Minggu, 20 Maret 2011

Mr. no 7, you are.... pg-17


Cast : Lee Eunhyuk
           Liana Vivian (vey)
Author : Penulis

“tumben tuan meja no. 7 tidak datang.. biasanya dia kan akan datang jam segini” ujar vey sendiri seraya melirik jam dinding strawberry yang di gantung di dekat pintu masuk.
“hei! Kau sedang menunggu dia ya? tuan berkacamata!” ujar hara
“no. 7? Ya.. begitulah!” jawab vey tersenyum. Mereka pun mengobrol sampai akhirnya ada telepon dari seorang pelanggan.

>0< >0< >0< >0< >0<

“aduh! Kepalaku sakit!” keluh eunhyuk keluar dari kamarnya seraya memukul-mukul pelan kepalanya.
“ini semua gara-gara siwon! Kalau saja aku tidak dipaksa minum, tidak mungkin aku begini!” umpatnya
“donghae juga salah! Bukannya menolongku, dia malah membantu siwon!” lanjutnya mengerutu.

Dengan langkah sedikit berat, eunhyuk berjalan menuju dapur mencari segelas susu.
“aish! Susuku dimana ya? pasti diminum lagi sama yesung hyung!” ujarnya kesal mengingat kebiasaan yesung setiap pagi.
“lalu bagaimana dong?” tanyanya sendiri sembari duduk di kursi pentri dapur
“mana aku sendiri lagi disini! Heuh!”

“ah! Aku ingat!” katanya semangat. Iapun segera membuka ponselnya.
“ini dia!” tambahnya setelah menemukan nomor telepon yang ia cari.
“annyeong! Ini benar dengan strawberry world?” sapa eunhyuk.
“ya benar. Ada yang bisa saya bantu tuan?” jawab seorang yeoja di seberang sana
“aku ingin pesan susu strawberry, bisa?”ucap eunhyuk tersenyum

>0< >0< >0< >0< >0<

ting nong~
bel berbunyi, tanda ada seseorang datang. Tanpa basa-basi, eunhyuk pun langsung melesat menuju pintu.
“pesananku datang!” uja eunhyuk senang seraya membuka pintu
“permisi tuan. Ini pesanan anda” ujar yeoja si pengantar pesanan. Sesaat mereka saling pandang. Terlihat perasaan kaget dari ang yeoja.
“maaf tuan. Ini pesanan anda” ujar yeoja itu kembali
“ah iya!.. silahkan masuk. Taruh saja di meja dapur” kata eunhyuk tersentak

yeoja itupun masuk menuju dapur, sedangkan eunhyuk pergi ke kamar mengambil dompet. Tak lama, telepon yeoja itu berdering.
“yeobseyo?” sapanya
“vey! Liana Vivian! Kau sangat beruntung! Kau tahu?”tanya seorang yeoja, temannya
“tidak lah kau kan belum beri tahu. ada apa?”
“kau sekarang ada di mana?” tanya temannya kembali
“sedang di tempat pemesan tadi. Wae?”
“kau tahu! yang mesan tadi itu eunhyuk! Super junior! Idolamu!”
“ne, aku tahu. tadi aku juga terkejut” jawab vey
“oh! Hara, Sudah dulu ya” lanjutnya seraya menutup ponselnya menyadari eunhyuk datang mendekat.

“berapa semuanya?” tanya eunhyuk merogoh isi dompetnya. Sesekali ia memegangi mulut dan perutnya.
“30.000 Won” jawab vey singkat. Ketika hendak menyerahkan uangnya, tiba-tiba tubuh eunhyuk terhuyung kedepan dan tak sengaja memuntahkan semua isi perutnya di baju vey.
“AH! Mian! Mianhamnida! A.. aku akan segera kembali” ucap eunhyuk menyadari kelakuannya. Vey yang menerima perlakuan eunhyuk hanya bisa diam memetung melihat baju bdan celananya yang sudah penuh dengan muntahan namja itu.




‘ya tuhan.. aku mimpi apa semalam? Sampai aku bisa dianggap toilet oleh idolaku sendiri’ keluh vey tak menyangka.

“ini! Biar aku basuh dengan air” ujar eunhyuk yang datang dengan segelas air dan kain. Belum sempat vey menjawab, eunhyuk segera menyiram baju vey. Bukannya lebih baik, keadaan baju vey malah tambah buruk.
“hah??!! sudah sudah. Biar aku pulang saja!” ujar vey buru-buru
“tunggu!” ujar eunhyuk seraya menghadang vey agar tak pergi
“jangan seperti ini! Aku mohon! Biar aku cuci dulu bajumu, ok?” seru eunhyuk memohon.

>0< >0< >0< >0< >0<

“maaf ya.. aku jadi merepotkanmu” kata vey setelah keluar dari kamar mandi. Dia terlihat gugup karena harus memakai pakaian eunhyuk untuk sementara.
“aniyo! Seharusnya aku yang minta maaf karena telah mengotori bajumu” jawab eunhyuk seraya menoleh kearah vey dan diam memperhatikannya.

Rambut hitam sebahu ia biarkan tergerai. Tubuhnya yang kecil hamper tenggelam karena baju yang ia pakai. Baju yang eunhyuk pakai juga saat di video klip no other kemarin. Baju itu terlalu besar buatnya, hingga sebelah pundak dan kedua kaki jenjangnya terlihat. Vey yang menyadari kalau dirinya terus diperhatikan oleh eunhyuk hanya bisa diam dan terus menarik bajunya berusaha menutupi paha putihnya.

“mm.. mian. Aku.. boleh pinjam celanamu tidak? Baju ini.. sejujurnya aku risih memakainya” ucap vey malu sembari menghampiri eunhyuk.
“oh! Ya. tentu saja! Tunggu sebentarnya” sahut eunhyuk meninggalkan vey sendiri di meja makan.

20 menit kemudian~

‘aduh lama sekali..! aku kedinginan nih!’ ujar vey sembari mengelus-elus pahanya.

Karena gelisah menunggu eunhyuk yang tak kunjung datang, akhirnya ia memutuskan menyusul ke kamar eunhyuk. Perlahan ia mengetuk pintu kamar, tapi tak ada jawaban hingga ia melakukannya berulang-ulang. Vey yang tidak sabar akhirnya masuk dan melihat eunhyuk yang duduk terdiam memandang ke arah jendela.

“kau bisa tolong aku? Tolong tutup pintunya dan hordeng di depanku ini” pinta eunhyuk tanpa menoleh ke vey. Vey yang bingung hanya bisa menuruti pinta eunhyuk. Ia menutup pintu kamar eunhyuk dan berjalan menuju jendela dan menutupnya.

Eunhyuk yang duduk di atas ranjang diam memandang tubuh vey dari belakang yang sibuk menutup hordeng. Cahaya matahari yang masih menunjukkan pukul 10 pagi menyinari tubuh vey membuat lekukan tubuhnya berbayang di hadapan eunhyuk. Setelah menutup hordeng, vey berbalik berjalan menuju eunhyuk.

“mm.. aku sudah tutup hordengnya. Sekarang.. celananya mana?” tanya vey sedikit memaksa. Namja yang ditanya hanya diam mematung.

Vey melangkah lebih dekat dan hendak menanyakannya sekali lagi sebelum namja itu dengan cepat meraih pinggangnya dan memeluknya erat. Vey yang menerima perlakuan namja itu hanya bisa diam tak percaya.

“lee.. eun.. hyuk” ujar vey menatap kepala eunhyuk di dadanya. Eunhyuk yang tak menjawab panggilan vey segera membanting tubuh vey perlahan ke atas ranjang. Tangan kanannya mengelus lembut rambut vey. Tatapan matanya menginsyaratkan bahwa ia menginginkan sesuatu dari vey. Tak menunggu waktu lama eunhyuk pun menindih tubuh vey..

Vey yang terkejut berusaha menahan tubuh eunhyuk, tapi perlahan tenaganya menghilang ketika eunhyuk menciumnya dan memainkan lidahnya menyelusuri rongga mulutnya. Terus mengulumnya hingga menemukan lidah vey dan memainkannya. Tangan kiri eunhyuk juga tak tinggal diam. Ia meraba lembut paha vey dan menyelusup masuk ke baju vey hingga baju itu naik ke dadanya.

Menyadari vey yang sulit bernapas, perlahan eunhyuk melepas ciumannya dan beralih ke leher vey. Mencumbunya hingga meninggalkan kiss mark yang cukup merah. Tangan kiri eunhyuk terus menelusuri tubuh vey, mengelus punggung vey hingga menemukan apa yang ia cari. Dengan cepat, ia lepas pengait bra vey dan bebas menjelajah.

Vey yang tadi sempat melawan, sekarang hanya bisa mengikuti permain euhyuk. Ia berusaha membalas semua perlakuan eunhyuk walaupun ia tahu, ia tidak akan bisa sehebat eunhyuk. Perlahan ia melepaskan baju kaos eunhyuk dan celana eunhyuk hingga tidak ada lagi pembatas diantara mereka berdua.

“aahh..” desah vey yang membuat eunhyuk semakin ganas dan dalam. Eunhyuk kembali mencium vey dan kembali menjelajah dengan kedua tangannya membuat vey semakin panas.

“cukup” ujar vey lemah.
“tapi aku ingin lebih” balas eunhyuk. Setiap kali vey mendesah dan meminta berhenti, semakin membuat eunhyuk melakukannya lebih dan lebih.

>0< >0< >0< >0< >0<

“kau mau kemana?” tanya eunhyuk yang masih berbaring di atas ranjang.
“pulang” jawab vey seraya memakai pakaiannya yang dia ambil dari jemuran
“pulang? ini masih jam 3 sore” seru eunhyuk sembari melihat ponselnya. tanpa menghiraukan perkataan eunhyuk, vey berjalan hendak membuka pintu.

“eits! Tunggu!” seru eunhyuk yang langsung berlari ke pintu menghadang vey keluar kamar. Vey yang melihat eunhyuk sedikit terkejut dan berbalik mengambil celana eunhyuk.
“pakai dulu!” kata vey seraya melempar celana ke eunhyuk tanpa menoleh.
“kau benar-benar ingin pulang?” tanya eunhyuk menghampiri vey setelah memakai celana.
“ne” jawabnya singkat
“kau tahu, tak seharusnya kita melakukan ini” sambung vey.
“waeyo?” tanya eunhyuk menatap kedua mata vey
“kita tidak saling kenal. Yaa mungkin aku tahu kau, tapi kau tidak tahu aku” jelas vey. Perlahan ia melangkah pergi hingga eunhyuk menahan tangan vey
“siapa bilang? Aku tahu kau. Liana Vivian, mahasisiwi asal indonesia” ucap eunhyuk yang membuat vey terkejut dan berbalik memandang eunhyuk.
“tuan berkacamata, meja no. 7. kau ingat itu?” tambahnya seraya menatap wajah vey yang tak menyangka.
“kau..” ujar vey terkejut. Sangat terkejut.
“sebulan ini aku memperhatikanmu. Aku merasa ada yang menarik dari dirimu” ujar eunhyuk tersenyum.
“jadi.. tak ada yang salah kan kalau kita melakukannya” lanjutnya sembari mengelus pelan pipi vey.

Eunhyuk menatap tajam kedua mata vey. vey yng balik menatap mata eunhyuk mulai tenggelam dalam mata eunhyuk. Perlahan, wajah eunhyuk mendekati wajah vey. Vey yang merasa akan terjadi sesuatu hanya bisa diam dan perlahan memejamkan matanya. Benar yang vey duga, eunhyuk mencium bibirnya lembut. Sangat lembut dibandingkan dengan sebelumnya yang ia akui sangat panas. 

Cklek~  pintu kamar terbuka

“hyung! Aku pu-” ujar wookie tiba-tiba di pintu kamar terkejut melihat eunhyuk yang hanya mengenakan celana boxer putih sambil berciuman dengan seorang yeoja.
“oh ada tamu rupanya” susul kyu tersenyum yang berdiri di belakang wookie seraya melongok ke dalam kamar
“selamat datang” lanjutnya seraya menutup pintu kamar dan menarik wookie pergi.

Vey dan eunhyuk hanya tersenyum malu-malu setelah mereka melepas ciumannya.
“mm.. kau mau pulangkan? Aku antar pulang ya” ujar eunhyuk disertai anggukan dari vey. Setelah berpakaian, mereka berduapun keluar dari kamar sembari bergandengan tangan.

“semuanya! Aku pergi dulu ya!” seru eunhyuk kepada keempat temannya
“kira-kira kau akan pulang jam berapa?” tanya sungmin
“mm.. mungkin nanti malam. Bisa juga besok pagi” jawab eunhyuk tersenyum ke arah vey. wookie yang masih shok akan kejadian tadi hanya bisa diam dan tak bisa membayangkan apa yang barusan terjadi di dalam kamar hyungnya.

“hai wookie, kau tak apa-apa?” tanya yesung cemas
“tidak. Dia tidak apa-apa. Ya kan hyung?” ujar kyu tertawa kecil.

The end

Read More...

Sabtu, 12 Maret 2011

just in dream?! part end

Cast : Kyuhyun and all member Suju
Changmin DBSK
Niel Teen Top
Kibum U-kiss
Yo seung hyo (actor)
Ahn seul mi
Nam hee nim
Han misoon
Cho min ji
Yunho DBSK
Author : Penulis

3 tahun kemudian ~
2010, 15 februari
“kau masih menyimpan itu?” tanya sungmin yang masih sibuk merapihkan ranjang
“ne.. aku masih penasaran dengan nama ini” jawab kyu seraya menatap deretan kertas yang memaparkan nama seorang yeoja.
“kyu, sudah lewat 3 tahun sejak kejadian itu.. aku rasa ini hanya nama fans biasa” ujar sungmin sembari merangkul dongsaeng kesayangannya itu.
“aniyo, aku yakin! Sangat yakin kalau dia bukan fans yang biasa” kata kyu sembari merapihkan kertas-kertas itu ke dalam dompetnya.

‘kenapa aku tidak bisa ingat wajah itu?’ tanya kyu sembari mengingat wajah seorang yeoja yang hadir dalam mimpinya akhir-akhir ini.
‘kenapa aku merasa kalau ini bukan sekedar mimpi? Aku yakin ini nyata! Tapi.. kenapa aku tak bisa mengingatnya?’ tanya kyu kembali pada dirinya.
‘ahn seul mi. aku yakin, aku pernah mengenalmu!’ ujar kyu sembari menatap wajahnya dalam cermin.

2010, 17 juni
“bagaimana? Kau sudah dapat tempat pekerjaan?” tanya hee nim sembari melahap sushi buatannya sendiri.
“sudah..” jawab seul mi yang sibuk mengetik di laptop hitamnya.
“dimana?” tanya misoon penasaran.
“di xxx. Aku akan menjadi floor directore di salah satu acara musik” jelas seul mi
“enak dong! Bisa ketemu artis.. bisa ketemu suju juga lagi.. jadi mau!” seru misoon. Seul mi hanya tersenyum mendengar ucapan misoon. Sebetulnya dia memiliki tujuan lain selain bekerja di sana. Dia ingin bertemu namja yang pernah mengisi hidupnya. Dia ingin memastikan kalau namja itu baik-baik saja.
“hee nim!!” panggil seorang namja dari sebrang jalan
“seung hyo!” balas hee nim sembari melambaikan tangannya.
“chingu.. aku pulang duluan ya.. seung hyo sudah menjemputku” ujar hee nim sembari berdiri hendak pergi
“de, hati-hati ya..” kata seul mi dan misoon serempak.
“oh ya! Kau tidak pulang dengan kibum?” tanya seul mi
“mm.. kibum sedang dipanggil oleh dosen kim. Nanti juga kesini” jawab misoon disusul anggukan dari seul mi.
“huft! Aku jadi iri sama kalian berdua. Dari SMA kau dan hee nim selalu kompak. Berbarengan suka dengan seorang namja dan berbarengan mendapatkannya” ucap seul mi iri.
“makanya kau juga cari.. aku kan sering tidak enak hati kalau harus meninggalkanmu bila aku dan hee nim jalan berdua dengan seung hyo dan kibum” jelas misoon sembari merangkul sahabatnya itu.
“sejujurnya.. aku juga ingin mencari.. tapi..” ucapan seul mi terhenti ketika melihat foto kyuhyun yang ia jadikan background desktop laptopnya
“kau masih menunggu namja itu? Namja yang mengenalmu lewat mimpinya? Aish! Sampai sekarang aku tidak mengerti maksudmu itu..” kata misoon
“lihat aku! Bagiku menunggu adalah sesuatu hal yang sangat membosankan. Tapi kalau bagimu itu akan membawa kebahagian untukmu.. aku akan mencoba menemanimu menunggunya” lanjut misoon sembari memeluk seul mi erat.
“…gomawo..” balas seul mi terharu.

