dingin.
“oh ya, kau pasti belum makan kan?” tanya junsu
“ne..” jawabku yang baru meyadari kalau cacing di perutku sudah demo minta makan.
“bagaimana kalau kita makan di tempat biasa?” ajaknya sembari tersenyum lebar
“babtol’s?” ujarku sedikit ragu
“ne, kajja!” serunya sembari meraih tanganku dan membawaku berjalan bersamanya.

Entah apa yang kurasakan. Tapi rasa ketakutan dan kesedihanku saat ada di pesta langsung hilang saat tangannya yang kekar menggenggam tanganku. Aku merasa nyaman dan aman bila berada di dekatnya. Jadilah malam ini aku dan dia pergi berdua layaknya sepasang kekasih. Aku sangat senang! >_<

****************************

Di perjalanan menuju apartemen so yeon
Junsu pov
Sudah 6 bulan lamanya aku kenal dengannya. Sudah cukup bagiku untuk berhenti mengenalnya dan memulai untuk memahaminya. Hari ini aku ingin memulai semuanya dengannya. Hari ini aku akan memintanya menjadi kekasihku.

Kata chansung, seorang gadis akan lebih senang kalau pria yang menyatakan cintanya memberikan setangkai bunga. Jadi kuputuskan akan membeli setangakai bunga mawar merah muda yang kusimpan dibalik jaket abu-abuku.

Di apartemen so yeon
Junsu pov
“oh junsu.. ayo masuk!” serunya mempersilahkan diriku masuk ke dalam apartemennya yang sederhana tapi rapih.
“kau duduk dulu. Aku buatkan minuman dulu ya..” lanjutnya yang pergi ke dapur.

Sudah 6 bulan aku kenal dengannya dan datang ke apartemennya, tapi aku baru sadar kalau apartemennya ini tidak ada satupun barang yang dapat memantulkan bayangan. Baik itu barang-barang dapur, televisi bahkan jendelapun tak bisa. Semua barang disini terbuat dari kayu dan barang-barang plastic yang berwarna. Layer televisi selalu ditutupi dengan kain penutup. Jendela kearah balkonpun juga oleh gorden tipis.

So yeon pov
“aku baru sadar kalau diapartemenmu ini tidak ada barang yang terbuat dari kaca” seru junsu yang membuatku menghentikan kegiatanku sejenak
“maksudmu apa?” tanyaku cemas
“iya.. semua barang disini terbuat dari kayu dan plastic, tak ada yang dari kaca. Cerminpun aku tak temukan disini” jelasnya yng membuatku tambah cemas. Aku yang mendengarnya segera cepat-cepat menuangkan minum padanya dan berniat mengganti topic pembicaraan.

“ini minumannya..” ujarku sembari memberikan segelas jus mangga padanya
“wah! Jus mangga!” serunya senang
“kau ada perlu apa kesini?” tanyaku berusaha mengganti pembicaraan. Aku tidak mau dengar lagi dia menanyakan tenang kaca, cermin atau apalah yang berhubungan dengan itu.
“mm.. itu. Aku.. aku ingin..” belum selesai junsu berbicara, tiba-tiba handphone ku berbunyi. Omma?? Ada apa?? Tumben telepon.
“mian, ada telepon” kataku sembari mengangkat telpon dan berjalan menuju ranjang menghindari junsu.
“hallo omma..” ujarku menyapa omma yang berada jauh di hongkong

junsu pov
“hallo omma..” ujanya menyapa ommanya yang kutahu sekarang berada di hongkong. Tak tahu harus berbuat apa, kuputuskan berjalan menuju balkon. Menenangkan diri biar nanti tak terlalu nerveus saat menyatakan semuanya padanya.

Akupun mengambil bunga yang kubeli tadi dibalik jasku. Saat kuambil bunga itu, bunga itu jatuh kelantai yang membuatku kaget dan buru-buru mengambilnya agar tidak ketahuan oleh so yeon. Ternyat bunga itu ada dibelakangku. Akupun perlahan mundur untuk mengambilnya dan berharap so yeon tidak melihatku mengambil bunga itu. Aku terus melangkah mundur hingga aku menjatuhkan sebuah pot plastic yang tersenggol kakiku, untung suara pot jatuh itu tidak terlalu keras. Jusu pabo!!.

Saat kuhendak mendirikan pot itu, kutemukan sebuah buku tebal. Kubuka buku itu dan baru tahu kalau buku itu adalah sebuah album foto. Album foto milik shin so yeon.

‘Kenapa album foto ada disini? Kenapa tidak taruh di meja saja?’

Ternyata album ini cukup lengkap. Dai so yeon masih di kandungan hingga dia berusia 13 tahun. Disetiap foto selalu tertulis keterangan yang menjelaskan isi foto itu. Sampai akhirnya aku menemukan selembar kertas Koran yang sudah usang dan lama. Koran yang memberitakan tentang kecelakaan 3 tahun silam.

‘kenapa ada Koran disini?’ tanyaku dalam hati yang membuatku makin penasaran. Akupun membalik halaman berikutnya. Betapa kagetnya diriku saat melihat foto tersebut.

“SO YEON??” ujarku kaget dan sedikit terkejut saat melihat foto yang sangat berbeda dengan so yeon yang sekarang.
“waeyo?” tanya so yeon yang telah berdiri di sampingku. Akupun menoleh. wajahnya terlihat sangat terkejut saat melihat diriku memegang album foto miliknya.
“kau..” ujarnya yang ingin mengeluarkan air mata.

To be continue

Read More...

Rabu, 09 Februari 2011

my coldman part end

Sungmin’pov
bounce to you.. bounce to you..
nae gaseumen neol hyanghae japhil sudo eopeul mankeum ddwigo itneungeol ~

dering ponselku berbunyi. Seungmi? Ada apa ya?

“yeobseyo, Seungmi ada apa?” sapaku
“aku bukan Seungmi, aku Yu kyung. Cepat kemari! Yu kyung masuk rumah sakit!” jawab Yu kyung terburu-buru
“APA?? Rumah sakit mana?” tanyaku khawatir
“RS. Geonganghan” jawab Yu kyung
“baik aku segera kesana” ujarku meraih kunci motor dan mengendarainya. Jadi ini alasan kenapa perasaanku tak enak? Seungmi, semoga kau baik-baik saja.