2010, 01 september
“untuk pekerjaan pertamamu. Kau harus mengontrol masuk keluarnya para bintang tamu. Atur waktunya agar tidak lebih atau kurang. Agar lebih jelas, kau langsung turun tangan saja” tuan kim, atasan seul mi
“baik, bos” ujar seul mi menurut.
“ini nama-nama bintang tamunya dan waktunya. Selamat bekerja!” ucap tuan kim sebelum akhirnya meninggalkan seul mi sendiri. Seul mi pun segera melihat listnya. B2st, shinee, miss a, shinwa, 2ne1, snsd, 2am, kara, psy, sondambi, rain, afterschool, se7en.

‘tak ada suju rupanya’ keluh seul mi tak semangat

“waeyo? Pasti cari suju ya?” tanya seorang gadis. Kira-kira umurnya sebaya dengan seul mi.
“kenalkan, namaku cho minji tapi biasa di panggil minzy” lanjut gadis itu.
“ahn seul mi imnida” ujar seul mi membalas uluran tangan minzy
“aku karyawan disini. Sebenarnya aku dari kemarin menunggu super junior, sepertimu” kata minzy ramah.
“tapi tenang saja. Kata tuan kim, super junior akan datang besok lusa” lanjutnya
“jinja??” tanya seul mi tak percaya. Minzy pun mengangguk.
“de, oh ya.. kalau tidak salah tugas kita sama loh! Kita bekerja sama ya..” jawab minzy tersenyum.

2010, 03 september
“anyeong seul mi!” sapa minzy riang
“annyeong!” balas seul mi
“kau tahu? aku sangat tidak sabar bisa bertemu suju!” ujar minzy kegirangan
“iya, tapi kan masih 2 jam lagi” ucap seul mi seraya menatap jam tangan miliknya
“memang! Tapi biasanya suju tiba datang 1 jam lebih awal! Kalau gitu aku tinggal dulu ya” jelas minzy sembari pergi

‘1 jam?? Apa itu tidak terlalu cepat ya?’ ujar seul mi dalam hatinya sembari menatap wajahnya yang cemas di cermin kamar mandi
‘tapi.. apa dia masih ingat aku ya..?’ tambahnya seraya memegang bibirnya perlahan.

Di mobil Van suju ~
“hei kyu! Dari tadi kau melamun terus. Kau sedang memikirkan siapa?” tanya donghae yang duduk di sampingnya
“ah! Ani” jawabnya singkat
“pasti kau sedang memikirkan gadis itu ya?” bisik sungmin dari belakang
“ah hyung!... de” jawabnya tanpa menoleh ke sungmin
“kau boleh saja memikirknanya, tapi nanti kalau kau sudah perform lupakan dia ok! Aku takut penampilan kau jadi buruk karena gadis itu” nasihat sungmin
“arasso hyung!” sahut kyuhyun tersenyum

Di studio xxx ~
“seul mi! ayo ikut! Suju sudah datang!” kata minzy yang langsung menarik tangan seul mi
“aduh.. ta.. tapi aku-“ ujar seul mi ragu-ragu.
“kajja!” potong minzy

‘aduh bagaimana ini?? Tuhan, tolong aku!’ keluh seul mi

“oh! Kalian sudah datang. Bagus! Tolong urus mereka ya” ujar tuan kim sembari pergi meninggalkan seul mi dan minsy berdua
“annyeong, cho minji imnida!” sapa minzy tersenyum
“kalian akan tampil urutan ke-7 atau bisa di bilang paling terakhir…..”lanjut minzy menjelaskan tanpa henti. Seul mi yang disampingnya hanya bisa diam memandang kyuhyun yang sibuk dengan potongan kertas di hadapannya.

‘apa kau masih kenal aku?’ tanya seul mi menatap wajah kyu

“oh ya, itu di sampingmu siapa namanya?” tanya leeteuk
“oh ini.. seul mi, kenalkan dirimu” ujar mizy mensikut seul mi
“ah ne, seul mi imnida. Saya floor directore baru di sini” jawabnya tersenyum kaku
“siapa? Seul mi?” tanya sungmin kembali
“iya.. ahn seul mi” jawab seul mi ulang. Seketika kyuhyun menoleh dan menatap wajah seul mi.
“kau seul mi?” tanya kyuhyun yang langsung berdiri dan menghampiri seul mi
“kau.. ahn seul mi? seul mi?” tanyanya kembali seraya memegang kedua bahunya.

‘dia… apa dia mengenalku?’ kata seul mi deg-degan

selama beberapa saat, kyuhyun terus menatap wajah seul mi sembari mengingat wajah gadis dalam mimpinya selama ini.
“akh!!” ujar kyuhyun terjatuh sembari memegang kepalanya.

“gwenchana?” tanya sungmin yang langsung membopong kyuhyun berbaringa di sofa
“sebaiknya kalian berdua pergi. Gamsahamnida atas penjelasannya” kata leeteuk tersenyum ramah. Seul mi dan minzy pun pergi.

“sebenarnya ada apa dengan kau dan kyuhyun? Apa kalian… saling kenal?” tanya mizy hati-hati. Seul mi hanya bisa tersenyum dan diam sampai acara musik dimulai.

Dari acara di mulai, seul mia yang bertugas menjadi floor directore (FD) tapi ketika penampilan terakhir ia segera berganti tugas dengan minzy.
“memangnya kenapa?” tanya minzy bingung
“aku.. aku ingin ke toilet” jawab seul mi bohong.
“oh! Keurae!” sahut minzy mengerti

“kyuhyun dengar aku! Untuk saat ini, tolong jangan pikirkan gadis itu ok?” ujar sungmin sebelum akhirnya mereka perform lagu andalan mereka dari album repack bonamana, no other. Dengan pakaian ala koboi, mereka mampu membius para penont0n tak terkecuali para staff yang sedang bekerja. Minzy pun yang sedang bertugas, sesaat tenggelam dalam penampilan mereka.

“untung aku tidak di posisi minzy. Mungkin penampilan mereka akan hancur berantakan” ujar seul mi sendiri yang mengintip menonton suju perform. Sesaat terulas senyum di wajahnya saat mengingat reaksi kyuhyun yang langsung bergerak saat mendengar namaku.

‘apa dia masih ingat aku? Ku harap iya’

2010, 29 september
“yeobseyo!” sapa seul mi kepada sang penelepon
“seul mi, ini aku minzy” seru minzy yang ternyata menelepon
“oh.. waeyo?” tanya seulmi
“hari ini aku tidak masuk kerja dulu ya.. aku kurang enak badan”
“oh gitu.. kalau gitu isturahat yang cukup ya.. jangan lupa minum obat ok?” kata seul mi
“ne, tapi nanti kau yang akan menggantikan tugasku. Tak apa-apa?”
“gwenchana.. kau tak usah memikirkannya..” jawab seul mi mengerti
“gomawo” seru minzy sebelum akhirnya menutup telepon.

Setelah menutup ponselnya, iapun kembali bekerja. Menjadi FD menggantikan minzy. Setelah melihat nama-nama bintang tamu, iapun segera bekerja.

“oh! Sudah jam 1?? Aku harus buru-buru makan siang. Masih banyak pekerjaan yang menunggu” ujar seul mi seraya sedikit berlari menuju kantin. Saking terburu-buru, ia pun menabrak seorang namja yang sedang berjalan berlawanan arah dengannya.

GUBRAK!
“ah.. mianhae.. jeongmal mianhae” kata seul mi yang langsung membungkukkan badan meminta maaf
“ah gwencha… seul mi?” jawab namja. Mendengar namanya disebut, seul mi pun mendongak
“oppa?!” ujarnya tak percaya.

Di kantin studio xxx ~
“aku tak menyangka kalau kau ternyata nyata” ujar namja itu tak percaya
“aku juga tak menyangka kalau oppa masih ingat aku. Yaa walaupun tidak masuk akal, tapi memang itu lah yang oppa alami saat koma 3 tahun lalu” jelas seul mi setelah menceritakan semua pengalamannya 3 tahun lalu bersama kyuhyun.
“tapi.. ada apa oppa disini? Ada acara ya?” tanya seul mi seraya melahap makan siangnya.
“oh itu.. iya, aku jadi bintang tamu di acara bincang-bincang xyz” jawab namja itu dengan wajah yang sedikit ragu-ragu
“gwenchana?” tanya seul mi
“……..” namja itu diam seperti memikirkan sesuatu
“oppa, gwenhcana?” tanya seul mi kembali
“…….”
“oppa! Kyu oppa!” teriak seul mi
“ah ne.. gwenchana” jawab kyu
“ada apa sih? Oppa seperti sedang memikirkan sesuatu?”
“oh itu.. mm.. sebenarnya aku tidak yakin tapi.. apa benar kau pernah membuatkan aku cokelat?” tanya kyu mendekatkan wajahnya pada seul mi
“cokelat?? Mm.. pernah. Tepatnya 3 tahun yang lalu. Tapi.. dari mana oppa tahu?”
“tepat sebelum kecelakaan, aku sempat memakan cokelat buatanmu. Cokelat dengan bungkusan yang bertuliskan namamu. Aku terus memikirkan si pembuat cokelat itu” jelas kyu tersenyum senang
“dan… karena itu… oppa-“
“ya! Aku tak menyangka. Aku bisa nyasar ke rumahku karena aku terus memikirkanmu. Si pembuat cokelat itu” ujar kyu menatap kedua mata seul mi
“…. Miracle” ucap seul mi
“de, miracle” balas kyu.

2010, 22 november
“hei! Selama 2 bulan kita tidak bertemu… sepertinya kau lebih ceria dari biasanya” seru misoon memulai pembicaraan
“de! Jangan-jangan kau sudah punya kekasih ya..?” tambah hee nim setuju
“ah.. tidak juga.. aku akhir-akhir ini senang karena akhirnya aku bisa bertemu dengan pria itu” jelas seul mi
“maksudmu si pria mimpi itu?” duga hee nim. Seul mi mengangguk.
“tapi jujur loh.. aku masih tidak mengerti” lanjut misoon cemberut. Disusul anggukan hee nim. Merekapun meminta seul mi bercerita kembali.

Seul mi pun menceritakan semuanya tanpa terkecuali.
“jadi maksudmu roh namja itu bertemu denganmu gitu?” tanya hee nim sedikit tidak percaya
“ya.. begitu lah! Mungkin sangat tidak masuk akal, tapi memang begitulah kejadiannya” jawab seul mi
“mm.. kalau boleh tau, siapa namja itu? apa dia masih hidup sekarang?” tanya misoon ragu-ragu
“ya! Dia masih hidup! Dan kalian kenal dengannya kok!” jawab seul mi tersenyum senang
“kenal? Kami kenal dia?” ujar hee nim bingung
“ya! Kalian kenal dia!” kata seul mi membuat penasaran
“tapi siapa? Seul mi! katakan! Siapa namanya?” ucap misoon
“iya, cepat katakan! Jangan buat aku penasaran!” tambah hee nim
“dia ituuuuu… kyuhyun. Cho kyuhyun!” seru seul mi
“kyuhyun??” ujar misoon mengingat apakah dia punya teman yang bernama kyuhyun apa tidak
“jangan-jangan-” Kata hee nim
“ya! Cho kyuhyun. Magnae super junior!” jawab seul mi
“bohong! Kau pasti bohong kan?” tanya misoon tak percaya
“buat apa aku berbohong” seru seul mi
“mm.. masuk di akal sih.. karena saat itu kyuhyun juga sedang koma kan?” kata hee nim bak seorang detective
“iya.. dan sebenarnya.. selama 2 bulan terakhir ini aku dan dia sering berkomunikasi” ucap seul mi malu-malu.

2010, 04 desember
“kau besok akan perform di studio xxx?” tanya sungmin seraya duduk di sebelah kyuhyun
“de” jawabnya yang sibuk melihat kertas yang bertuliskan nama ahn seul mi
“berarti ada kemungkinan kau bertemu dia?” tanya sungmin kembali
“de” jawabnya singkat tanpa mengalihkan pandangan dari kertas itu
“mm.. mian ya karena aku sempat tidak percaya padamu” ujar sungmin meminta maaf
“de” jawab kyu yang masih sibuk.
“yak! Kau sedang bicara padaku! Lihat aku dong!” ujar sungmin kesal yang langsung mengambil kertas itu dari tangan kyu
“ah sungmin! De de.. aku minta maaf.. tapi balikin dulu kertasnya” ucap kyuhyun melas
“kau tahu? sejak kau bertemu dengannya, akhir-akhir ini kau cuek denganku! Kau lebih senang memandangi kertas itu ketimbang aku” keluh sungmin
“iya ya? Mianhae hyung.. aku tidak tahu kalau kau sampai cemburu begitu.. jeongmal mianhae” sahut kyu sembari memeluk couplenya
“cemburu?? Dasar pabo! Sejak kapan aku menyukaimu, hah?!” ucap sungmin memukul kepala kyuhyun
“lah tadi! Kalau bukan karena cemburu, kenapa kau tadi sedih?” tanya kyu seraya mengelus-elus kepalanya
“dasar pabo! Aku itu takut kau tidak waras! Masa senyum-senyum sama deretan kertas? Dari pada kau seperti itu dan membuatku khawatir, lebih baik kau nyatakan perasaanmu padanya kalau kau suka padanya” jelas sungmin
“mo?! Dari… dari mana kau tahu?” ujar kyu terkejut sekaligus malu
“kita itu sudah bersama hamper 4 tahun. Tak ada yang bisa kau sembunyikan dariku, arasso?” jawab sunngmin sembari merangkul dongsaengnya
“tapi.. kau tidak akan cemburu kan?” goda kyu
“ya tidak lah! Aku itu masih normal tauuu” sahut sungmin

‘besok? Ok! Akan aku lakukan’ ujar kyu dalam hatinya seraya memperhatikan deretan kertas bertuliskan nama seorang gadis, ah seul mi.

2010, 05 desember
“bagaimana? Kau sudah nyatakan persaanmu belum?” tanya sungmin pada kyu yang baru pulang sehabis perform bersama SM The Ballad
“belum” jawab kyu singkat seraya duduk di atas ranjangnya
“kenapa?” tanya sungmin
“dia tadi tidak masuk kerja”
“oohh! Trus kau mau kapan lagi?” tanya sungmin sembari membereskan lemarinya
“kapan lagi apanya?” ujar kyu tak mengerti
“dasar pabo! Ya menyatakan perasaanmu lah!” jawab sungmin melempar bajunya tepat ke wajah kyu
“ah hyung! Itu… aku tidak tahu” balas kyu melempar kembali baju sungmin lalu berbaring
“aku tidur duluan ya” ucap kyu yang langsung membalikkan badannya dan memeluk guling. Tak butuh waktu lama, iapun segera berpindah ke alam mimpi.

2010, 06 desember
“kyu bangun! Sarapan sudah siap!” ujar wookie sembari menggoyang-goyangkan tubuh kyu
“hhmm.. ne, nanti aku makan” jawabnya setengah sadar. Setelah wookie pergi keluar kamar, kyu pun perlahan duduk dan membuka matanya.
“ooaahh!!” kyupun menguap seraya merentangkan kedua tangannya. Iapun menatap jam weker di meja sebelah ranjangnya.
“masih jam 7. tidur lagi aaahh” ucap kyu. Baru saja dia ingin berbaring, dia pun di kagetkan dengan sesosok makhluk yang tertidur di sampingnya.
“OMO??!!! Kau.. kau si.. kau siapa?” tanya kyu kepada sesosok makhluk yang tengah tidur di ranjangnya yang ternyata seorang yeoja. Yeoja itu pun membalikkan badannya dan bangun dari tidurnya.
“seu.. seul mi???” ucap kyu tak percaya
“kyuhyun oppa??” balas seul mi yang juga terkejut
“sedang apa kau disini?” tanya kyu yang langsung menutup rapat-rapat pintu kamar dan menguncinya.
“aku?? Memangnya aku ada dimana?” tanya seul mi seraya memperhatikan kamar kyu
“kau ada di kamarku. Kau datang dari mana? Ada yang melihatmu kesini?” tanya kyu sedikit panic. Untung saja sungmin, teman sekamar kyuhyun sudah tak ada di kamar, kalau dia tahu kyu bawa seorang yeoja ke kamar.. tidak bisa dibayangkan bagaimana reaksinya nanti
“perasaan.. tadi.. aku habis dari minimarket. Lalu minzy meneleponku. Dan tiba-tiba…” ucap seul mi seraya mengingat dan tiba-tiba ucapannya berhenti ketika mengingat semuannya.
“tiba-tiba kenapa?” tanya kyu penasaran
“tiba-tiba… coba oppa telepon ponselku. Dan tanya keadaanku! Cepat!” suruh seul mi. kyupun langsung menuruti perintah seul mi. ternyata yang mengangkat ponsel seul mi adalah kakaknya, changmin.

“bagaimana?” tanya seul mi
“kau… kemarin kau kecelakaan saat pulang dari minmarket. Kau di tabrak oleh truk pengangkut sampah” jawab kyu menundukan kepalanya
“sudah kuduga” ujar seul mi menatap ke arah jendela. Mendengar ucapan seul mi, kyu mendongakkan kepalanya.
“saat menerima telepon dari minzy. Aku ingat ada cahaya yang menyilaukan menghampiriku dengan cepat. Ternyata seperti itu” jelas seul mi tersenyum menghampiri kyu
“kita berjodoh ya!” lanjutnya
“kita gantian loh oppa! Kau dulu yang seperti itu dan sekarang aku yang seperti itu!” tambahnya tersenyum senang
“tapi kenapa kau senang? Seharusnya kau cemas tentang keadaanmu itu!” seru kyu khawatir
“buat apa aku cemas? Aku yakin! Aku akan baik-baik saja! Yaa sepertimu oppa! Baik-baik saja dan hanya menganggapmu sebagai buah tidurku!” balas seul mi gembira

2010, 10 desember
Di rumah sakit ~
“bagaimana dok keadaan adik saya?” tanya changmin setelah sampai di ruang dokter.
“kecelakaan itu membuat tulang belakangnya patah dan sulit untuk pulih. Jujur saya katakan adik anda sulit untuk sembuh, kalaupun pulih dengan keadaan seperti itu… ia akan lumpuh total untuk selamanya” jelas dokter yunho sembari memperlihatkan hasil ronsen
“apa tidak ada cara agar adik saya bisa sembuh?” tanya changmin berharap
“ada. Donor tulang belakang. tapi saya hanya membutuhkan tulang dari orang yang masih hidup dan sampai sekarang saya belum pernah bertemu dengan orang yang mau mendonorkan tulang belakangnya” jawab dokter yunho
“donor?” ujar changmin berpikir keras

Di dorm suju ~
“tak kusangka! Apartemen yang tidak ada yeoja seperti ini bisa rapih dan bersih!” ujar seul mi seraya melihat-lihat ruangan apartemen yang dihuni oleh kelima member suju (kyu, sungmin, yesung, wookie dan eunhyuk)
“ya iyalah! Kan ada wookie di sini. Dia yang selalu membereskan apartemen ini” sahut kyu yang sibuk bermain game
“hah?! jadi ini semua kerjaan wookie oppa??” tanya seul mi tak percaya
“ne” jawab kyu singkat

tak ingin menganggu kyu, seul mi pun melangkah terus mengelilingi apartemen. Karena tidak bisa terlihat, iapun bebas kemanapun ia suka. Sampai akhirnya ia sampai di depan kamar mandi, ia diam sebentar disana dan bercermin pada cermin westafel. Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, muncullah eunhyuk dengan handuk melilit di pinganggnya dan rambut yang acak-acakan.

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!” teriak seul mi. dia pun memalingkan tubuhnya dan segera di peluk oleh kyu yang langsung berlari ketika mendengar teriakkan seul mi.
“oh kyu! Sedang apa disini?” tanya eunhyuk polos
“oh aku… aku ingin ke kamar mandi. Awas!” jawab kyu yang langsung masuk ke kamar mandi dan menutup pintu.
“sudah.. Buka matamu” ujar kyu kepada seul mi. seul mi pun membuka matanya.
“loh?? Kok kita di kamar mandi?” tanya seul mi bingung
“itu semua karena kau! Kau membuatku salah tingkah dihadapan eunhyuk! Jadinya.. jadinya aku pura-pura ke kamar mandi saja” ujar kyu dengan wajah memerah
“alah! Bilang saja oppa mau berduaan denganku.. iya kaaan?” goda seul mi seraya berjalan perlahan mendekati kyu. Kyu pun mundur beberapa langkah. Karena tak memperhatikan langkahnya, iapun langsung terduduk di kloset duduk dan tak sengaja menarik tubuh seul mi yang membuatnya jatuh tepat di atas badan kyu.

Selama beberapa saat, mereka pun saling bertatapan. Suasana 3 tahun lalu kembali terulang. Perlahan, kyu mendekatkan wajahnya pada seul mi. seul mi pun memejamkan matanya. Sampai pada akhirnya…

“kyu! Cepat! Kau sedang apa sih?? Ayo cepat! Aku sudah tak tahan!!” ujar yesung dari luar kamar mandi seraya menggedor-gedor pintu kamar mandi dengan tidak sabar.
“i.. i.. iya ya! Aku sudah selesai!” sahut kyu gugup. Dengan cepat, seul mi segera bangun dari atas badan kyu dan mereka pun segera keluar dari kamar mandi.

2010, 17 desember
Di rumah sakit ~
“bagaimana keadaan seul mi?” tanya changmin kepada omma
“seperti kemarin” jawab omma sedih seraya menggenggam tangan seul mi yang masih berbaring tak sadarkan diri
“omma lebih baik makan dulu. Ini sudah siang” suruh changmin lembut
“appa sudah menunggu omma di kantin rumah sakit” lanjutnya. Setelah mencium kening anak perempuannya, ommapun keluar menuruto perintah changmin
“annyeong seul mi! ini aku changmin, oppamu” sapa changmin tersenyum sedih
“kau.. pasti akan baik-baik saja” sambungnya mencium lembut kening adiknya itu.

Di dorm suju ~
“selamat datang!” seru seul mi mendengar pintu kamar terbuka. Tapi bukan kyu yang datang melainkan sungmin.
“hah?! gawat!!” pekik seul mi yang langsung bersembunyi di bawah kolong ranjang
“tunggu! Buat apa aku sembunyi kalau aku tidak bisa dilihat? Heuh seul mi pabo!!” serunya sendiri. Iapun keluar dari tempat persembunyiannya dan segera berdiri membersihkan debu dari bajunya. Baru saja dia mendongakkan wajahnya, ia langsung di sunguhkan dengan pemandangan yang tak bagus. Sungmin dengan santainya hendak melepaskan celananya. Tanpa pikir panjang, seul mi segera keluar dari kamar itu lewat jendela. Entah apa yang ia pikirkan hingga bisa senekat itu.Yang dia pikirkan hanyalah ia harus keluar dari kamar kyu.

‘fiuh! Akhirnya keluar juga.. Tapi tunggu! Kenapa tubuhku ringan ya?’ ucap seul mi seraya melihat ke arah kakinya
‘HAH?! AKU TERBANG??’ serunya tak percaya.
“yes! Aku bisa terbang! Kukira hanya bisa di alam mimpi saja!” sambungnya seraya berputar-putar mengelilingi apartemen.
‘hm! Mumpung bisa terbang jalan-jalan ah!’ lanjutnya girang. Iapun segera terbang menuju rumahnya.

Di rumah seul mi ~
“kok sepi ya? Pada kemana ya?” katanya sendiri.
“oh ya! Aku kan sedang sakit. Pasti pada di rumah sakit lah! Tapi rumah sakit mana ya?” tambahnya sembari mengelilingi rumah berharap menemukan jawaban. Tak lama, muncullah niel yang terburu-buru dan langsung pergi entah kemana. Karena penasaran, iapun mengikuti adikya. Ternyata niel pergi ke rumah sakit.

‘apa ini ya rumah sakit tempat aku di rawat?’ tanyanya mengikuti niel hingga menuju ke kamar pasien
‘itu… aku?’ lanjutnya terkejut melihat tubuhnya yang terbaring lemah di ranjang dengan berbagai macam selang yang terpasang di tubuhnya. Seul mi pun mendekati tubuhnya dan memperhatikannya. Wajahnya begitu pucat. Hamper seperti orang yang sudah mati. Tak tega melihat keadaannya sendiri, iapun segera pergi terbang menuju dorm suju.

Di dorm suju ~
“seul mi, kau dari mana saja? Aku mencarimu loh!” ujar kyu setiba di kamarnya
“oh itu! tadi ak-“ ucapan seul mi terpotong ketika mengingat kejadian tadi siang. Mana mungkin dia bilang kalau dia habis dari rumah sakit dan melihat keadaannya yang menyedihkan.
“tadi aku habis dari kolong ranjang. Trus aku ketiduran deh” jawab seul mi sedikit berbohong, lebih tepatnya… ngeles *hhehe..*
“hah?! kok bisa?” tanya kyu
“tadi siang itu, sungmin oppa masuk ke kamar. Dia tiba-tiba mengganti bajunya di hadapanku. Karena terkejut, yaa aku ngumpet saja di kolong ranjang” terang seul mi dengan wajah polosnya
“wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk!!!!” balas kyu tertawa kencang
“kok ketawa?” tanya seul mi cemberut
“tentu saja aku tertawa! Lihat wajahmu! Kau seperti anak kecil yang mengadu pada ibunya” jawab kyu terbahak seraya menghadapkan wajah seul mi pada cermin. Seul mi yang menerima perlakuan kyu hanya bisa cemberut layaknya anak kecil.

“sudah-sudah.. jangan cemberut seperti itu. aku minta maaf ya” ujar kyu tersenyum mengelus pinggir bibir seul mi pelan.
“aku tidur duluan ya” lanjutnya seraya menyelimuti dirinya sendiri. Beberapa saat, seul mi tertegun. Tangannya perlahan menyentuh bibirnya dan mengingat kyu yang mengelus pelan bibirnya.

‘aduh! Tadi aku keterlaluan tidak ya?’ tanya kyu seraya melihat jarinya yang tadi mengelus bibir seul mi. karena takut tambah salah tingkah, akhirnya ia pun tidur.

2010, 24 desember
Di dorm suju, sore hari ~
‘nanti malam adalah malam natal, tapi aku disini sendiri. Dorm suju sepi karena penghuninya ada sushow 3 di china’ ujar seul mi sedikit sedih. Diapun berkeliling melihat-lihat kamar tidur satu-persatu member suju. Sampai akhirnya ia sampai di kamar yang selalu ia tinggali, kama kyuhyun. Ada perasaan rindu saat melihat foto kyumin’s couple terpajang manis di meja sungmin.

‘kau sedang apa ya sekarang?’ tanyanya seraya mengelus wajah kyu di foto itu.

Di china ~
Terlihat seorang namja sibuk memperhatikan isi dompetnya. Bukan uang atau bon belanja yang ia lihat, melainkan deretan kertas bertuliskan nama seorang yeoja yang ia sukai.
“HEI!!” ujar sungmin mengangetkan kyu
“aish! Kau ini! Untung kertasnya tidak jatuh!” dumel kyu
“yaa mian. Tapi kenapa sih kau terus melihat ketas itu? kalau kau sendiri sudah tahu nomor ponsel yeoja itu! lihat! Kertasnya sudah lusuh dan kotor! Ish! Dasar jorok!” omel sungmin panjang lebar. Kyu yang tak mendengar ucapan sungmin hanya bisa termangu memikirkan sang yeoja yang sendirian di dorm suju

‘seul mi, mianhae kau aku tinggal sendiri’ ujarnya merasa bersalah

2010, 25 desember
Di dorm suju ~
Matahari terbit dengan terangnya, membuat seorang yeoja terbangun karena kesilauan.
“oooaaaahhhh!” ucapnya menguap. Yeoja itu bangun dan duduk di atas ranjang dengan tangan yang masih memeluk foto sepasang seorang lelaki.
“ternyata aku ketiduran toh!” ucapnya sembari melihat foto namja yang ia cintai dari pelukannya.
“kyu, bogoshipo!” lanjutnya mencium foto kyu

“bosen ah klo nonton tv doang! Hmm.. kerumah sakit aja ah!” kata seul mi pada dirinya. Iapun terbang ke rumah sakit dan segera menuju kamarnya.

Sesampainya disana, perlahan air matanya jatuh. Ia tak tega melihat ini semua. Omma yang sangat ia cintai harus menangis di hadapannya yang tak sadarkan diri, memohon pada tuhan agar dirinya cepat sadar. Appa pun sama, ia hanya bisa duduk terdiam di sofa merenungi keadaan seul mi. Changmin dan niel berusaha tegar dan mencoba menghibur kedua orang tua yang seul mi kasihi.

Tak lama, masuklah dokter yunho dan memanggil changmin keluar kamar. Merekapun berbicara cukup serius. Seul mi yang penasaran, memilih untuk mengikuti oppanya.
“maaf saya mengganggu anda.” Ujar dokter yunho
“tidak apa-apa. Dokter ingin membicarakan keadaan adik saya kan? Bagaimana? Apa dia ada kemajuan?” tanya chnagmin terburu-uru
“mm.. keadaan adik anda tidak membaik, malah cenderung makin memburuk. Saya hanya bisa mengingatkan anda tentang donor tulang belakang itu” jawab dokter yunho

‘donor?? Donor tulang belakang??’ seru seul mi terkejut. Selama ini dia tidak pernah ke rumah sakit karena dia selalu tidak punya kesempatan. Jadi ia sangat terkejut ketika mendengar penjelasan dokter

“batas paling lambat untuk operasi tulang belakang itu kemungkinan hanya 2 bulan lagi. selebihnya, saya tidak bisa memperkirakan apa yang akan terjadi” tambah dokter sebelum akhirnya ia meniggalkan changmin yang terduduk lesu di kursi koridor rumah sakit.
“seul mi…” lirih changmin. Seul mi yang melihat itu semua hanya bisa menagis dalam diam.

2010, 31 desember
“heh! Kau melamun lagi ya?” tanya kyu menghampiri seul mi
“hah?! aniyo.. aniyo.. aku hanya sedang memperhatikan bintang” jawab seul mi
“kau bohong!” ujar kyu. Seul mi menoleh, mengerutkan dahinya
“aku memperhatikanmu sejak hari natal. Sejak hari itu kau lebih banyak melamun. Sebenarnya ada apa? Apa karena kau bosan karena terus kekurung kesini?” lanjut kyu cemas
“kekurung??” tanya seul mi
“iya. Kau pernah bilang padaku kalau roh sepertimu tidak bisa mendekat ke tubuhnya karena itu akan membuat keadaannya bertambah buruk” jawab kyu.

‘ya ampun oppa! Kau masih ingat itu? padahalkan… itu aku bohong’ ucap seul mi tak menyangka

“oh ya! tadi aku ke studio xxx. Disana aku bertemu minzy. Dan aku mendapatkan nama rumah sakit tempat kau di rawat” kata kyu tersenyum
“jinja??” tanya seul mi
“de. Dan rencananya hari minggu nanti aku akan menjengukmu”seru kayu
“JANGAN!!!!!” teriak seul mi melarang
“loh?? Waeyo??” seru kyu tak mengerti
“karena.. karena... kau tahu lah! Kau itu seorang artis papan atas. Kalau kau datang ke rumah sakit dan kau tiba-tiba dikerumuni para elf, bisa-bisa kau mengganggu pasien lain. Lagi pula, apa tidak aneh? Kau datang menjengukku? Nanti bisa-bisa ada gossip kalau kau dan aku… mm.. maksduku.. kita…” jelas seul mi menghentikan kalimatnya.
“apa?” tanya kyu mendekatkan wajahnya pada seul mi. menyadari wajahnya memerah, seul mi pun membalikkan badannya.

‘kenapa kau tak lanjutkan kalimatmu?’ tanya kyu dalam hatinya.

“kyu!” panggil sungmin dari dalam.
“sedang apa kau di balkon sendiri? Yang lain sudah pada datang tuh!” lanjutnya
“di dalam panas” jawab kyu singkat
“ooh!.. oh ya, tadi aku lihat kau di studio xxx, sedang apa kau disana? Ah! Aku tahu! pasti kau sedang mencari yeoja itukan? Siapa namanya? Ah ya! seul mi, ahn seul mi!” ujar sungmin. *dasar bang umin aneh! Dia yag nanya, dia jug ayang jawab.. ck, ck ,ck*
Seul mi yang mendengar namanya disebut segera berbalik dan memperhatikan couple itu berbicara.

“aniyo, tadi aku bertemu temannya, minzy. Katanya seul mi kecelakaan dan sekarang dia sedang di rawat” jawab kyu dengan ekspresi yang tenang
“kecelakaan??” ujar sungmin kaget. Kyu mengangguk.
“tapi tunggu! Kalau memang dia kecelakaan, kenapa kau tenang-tenang saja? padahal dia itukan gadis yang kau cintai” sambung sungmin yang membuat seul mi terkejut dan kyu yang malu setengah mati.
“heh! Jawab aku! Kau memang mencintainya kan? Sejak kalian bertemu 2 bulan yang lalu. Bahkan 3 tahun yang lalu malah, saat kau bilang kalau seul mi itu adalah buah tidurmu yang terus menganggu hidupmu, ya kan?” lanjut sungmin.