“Seungmin” kataku membuak pintu kamar dan menghampirinya yang berbaring tertidur di ranjang RS
“tadi Seungmi pingsan saat enuju ke apotik. Aku rasa pbtanya abis, jadi dia membelinya. Tapi tenang saja, 3 kjam lagi kalau dia sudah siuman, Seungmi boleh pulang” jelas Zhoumi yang membuatku lebih tenang.
“tadi dia sendirian?” tanyaku
“iya. Tapi Sungmin, hankyung tahu keadaan Seungmi sekarang?” tanya Zhoumi

sendirian?? Tidak mungkin! Seungmi paling takut ke RS sendiri

“Yu kyung, apa nama RS ini?” tanyaku cepat
“Geong.. geonganghan” jawab Yu kyung mengingat-ingat

sudah kuduga, dia ada disini. Hankyung ada disini. Aku harus bertemu dengannya

“oppa, mau kemana?” seru Yu kyung. Aku bergegas keluar tanpa menjawab pertanyaan Yu kyung

tok tok tok~ aku membuka pintu kamar. Terlihat didaam ada ahjumma, ahjussi dan.. hankyung.

“Oh ada Sungmin, ayo duduk dulu” ujar ahjumma
“mianhae, aku buru-buiru. Hankyung, aku ingin bicara” ucapku pad ahankyung seara memintanya keluar kamar.
“hankyung, aku ingin bertanya. Kau kesini dengan Seungmi?”
“ne” jawabnya singkat
“lalu Seungmi mana?” tanyaku lagi
“molla, tadi dia keluar katanay ingin angkat telepon.” Jawabnay dengan ekspresi datar.
“mm.. kalau begitu aku pergi dulu. Salam untuk ahjumma dan ahjussi” ujarku seraya pergi
“oh ya, aku lupa! Tadi pagi Seungmi sarapan?” tanyaku sembari membalikkan badan ke arah hankyung
“molla, sepertinya sudah” jawabnya datar.
Sungmin’pov end

@#$%^&*

”oppa, gomawo mau mengantar pulang” ujarku pada Sungmin oppa
“Seungmi, kau tidak cerita ke hanyukng tentang penyakitmu?” tanya oppa yang masih duduk di atas motornya sambil membuka helm
“ani, aku tidak mau membebaninya. Biarlah dia tahu sendiri. Lagipula kan masih ada oppa” jawabku tersenyum manja
“sudah ada yang mengganti tugasku, dia hankyung, suamimu. Panggilan cepat paertama diponselmu sudah kuganti nomor hankyung. Jadi kalu ada apa-apa, telepon dia. Jangan aku, arasso?” jelas oppa
“ne”
“cepat masuk! Sudah malam!” ujar oppa
“ne, hati-hati ya” ujarku sembari masuk ke dalam apartemen

@#$%^&*

“jadi dia tidak tahu kau sakit mag?” tanya Yu kyung saat tiba di kelas
“aniyo. Sudah lah, biar dia tahu sendiri” jawabku
“tak kusangka wajah setampan itu ternyata cueknya keterlaluan. Tapi Seungmi, kalau boleh tahu.. kau dannya melakukan ‘itu’ tidak saat malam pertama?” kata Yu kyung berbisik
“ani! Kami ketiduran karma terlalu letih. Lagipula bagaimana mungkin aku dan dia melakukannya. Kenal saja tidak, apa lagi cinta. Memangnya kau dan Zhoumi!” jawabku
“HAH?? JADI KAU SUDAH TAHU??” ujar Yu kyung kaget
“ne! onniemu yang memberitahuku. Dasar curang! Siapa yang menikah, siapa juag yang duluan! Tapi kalau bagi aku, aku akan melakukannya kalau aku sudah dewasa. Ya 2 tahun lagi, tepatnya ketika umurku 20 tahun” ujraku seraya tertawa kecil

@#$%^&*

3 bulan sudah aku menjalani rumah tangga kecil ini. Bukannya hubungan kami semakin baik, tapi malah sebaliknya. Hankyung seorang teknisi mesin yang harus bolak-balik terbang ke luar negeri dan aku sibuk dengan kegiatan di sekolah.

Selama 3 bulan itu juga, aku berusaha memahami hankyung. Karakternya yang dingin, harus membuatku sabar setengah mati. Setiap menyapanya, dia hanya tersenyum datar. Setiap memaska untuknya, dia tak pernah berkomentar pdahal aku yakin masakanku itu keasinan. Awalnay aku senag karena dia tidak berkomentar, tapi lama-kelamaan seperti ini.. aku seperti hidup sendiri. Kami tidak saling bicara kalau hal yang dibicarakan tidak penting. Dai juga tidak pernah memanggil namaku, hanya ‘kau’ yang dia katakana. Sedih? Sangat! aku pernah berpikir, jangan-jangan dai tidak tahu namaku lagi! Letih, aku sangat letih bila terus bediam-diaman seperti ni. Tapi demi appa youngwoon yang sudah tenang di alam sana, aku akan bertahan Karena aku sudah terlanjur berjanji di depan makamnya.

Sampai akhirnya batas bertahanku berakhir. Hankyung memutuskan tidur di karam tidur tamu. Aku tidak tahu apa alasannya. Apa aku membuat salah? Molla. Dia tidak pernah menjelaskannya. Tuhan, bagaimana ini? Aku tidak tahan! Aku sudah tidak kuat! Tuhan, help me please!

@#$%^&*

akupun sampai di apartemen. Jam menunjukkan pukul 18.00 sore. Seperti biasa, apartemen sepi tak ada orang. Hankyung belum pulang. Kemana? Molla. Bertanyapun aku sudah tahu jawabannya. Diam, dia hanya diam tanpa menjawab.

“ah.. nyamannya..” ucapku terbaring di atas ranjang dan menyalakan AC
“hah?! kok tidak menyala?” tanyaku heran. Akupun pergi ke ruang tengah dan dapur. Semua sama, Karena terpasang paralel *mang ada ya?*, AC dikamarku, ruang tengah dan dapur juga mati. Kecuali AC kamar tidur tamu. ACnya dipasang seri jadi tidak akan ikutan mati. Tapi mana mungkin aku tidur disana! Takut!

“lebih baik aku mandi dan tidur” kataku pada diri sendiri. Akupun mandi dan berusaha tidur. Sebenarnya panas walaupun aku sudah membuka jendela, tapi mau bagaiamana lagi? aku sangat mengantuk.

@#$%^&*

author’pov
“ayo kita rayakan keberhasilan Kim hankyung” *aneh gak?* ujar pria berbaju biru, shindong
“ya, kita sebagai teman harus terlebih dulu merayakannya sebelum beosk diarayakan oleh perusahaan secara resmi” sambung temannya, leeteuk
“ayo semuanya! Ciiirs!” lanjut teman di sebelahnya, siwon

malam ini, hankyung mendapatkan kenaikan gaji karena kerja kerasnya selama ini. Mereka erayakannya dengan inum-minum di bar hingga hankyung mabuk berat. Setelah acara selesai, hankyung pulang menggunakan taksi. Sesampai diapartemen, hankyung langsung masuk kamar dengan keadaan yang masih mabuk.

“kenapa malam ini panas sekali?” tanyanya dalam hati. Karena kepanasan, iapun membuka jas, kemeja dan celana panjangnya. Alhasil ia hanya memakai boxer putih dan tidur dibalik selimut.
Author’pov end

@#$%^&*

ah.. panas sekali.. akupun terbangun dengan mata yang masih terpejam. Karena kegerahan, akupun membuka semua pakaianku dan membunagnya kesembarang tempat. Tinggallah bra dan celana dalam yang melekat di tubuhku. Karen amsih mengantuk, aku langusng tidur kembali.

@#$%^&*

matahari pagi menyinari mataku. Silau. Akupun membuak mata. HAH?! HANKYUNG?? Hankyug berada di hadapanku. Dia tdur. Dan dia.. dai tidak pakai baju?! Dengan sigap aku melihat tubuhku dibalik selimut. APA?! Hanya pakai dalaman?? Karen agelisah, kakiku terus bergerak bingung hars melakuakn apa. Tiba-tiba mata hangkyung terbuka, mungkin dia terbangun karena hentakan kakiku tadi.

“mm.. se.. selamat.. pagi..” sapaku gugup seraya sedikit menarik selimut menutupi dadaku. Terlihat jelas dari mimic wajahnya kalau dia terkejut. Aku harus pergi sebelum dia menyadarinya.
“mm.. a.. aku.. ingin.. ke.. kau tolong tutup mata ya.. aku ingin ke kamar mandi” ujarku sedikit memohon. Iapun menurut. Akupun langsung berlari ke mara mandi. Aku mandi, menyiapkan sarapan dan bergegas berangkat sekolah.

“a.. aku.. berangkat dulu” ujarku salah tingakh. Seperti biasa, hankyung hanya diam focus terhadap sarapannya. Disepanjang perjalana ke sekolah, aku terus tersenyum. Tak tahu kenapa, aku sangat bahagia. Sangaaaaat bahagiaaaaaa!! Rasanya hatiku ingin meledak! Apa Karen akejaidan tadi ya?

“hei! Dari tadi kau senyum-senyum melulu. Ada apa sih?” tanya Yu kyung penasaran
“memangnya terlihat jelas ya?” tanayku balik
“terlihat jelas apa? Aku tidak menegrti. Tapi yang pasti kau sepeti orang gila. Dari tadi terus tersenyum tanpa henti. Seungmi, pasti ada apa-apa kan? Ayo cerit!” bujuk Yu kyung
“rahasia!” jawabku singkat tersenyum senang

@#$%^&*

“AKU SENANG SEKALI!!” teriakku di kamarku sambil berputar-putar dan tak sengaja menjatuhakan kotak hitam berpita. Kotak siap ini? Buka saja ah!. Ada suratnya.

Pakai ini. Jam 7 malam akan ada yang menjemputmu di loby apartemen
_KH_

lalu aku membuka kain putih yang menutupi isi kotak itu. Sebuah gaun bermodel kemben selutu berwaran pink dihiasi pita besar berwaran hitam. Sederhana, tapi cantik. KH? Siapa ya?

@#$%^&*

“maaf, anda nyonya Kim?” tanya seorang namja
“iya, aku… nyonya Kim Seungmi” jawabku ragu-ragu
“saya Kim heechul. Mari masuk. Saya akan antar anda ke tempat acara” ujarnay. Mungkin dai dupir yang menjemputku. Pintu mobil terbuka dan aku masuk kedalamnya. Mau kemana ya?

Sampailah di sebuah gedung pertemuan. Seorang pelayan dari laur membukakan pintu mobil. Akupun masuk kedalam gedung. Aku terus berdiam diri entah mau kemana, sampai akhirnya ada seorang namja yang memanggilku. Katanay dia bernama siwon, dia adalah teman hankyung. Diamembawaku ke tempat hankyung. Selama acara berlangsung, aku hanya diam. Aku bingung ingin melakukan apa. Aku seperti berada di negeri asing. Hankuyng yang ternyata memberikan gaun ini pun jug atak mengajakku bicara karena dia juga hanya diam. Padahal acara ini dibuat untuk dirinya kan? Dasar aneh!

“wah waktunya dansa” ujar siwon
“hankyung, kau tidak mengajak Seungmi berdansa?” tanyanya. Hankyung hanya terdiam, dia hanya meneguk anggur merahnya.
“ah.. tidak usah. Aku juga tidak Bisa berdansa” jawabku
“kalau begitu aku ajari. Hankyung, aku pinajm ya” ujar temannya hankyung yang kutahu bernama leeteuk.

Selama berdansa, mataku terus tertuju pad hankyung. Dia hanya duduk sambil beberapa kali meneguk anggur merahnay. Kenapaku hanya diam? Padahal kau yang mengundangku kesini?