‘aduh sungmin! andai kau tahu. mungkin kau tidak akan bilang seperti ini di sini!’ keluh kyu.
‘tapi tak apalah! Sudah terlanjur ii. Sekalian saja lah!’

“ya! aku menyukainya. Aku juga mencintainya. Bagiku, dimanapun dia berada, dia akan selalu ada disini. Di hatiku” jawab kyu seraya menyentuh dadanya. Seul mi yang melihat pernyataan cinta kyu secara tak langsung itu hanya bisa diam. Jauh di dalam hatinya ia sangat senang karena perasaannya terbalaskan.

2011, 14 januari
Di dorm suju ~
“seul mi” panggil kyu yang sibuk memasukkan pakaiannya ke dalam koper
“de” sahut seul mi menghampiri kyu
“besok aku akan ke Bangkok. Dan seterusnya aku akan jarang pulang” seru kyu menatap seul mi
“ne, aku tahu. kau pasti akan sibuk dengan sushow 3, konser suju KRY dan suju M kan?” jawab seul mi tersenyum
“kau tidak akan rindu padaku?” tanya kyu
“rindu?” ujar seul mi
“ne. ingat perkataanku saat malam tahu baru itu?” tanya kyu kembali sembari mengenggam tangan seul mi.
“aku serius. Aku mengatakan yang sebenarnya” tambahnya sembari mencium tangan seul mi
“tunggu aku pulang, ok!” lanjutnya. Seul mi hanya bisa tersenyum dan mengangguk senang.

Di rumah sakit ~
“hyung, apa kata dokter?” tanya niel pada changmin
“kata dokter, tulang belakangku keadaannya sangat baik” jawab changmin
“lalu hyung akan jadi mendonorkannya untuk seul mi noona?” tanya niel kembali. Changmin mengangguk.
“dan sekarang tugasmu adalah bantu aku untuk membujuk omma dan appa, ok?” ujar changmin seraya memeluk adik lelakinya.

“TIDAK!! Sampai kapanpun omma tidak akan setuju!” larang omma
“omma, dengar aku dulu. Ini untuk kebaikkan anak gadis omma satu-satunya.” Bujuk changmin sembari memeluk ommanya
“kalaupun aku tidak ada, masih ada niel anak lelaki omma yang bisa menjaga omma dan appa” tambahnya hamper menangis
“kau tahu resikonya? Kalau operasi ini berhasil, kau akan…” ujar omma menangis
“iya, aku tahu omma. Aku sangat tahu” seru changmin menghapus air mata ommanya
“kalau kau memang sangat yakin. Lakukanlah. Appa akan selalu mendukung keputusanmu” ujar appa menepuk bahu changmin
“kau sudah besar nak. Kau berhak memilih jalanmu sendiri. Semoga tuhan melindungimu anakku” ucap omma memeluk putra sulungnya.

2011, 29 januari
Di dorm suju ~
Di atas ranjang kyu, seul mi duduk sembari memeluk kedua kakinya dan menangis sedih.
“changmin oppa… kau tidak boleh seperti itu…” ujarnya lirih.

Selama beberapa hari ini, seul mi terus berada di rumah sakit memantau keadaannya secara langsung. Selama beberapa hari ini juga, seul mi terus di hantui oleh 2 pilihan yang sulit. Antara memilih changmin atau kyuhyun.

Memilih untuk terus hidup dengan tulang belakang milik changmin dan hidup bahagia bersama kyu atau membiarkan dirinya mati dan membiarkan changmin tetap hidup.

“tuhan, apa itu jawaban yang tepat?” katanya seraya memohon petunjuk-Nya

Di rumah sakit ~
“bagaimana dok? Kapan saya akan dioperasi?” tanya changmin
“melihat keadaan seul mi yang makin memburuk. Kemungkinan tanggal 3 nanti. Ketika tahun baru china” jelas dokter yunho
“baguslah! Makin cepat, makin baik” ucap changmin lega. Sebenarnya jauh di dalam hatinya dia masih ragu-ragu dengan tindakannya ini. Tapi melihat ommanya yang selalu mengigau memanggil nama putrinya dan keadaan seul mi yang makin memburuk, changminpun memantapkan hatinya dan berusaha melupakan semua resiko walau itu akan mengancam nyawanya sendiri.

Di singapura ~
“seul mi, tunggu aku ya” kata kyu sembari menatap deretan kertas bertuliskan nama seul mi.

2011, 03 februari
Di dorm suju ~
“saengil chukkae hamnida.. saengil chukkae hamnida.. sarang haneun cho kyuhyun.. saengil chukkae hamnida!” ujar semua member suju. Mereka bernyanyi ketika mereka baru sampai di apartemen kyu. Dengan perasaan bahagia, kyuhyun membuat sebuah permohonan dan meniup lilin dari kue yang di bawa sungmin.

Di rumah sakit ~
“baik kalau begitu operasi akan saya lakukan. Untuk tuan changmin silahkan ikut saya dan untuk keluarga dimohon tunggu di ruang tunggu” ujar dokter yunho sembari pergi menuju ruang operasi di ikuti changmin.
“hati-hati hyung!” kata niel sedikit berteriak

“anda sudah siap?” tanya dokter yunho
“ne, saya sudah siap!” jawab changmin. Dokter pun menyuntikkan obat bius pada changmin dan bersiap-siap untuk memulai operasi

Di dorm suju ~
setelah mereka berpesta, kyuhyun langsung menuju kamarnya dan melepaskan rindunya pada seul mi.
“saengil chukkae oppa!” ujar seul mi tersenyum. Tak ada ekspresi sedih atau gelisah seperti beberapa hari yang lalu.
“kau tahu ulang tahunku?” tanya kyu
“tentu saja aku tahu! aku ini kan fansmu!” jawab seul mi sembari mendorong bahu kyu
“yakin hanya fans?” kata kyu maju mendekati seul mi
“ne, aku yak-“ belum sempat seul mi melanjutkan kalimatnya. Kyu sudah keburu menciumnya dan mendekap tubuh seul mi erat.
“aku mohon. Jangan berbohong lagi” ujar kyu setelah melepas ciumannya
“aku mencintaimu seul mi… jeongmal saranghae..” lanjut kyu seraya mengelus rambut seul mi

‘tuhan, mungkin ini saatnya. Tolong kabulkan permohonanku’ ujar seul mi

“nado oppa… nado saranghaeyo…” balas seul mi tersenyum. Dia berusaha tersenyum walau di dalam hatinya ia ingin menangis.
Mendengar jawaban seul mi, kyuhyun kembali mencium seul mi. mata keduanya terpejam. Seul mi sangat menikmati ciuman kyuhyun yang lembut bahkan sangat lembut. Mereka berdua tenggelam dalam suasana cinta yang hangat. Sampai akhirnya…

“seul mi? seul mi?? SEUL MI???” teriak kyuhyun ketika menyadari seul mi sudah tak ada di pelukannya. Dengan tergesa-gesa, ia berlari mengitari apartemennya mencari seul mi. tapi sayang, ia tak menemukannya.

‘tunggu! apa dia sudah sadar ya?’ ucapnya mengingat kejadian yang pernah ia alami sebelumnya. Tanpa mendengar teriakan keempat temannya yang heran melihat tingkah laku kyu, ia segera pergi menuju rumah sakit tempat seul mi di rawat.

Di rumah sakit ~
Baru 1 jam sejak changmin masuk ruang operasi. Pintu ruang operasi terbuka. Muncullah dokter yunho seraya melepaskan masker yang melekat di wajahnya.
“dokter ada apa? Kenapa begitu cepat?” tanya appa
“iya dok. Ini kan baru 1 jam” sambung niel sambil melihat jam di tangannya
“apa… ada sesuatu yang terjadi… dengan anak saya?” tanya omma ragu-ragu. Dokter yunho menghela napas sejenak.
“saya sudah melakukannya semaksimal mungkin. tapi ternyata tuhan berkehendak lain. Anak anda…” ujar dokter terhenti. Ia tak tega mengatakan yang sebenarnya
“anak saya? Anak saya yang mana? Seul mi? changmin? Cepat dok katakan! Ada apa?” tanya omma yang sangat khawatir.
“anak anda.. seul mi.. dia telah pergi..” kata dokter yang membuat seluruh anggota keluarga terkejut tak menyangka.

Jauh diujung lorong sana, seorang namja jatuh terduduk lemas mendengar perkataan dokter.
‘seul mi? tidak! Ini tidak mungkin!’ ucapnya yang segera bangun dan berlari menuju ruang operasi.

“dokter, ada apa dengan seul mi? dia.. dia baik-baik saja kan?” tanya namja itu khawatir
“kyuhyun suju??” ujar niel di tengah-tengah kesedihannya ketika melihat wajah namja itu.
“maafkan saya” ucap sang dokter. Tak percaya dengan ucapan dokter, kyuhyun pun menerobos masuk ke ruang operasi dan menghampiri seul mi yang sudah diam membeku.
“seul mi.. ini aku kyu.. kau.. kau tidak apa-apa kan? Kau.. kau sadarkan? Seul mi jawab aku! Bangun seul mi! bangun!” ujar kyu menguncang-guncang kedua bahu seul mi. tapi tetap, jawabnya sama. Hanya diam.
“SEUL MI!!!!!!” teriak kyu tak terima

2011, 06 februari
Di pemakaman ~
“seul mi, ini aku kembalikan. Bukannya aku tak mau menyimpannya. Aku hanya berpikir, lebih baik ini aku kembalikan” ujar seorang namja seraya menaruh sebuah kotak cokelat di atas timbunan tanah dengan batu nisan bertuliskan nama yeoja yang ia cintai, ahn seul mi.
“jangan! Aku yakin seul mi ingin kau menyimpan itu. Karena hanya itu yang bisa mengingatkanmu dengannya. Minimal sampai kau bertemu dengan seseorang yang bisa mengantikan seul mi” ujar seorang namja tiba-tiba dari arah belakang
“kau?”
“aku changmin, kakaknya seul mi. kau cho kyuhyun kan?” serunya tersenyum
“selama aku tak sadarkan diri karena obat bius operasi itu, seul mi datang ke mimpiku dan menceritakan semuanya” jelas changmin
“dia mencintaimu. Sangat.. sangat mencintaimu..” sambungnya seraya mengelus batu nisan. Kyu yang mendengar ucapan changmin menunduk dan tersenyum sedih.

“jangan sedih kyu oppa. Aku melakukan ini karena aku mencintaimu. Aku memohon pada tuhan agar biarlah aku yang pergi. Karena aku hanya ingin kedua orang yang kusayangi bisa tetap hidup dan terus bahagia. Aku akan mengunjungimu lewat mimpimu. Saranghaeyo oppa” ujar seul mi terharu melihat perilaku kedua namja itu. iapun mencium pipi kyu dan terbang ke langit dengan harapan orang yang ia cintai bisa hidup lebih bahagia walau tanpanya.

The End

Read More...

just in dream?! part 1

Cast : Kyuhyun and all member Suju
Changmin DBSK
Niel Teen Top
Kibum U-kiss
Yo seung hyo (actor)
Ahn seul mi
Nam hee nim
Han misoon
Author : Penulis

2007, 15 februari
“fiuh.. tugas lagi.. tugas lagi..” keluh seorang gadis sembari menatap pasrah ke arah tumbukan buku matematika dihadapannya.
“kalau begini terus, kapan selesai?? Oppa, otteoke??” lanjutnya seraya menatap foto seorang namja yang dibingkai dengan indah.
“OPPA, OTTEOKE???” teriaknya kencang. Tiba-tiba pintu kamar terbuka. Munculah seorang namja tampak cemas.
“waeyo? Gwenchana?” tanyanya khawatir.
“oppa? Kenapa kau kesini?” tanyanya polos
“aish! Kau ini! Tadi kau teriak memanggilku kan?” ujar namja tersebut
“mwo?? Aku memanggilmu? Hahahahahaha kau salah!” ujarnya sembari tertawa
“yak! Seul mi! jangan buatku bingung!” seru namja tersebut kesal
“shim changmin oppaku tercinta.. aku bukan memanggilmu. Aku memanggil dia.” Ujar seul mi seraya menunjukkan foto seorang namja
“hah? Maksudmu dia?” tanya changmin tak percaya
“ne, cho kyuhyun. My namja!” jawabnya seraya memeluk foto tersebut
“dasar aneh!” ucap changmin sambil pergi meninggalkan adiknya.
“biarin!” teriaknya tak mau kalah.
“kyu oppa.. semoga kau memakan cokelat buatanku!” kata seul mi menatap foto kyuhyun.

2007, 13 maret
“besok white day kan?” tanya seorang gadis yang memakai jepitan biru
“de, dan besok pasti seung hyo akan memberikanku coklat balesan.” Seru temannya yang bernama nam hee nim
“kau enak! Seung hyo punya perasaan yang sama denganmu sejak kelas 1 sampai kita sekarang kelas 3, sedangkan aku? Kibum belum tentu menyukaiku” jawab gadis yang memakai jepitan biru itu.
“han misoon, setidaknya kau lebih beruntung daripadaku. Dia pasti tidak akan membalas cokelat pemberianku. Bahkan dia juga tidak tahu kalau aku memberikan cokelat untuknya.” Jawab seorang gadis pasrah
“yak! Ahn seul mi! kau saja yang pabo! Masa kau mengharap darinya. Tahu kau lahir di dunia ini saja dia tidak tahu!” jawab hee nim
“de, lagian kau memberikan cokelat yang sudah kau buat susah payah hanya untuknya. Cho kyuhyun devil magnae super junior? Pabo!” timpal misoon
“iya, lebih baik cokelatnya buat aku saja!” lanjut hee nim
“hhmm.. enak aja! Cokelat itu aku buatkan khusus untuk kyu oppa. Aku yakin cokelat buatanku beda dari yang lain!” ujar seul mi yakin
“memangnya apa sih istimewanya cokelat buatanmu?” tanya misoon
“selain aku buat dengan penuh rasa cinta.. di setiap potongan cokelatnya aku isi potongan buah strawberry dan kiwi. Jadinya ada rasa manis dan asam. Cokelatnya juga aku bungkus dengan berbagai kertas berwarna. Pokoknya bagus deh!” jelas seul mi seraya membayangkan kyuhyun memakan cokelat buatannya dengan lahap
“tapi kan tetap saja dia tidak tahu kalau kau yang membuatnya..” seru hee nim
“kau salah hee nim! Dia pasti tahu kalau aku yang membuatnya!” balas seul mi tersenyum senang.

2007, 14 maret
“huh! Iri rasanya melihat mereka berdua bahagia” ujar seul mi menatap iri ke kedua temannya yang tidak lain misoon dan hee nim yang sedang menerima cokelat balesan dari seung hyo dan kibum.
“oppa, kira-kira kau akan memberikan cokelat untukku?” tanyanya pada foto kyuhyun yang dia jadikan wallpaper ponselnya
“tentu saja tak mungkin!” jawabnya sendiri. Dasar aneh! Dia yang tanya, dia juga yang jawab *yang aneh itu penulisnya! Hehe*

2007, 19 april
“aku selesai!” seru seul mi sembari membawa piring sisa makannya ke dapur.
“noona, kau tidak ingin orange juice nya kan? Buat aku ya!” pinta niel adik seul mi.
“ne, ambil saja!” teriak seul mi seraya berlari ke kamar.

“tugas lagi.. tugas lagi..” keluh seul mi saat melihat meja belajarnya berantakan penuh dengan buku pelajaran.
“oppa, seandainya kau disini.. kau pasti bisa membantuku mengerjakan tugas..” desah seul mi cemberut.

20 menit kemudian ~

“tok.. tok.. seul mi..” panggil changmin dari luar kamar.
“…..”
“seul mi, aku ingin pinjam kalkulatormu..” lanjut changmin.
“…..” karena tak ada jawaban, changminpun membuka pintu berniat mengambil sendiri.
“haaah.. dasar bocah! Baru jam 9 sudah tidur. Tidurnya juga bukan di ranjang lagi..” kata changmin menyadari adiknya tertidur di meja belajarnya. Sebagai kakak yang baik, diapun memindahkan seul mi ke atas ranjang.

2007, 20 april
“sel mi, ayo bangun! Sudah jam 6!” Teriak oemma seraya menyiapkan sarapan
“noona, bangun!” seru niel dari luar kamar
“mm.. berisik..” jawab seul mi dengan mata setengah terbuka.

Menyadari sudah cukup lama dia berdiam diri. Sel mipun akhirnya perlahan membuka mata.