“maaf, boleh saya pinjam yeoja ini?” tanya seorang pria di belakangku.
“ya, silahkan” jawab leeteuk dan pergi meninggalkanku dilantai dansa. Akupun berbalik menghadap namja tadi. SUNBAE??
“maukah kau berdansa denganku?” tanya henry sunbae berlutut sembari mencium telapak tangan kananku
“ya, mau” jawabku tak menyangka. Dia tersenyum. Oh tuhan, senyuman yang bisa membuatku meleleh. Beda dengan hankyung yang malah membuatku takut setengah mati.
“henry sunbae, bagaimana kau bisa disini?” tanyaku heran
“kau tak tahu? ayahku yang mempunyai perusahaan penerbangan ini. Kau sendiri kenapa ada disini?” tanyanya balik
“aku.. ke sini-“
“jawabnya nanti saja. Sekarang kau ikut aku!” potong henry sunbae seraya menarik taganku pergi.

@#$%^&*

“mau apa kita ke atap gedung?” tanya sembari memutar tubuhku menghadap henry sunbae
“Seungmi..” panggil henry sunbae memegang kedua tanganku. Kedua matanya menatapku serius.
“aku tahu kau dulu menyukaiku. Aku senang karena cintaku tak bertepuk sebelah tangan” lanjut henry sunbae
“apa maksud sunbae?” tanyaku bingung
“sejak awal masuk sekolah aku sudah memperhatikanmu. Tapi aku tidak berani bilang padamu” jawab henry sunbae
“kalau sunbae memang menyukaiku, kenapa.. kenap hari itu.. sunbae berciuman dengan Jessi?” tanyaku. Terlihat jelas dia sangat terkejut.
“oh itu.. kau tahulah, 1 sekolah menjodohkanku dengan Jessi. Jadi semua ini hanya drama kami berdua” jawabnay santai. HAH?! dia bilang drama?? Asal kau tahu! karena perbuatanmu hatiku hancur berkeping-keping.
“sudah jangan bahas Jessi. Lagi pula itu sudah berlalau. Yang penting sekarang hanya ada kau dan aku” lanjutnay tersenyum aneh
“Seungmi, makah menjadi kekasihku?” tanyanya. Sunbae? Dia bilang apa? Kekasih? Tidak mungkin!
“sunbae, rasa sukaku sudah berlalau seperti kisahmu dengan Jessi. Sekarang hatiku sudah ada orang lain. Mian..” jawabku. Henry sunbae yang mendengarnya langsung tertunduk dan melepas genggamannya.
“wae? Kenapa kau tak menerimaku? WAE???” kata henry suner berteriak. Tiba-tiba kedua tanganya mendorong bahuku hingga aku jatuh ke lantai. Dia berusaha menciumku. Aku berusaha mendorong ubuh sunbae, tapi dia terlalau kuat untuk ku.

“SUNBAE!! LEPAS!! LEPASKAN AKU!!” teriakku tanpa henti. Tapi henry sunbae malah semaikn gila. Tolong tuhan! Tolong aku!
BUK!! Tiba-tiba tubuh henry sunbae terjatuh kelantai.
“PERGI!!” ujar pria itu dingin. Ketika kulihat wajahnya. Hankyung? Dia hankyung?
“hei! Kau siapa? Berani-beraninya kau memukulku?” tanya henry sunbae kesal
“aku.. aku pamannya. Kau cepat pergi!” jawab hankyung
“hei paman! Ini urusan anak muda! Kau yang harusnya pergi!” ujar henry seraya menepuk bahu hankyung. Tanpa basa-basi, hankyung langsung memelintir tangan henry sunbae dan membuatnya pergi. Tapi tunggu! Dia bilang paman? Paman? Dia pamanku?

Aku pun terduduk lemas mendengar pengakuannya pada henry sunbae.
“kenapa? Kenapa kau bilang kau pamanku? Sejak kapan bibiku menikah denganmu?” taya lirih. Hankyung hanya terdiam.
“kenapa kau tak katakana sebenarnya? Kenapa? KENAPA HANKYUNG?? KENAPA??” teriakku meminta jawaban
“JAWAB!! JAWAB AKU HANKYUNG!! JAWAB!!” teriakku berusaha menahan air mataku. Tapi tetap sama, dia hanya diam. Karena keasl, akupun bediri dhadapannya yang masih tertunduk.

“lihat aku! Jawab aku hankyung! JAWAB!” teriakku didepan wajahnya. Dia tetap membisu. Kakiku sudah tak kuat menopang badanku. Akupun terduduk kembali. Masa bodoh dengan gaun pink yang mungkin sudah kotor atau rusak.

“kenapa.. kenap akau diam .. kenapa kau selal diam.. aku letih.. aku letih diperlakukan seperti tidak pernah ada didunia.. kita memang tinggal bersama.. tapi aku hidup bagaikan seorang diri..aku hamper gila karena kesendirianku..” kataku sambila menagis
“demi appa youngwoon, omma Charlene, orangtuaku dan Sungmin oppa.. aku berusaha bersabar.. aku berusaha bertahan.. tapi kalau terus begini.. AKU BENAR-BENAR BISA GILA!!!” teriakku sembari menangis sejadi-jadinya.
“lalu kenap.. kenapa kau memeilih tidur di kamar tamu? Memangnay aku berbuat salah apa?.. apa salahku?” tanyaku kembali. Aku sadar, dia tidakakan menjawab walaupun mulutku bisu karena terus berteriak dan mataku buta karena terus menangis.

Akupun berusaha berdiri dan hendak pergi sebelum akhirnya langkahku tertahan. Tangan hankyung menaan tanganku dan menarikku kedalam pelukannya.
“maaf.. aku tidak menyangka sikap alergiku terhadap wanita membuatmu tersiksa seperti ini” ucap hankyung yang sempat memuatku kaget
“sejak kecil aku tidak pernah dekat dengan wanita. Jadi ketik aku harus menikah denganmu, aku.. aku sangat gugup. Aku tahu.. Aku payah.. aku memang pengecut. Aku selalu salah tingkah bila dihadapnmu. Bibirku selalu terkunci bila melihatmu.” Tambah hankyung seraya memelukku erat. Sangat erat.
“soal kenapa aku tidur dikara tamu.. karena aku ingin mengormati keinginanmu.. kau cerita pada Yu kyung bahwa ka akan melakukannya setelah umurmu 20 tahun.. dan untuk menghindarinya, aku memilih tidur dikamar tamu” jelasnya
“tapi.. darimaan kau tahu?” tanyaku yang masih didalam pelukan hankyung
“Yu kyung menceritakannya pada Zhoumi dan Zhoumi menceritakannya padaku. Zhoumi adalah adik sahabatku, kibum” jawab hankyung

hankyung melepaskan pelukannya dan menegakkan wajahku agar kami bisa saling tatap. Aku senag karena akhirnya aku bisa sedekat ini dengannya.

“saranghaeyo Seungmi” ujarnya menyebut namaku untk pertama kali
“nado, saranghae..”balasku tersenyum.

@#$%^&*

aku membuka pintu apartemen. Semua lampu mati karena aku selalu mematikannya bial apartemen tak ada orang kecuali lampu kamar tamu. Aku hendak menylakan lampu ruang tengah sebelum akhirnya hankyung yang berada dibelakangku menggendongku menuju kamar tamu.

Sesampainya dikamar, aku dibaringkan diatas ranjang. Aku tidak tahu apa yang akan dilakuaknya. Hankyung melepaskan jas hitam dan kemeja putihnya lalu mlemparnya ke kursi kerjanya. Alhasil dia bertelanjang dada. Aku yang terkejut langsung terbangun dan memalingkan wajah.

Hankyung berjalan mendekat kearahku dan duduk disampingku menghadapdiriku. Tangan kanannya perlahan menyetuh rambutku dan melepaskan sanggulan rambutku. Rambutku yang panjang menutup sebagian wajahku. Tanganya beralih ke wajahku, menyingakp rambutku dan perlahan mendekatkan wajahya ke wajahku. Perlahan bibirnya mengulam bibirku. Akupun membalasnya.

Tangan kirinya yang sedari tadi mengelus kepala bagian belakangku tak tinggak diam. Tangan kirinya perlahan turun ke bawah membuka resleting gaunku. Hankyungpun melepas ciumanya.
“izinkan aku melaukannya” ucap hankyung

malam itu menjadi malam terindah untukku. Malam yang menjadi awal dari segalanya. Malam yang menyatukanku dengan hankyung dan malam yang tak akan pernah kulupakan.

@#$%^&*

author’pov
2 tahun kemudian ~
“the end” ujar seorang yeoja seraya mematikan lapyopnya
“kau pasti sedang memuat cerpen lagi, ya kan?” seru seorang namja dari arah ranjang yang maih sibuk membaca buku tentang teknisi mesin pesawat.
“ne, dan kali ini tokoh utamanya adalah kita berdua” jawab sang yeoja seraya tersenyum dan mengelus perut buncitnya.
“kisah nyata?” tanya san namja
“ne” jawab singakt sang yeoja. Seperti biasa tak ada balasan dari sang namja.
“aku harap anakku ini tidak seperti ayahnya kelak. Yang masih saja cuek’”lanjut yeoja itu
“siapa bilang?” sanggah sang namja sembari mencium tengkuk leher istrinya
“anakku ini kelak akan menjadi seperti aku, Kim hankyung yang bahagia hidup denganmu, Kim Seungmi”
author’pov

the end

Read More...

my coldman part 1

Cast: Hankyung SJ
Lee Sungmin SJ
Lee Seungmi
Zhoumi SJ
Yu kyung
And all member

Sungmin’pov
“TIDAK MAU! POKOKNYA TIDAK MAU!!” teriak Seungmi sambil berlari ke kamar dan membnating pintu.
“SEUNGMI!!” panggil appa setengah berteriak
“sudahlah suamiku..” ujar omma menenangkan appa
tok.. tok.. tok ~
“Seungmi, ini aku Sungmin. aku masuk ya..” ucapku sembari membuka pintu.
Pintu terbuka, aku melihat Seungmin, adikku menangis tersedu-sedu duduk di atas lantai menghadap ke balkon. Tadi di ruang tengah, dia ada appa sempat adu mulut.

“Seungmi” panggilku menghampirinya
“oppa..” sahutnya dengan berlinangan air mata dan memelukku yang duduk di sebelahnya.
“Seungmi, tenang ya.. meungkin ini memang yang terbaik” kataku sambil mengelus rambut panjangnya.
Sungmin’pov end

@#$%^&*

“Seungmi, kau mau sekolah?” tanya oppa sambil menyingkap selimut orangeku
“lebih baik jangan! Lihat matamu! Sudah seperti buah jeruk, sembab” lanjut oppa tersenyum padaku
“ne, oppa!”
“aku berangkat ya..” ujarnya pergi

mataku bengkak? Mungkin karena tadi malam. Tuhan, kenapa harus aku? Kenapa tidak oppa saja?

flashback, tadi malam ~
“Seungmi, kau harus setuju” ujar appa
“ setuju apa?” tanyaku bingung
“2 minggu lagi kau akan menikah” ucap appa
“me.. me.. apa?? Appa pasti bercanda kan?”
“tidak! Ini serius!”
“ta.. tapi.. omma, aku tidak mengerti!” ujarku kepada omma, berharap ada penjelasan darinya
“Seungmi, kau kenal dengan tuan Kim Young Woon?” tanya omma
“ ne, sekarang dia ada di rumahsakitkan?” jawabku
“dia adalah sahabatku. Hidupnya tidak akan lama lagi. Sebelum ia pergi, ia ingin melihat anak satu-satunya menikah” jelas appa sambil memejamkan matanya
“HAH?! Appa!! Jangan bilang ka-“
“iya, kau akan menikah dengan putranya” potong appa
“appa! Baru 2 hari yang lalu aku genap 18 tahun. Aku.. aku tidak mau menikah dengan seusia semuda ini!” sangkalku setengah berteriak
“JADI KAU INGIN MEMBANTAH PERINTAH APPA??” teriak appa
“POKOKNYA AKU TIDAK MAU!!” balasku berteriak
“MAU TIDAK MAU, 2 MINGGU LAGI KAU AKAN MENIKAH!!” teiak appa sekali lagi.
Flashbackend ~