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” teriaknya
“ada apa??” tanya changmin yang langsung membuka pintu kamar
“iya, noona. Waeyo?? Ada maling??” timpal niel yang sudah memegang raket siap-siap memukul kalau benar ada maling
“itu.. itu..” seru seul mi terbata-bata seraya menunjuk ke atas ranjang.
“itu apa?” tanya niel bingung
“apaan sih? Guling? Bantal?” lanjut changmin tambah bingung
“bukan” jawab seul mi
“trus apa?” seru changmin kesal
“ah, noona aneh! Udah yuk hyung, kita pergi aja!” ajak niel pergi
“kau mengagetkanku saja” ujar changmin menyusul niel pergi
“tapi.. oppa! Niel!” teriak seul mi, tapi percuma mereka sudah turun ke bawah untuk sarapan. Dengan perasaan yang takut, perlahan seul mi menutup pintu kamar dan menoleh ke arah ranjang.

“loh! Kok tidak ada?” tanya seul mi bingung seraya menghampiri ranjangnya
“kau mencariku?” tanya seseorang tiba-tiba dari arah belakang
“aaaahh! Kau.. kau siapa? Kenapa bisa ada di ranjangku?” seru seul mi yang sangat terkejut
“naega? Kyuhyun imnida. Tapi.. aku sekarang ada di mana ya?” ujar kyuhyun sembari memperhatikan kamar seul mi. mendengar jawaban kyuhyun, seul mi langsung mengambil foto kyuhyun dari atas meja belajar.
“kau.. benar-benar.. kyuhyun? Cho kyuhyun? Super junior?” tanya seul mi tak percaya
“ne, aku cho kyuhyun super junior. Tapi, kenapa aku bisa disini? Perasaan tadi malam aku ada di mobil deh! Hah! Jangan-jangan kau menculikku ya?” ujar kyuhyun
“hah?? Ani.. an..” jawab seul mi terpotong saat lagu So I dari super junior melantun merdu dari ponselnya tanda telepon masuk.

“seul mi?” seru hee nim tergesa-gesa
“ne, ini aku. Ada apa?” tanya seul mi
“kyuhyun.. super junior..” seru hee nim terbata-bata
“kyu? Suju? Waeyo?” ujar seul mi bingung
“eunhyuk, leeteuk, shindong dan kyuhyun kecelakaan!” jawab hee nim
“MWO?? Ani, kau salah. Tidak mungkin!” sanggah seul mi sembari melihat kyuhyun
“ini benar seul mi! sekarang aku sedang menonton berita mereka. Lebih baik kau cepat nonton tv! Ayo cepat!” ucap hee nim sebelum akhirnya ia menutup telepon.
“wae? Kenapa denganku dan suju?” tanya kyuhyun
“kau.. kau tunggu disini.. a.. aku.. aku ke bawah sebentar.. tunggu aku..” ujar seul mi sembari pergi ke bawah
“dasar aneh!” kata kyuhyun seraya tersenyum tipis melihat kelakuan seul mi.

seul mi langsung menyalakan tv dan mencari channel yang sedang mengabarkan berita tentang suju dan kyuhyun. Agar jelas, volume tv pun di kencangkan hingga nomer 27 *kenceng banget ya?*

“ini.. ini.. tidak mungkin..” ujar seul mi lemas saat mendengar berita itu.
PRANG!! Bunyi vas bunga yang ditaruh di dekat tangga jatuh dan pecah.
“kyu!” ucap seul mi seraya buru-buru ke kamar.

Perlahan seul mi membuka pintu kamarnya. Terlihat kyuhyun duduk dipinggir ranjang seraya menatap ke luar jendela.



*biar bisa ngebayangin lebih jelas. Ini gambar kamar seul mi. Hayo tebak kaya kamar siapa??*

“jadi maksudmu.. aku telah mati?” tanya kyuhyun lesu
“an.. aniyo.. bukan itu..” jawab seul mi bingung
“tadi saat aku dengar dari tv tidak ada yang bilang kau mati. Kau hanya pingsan ditempat kejadian” jelsa seul mi sembari menghampiri kyuhyun pelan.
“jadi.. roh dan badanku terpisah gitu?” tanya kyuhyun penuh tanda tanya.
“mm.. sebetulnya aku tidak begitu percaya. Aku kira hal seperti ini hanya ada di film-film, tapi setelah aku melihatnya sendiri.. ku rasa benar” jawab seul mi sedikit tak yakin
“tapi menurutku ini tidak akan lama. Aku yakin kau pasti akan kembali ke tubuhmu!” lanjut seul mi yakin
“itu menurutmu. Tapi kalau aku tidak akan kembali ke tubuhku bagaimana? Aku pasti mati” ujar kyuhyun getir
“tidak! aku yakin kau tidak akan mati.. hanya saja.. kau pingsan.. lebih tepatnya koma.. ya, koma!” kata seul mi sangat yakin

2007, 21 april
“bagaimana keadaan kyu?” tanya kibum kepada sungmin
“dari kemarin tidak ada kemajuan yang berarti” jawab yesung mewakili sungmin.
“oh ya! Aku diberikan ini oleh pihak kepolisian. Katanya mereka menemukannya di tempat kejadian” jelas kibum seraya menyerahkan sebuah paper bag pada yesung.
“cokelat warna-warni??” ujar yesung bingung setelah melihat isi paper bag itu.
“malam itu, saat kejadian kyu memakan cokelat itu..” jawab sungmin lirih
“saat sedang memakan cokelat itu.. kyu meneleponku. Katanya dia ingin makan bersama denganku, makanya cokelatnya belum habis” lanjut sungmin sedih.

Heeechul, hankyung, kibum dan yesung yang mendengarnya hanya bisa saling pandang tak tega melihat sikap sungmin yang selalu cemas pada kondisi kyuhyun.

“kyu.. kumohon cepat sadar..” seru sungmin seraya mengenggam tangan kyu erat
“sungmin, lebih baik kau pulang. Dari kemarin kau sudah menjaga kyu. Kajja!” suruh heechul.
“ani! Aku.. aku ingin tetap disini!” sanggah sungmin
“heechul benar. Biar aku dan heechul yang menjaganya. Kau dan yesung pulanglah” ujar hankyung
“ayo sungmin..” kata yesung
“biar kuantar” seru kibum
“cepat sadar ya..” ucap sungmin sembari mengelus lembut kepala kyuhun sebelum akhirnya dia, yesung dan kibum kembali ke dorm.

2007, 25 april
“aku pulang!” seru seul mi pada kyuhyun yang sibuk main game di computer seul mi
“oh! Kau sudah pulang! Sepertinya hari ini kau lelah sekali!” jawab kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya pada layer computer
“ne, nilai ulanganku jelek lagi” ujar seul mi lesu
“memangnya berapa?” tanya kyu santai
“43” jawab seul mi singkat
“MWO??? JINJA??” teriak kyu tak percaya
“ne.. aku memang bodoh dalam mtk..” kata seul mi sedih
“coba kulihat soalnya!” ujar kyu seraya meneliti soal ulangan seul mi
“ini mah gampang.. kenapa kau masih saja salah?.. sudah jelas-jelas jawabannya 60, kenapa kau jawab 70? Ck.. ck.. ck..” lanjut kyu menggurui
“itukan bagimu.. bagiku itu susah sekali..” tanggap seul mi seraya membenamkan wajahnya ke atas bantal.
“heuh! Akhirnya aku turun tangan juga!” ujar kyu pasrah
“hah? Kau mau?” tanya seul mi semangat
“ne.. tapi sebagai gantinya kau harus membantuku untuk mengembalikanku ke tubuhku..” jawab kyu tersenyum
“gomawo!” ucap seul mi senang. tanpa dia sadari dia memeluk kyu
“hhmm.. ehem..” dehem kyu
“oh ne.. mian..” balas seul mi melepas pelukannya
“gwenchana..” kata kyu tersenyum tipis

2007, 27 april
“kyu, kumohon.. sadarlah..” ujar sungmin seraya menatap lembut kyu yang masih terbaring lemah.
“betul kata sungmin, sadarlah untuk kami” timpal ryeowook.
“walaupun kau maknae yang kurang ajar.. kami tetap menyayangimu” ucap kangin yang sempat disikut oleh siwon
“eunhyuk dan shindong hyung sudah keluar dari rumah sakit 4 hari yang lalu, teukie hyung juga akan keluar 3 hari lagi.. kau kapan kyu?” jelas siwon
“ kyu..” ujar sungmin menangis di atas perut kyu yang dilapisi selimut rumah sakit

2007, 30 april
“bagaimana? Kau sudah mendapatkan kabar tentangku?” tanya kyu pada seul mi
“ne, menurut berita keadaanmu makin membaik.. leadermu juga sudah boleh keluar hari ini” jawab seul mi panjang lebar
“heuh! Aku bingung! Kenapa kau melarangku untuk tidak mendengar kabar diriku secara langsung? Kenapa hanya lewatmu?” tanya kyu menyelidik
“kyuhyun oppa.. aku tidak ingin kau kaget atau khawatir tentang dirimu.. aku ingin kau tidak terlalu memikirkan hal itu” jelas seul mi
“jadi.. kau mencemaskanku?” tanya kyu nakal
“a.. aniyo.. semua fans juga pasti mencemaskan idolanya.. pa lagi kalau keadaannya sepertimu sekarang” jawab seul mi menyangkal

‘tapi kalau kau benar hanya mencemaskanku sebagai idola, kenapa kau begitu sibuk mencari info tentangku?’ tanya kyu dalam hatinya
‘tunggu! Kenapa aku sedikit kecewa?’ lanjut kyu tak mengerti dengan perasaannya saat ini.

2007, 2 mei
“ini! Aku sudah dapat informasinya lengkap!” ujar seul mi tersenyum seraya menyodorkan beberapa lembar kertas hasil print-an
“menurut sumber yang aku baca dan aku tanya. Saat seseorang mengalami koma, roh dan tubuhnya akan berpisah. Dan… selama koma, rohnya itu juga tidak bisa mendekat ke tubuhnya. Bila itu sampai, keadaan si orang itu akan tambah memburuk” jelas seul mi sedikit berbohong.

‘mian oppa, aku bilang seperti itu. aku bilang kalau kau tidak bisa mendekat ke tubuhmu. Karena aku takut, kalau kau tahu yang sebenarnya.. aku takut kau lebih memilih tinggal di samping tubuhmu. Aku ingin kau terus di sini walau bagimu ini tidak nyata’ keluh seul mi di dalam hatinya

“mm.. oh ya, apa yang dialami oleh rohnya itu hanya mimpi bagi tubuhnya. Tidak nyata.” Lanjut seul mi *ada yang ngerti? Semoga ja iya!*
“jadi.. ketika aku terbangun nanti.. semua yang kulakukan saat ini hanya mimpi?” tanya kyu memperjelas
“ne, begitulah!” jawab seul mi sedih
“kau sedih?” tanya kyu menyelidik
“hah? Mm.. itu.. aku.. ng.. kau tidak bertanya bagaimana cara kembali ke tubuhmu?” ujar seul mi mengalihkan pembicaraan
“oh.. iya.. bagaimana caranya?” ucap kyu menyadari kalau seul mi mengalihkan pembicaraan
“kau akan kembali ke tubuhmu bila kau mengalami kejadian yang membuatmu bahagia” jawab seul mi sembari memandang kyu lembut. Kyu mengerutkan dahinya tanda tak mengerti.
“mm.. seperti mimpi saja. Saat kita bermimpi dan mimpi itu berakhir bahagia. Dan saat itu juga kau akan kembali ke tubuhmu” jelas seul mi
“tapi.. kalau aku tidak menemukan kebahagiaan itu.. aku akan mati?” kata kyu menunduk
“aniyo! Kau pasti akan kembali. Aku sangat yakin! Kau, cho kyuhyun pasti akan kembali!” ujar seul mi memberi semangat seraya mengenggam kedua tangan kyu dan tersenyum lembut.
“tapi aku punya pertanyaan?” ujar kyu. Seul mi pun mengangguk.
“kenapa aku harus berada di sini? Kenapa aku tidak berada di rumahku sendiri? Kenapa aku tidak bisa keluar dari rumahmu?” tanya kyu. Seul mi yang mendengar pertanyaan kyu langsung melepas genggamannya perlahan.
“kalau itu.. aku tidak tahu.. tidak ada penjelasan dari sumber yang aku baca” jawab seul mi.

‘kenapa kau bertanya seperti itu? Kau tak senang ya berada di sini?’ tanya seul mi dalam hatinya. Ia merasa sedih atas pertanyaan kyu tadi.

2007, 5 mei
“aku pulang..” ujar seul mi lesu
“ada apa lagi? Nilaimu jelek lagi?” tanya kyu menebak. Tidak ada jawaban. Seul mi malah menuju ranjang dan menutupi wajahnya dengan guling.
“seul mi, gwenchana?” tanya kyu khawatir sebelum akhirnya dia mematikan gamenya.
“seul mi..” panggil kyu pelan
“aku dapat 86!” seru seul mi mengangetkan kyu seraya menunjukkan hasil ulangan matematika hari ini
“hebat!” ujar kyu senang. Merekapun berpelukan saking gembiranya.
“tak sia-sia aku mengajarkanmu” ucap kyu sembari mengelus lembut rambut seul mi yang hitam legam
“oppa.. bisa kau lepaskan pelukanmu.. aku.. tidak bisa napas..” ujar seul mi pelan
“oh ya..” kata kyu seraya melepas pelukannya. Tiba-tiba suasana hening. Wajah seul mi memerah akibat pelukan kyu. Kyu pun juga ikut salah tingkah. Dia pun pergi menuju computer, tapi langkahnya malah kesandung oleh tas seul mi yang sembarangan di taruh di lantai.

2007, 7 mei
“kyu.. bangun..” ujar sungmin mengingau.
“sepertinya anak ini sangat mencemaskan kyu..”ujar teukie seraya melihat sungmin yang tertidur dipinggir ranjang kyu.
“de, oh ya.. hyung sudah baikan?” tanya siwon
“ne.. hanya ngilu sedikit kalau sedang membungkuk” jawab teukie tersenyum
“annyeong semua!” seru couple eunhae sembari melangkah masuk ke dalam kamar rumah sakit.
“ssttt!” ujar siwon seraya menaruh jari telunjuknya didepan bibirnya dan menunjuk ke arah sungmin. Eunhae yang mengerti maksud siwon, langsung diam.
“ann..” ucap shindong yang langsung dibungkam oleh eunhyuk
“sstt!” kata eunhae serempak

2007, 8 mei
“seul mi..” ujar kyu membangunkan seul mi yang masih tertidur. Karena tak kunjung bangun, kyu pun mendekati seul mi. memukul pipi seul mi pelan.
“seul mi, bang..” ucap kyu yang terpotong karena pintu kamar terbuka yang membuatnya kaget dan jatuh tepat diatas tubuh seul mi. bibirnya jatuh tepat diatas bibir seul mi. kyu terkejut hingga dia tak bisa berbuat apa-apa.
“noona, bangun! Sudah pagi!” seru niel yang ternyata membuka pintu kamar dan langsung menutup kembali.

Perlahan kyu mengangkat wajahnya dan tubuhnya dari seul mi. seul mi yang dikecup oleh kyu tidak terbangun. Dia hanya mengubah posisi tidurnya membelakangi kyu.

‘dasar aneh! Kenapa dia tidak bangun? Tapi.. ciuman ini.. kenapa aku jadi gugup ya?’ ucap kyu dalam hatinya seraya menyentuh bibirnya pelan

30 menit kemudian ~

“ooaaahh!” ujar seul mi menguap
“dasar kebo! Jam segini kau baru bangun!” celetuk kyu yang sibuk browsing
“loh oppa? Memangnya sekarang jam berapa?” tanya seul mi yang masih mengumpulkan nyawanya
“jam 11” jawab kyu singkat
“MWO?? Aduh gawat! Aku kan ada janji dengan hee nim dan misoon.. otteokae??” kata seul mi yang langsung terbangun dari ranjangnya. Mondar-mandir bingung takut temannya menunggu ditempat latihan.
“kau bisa diam tidak?” tanya kyu yang kesal melihat seul mi yang tak mau diam
“bagaimana aku tidak diam? Temanku pasti telah menungguku di tempat latihan.. pasti mereka marah padaku” seru seul mi sedih
“mereka tidak akan marah” kata kyu santai
“bagaimana oppa bisa tahu?” tanya seul mi menyelidik seraya mendekati kyu
“aku sms ke mereka. Bilang kalau kau sedang sakit. Memangnya kau mau latihan apa sih? Sepertinya penting sekali!” jelas kyu
“oh.. itu.. 2 minggu lagi ada pengambilan nilai tari dan aku harus mendapatkan nilai yang bagus” jawab seul mi
“kalau bagitu kau latihan denganku saja” ajak kyu
“hah?? Dengan oppa??” tanya seul mi terkejut
“kau itu bagaimana? Katanya ngefans sama aku, kok tidak tahu kalau aku ini jago ngedance” seru kyu membanggakan dirinya
“hah?? Aku ngefans oppa??” tanya seul mi kembali
“sudah lah, kau tidak usah menyangkal.. Lihat! Semua foldermu isinya fotoku.. videopun kebanyakan videoku..” lanjut kyu seraya menunjukkan foto-foto dirinya yang terpampang jelas dilayar computer
“itu.. itu.. aku.. kau..” jawab seul mi gugup

‘mana mungkin aku bilang kalau aku menyukainya? Bisa-bisa dia besar kepala nanti!’ kata seul mi dalam hati

“dan lihat! Di blogmu semua ceritanya tentang diriku” seru kyu yang ternyata sudah membuka blog pribadi seul mi
“ahh! Sudah-sudah.. katanya mau mengajariku dance.. ayo cepat!” ujar seul mi yang langsung meng-exit blognya. Kyu yang melihat tingkah seul mi yang malu karena perbuatannya hanya tersenyum.
“baik-baik.. Karena aku gurunya, jadi aku yang memilih lagunya.. ok!” ucap kyu yang langsung menyetel lagu bonamana dari computer seul mi.