2 minggu lagi aku akan menikah. Dengan siapa aku tidak tahu.aku hanya tahu namanya, Kim hankyung. Kenapa namanya begitu? Karena tuan Kim orang korea dan ibunya orang cina. Dia seorang teknisi pesawat, 9 tahun lebih tua dariku. Untuk soal cinta, aku tidak pernah mempermasalahkan umur tapi yang aku permasalahkan, aku sama sekali tidak tahu rupa apalagi sifatnya dan satu lagi, aku tidak mencintainya

@#$%^&*

“APA?? MENIKAH??” tanya Yu kyung tak percaya
“iya” jawabku mengangguk pasrah
“tapi.. kau itu kan masih 18 tahun. Kau juga masih sekolah. Apa tidak terlalu cepat? Lagipula, kau kan taidak tahu bagaimana wujud calonmu itu. Kalau ternyata cacat atau botak gimana?” ujar Yu kyung panjang lebar
“molla. Lamaran, cathering, baju dan semunya sudah di urus oleh orang tuaku dan tuan Kim. 10 hari lagi aku akan menikah. Kau harus dating dan menemaniku ok!”
“tenang! Aku dan Zhoumi akan datang” seru Yu kyung

“hei kau! Tolong lempar bola basketnya!” teriak seorang namja yang kutahu bernama eunhyuk, kapten tim basket sekolah
“ya!” sahut Yu kyung sambil mengambil bola basket yang berada dekat dengan kakinya.
“gomawo” ucap temannya eunhyuk, lee donghae.
“chunmaneyo” balas Yu kyung
“10 hari lagi. Apa aku bisa ya?” ujarku berbisik sambil melihat namja yang sedang mendrible bola
“maksudmu henry sunbae?” tanya Yu kyung
“sebelum aku menikah, aku ingin dia tahu perasaanku”
“oo.. ya sudah, nyatakan saja!”
“hah?! Apa?” tanyaku kaget
“iya, kau nyatakan saja perasaanmu. Diterima atau tidak itu urusan belakangan, yang penting dia tahu perasaanmu. Oettoke?” ujar Yu kyung

@#$%^&*

8 hari lagi sebelum hari pernikahan. Hari ini aku memberanikan diri pergi ke ruang istirahat klub basket. Aku sudah memutuskan untuk menyatakan persaanku. 2 tahun sudah aku mengamatinya. Dia memang sering berlama-lama di ruangan itu, jadi aku yakin dia masih di sana.

Krek ~ aku membuka pintu perlahan. Apa yang ku lihat?? Henry sedang berciuman dengan Jessi, teman kelasku. Betapa hancurnya hatiku. Akupun berlari sekencang-kencangnya. Kemana? Molla, yang penting aku jauh dari tempat itu. Sampailah aku di taman bermain dan duduk di ayunan. Akupun menyalakan ponselku.

“hallo, oppa..” ujarku sesegukan
“Seungmi? waeyo? Kau menangis?” tanya Sungmin oppa khawatir
“aku ingin pulang..” jawabku menangis
“kau dimana? oppa jemput!”
“taman bermain gaerim”

@#$%^&*

“Seungmi.. mianhae..” ujar Yu kyung memelas
“chunmaneyo Yu kyung.. mungkin sudah takdirku tidak berjodoh dengan henry” jawabku
“mian Seungmi.. mianhae..” kata Yu kyung. aku hanya bisa tersenyum mendengar permohonan maaf Yu kyung. Tak lama ponselku berdering.
“hallo omma. Ne. iya, aku segera pulang” jawabku
“ada apa Seungmi?” tanya Yu kyung
“omma menyuruhku pulang. Mian, aku tidak bisa ke rumahmu”
“i’ts ok! Sudah sana cepat pulang, ommamu menunggu”
“ne, gomawo Yu kyung. Bye!”

ada apa ya? Seperti penting sekali

sesampainya di rumah, appa, omma dan Sungmin oppa terlihat sudah rapi. Akupun bergegas mengganti baju dan berangkat.

“oppa, kita mau kemana?” tanyaku sambil melihat keluar jendela mobil
“mau menjenguk calon mertua” jawab oppa tanpa mengalihkan pandangan dari kemudi mobil
“calon mertua? Maksud oppa tuan Kim?” ujarku sedikit berbisik takut appa dan omma mendengar
“ne” angguk oppa.

menjenguk tuan Kim? Di rumah sakit? Apa aku akan bertemu dengan henry? Dia kan juga di rawat di rumah sakit itu jarena cedera kemarin. Seungmin pabo! Jeongmal pabo! Kenapa aku harus ingat dia lagi? Itu akan memnbuatku sakit hati! Seung pabo!

krek ~ pintu terbuka. Aku melihat ada seorang wanita cina paruh baya duduk di samping ranjang, aku yakin dia adalah Nyonya Kim dan pria yang berbaring lemah diranjang adalah tuan Kim.

“Charlene, kenalkan ini anak pertamaku lee Sungmin dan ini calon menantumu lee Seungmi” ujar omma kepada nyonya Kim
“annyeonghaseyo” sapa oppa
“annyeonghaseyo” sapaku dengan senyum terpaksa
“ah youngwoon, coba lihat! Anakku cantikkan?” tanya appa kepada tuan Kim
“ne, cantik. Anakmu sangat cantik joongwoon. Sangat cantik!” jawab tuan Kim pelan

ya tuhan, aku tak tega melihatnya.. tubuhnya kurus hingga berbentuk tulang, perutnya buncit seperti ibu hamil. Aku benar-benar tudak sanggup melihatnya. Tapi apa ini alasan appa memaksaku untuk menikah dengan anaknya?

@#$%^&*

“jangan melamun! Cepat ini minum” seru oppa membuyarkan lamunanku. Akupun meminum es jeruk pemberiannya
“oppa” panggilku
“ya, kau benar” jawab oppa
“heh?! Maksud oppa??” tanyaku heran
“aku tahu apa yang kau pikirkan. Benar, ini alasan appa menyuruhmu menikah” jawab oppa
“hah?? Ta-“
“tuan Kim saki pembocoran empedu. Dia sudah berobat ke mana-mana. Ke jerman, singapur, mesir dan Negara lainnya. Tapi penyakitnnya bukannya sembuh malah semakin parah. Sampai akhirnya ada seorang dokter yang bilang kalau penyakitnya hanya tinggal menunggu waktu. Sebelum tuan Kim meninggal, dia ingin melihat anaknya menikah dengan gadis baik-baik dan ternyata kau dipilih olehnya. Dia juag sangat yakin kalau anaknya akan bahagia denganmu” jelas oppa panjang lebar
“ta.. tapi oppa.. aku.. bagaimana mungkin aku bisa bahagia dengan seseorang yang tidak aku kenal? Bukannya aku egois, tapi ini menyangkut kebahagiaanku juga. Masa depanku” jawabku membela diri
“Seungmi, oppa tahu bagaimana bila ada dipihakmu. Sangat menyakitkan dan tersiksa. Tapi oppa juga tahu bagaimana rasanya di pihak tuan Kim. Hankyung adalah anak semata wayangnya yang sangat ia sayangi” jelas oppa lembut
“oppa,.. tapi..” ujarku merengek
“kalau aku jadi kau, aku akan mengabulkan keinginan tuna Kim. Walaupun memang menyakitkan, tapi apa salahnya membahagiakan seseorang yang akan dipanggil tuhan? Mungkin memang benar, bila melakukannya kita akan merasa bersalah karena membohongi diri sendiri. Tapi sejalannya waktu, rasa bersalah itu akan berubah menjadi rasa bahagia krena bisa membuatnya tersenyum di sana nanti” ujar oppa sembari mengelus lembut kedua tanganku.
*maaf ya textnya kepanjangan.. jarang2 liat bang umin ceramah.. hehehe..*

@#$%^&*

appa dan omma sedang ada diruang tengah. Apa aku harus mmberikan kepastian? Toh aku setuju atau tidak aku tetap akan menikahkan? Tapi kalau ingat perkataan oppa, sepertinya aku harus bilang.

“appa” panggilku sambil duduk di sofa seberang appa
“ada apa?” sahut appa
“aku.. aku sudah buat keputusan.. aku akan menikah” ucapku mantap
“apa? Seungmi kau..” ujar omma semabri memelukku
“bagus! Ini baru anakku!” sambung appa

tuhan, semoga keputusanku bisa membuat semua orang bahagia

@#$%^&*

“bagaimana kau sudah siap?” tanya Yu kyung sembari menutup pintu ruangan. Dia sangat cantik dengan gaun merah jambunya. Oh ya, kalian mungkin bertanya-tanya kenapa aku bisa begitu mudah menikah padahal aku masih sekolah? Karen apemilik sekolahku adalah sahabat appa dan tuan Kim, jadi sangat mudah untuk mendapatkan izin dan merahasiakan pernikahan ini.

“iya, aku sudah siap”jawabku sambil melihat diriku dicermin. Terlihat dengan jelas diriku yang sudah memakai baju pengantin putih. Hari ini aku akan menikah, tepatnya 30 menit lagi. Aku dilarang oleh omma unutk keluar ruangan, jadi sampai detik ini aku belum melihat bagaiman rupa calon suamiku bhakan lewat foto sekalipun.

“hei , kenapa melaum? Pasti kau sedang memikirkan hankyung itu kan? Tenang! Dia tidak seburuk yang pernah kubilang. Kata Zhoumi, hankyung itu sangat tampan dan spertinya sangat serasi dengamu” jelas Yu kyung

aku hanya tersenyum mendengar ucapan Yu kyung . tak lama, omma memanggilku dan menyururhku keluar ruang rias. Upacara pernikahan akan dimulai.

@#$%^&*

teng teng teng teeng ~ teng teng teng teeng ~
terdengar alunan lagu pernikahan dari dalam gereja. Pintu terbuka, Yu kyung masuk mendahuluiku sambil menebar bunga Karena ia bertugas menjadi pengirirngku. Aku dan oppa menyusul Yu kyung di belakang. Semua mata tertuju padaku. Aku melangkah dengan pasti dan hati-hati. Aku melihat ke arah altar., terdapat seorang namja memakai tuxedo putih membelakangiku. Apa dia yang bernama hannkyung?

“sudah sampai” ucap oppa sambil melepaskan rangkulan tanganku. Ternyata aku sudah ada didepan altar, disamping hankyung. Aku ingin menoleh melihat wajahnya, tapi aku terlalu gugup dan takut.

Sampailah dipuncak acara, kami berdua saling bersumpah setia sampai mati.
“kalian berdua sekarang sudah resmi menjadi sepasang suami-istri” ujar pendeta diiringi tepuk tangan para tamu.

Tanpa memberi aba-aba, hankyung meraih tangan kiriku dan memasangkan cincin perak bermata intan di jari manisku. Apa ini tangannya? Ternyata tangannya lebih besar dari tangan oppa ><. Aku masih tertunduk enggan melihat wajahnya.

“Cium! Cium! Cium!” teriak Yu kyung dan Zhoumi. Dasar pabo! Kenapa harus berteriak seperti itu? Buatku malu saja!. Tuhan, aku harus bagaimana ini? Pasti wajahku sudah seperti kepiting rebus!!

Tiba-tiba tangan hankyung menyentuh daguku dan mendongakkan wajahku. Dengan cepat, bibirnya menyentuh bibirku. HAH?! Hankyung menciumku?? Ciuman yang aku akui sangat lembut. Tapi.. bagaimana mungkin ciuman pertamaku diambil oleh seseorang yang tidak aku cintai?. Tak lama, hankyung melepas ciumannya. Akupun langsung tertunduk malu, sangat malu.