Merekapun mulai menari U. Awalnya seul mi sangat tidak suka menari dan tidak bisa menari, tapi karena kyu mengajarinya asyik mulailah seul mi menyukai menari. Dari tubuhnya yang tidak lentur sama sekali, sekarang tubuhnya sedikit lentur. Sampai akhirnya bagian dance yang sulit yaitu menari layaknya michael jackson.

“aaaaaa.. aku tidak bisa!” keluh seul mi
“iihh.. ini mudah kok! Kau hanya tinggal memiringkan badanmu ke depan.. begini nih! Gampang kan?” jelas kyu sembari memperagakannya. Seul mi yang sedari tadi memperhatikan kyu mulai mencoba. Lagu disetel kembali. Ia dan kyu mulai menari.
Seul mi mengikuti semua gerakan kyu sampai akhirnya ia tidak hati-hati dan terjatuh. Dengan cepat kyu menangkap tubuh seul mi dan sedikit memeluknya.

Lagu Upun berganti menjadi you are the one. Seketika suasana hening. Mereka berdua larut dalam makna lagu tersebut. Mata mereka saling memandang. Hingga akhirnya sampailah pada reff lagu itu. Perlahan kyu mendekatkan wajahnya ke wajah seul mi. seul mi yang menyadarinya hanya bisa menutup mata. Sembari menutup kedua matanya, kyu pun melumat bibir seul mi. lidah kyu dengan lancer menjelajahi setiap rongga mulut seul mi. seul mi pun membalas perlakuan kyu. Dia melingkari kedua tangannya ke leher kyu. Kyu pun sebaliknya, dia juga melingkari tangannya di pinggang seul mi. selama beberapa menit, mereka tenggelam dalam suasana yang hangat itu.

Bagi seul mi, ini adalah ciuman pertama baginya. Seul mi yang tidak berbakat dalam hal ini tertolong karena kyu sangat hebat dalam melakukannya. Bibir seul mi di lumat habis olehnya hingga seul mi sulit bernapas. Kyu yang menyadari hal itu melepas ciumannya perlahan. Belum sempat seul mi membuka matanya, kyu kembali melumat bibir seul mi dengan cepat. Tak mau seul mi melepaskannya, kyupun mempererat pelukannya hingga ia bisa merasakan tubuh seul mi dan mencium aroma tubuh seul mi yang penuh dengan keringat. Dalam sekejap, kyu dapat mengajari seul mi dalam berbagai hal.

2007, 10 mei
“hee nim, sepertinya teman kita ini lagi bahagia” seru misoon pada hee nim
“iya.. dari kemarin dia senyum-senyum terus. Seul mi, kau masih waras kan?” tanya hee nim pada seul mi seraya menaruh telapak tangannya ke dahi seul mi
“tentu saja waras! Sangat waras!” jawab seul mi senang. Hee nim dan misoon yang melihat tingkah temannya itu hanya bisa saling pandang dan menggelengkan kepala.

‘kenapa aku bahagia sekali ya? Apa jangan-jangan.. ah tidak mungkin! Aku kan hanya fansnya.. tapi kalau benar dia menganggapku hanya fans, kenapa dia menciumku? Apa dia.. pabo! Jangan berpikir yang macam-macam ah!’ kata seul mi dalam hati seraya mengingat kejadian kemarin lusa.

Sedangkan dirumah seul mi ~
“kenapa aku terus memikirkannya ya? Apa aku mencintainya?” tanya kyu pada dirinya sendiri.
“tapi mengingat kejadian kemarin lusa.. aku.. aku sangat bahagia.. sangat senang!” lanjutnya seraya melihat foto seul mi yang terpajang di meja samping ranjang.

Malam hari ~
“seul mi..” panggil kyu yang terbaring diatas ranjang.
“de, waeyo?” sahut seul mi yang sibuk mengetik.
“tolong lihat punggungku. Dari kemarin aku merasa sakit” keluh kyu seraya membuka bajunya. Seul mi pun menyudahi mengetik tugasnya. Ia bangun dan berbalik dari meja belajarnya. Diapun tertegun saat melihat punggung kyu yang tak lagi memakai baju.
“ayo cepat! Ada luka tidak?” seru kyu menunggu.
“……”
“kenapa diam?” tanya kyu
“ah.. aniyo.. hanya saja.. sedikit aneh melihat oppa seperti ini” jawab seul mi
“hah?” ujar kyu heran
“sepenglihatan aku, oppa jarang memakai baju lengan buntung atau memakai baju yang bagian dadanya terbuka. Jadi.. sedikit aneh” jelas seul mi
“kau orang pertama yang melihatku seperti setelah aku debut” kata kyu
“hah?? Aish! Oppa, jangan berbohong! I don’t believe” ujar seul mi tertawa
“aku serius! Selain keluargaku dan suju family.. kau yeoja pertama yang melihatku seperti ini” ucap kyu sembari menaruh pakaian di meja samping ranjang. Seul mi terkejut mendengar itu semua.
“mm.. punggungmu tidak ada apa-apa.. mungkin perasaan oppa saja kali..” jawab seul mi yang meneliti punggung kyu dengan perasaan malu.

‘aduh! Otteokae? Malu banget!’ ujar seul mi dalam hatinya.

JELEDAR!!! *suara geledek disusul hujan lebat*

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!! OPPAAAAAA!!” teriak seul mi terkejut yang langsung memeluk kyu dari belakang.
“aish! Kau ini.. inikan hanya petir..” ujar kyu menenangkan seul mi.
“tapi tetap saja menyeramkan..” desah seul mi ketakutan. Tak lama, lampu serumahpun mati.
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!” seul mi kembali teriak.
“kau ini kenapa lagi sih?” tanya kyu yang sedikit kecekek karena seul mi terlalu erat memeluk dirinya.
“aku takut gelap!” jawab seul mi yang sangat ketakutan.
“aish! Kau ini! Semuanya takut! Apa sih yang tidak kau takuti?” kata kyu yang jengkel tapi senang karena sikap seul mi.
“kau tunggu sini! Aku kebawah dulu” lanjut kyu
“ah! Tak usah! Oppa temani aku saja!” kata seul mi tak mau ditinggal
“trus kalau bukan aku yang menyalakan siapa lagi? Di rumah ini kan tidak ada siapa-siapa selain kita berdua. Lagi pula kenapa kau tidak ikut saja dengan keluargamu pergi ke rumah nenek?” tanya kyu panjang lebar
“aku tidak mungkin meninggalkanmu di sini sendiri. Sudah, biarkan saja mati lampu. Asal oppa menemaniku di sini, aku baik-baik saja kok!” jawab seul mi yang sudah menangis ketakutan.

JELEDAR!!!

“AAAAAAAAA!! Oppa!!” teriak seul mi yang kembali ketakutan
“sudah-sudah.. lebih baik kau tidur saja..” seru kyu seraya membantu seul mi berbaring di ranjangnya.
“aaa.. oppa mau kemana?” tanya seul mi yang langsung menahan tangan kyu yang baru saja menyelimutinya.
“aku ingin mencari bajuku. Masa aku tidak pakai baju begini?” jawab kyu seraya meraba-raba meja samping ranjang mencari bajunya. Sial baginya karena bajunya jatuh entah kemana.

JELEDAR!!!

“aaaaaaaaaaaa!! Oppa!” teriak seul mi yang langsung menarik kyu. Kyupun terjatuh tepat disamping seul mi berbaring.
“oppa disini saja! Jangan kemana-mana!” isak seul mi yang langsung memeluk kyu.
“iya, aku tidak akan kemana-mana..” ujar kyu seraya membelai lembut rambut seul mi.
“oppa jangan kemana-mana ya.. aku takut!” lanjut seul mi. kyu yang mendengar ucapan seul mi hanya bisa terus membelai rambut seul mi. ada perasaan senang di hatinya mendapati dirinya kembali dekat dengan seul mi. seul mi pun juga merasakan hal sama. Dia senang karena bisa sedekat ini dengan kyu. Kepalanya dengan nyaman menyandar di dada kyu yang telanjang tak memakai baju. Bagi kyu tak apalah bila dia kedinginan, yang penting seul mi tak lagi ketakutan. *emang roh bisa kedinginann ya?*

2007, 11 mei
perlahan jari telunjuk kyuhyun bergerak. Perlahan juga kedua matanya terbuka.
“sung.. min..” ujar kyu lemah melihat sahabatnya tertidur di pinggir ranjangnya. Sungmin yang mendengarnya, terbangun.
“kyu! Kyu kau bangun! Hyung! Kyu sudah sadar!” ujar sungmin senang. Para member suju beserta manager yang sedari tadi menunggu di ruang tunggu kamar tidur rumah sakit langsung bergegas menemui kyu.
“puji tuhan! Akhirnya kau sadar juga!” ucap siwon seraya mengacak-acak rambut kyu
“devil! Akhirnya kau bangun juga!” timpal kangin
“kami mencemaskan kau!” lanjut donghae
“ini.. rumah sakit?” tanya kyu pelan
“de, kau hamper sebulan koma tak sadarkan diri” jelas shindong
“koma? Memangnya aku kenapa?” tanya kyu polos
“kau itu-” ujar ryeowook yang segera dibungkam oleh yesung
“sudah. Jangan pikirkan itu. Lebih baik kau istirahat dulu. Biar kita bisa berkumpul bersama lagi” jawab teukie sang leader.
“oh ya! Aku menemukan cokelat ini di tempat kejadian. Ini punyamu kan?” tanya kibum sembari menunjukkan sekotak cokelat.
“mm.. sebenarnya aku sempat makan satu.. dan di bungkusnya ada tulisan alphabet” ucap eunhyuk yang membuat kaget semua member.
“kenapa kau tak mengajakku?” tanya heechul yang membuat semua orang tertawa.
“de, aku lihat ada huruf A, N, U dan M.. sepertinya nama orang” lanjut hankyung.

‘cokelat? Akh! Aku tidak ingat! Tapi tunggu.. bukannya aku tadi bersama seorang yeoja? Kemana dia?’ tanya kyu pada dirinya.

“tadi.. ada seorang yeoja kesini?” tanya kyu yang membuat semua orang bingung.
“sejak kapan suju ada personil yeoja?” tanya ryeowook polos
“tidak ada kyu.. tidak ada yeoja kesini.. kalaupun iya, itu mungkin kakakmu dan oemmamu.. tapi mereka sudah datang beberapa hari yang lalu” jelas sungmin
“mungkin kau bermimpi” sambung teukie

‘mimpi? Kalau iya, kenapa begitu nyata ya?’ kata kyu bingung.

Sedangkan dirumah seul mi ~
Knock out.. piharyohedo jolde soyong obji
Knock out.. badaduryo you can’t do this fight because
Negesob gunyoga gidehalge objanha

Twins (knock out), Super Junior


Lagu twins dari suju mengalun cukup keras tepat disamping kuping seul mi.
“akh! Siapa sih yang nelepon pagi-pagi?” seru seul mi seraya mengangkat telepon dengan malas.
“yak! Dari tadi aku telepon, kenapa baru angkat sekarang?” ujar misoon dari seberang.
“mian, aku tadi masih tidur” jawab seul mi malas
“kau harus liat tv sekarang!” perintah misoon
“hah? Sekarang? Memangnya ada apa?” tanya seul mi heran
“kyuhyun oppa.. dia sudah sadar!” jawab misoon bersemangat
“HAH?? SADAR??” teriak seul mi tak percaya
“iya, makanya cepat sana!” ucap misoon sebelum akhirnya menutup teleponnya.

Dengan sigap, seul mi langsung ke bawah dan duduk manis di depan tv. Ketika dia menyalakan tv, ternyata tv-nya tak mau menyala.
“ada apa ini?” ujar seul mi seraya memukul-mukul tv-nya berharap menyala.
“oh ya! Tadi malam kan mati lampu!” ingat seul mi seraya bergegas ke sekring listrik untuk menghidupkan listrik. Setelah listrik kembali hidup, ia berlari dan segera menyalakan tv.

~ Akhirnya kabar yang ditunggu-tunggu para elf terwujud. Maknae super junior, cho kyuhyun akhirnya sadar dari komanya selama kurang lebih 1 bulan. Pagi tadi ia tersadar dengan disaksikan seluruh member super junior ~ *suara dari tv*

“oppaaaa.. kau sadar!!” teriak seul mi memanggil kyu.
“tunggu! Kalau kyu oppa sudah sadar.. berarti..” ujar seul mi yang langsung berlari ke kamar berharap menemukan sosok namja yang ia cari. Sadar namja tersebut tak ada, tubuhnya langsung jatuh lemas ke lantai kamar. Perasaannya bercampur aduk. Ada perasaan senang karena akhirnya namja itu bisa kembali, tapi ada perasaan sedih karena semua yang dialami mereka berdua hanya mimpi bagi si namja itu.

“dangsini dola wassgun (kau telah kembali). Good bye… kyu oppa…” ujar seul mi tertunduk. Tak terasa bulir-bulir air mata jatuh satu persatu dari kedua matanya. Tak berselang lama, terdengar lagu lies dari big bang mengalun dari ponsel seul mi tanda oemma menelepon, tapi sayangnya dia tak menggubrisnya.

To be continued

Read More...

Sabtu, 12 Februari 2011

you're the first part 1

Pertama aku minta maaf sebelumnya untuk para penggemar teenlit karena di ff aku
kali ini ada bagian yang sama dengan salah satu cerita dari teenlit.. aku juga baru
tahu ketika aku sudah selesai.. maaf ya.. semoga ff aku kali ini bagus seperti ff aku
yang lain.. *pede gila!!! Hehe.. :p
Selamat membaca! 

Cast : shin so yeon
Junsu, nickhun, chansung, junho, wooyoung dan taecyeon 2 pm


Di Gwangju Kukje High School
So yeon pov
“wah! Tampan sekali! Ini kekasihmu yang baru?” tanya eun young sembari melihat foto seorang lelaki bersama diriku di layer depan handphoneku.
“iya” jawabku singkat sambil asyik mengetik di laptop putihku
“lalu pacarmu yang dari Australia itu.. mm.. siapa namanya?” tanya yuki seraya mengingat-ingat
“maksudmu Andrew?” tanyaku balik
“iya. Dia kemana?” tanyanya lagi
“ah pabo! Kau tidak tahu so yeon saja! Dia tidak akan pernah pacaran lebih dari 1 minggu!” jelas ye jin
“oh iya ya.. kalau gitu andrewnya buat ku saja!” seru yuki
“kalau kau mau ambil saja! Dia sekarang sedang berada di itali” ujarku mempersilahkan
“lalu kekasihmu yang baru ini siapa namanya?” tanya eun young yang membuatku tersedak ketika hendak menyeruput teh kotak.
“oh! So yeon, gwenchanayo?” seru yuki seraya mengelus-elus punggungku
“ne.. gwechana..” jawabku
“mm.. namanya.. namanya..” lanjutku sambil berpikir
“siapa?” tanya ye jin yang ikut penasaran
“namanya.. namanya jin woo.. ya! park jin woo..” ujarku terbata-bata
“oo.. tapi kenapa kau bisa hamper lupa begitu? Kalian kan baru saja berpacaran?” tanya eun young menyelidik
“oo.. itu.. itu..” seruku bingung ingin menjawab apa
“kau ini bagaimana? So yeon itu kebanyakan lelaki dalam hidupnya.. lihat saja! Dihandphonenya banyak sekali foto mantan-mantannya.. jadi wajar saja kan kalau dia hamper lupa dengan nama kekasihnya sendiri..” ujar ye jin menjelaskan pada eun young
“iya.. benar kata ye jin. Untuk apa aku hafal nama kekasihku kalau seminggu kemudian sudah berganti lagi” ucapku melengkapi penjelasan ye jin.
“tak salah kalau satu sekolah menyebutmu sebagai Barbie trouble heart!” sahut yuki dan aku pun tersenyum.