@#$%^&*

sekarang aku bersama hankyung sedang berada di mobil. Kata omma, mobil ini akan membawa kami ke apartemen yang akan kami tinggali. Rasanya aku ingin cepat-cepat sampai, badanku pegal-pegal semua karena acara pernikahan tadi. Oh ya, tuan Kim.. mm.. maksudku appa youngwoon dia memaksakan diri dating, alhasil appa harus tidur di ranjang sepangjang acara.

Kira-kira hankyung sedang apa ya? Aku memberanikan diri menoleh ke arahnya. Dia memakai kacamata dan…membaca buku?? tentang mesin pesawat terbang??. Dasar! Di hari penting seperti ini masih sempat-sempatnya mambaca! Tapi. apa dia tidak letih ya? Akupun memperhatikan wajahnya dari samping, dia tampan juga ya..

“kalau capek, kebih tidur saja. Perjalanan masih jauh. Kalau sudah sampai, nanti aku bangunkan” ujar hankyung tanpa mengalihkan pandangan dari buku.
“Hah? i.. iya, aku tidur” jawabku gugup. Cuek sekali dia! Berbicara padaku saja tetap memandang bukunya! Ah sudah, aku tidur saja!

@#$%^&*

kring ~ kring ~
suara alarm dari ponselku berdering. Akupun membuka mata dan mengelilingi pandangan. Aku ada dimana ya? Perasaan tadi ada do mobil deh. Aku pun menoleh ke sebelah kananku. HAH?? Betapa kagetnya aku menyadari hankyung disebelahku. Jadi.. tadi malam.. aku dan hankyung…?? Ah! Tidak mungkin! Bajuku saja masih lengkap dan masih menempel di tubuhku. Tapi.. ah sudahlah! Lebih baik aku mandi dan menyiapkan sarapan.

“sarap selesai! Sekarang jam 7 pagi. Sudah waktunya sarapan. Tapi hankyung kan belum bangun. Apa aku bangunkan saja? Ah jangan! Nanti dia juga bangun sendiri” ujarku berbicara sendiri.

5 menit.. 15 menit.. 45 menit.. sudah 1 jam aku menunggu tapi hankyung belum bangun juga. Apa dia terlalu letih ya? Karena penasaran, aku ke kamar dan melihatnya. Dia masih tidur. Wajahnya yang cuek tidak tampak saat dia tidur. Wajahnya tenang seperti bayi. Tiba-tiba jantungku berdegup tak karuan. Kenapa denganku? Kenapa begini? Lebih baik aku keluar kamardan sambil menunggu hankyung, aku beres-beres apartemen dulu dan memanaskan sup untuknya.

“ini jendela kotor banget! Tidak kinclong-kinclong!” keluhku kesal seraya berulang kali menggosok jendela. Tiba-tiba lambungku sakit. Akupun terduduk Manahan sakit. Sakit sekali! Lambungku seperti diperas-peras layaknya baju cucian. Pasti ini karena aku telat sarapan. Krek ~ pintu kamar terbuka. Ternyata hankyung baru bangun. Aku segera berdiri berusaha menyembunyikan rasa sakitku.
“selamat pagi!” sapaku dan ia hanya tersenyum tipis tanpa ekspresi.
“ini.. ini supnya. Baik un.. sshh untuk orang yang sedang letih” ucapku sambil menahan sakit. Lambungku sakit sekali! Sangat sakit! Karena tak tahan, aku segera pergi ke kamar.

“aduh mana obatku ya? Kok tida ada?” ujarku merogoh-rogoh tas cangklokku. Nah ini dia! Akhirnya ketemu juga.
“appa ingin kita menjenguknya di rumahsakit” seru hankyung yang tiba-tiba membuka pintu kamar. Saking kagetnya, obat yang kupegang terlemar ke kolong ranjang.
“hah?? appa?” tanyaku bingung
“sekarng kau bersiap. Jam 9 kita berangkat” lanjutnya sambil pergi meninggalkan aku.
“yaaahhh… bagaimana ini? Ketemu juag ercuma. Tak bisa dimakan” desahku sedih seraya melihat ke kolong ranjang
“mana itu butir terakhir lagi.. kalau begini, aku haruas beli nanti di apotik” tambahku kesal. Lambung sayang.. tahan ya..

@#$%^&*

“annyeong, omma.. appa..” sapaku seraya membungkukkan badan tanda hormatku pada kedua mertuaku. Selama 1 jam kami berbincang-bincang, tapi taeatp saja hankyung tidak berbicara banyak. Dia hanya berbicara kalau perlu dan bila di tanya.
Selama 1 jam ini aku terus menahan sakit. Sampailah pada puncaknya.
“omma, aku ijin keluar ya.. ada telepon..” ujarku berbohong dan segera berlari menuju apotik

@#$%^&*

Yu kyung’pov
“jagiya, mian. Aku tidak tahu kalau makanan tadi malam mengandung cumi” ujarku merasa bersalah
“ne, chunmaneyo. Dokter bilang ini tidak akan lama. Jadi tenang saja ya” ujar Zhoumi sambil menunjuk kulitnya yang berbintik merah.

Zhoumi, mianhae.. aku janji, setelah menebus obat, kita akan jalan-jalan

“jagiya! Zhoumi!” seruku menarik-narik bajunya
“aduh, jangan begini! Nanti bajuku seobek!” balas Zhoumi
“itu.. gadis itu.. Seungmi kan?” tanya ku menunjuk seorang gadis berjalan menuju apotik.
“ne, itu memang Seungmi” jawab Zhoumi enteng

belum sempat aku menyapanya, tiba-tiba tubuhnya jatuh kelantai rumah sakit. Aku dan Zhoumi segera berlari menghampiri Seungmi dan langsung memanggil dokter dan suster dan Seungmi pun dibawa ke ruang UGD.

“Yu kyung, cepat telepon hankyung” suruh Zhoumi.
“ah ya! Hankyung!” ujraku yang segera mencari nama kontak hankyung di posel Seungmi
“aish! Tidak ada.. adanya malah hanchul” ujarku bingung
“kalau begitu telepon Sungmin! Kakaknya!” seru Zhoumi
“oke!”
Yu kyung’pov end

to be continued

Read More...