Di apartemen so yeon
So yeon pov
Setelah sampai di apartemen tempatku tinggal, Aku pun langsung berjalan menuju ranjang dan merebahkan tubuhku diatasnya. Letih rasanya setelah seharian berkutat dengan semua mata pelajaran sekolah yang membuatku ingin muntah *penulis lebay nih! Hhe..*

Kupejamkan kedua mataku sementara hanya untuk mengusir kebohonganku hari ini. Kebohongan? Mungkin kalian akan berkata seperti itu bila kalian tahu, tapi bagiku ini semua hanya sandiwara.

Sadar badanku lengket dan sudah bawel minta dibersihkan, aku pun bergegas menuju kamar mandi. Sesaat aku menatap ke cermin yang kusimpan ditumpukan pakaianku saat aku mengambil baju. akupun mengelus lembut rambutku yang hitam bergelombang sembari tersenyum sedih. Kata teman-temanku, rambutku ini sangat indah dan pantas bila aku menjadi seorang bintang iklan shampoo. Aku yang mendengar perkataan mereka hanya bisa tersenyum.

************************

Di Hyundai departemen store *promosi!*
So yeon pov
“ah! Akhirnya aku dapatkan baju yang sudah kuincar satu minggu ini!” ujar yuki lega seraya melihat tas belanjaan yang menggantung di tangannya
“ne, you right! Aku juga mendapatkan sepatu yang kuinginkan!” timpal ye jin senang
“sekarang kita akan pergi kemana?” tanyaku pada tiga temanku
“kita ke solaria yuk! Aku lapar!” ajak eun young

kamipun berjalan menuju restoran yang ditunjuk eun young. Sepanjang perjalan, aku sibuk dengan handphoneku.
“mm.. so yeon!” panggil yuki seraya menghampiriku
“hhmm..” sahutku
“itu bukannya kekasihmu ya?” tanya yuki seraya menunjuk seorang lelaki
“iya, itu bukannya jin woo?” lanjut eun young
“HAH?? KEKASIHKU??” jawabku kaget
“tak perlu segitunya kali..”canda ye jin
“tapi yang mana?” ujarku seraya mencari sosok lelaki yang dimaksud teman-temanku
“itu.. yang memakai hoodies merah berkacamata..” jelas yuki

‘hah?? Bagaimana mungkin dia ada disini?? Gawat!!’

“ternyata dia lebih tampan aslinya daripada di foto ya..” puji ye jin
“sudah sana hampiri!” suruh eun young sembari mendorong tubuhku
“HAH?? HAMPIRI??” tanyaku terkejut
“iya.. sudah sana.. Tak usah malu dengan kami..” ujar ye jin
“ne, tak usah pikirkan kami.. sudah sana pergi!” seru yuki sembari mendorongku lebih kuat.

Dengan perasaan ragu-ragu, akupun perlahan berjalan mendekati pria itu. Setiap aku melangkah, aku selalu melihat ke belakang berharap 3 orang temanku sudah pergi tapi nyatanya mereka belum juga pergi.

‘aduh! Ottokeo?? Apa aku harus menghampirinya?? Tuhan, help me!’

tinggal 3 langkah lagi jarak antara aku dan pria tersebut. Aku pun menoleh ke belakang ternyata teman-temanku masih ditempat. Dengan terpaksa akhirnya aku pun menggandeng tangan pria tersebut yang sedang asyik memilih kaset.

“oppa!” seruku pada pria tersebut seraya menggeleyut manja di tangan kanannya. Terlihat jelas ekspresi kaget dan tak menyangka.
“sudah sana kalian pergi!” teriakku pada ke tiga temanku, seraya tertawa merekapun pergi menuju restoran. Aku pun memastikan mereka sudah tidak ada samapi belokan.
“mianhaeyo.. jeongmal mianhaeyo..” kataku sembari menunduk setelah sebelumnya melepas gandengan tanganku.
“mian?” ujar pria tersebut yang bingung dengan sikapku
“ne.. mianhae.. aku salah orang..” kataku kembali sembari melangkah pergi
“hei tunggu! Kau harus menjelaskan semuanya!” ucap pria tersebut sembari menahan tangan kananku
“menjelaskan apa? Aku kan sudah meminta maaf..” kataku merasa tak bersalah. Terlihat jelas dimatanya kalau ia sangat marah akan kelakuanku dan benar-benar ingin meminta penjelasan.

Di babtol’s restaurant *promosi lagi!*
Junsu pov
“jadi kekasihmu sudah meninggal itu mirip denganku dan kau belum memberi tahu temanmu?” tanyaku pada gadis yang duduk di hadapanku
“ne.. aku tidak ingin membuat mereka sedih karena mereka sudah sangat berharap aku benar-benar dengannya. mianhaeyo tadi aku tiba-tiba menggelayut di tanganmu..” ujar gadis itu tertunduk.
“ne.. choenmaneyo..” balasku tersenyum
“tapi.. kenapa kau tidak mencoba mencari pria lain? Mm.. maksudku kenapa kau tidak membuka hatimu untuk pria lain? Secara fisik kau sempurna, kau tinggi, putih dan kau memiliki rambut yang indah. Siapa coba lelaki yang tidak mau denganmu?” lanjutku panjang lebar
“kalau kau tahu siapa aku sebenarnya, mungkin kau akan menarik kembali perkataanmu..” jawabnya sembari tersenyum tipis
“menarik perkataanku?” tanyaku tak mengerti
“pelayan! Aku minta bonnya!” serunya memanggil seorang pelayan
“apa maksudmu?” tanyaku kembali
“aku sudah membayarnya.. gamsahamnida kau telah membantuku..” ujarnya sebelum akhirnya pergi meninggalku yang kebingungan.

apa maksud ucapannya tadi? Menarik kembali perkataanku? Dasar gadis aneh! Tapi tunggu, siapa namanya ya? Ah! Pabo!

“nona, tunggu! Namamu siapa?” panggilku padanya yang baru menyadari bahwa aku tak tahu namanya dan segera mengejarnya.

Di Heungjin High School
Junsu pov
“dia cantik tidak?” tanya junho teman sebangkuku
“mm.. dia cantik.. seperti boneka Barbie..” jawabku seraya mengingat wajahnya.
“wahh!! Cantik sekali!” seru nickhun sahabatku
“kau tahu namanya?” tanya taecyeon sang ketua kelas
“nomor teleponnya?” timpal chansung sepupuku
“belum.. mungkin besok..” jawabku sambil tersenyum senang
“nanti kalau dia punya teman, kenalkan ke aku ya.. kali saja temannya seperti boneka India..” ujar wooyoung yang membuat semua tertawa.

‘Tunggu aku besok Barbie!’

**************************

Di Gwangju Kukje High School
So yeon pov
“ciee.. yang kemarin kencan..” goda ye jin
“tahu nih! Ketemu kekasih kita dilupakan!” sambung yuki
“loh! Bukannya kalian yang menyuruhku menghampirinya? Bagaimana kalian ini?” ujarku seraya melahap snack kesukaanku
“oya, ini kan sudah hari jumat. Kau tidak ada rencana untuk memutuskannya?” tanya eun young
“tentu saja ada! Aku sudah mendapatkan seorang pria lain.. namanya shim changmin. Dia sekarang sudah kuliah tingkat 3 di Inha University” jawabku
“hah?? Bukannya itu sekolah mahal? Pasti dia sangat kaya dan pintar!” duga yuki
“ne.. I think so!” ujarku setuju
“nanti kalau kau sudah jadian dengannya, ceritakan pada kami ya..” ucap eun young mengingatkan
“ok!” jawabku singkat

Perjalanan ke apartemen
So yeon pov
Jarak dari sekolah ke apartemenku tidak terlalu jauh jadi aku hanya menggunakan bus umum sebagai transportasi. Setelah turun dari bus, tak sengaja aku melewati sebuah toko baju yang dilapisi pintu kaca. Sesaat aku bercermin dan tersenyum sedih seraya mengelus rambut hitam bergelombangku.

Seraya meneguk vanilla late yang tadi aku beli ditengah jalan, aku terkejut melihat ada seseorang pria yang duduk menunggu di depan pintu apartemenku.

“permisi, anda mencari siapa?” tanyaku seraya menghampirinya
“aku mencarimu” jawabnya sembari melepas topi yang sedari tadi menutupi wajahnya.
“kau?? Kau pria yang kemarin kan? Dari mana kau tahu rumahku? Dan apa yang kau lakukan disini? Jangan-jangan.. PERAMPOK!!.. PERAMPOK!!.. mph.. mph PEmphAMPOK!!” teriakku yang tertahan karena pria itu membungkam mulutku
“ssstttt.. aku bukan perampok! Aku hanya ingin tahu namamu..” ujarnya berusaha menenangkanku.

Di apartemen so yeon
Junsu pov
“kau tinggal sendiri di sini?” tanyaku seraya memperhatikan apartemen gadis ini yang cenderung sederhana. Hanya ada dapur, ranjang, computer, sofa, tv dan kamar mandi yang tidak disekat dengan tembok atau pembatas kecuali kamar mandi. *kaya apartemen kimbum di drama stay marry me*.
“ne..” jawabnya singkat sembari menyodorkan segelas jus apel.
“orang tua mu dimana?” tanyaku sambil duduk di sofa biru mudanya
“orang tuaku di hongkong. Kau tunggu sini! Aku ingin ke kamar mandi dulu” jawabnya seraya masuk ke dalam kamar mandi sambil membawa beberapa helai baju, mungkin dia ingin ganti baju.

Tak kusangka gadis secantiknya harus tinggal sendiri disini. Apalagi di apartemen yang sederhana tanpa pengamanan yang ketat.

“kau datang kesini hanya untuk tahu siapa namaku?” tanyanya yang beru keluar dari kamar mandi.
“ah! Ne, aku ingin tahu siapa namamu.. selain itu.. aku juga ingin tahu dirimu lebih lanjut” jawabku menjelaskan tujuanku kemari.
“hah?? Apa menariknya aku sampai kau ingin tahu diriku?” tanyanya seraya duduk dihadapanku.
“saat kau bilang aku akan menarik kembali kata-kataku jika aku tahu siapa dirimu sebenarnya” jawabku tegas
“namaku so yeon, shin so yeon.” Ujarnya tersenyum sembari mengulurkan tangan kanannya.
“hhmm.. junsu, kim junsu” ucapku membalas ukuran tangannya.

Kamipun berbincang-bincang tentang diri masing-masing. Ternyata selain dia cantik, dia juga asyik dan nyambung bila diajak ngobrol. Dengan waktu singkat kamipun akrab dan yang terpenting, aku mendapatkan nomor ponselnya plus alamat emailnya.

“wah! Ternyata kita punya banyak kesamaan ya.. selain kita sama-sama anak tunggal.. ternyata hobby kita juga sama.. mengedit foto..” ujarku seraya tertawa senang
“ya.. mungkin kita jodoh..” ucapnya yang membuatku tersedak saat menyeruput jus apel pemberiannya tadi.
“sekarang ceritakan tentang keluargamu..” lanjutnya seraya mencondongkan sedikit tubuhnya dan menopang wajahnya dengan kedua tangannya
“tidak ada yang istimewa.. aku hanya tinggal bertiga dengan ibu dan sepupu laki-laki.. ayahku dan orang tuannya sudah meninggal karena kecelakaan kapal laut 3 tahun silam..” jawabku tertunduk
“mianhae, aku tidak bermaksud..” ujarnya merasa bersalah
“ah.. gwenchanayeo..” balasku tersenyum. Seketika suasana hening. Diantara kami tak ada yang berbicara sepatah katapun. Tubuhnya perlahan mundur dan mengalihkan pandangannya keluar jendela. Akupun begitu, pandanganku beralih kea rah dapur. Tak tahu apa yang kucari, yang pasti jantung berdetak sangat cepat setiap kali melihat wajahnya.

“so yeon, sepertinya sudah terlalu lama aku disini.. aku pulang dulu ya..” ujarku seraya berpamitan
“ah! ne.. gomawo sudah berkunjung.. bila ada waktu kau boleh datang kemari..” katanya tersenyum.
“ok! Aku pulang dulu.. annyonghigaseyo..” seruku sembari melangkah pergi
“ne, annyong!” balasnya melambaikan tangan

*********************

Di apartemen so yeon
So yeon pov
Sudah lewat 5 menit sejak aku mengirim sms kepadanya tapi dia tidak kunjung membalas smsku. Apa dia sudah tidak mau lagi mengobrol denganku? Huft.. mungkin ini balasan dari tuhan untukku karena aku adalah seorang pembohong besar. Tidak ada yang tahu aku berbohong apa kecuali aku dan tuhan, dia pun juga tak tahu walaupun kami sudah dekat selama kurang lebih 3 bulan ini. Aku pun sesekali melihat layer ponselku yang berwallpaper fotoku dengan seorang pria berwajah jepang yang tidak lain adalah kekasihku yang baru.

Cling~ cling~ bunyi ponsel tanda pesan masuk. Buru-buru kuraih ponselku dan benar seperti yang kuduga, dia membalas pesanku.

mian, aku baru balas. Tadi aku harus membantu sepupuku dulu.
Pulsa sms ku tinggal sedikit lagi, mumpung sedang ada bonus
telpon, aku telpon kau saja ya.. ^.^
-junsu-

tak lama kubaca pesan darinya, diapun meneleponku. Akupun segera mengangkat telpon darinya. Tak tahu kenapa aku merasa sangaaaaat senang.. Tunggu! Apa jangan-jangan aku jatuh cinta dengannya? ANIYO!! Itu tidak boleh terjadi! Tidak boleh!!

Di kamar junsu
Junsu pov
“ehem.. ehem.. ada yang sedang jatuh cinta nih!!” goda chansung seraya tetap focus dengan scraft gamenya.
“akhirnya sohibku jatuh cinta juga!” seru nickhun sembari tertawa
“enak saja! Kau kira aku ini tidak pernah jatuh cinta apa sebelumnya!” sanggahku seraya melayangkan jitakan mulus dikepala nickhun
“AW! Sakit tahu!” jawab nickhun sambil mengelus-elus kepalanya
“lalu bagaimana tindakanmu selanjutnya? Sudah 3 bulan loh kalian dekat..” jelas chansung datang menghampiriku.
“yes, I agree! Kau jangan terlalu menunggu lama! Jarang-jarang loh ada gadis yang ingin dekat denganmu..” timpal nickhun tertawa
“aish! Kau ini! kau ingin aku pukul lagi hah?!” ujarku jengkel
“bagaimana? Jawab dong!” desak chansung
“molla.. aku belum siap untuk mengatakannya.. tapi aku ingin minggu ini aku berkencan dengannya” ujarku yakin
“gereu! Aku akan mendukungmu!” ujar chansung seraya merangkulku
“yap! Me too..” lanjut nickhun tersenyum

*************************

Di Gwangju Kekju High School
So yeon pov
”besok lusa kalian, kelas 2 akan ada test berenang” ujar siwon songsenim sang guru olahraga
“berhubung kolam renang sekolah sedang direnovasi, kita akan menggunakan kolam renang Hobok dekat Heungjin high School..” lanjut siwon saenim

‘APA?? BERENANG?? Bagaimana ini??’ ujarku seraya mengelus lembut rambut hitamku yang kubiarkan tergerai

“weayo seo yeon? Ada yang salah? Sepertinya kau khawatir sekali?” tanya yuki
“ah, ani.. gwenchana..” jawabku seraya berpikir alasan apa yang tepat agar aku diizinkan untuk tidak ikut berenang.
“katanya siwon saenim dekat dengan heungjinkan?” tanya ye jin
“ne.. sekolah itu terkenal dengan murid pria yang keren-keren” jelas eun young
“hah?? Heungjin??” tanyaku terkejut
“yak! So yeon! kau ini kenapa sih?” ujar yuki

‘heungjin? Itukan sekolah junsu.. aduh bagaimana ini?? Bagaimana kalau dia sampai tahu? Tidak! Dia tidak bileh tahu!’

2 hari kemudian, kolam renang Hobok
so yeon pov
“jwesonghamnida songsaenim, aku tidak bisa ikut berenang. Aku sedang kedatangan tamu” ujarku sembari membungkuk
“mm. baiklah kalau begitu.. baik-baiklah ok!” ujar siwon saenim memberi izin
“ne, gamsahamnida.” Balasku tersenyum. Akhirnya aku punya alasan yang tepat. Siwon saenim, mian aku berbohong..

“so yeon, kau tidak ikut berenang?” tanya ye jin yang sudah berada di kolam renang
“aniyo, aku sedang datang bulan” jawabku
“oh! Kalau begitu tolong jaga tasku ya..” lanjutnya
“ne, siap bu!” ujarku tersenyum.

Eun young pov
“ye jin, mana so yeon? Dia tidak berenang?” tanyaku pada ye jin
“ani, katanya dia sedang datang bulan” jawabnya
“aneh!” ujarku seraya mengingat-ingat
“aneh kenapa?” tanya yuki
“rasanya baru 5 hari yang lalu dia selesai datang bulan. Kenapa dia bisa datang bulan lagi ya?” tanyaku heran
“mm.. kau benar! Rasanya ada yang aneh!” ujar yuki ikut-ikutan
“ah sudahlah! Setiap wanita itu berbeda-beda..mungkin datang bulan yang sekarng ini kanjutan kemarin..” kata ye jin menjelaskan
“ya, kau juga benar!” ucap yuki setuju
“mm.. kau ada benarnya juga.. sudah lupakan saja! Lebih baik kita segera ke siwon saenim untuk ambil nilai” ujarku sembari berenang menuju siwon saenim yang sudah menunggu di tepi kolam renang

*****************************

Di Gwangju Kekju High School
So yeon pov
Sekarang jam istirahat, sudah rutinitasku setiap hari pergi ke perpustakaan untuk mendapatkan internetan gratis lewat wifi dan sudah kebiasaanku untuk mencari foto para pria yang akan melengkapi sandiwaraku.

Sedang asyik-asyiknya aku memindahkan gambar dari folder ke adobe photoshop *pembaca tahukan apa itu?* tiba-tiba ada seseorang yang menepukku dari belakang dan membuatku kaget setengah mati. Segeralah kututup adobe photoshop itu dari layer laptoku.

“hei! Sedang apa kau disini?” tanya yuki yang ternyata menepuk pundakku
“tentu saja browsing gratis, ya kan so yeon?” seru yejin
” ya! Kau benar!” jawabku gugup
“oh ya! Ini!” ujar eun young seraya menyodorkan selembar amplop hijau kecil
“lusa malam, tepatnya sabtu malam aku akan mengadakan pesta ulang tahunku sekalian merayakan hari jadiku dengan Kang Min Hyuk dan aku ingin kau datang dengan kekasih barumu.. mm.. siapa namanya?” jelas eun young
“oohh.. maksudmu Ahn Daniel?” tanyaku sembari membaca isi undangan yang tadi dia berikan padaku
“ne, dan aku ingin kau datang bersamanya..” jawabnya tersenyum
“hah?? Da.. datang ber.. sama.. nya??” tanyaku terbata-bata
“iya, waeyo? Ada yang salah?” ucap eun young bingung
“iya.. aku kan juga ingin lihat kekasihmu..” sahut yuki
“hm.. aku setuju! Selama ini kan kau hanya menunjukan fotomu dengan kekasih-kekasihmu yang lain tapi tidak pernah kulihat kau jalan bersama dengan kekasihmu..” lanjut ye jin
“bu.. buat apa aku jalan bersamanya? Toh ujung-ujungnya kami juga akan putuskan?” seruku berusaha mengelak
“shiro!! Pokoknya kau harus datang dengan kekasihmu! Aku tidak mau tahu! Kalau kau tidak datang, kita tidak akan berteman lagi!” kata eun young mengancam
“huh! Geurae! Aku akan datang dengan kekasihku..” jawabku pasrah
“baik, aku tunggu besok lusa” ujar eun young sebelum akhirnya ia pergi dengan disusul yuki dan yejin.

‘Ya tuhan! Bagaimana ini? Bagaimana mungkin aku datang dengan seorang pria yang tak pernah kukenal sebelumnya?? Aaaaaaaaaaaaaa!!! Mollayo!’ ujarku dalam hati seraya menatap beberapa foto lelaki yang terpampang jelas di layer laptopku.

********************************

Hari sabtu di Heungjin High School
Junsu pov
“ehem.. ehem.. lagi nunggu siapa nih?” goda jinho seraya menyenggol bahuku
“kayaknya orang penting nih!” timpal wooyoung
“asal kalian tahu! Sobatku ini sedang jatuh cinta!” jawab nickhun tertawa
“yak! Nickhun! Awas kau!” ujarku hamper menjintaknya
“jangan-jangan gadis Barbie itu!” duga taecyeon
”100 untukmu!” ucap chansung
“aaaaaaa! Kalian semua berisik!” ujarku kesal.

Akupun berjalan dan duduk dibangku sebelah jendela kelas yang menghadap ke lapangan sekolah. Sesekali kulihat layer poselku, menunggu dia meneleponku atau mengirim pesan.

‘so yeon.. kau kemana saja? Kenapa pesanku tak kau balas?’ tanyaku dalam hati berharap ada balasan darinya. Inilah sikapku selama 2 bulan belakangan ini. Selalu gelisah bila tak dapat balasan pesan atau jika dia tak mengangkat teleponku. Aku jatuh cinta dengannya, kalimat yang tepat untuk menjelaskan semua sikapku selama ini.

I’ll be back.. nunh dashi nareur chajeul guya.. geuddae dashi naega ool guya..
¬_i’’ll be back, 2 pm_

akhirnya yang aku tunggu-tunggu pun terdengar juga. Ponselku berdering tanda telepon masuk. Tanpa melihat siapa yang menelepon, langsung kuangkat teleponnya.

“junsu” sapa seorang gadis yang kukenal walaupun hanya mendengar suaranya
“so yeon, annyong!” ujarku senang
“mm.. mianhae, aku mengganggu..” ujarnya yang terdengar sedikit cemas
“aah.. aniyo.. gwenchana..” jawabku seraya merubah posisi dudukku. Terlihat jelas ke enam temanku yang tadi menggodaku memperhatikan diriku yang menerima telepon dari so yeon.
“mm.. nanti malam kau ada acara?” tanyanya sedikit ragu-ragu
“nanti malam? Ah tidak ada!” jawabku
“nanti malam temanku ada party dan aku ingin datang bersamamu.. tapi kalau kau tidak bersedia juga tak apa-apa..” jelasnya
“ah.. ani, aku bersedia!” kataku semangat
“oke kalau begitu.. kita bertemu di babtol’s restaurant jam 7 malam..” ucapnya yang terdengar lega
“tidak usah.. aku akan ke apartemenmu..” seruku sebelum akhirnya pembicaraanku dengannya berakhir.

***************************

Di apartemen so yeon
Junsu pov
Ting nong~ ting nong~ perlahan pintupun terbuka. Keluarlah seorang gadis cantik yang kusuka sejak melihatnya pertama kali.
“ayo jalan..” serunya tersenyum. Aku tak menjawab. Yang kuperhatikan hanyalah tampilannya yang menurutku sangat berbeda dari biasanya. Tubuhnya yang ramping putih sangat indah dengan dibalut dress tangan bunting berwarna biru laut dipadu belt putih. Rambutnya yang hitam legam dikuncir menyamping mengenai bahu kanannya.
“gwebchanayeo?” tanyanya bingung
“… ye, gwenchana.. neomu yaepo..” jawabku tersenyum
“hah?? Naega??.. gomawo..” ujarnya sedikit terkejut
“lebih baik kita berangkat sekarang..” lanjutnya
“oh.. geurae.. kajja!” ucapku seraya menggandeng tangannya hingga kami naik taksi.

Di rumah eun young
So yeon pov
”annyeong eun young!” sapaku pada eun young yang malam ini terlihat cantik
“hai so yeon! Mm.. mana kekasihmu?” tanyanya seraya sedikit membisik
“oh itu.. itu.. dia sedang di tempat minuman..” jawabku gugup
“loh.. itu bukannya mantanmu ya?” tanya ye jin yang datang sembari membawa beberapa cemilan
“iya.. itu mantanmu yang bertemu kau di mall kan?” timpal yuki yang mengingat-ingat.
“ah.. ya.. aku datang bersamanya..” jelasku
“hah?? Kau datang bersamanya??” seru yuki terkejut
“kami telah balikan 2 hari yang lalu..” jawabku berbohong
“oo begitu.. ya sudah.. nikmati pestanya ya.. aku ingin menghampiri min hyuk dulu..” ujar eun young sembari pergi meninggalkan aku, yuki dan ye jin
“mm.. so yeon, aku dan ye jin ingin ke sana.. kau ingin ikut?” ajak yuki seraya menunjuk segerombolan pria yang sedang tertawa.
“gomawo.. aku di sini saja..” jawabku tersenyum. Mendengar jawabanku, merekapun pergi meninggalkanku sendiri.

Kedua mataku terus memandang ke berbagai arah. Melihat betapa meriahnya acara ini. Pesta yang berlokasi di halaman belakang rumah eun young yang di setting glamour yang tidak meninggalkan kesan remaja. Ada panggung kecil untuk para pengisi acara. Ada juga 2 meja besar memanjang untuk menaruh makanan dan minuman. Di sudut halaman ada beberapa pegawai pesta yang sedang menyiapkan kembang api. APA? KEM.. KEMBANG API?? Melihat benda tersebut seketika akupun teringat tentang kejadian yang sangat mengerikan dan mengubah hidupku sekarang. Kejadian yang memaksaku untuk terus bersandiwara dan berbohong.
Tanpa piker panjang, aku langsung melangkah pergi bermaksud pergi dari pesta. Sampai akhirnya junsu memanggilku.

“hei so yeon! Kau mau kemana? Kitakan baru saja datang..” tanya junsu heran
“aku.. aku ingin pulang.. kita pergi sekarang ya..” jawabku sedikit memaksa
“ada apa?” seru junsu tak mengrti
“pokoknya kita pulang sekarang..” paksaku sembari meraih tangannya
“tapi.. kau tak mau pamitan dengan temanmu?” tanya junsu
“tak usah..” jawabku singkat. Akupun pergi sambil menggandeng tangan kanan junsu.

Di pinggir jalan
Junsu pov
“kita istirahat sebentar ya.. aku capek!” seru so yeon yang langsung duduk di kuri halte. Aku menuruti permintaannya. Sesaat kutatap wajah cantiknya. Terlihat ekspresi takut dan sedih dikedua matanya. Aku tak mengerti kenapa dia bisa begitu.
“mm.. sebenarnya ada apa? Kenapa kau tiba-tiba ingin pulang?” tanyaku memberanikan diri.
“itu..mm.. mian bukannya aku tidak mau cerita.. tapi.. suatu saat nanti kau akan tahu..” jawabnya tersenyum. Melihatnya tersenyum hatiku sedikit lega.

Kejadian itupun terulang lagi. Hening. Tak ada yang berbicara diantara aku dan dia. Sembari menatap langit yang bertabur bintang, akupun teringat kata-kata chansung yang memnitaku untuk segera menyatakan cinta padanya. Aku berpikir, mungin malam ini saat yang teapt bagiku menyatakan cinta padanya.

Akupun menoleh ke arahnya. Aku baru sadar, sedari tadi so yeon terus mengelus-elus kedua lengannya yang terbuka tanpa ditutupin sehelai kain. Kurasa dia kedinginan.

So yeon pov
“ini pakai.. kau pasti kedinginankan?” seru junsu seraya memakaikan jas hitamnya kebahuku.
“ah.. gomawo..” ujarku yang akhirnya merasa hangat berkat jasnya. Malam ini benar-benar dingin.
“oh ya, kau pasti belum makan kan?” tanya junsu
“ne..” jawabku yang baru meyadari kalau cacing di perutku sudah demo minta makan.
“bagaimana kalau kita makan di tempat biasa?” ajaknya sembari tersenyum lebar
“babtol’s?” ujarku sedikit ragu
“ne, kajja!” serunya sembari meraih tanganku dan membawaku berjalan bersamanya.

Entah apa yang kurasakan. Tapi rasa ketakutan dan kesedihanku saat ada di pesta langsung hilang saat tangannya yang kekar menggenggam tanganku. Aku merasa nyaman dan aman bila berada di dekatnya. Jadilah malam ini aku dan dia pergi berdua layaknya sepasang kekasih. Aku sangat senang! >_<

****************************

Di perjalanan menuju apartemen so yeon
Junsu pov
Sudah 6 bulan lamanya aku kenal dengannya. Sudah cukup bagiku untuk berhenti mengenalnya dan memulai untuk memahaminya. Hari ini aku ingin memulai semuanya dengannya. Hari ini aku akan memintanya menjadi kekasihku.

Kata chansung, seorang gadis akan lebih senang kalau pria yang menyatakan cintanya memberikan setangkai bunga. Jadi kuputuskan akan membeli setangakai bunga mawar merah muda yang kusimpan dibalik jaket abu-abuku.

Di apartemen so yeon
Junsu pov
“oh junsu.. ayo masuk!” serunya mempersilahkan diriku masuk ke dalam apartemennya yang sederhana tapi rapih.
“kau duduk dulu. Aku buatkan minuman dulu ya..” lanjutnya yang pergi ke dapur.

Sudah 6 bulan aku kenal dengannya dan datang ke apartemennya, tapi aku baru sadar kalau apartemennya ini tidak ada satupun barang yang dapat memantulkan bayangan. Baik itu barang-barang dapur, televisi bahkan jendelapun tak bisa. Semua barang disini terbuat dari kayu dan barang-barang plastic yang berwarna. Layer televisi selalu ditutupi dengan kain penutup. Jendela kearah balkonpun juga oleh gorden tipis.

So yeon pov
“aku baru sadar kalau diapartemenmu ini tidak ada barang yang terbuat dari kaca” seru junsu yang membuatku menghentikan kegiatanku sejenak
“maksudmu apa?” tanyaku cemas
“iya.. semua barang disini terbuat dari kayu dan plastic, tak ada yang dari kaca. Cerminpun aku tak temukan disini” jelasnya yng membuatku tambah cemas. Aku yang mendengarnya segera cepat-cepat menuangkan minum padanya dan berniat mengganti topic pembicaraan.

“ini minumannya..” ujarku sembari memberikan segelas jus mangga padanya
“wah! Jus mangga!” serunya senang
“kau ada perlu apa kesini?” tanyaku berusaha mengganti pembicaraan. Aku tidak mau dengar lagi dia menanyakan tenang kaca, cermin atau apalah yang berhubungan dengan itu.
“mm.. itu. Aku.. aku ingin..” belum selesai junsu berbicara, tiba-tiba handphone ku berbunyi. Omma?? Ada apa?? Tumben telepon.
“mian, ada telepon” kataku sembari mengangkat telpon dan berjalan menuju ranjang menghindari junsu.
“hallo omma..” ujarku menyapa omma yang berada jauh di hongkong

junsu pov
“hallo omma..” ujanya menyapa ommanya yang kutahu sekarang berada di hongkong. Tak tahu harus berbuat apa, kuputuskan berjalan menuju balkon. Menenangkan diri biar nanti tak terlalu nerveus saat menyatakan semuanya padanya.

Akupun mengambil bunga yang kubeli tadi dibalik jasku. Saat kuambil bunga itu, bunga itu jatuh kelantai yang membuatku kaget dan buru-buru mengambilnya agar tidak ketahuan oleh so yeon. Ternyat bunga itu ada dibelakangku. Akupun perlahan mundur untuk mengambilnya dan berharap so yeon tidak melihatku mengambil bunga itu. Aku terus melangkah mundur hingga aku menjatuhkan sebuah pot plastic yang tersenggol kakiku, untung suara pot jatuh itu tidak terlalu keras. Jusu pabo!!.

Saat kuhendak mendirikan pot itu, kutemukan sebuah buku tebal. Kubuka buku itu dan baru tahu kalau buku itu adalah sebuah album foto. Album foto milik shin so yeon.

‘Kenapa album foto ada disini? Kenapa tidak taruh di meja saja?’

Ternyata album ini cukup lengkap. Dai so yeon masih di kandungan hingga dia berusia 13 tahun. Disetiap foto selalu tertulis keterangan yang menjelaskan isi foto itu. Sampai akhirnya aku menemukan selembar kertas Koran yang sudah usang dan lama. Koran yang memberitakan tentang kecelakaan 3 tahun silam.

‘kenapa ada Koran disini?’ tanyaku dalam hati yang membuatku makin penasaran. Akupun membalik halaman berikutnya. Betapa kagetnya diriku saat melihat foto tersebut.

“SO YEON??” ujarku kaget dan sedikit terkejut saat melihat foto yang sangat berbeda dengan so yeon yang sekarang.
“waeyo?” tanya so yeon yang telah berdiri di sampingku. Akupun menoleh. wajahnya terlihat sangat terkejut saat melihat diriku memegang album foto miliknya.
“kau..” ujarnya yang ingin mengeluarkan air mata.

To be continue

Read More...