Jumat, 29 Oktober 2010

shinee "Hello"

  *didorm shinee, 2010

hyung, kau kenapa?” Tanya taemin seraya menyeruput jus orangenya
“aku sedang bingung” jawab jonghyun menggigit-gigit ujung pensilnya
“bingung kenapa?” Tanya taemin kembali
“tentang repackage album kita. Kita kan baru menemukan 2 lagu yang cocok, masih kurang 1 lagi” jelas jonghyun
“oo.. itu.. memangnya kita ingin menambah lagu apa?” Tanya taemin lagi
molla.. makanya aku sedang bingung memikirkannya” jawab jonghyun pasrah

karena taemin adalah maknae yang baik jadi ia membantu hyungnya memikirkan lagu apa yang cocok untuk repackage album mereka. Sampai akhirnya minho dating.

“kenapa kau senyum-senyum sendiri?” Tanya key yang baru keluar dari dapur
“oh.. tadi aku bertemu dengan  seorang gadis kecil, namanya shin chan chan” jawab minho terseyum
“hah?! Chan chan?? Lucu sekali namanya.. pasti anaknya juga lucu..” seru taemin ikut-ikutan
“iya.. anaknya lucu.. lihat! Ia memberikan ini padaku” ujar minho sembari menunjukkan selembar kertas bergambar seorang pria dengan wanita dengan baju serba putih
“itu dia yang gambar?” Tanya key. Minho hanya mengangguk
“lalu pria digambar itu kau?” Tanya key kembali. Minho pun kembali mengganggukkan kepalanya.
“dan gadis itu adalah chan chan?” Tanya taemin menduga-menduga
“ya kau benar. Dia bilang kalau dia sudah besar nanti, ia ingin menikah denganku” jawab minho seraya tertawa kecil
“jadi kau di tembak dengan seorang gadis kecil?” Tanya key tak percaya
“ya begitu lah! Ternyata aku terkenal dikalangan anak-anak ya..” seru minho tertawa senang
“YA! ITU DIA IDENYA! KATAKAN CINTA!” teriak jonghun tiba-tiba mengagetkan para dongsengnya.

                                                    *********************

hyung, ada apa sih?” Tanya key tak mengerti
“iya.. kenapa kita dikumpulkan begini?” Tanya minho
“kenapa kalian aku kumpulkan disini? Karena kita akan mendiskusikan tentang lagu yang akan kita tambahkan di repackage album kita” jelas jonghyun
“lalu apa temanya?” Tanya sang leader, onew
“katakan cinta” jawab jonghyun penuh semangat
“tapi aku butuh masukan.. jadi.. aku ingin kalian menceritakan bagaimana kalian semua menyatakan cinta pada gadis yang kalian suka..” jelas jonghyun penuh harapan
“jadi maksud hyung aku harus menceritakan kisah cintaku?” Tanya taemin terkejut
“iya.. bagaimana? Kalian mau kan? Tenang! Aku juga akan bercerita..” jawab jonghyun memelas.

Semua tenggelam dalam pikiran masing-masing. Antara yakin dan tidak dengan usul sang pembuat lirik, jonghyun. *ngarang BGT!! :p*

“baik! Aku akan menceritakan duluan” seru onew sang leader.

                                                ************************

   *5 tahun yang lalu, 2005

“benar kau ingin melakukannya?” Tanya ah ra tak yakin
“iya.. habis kalau bukan sekarang, mau kapan lagi..” jawabku meyakinkannya
“tapi jin ki.. dia itu 2 tahun lebih tua darimu.. 2 hari lagi dia juga akan lulus..” jelas ah ra kembali
“ah ra, kalau kau benar-benar sahabatku.. aku mohon dukung aku ok!” ujarku memohon pada ah ra
“ya.. kalau memang ini keinginanamu.. aku tidak bisa menolak.. ok! Aku akan mendukungmu” ucap ah ra yang akhirnya mendukungku.

2 hari lagi ia akan lulus dari sekolah ini. Tapi sebelum ia pergi lebih jauh, aku harus menyatakan perasaanku padanya yang aku pendam selama 2 tahun. 2 tahun?? Ya, aku dan dia bersekolah disekolah yang sama saat SMP dulu. Aku meyesal karena tidak sempat menyatakannya saat ia terlebih dulu lulus ketimbang aku.

    *2 hari kemudian

“jin ki, aku antar sampai sini saja ya..” ujar ah ra dari dalam mobil
ne, gomawo ah ra” ujarku pada sahabatku yang paling baik seantreo Korea, menurutku..
de, cheonmaneyo” balasnya. Akupun melangkah pergi meninggalkan ah ra
“LEE JIN KI!” teriak ah ra. Akupun berbalik.
“FAIGHTING!” serunya penuh semnagat. Mendengar ucapananya, akupun bergegas masuk ke apartemen tempatnya tinggal. Hari ini aku akan menyatak perasaanku padanya, park ah neul. Noona, kuharap kau menerimaku..

Dengan berbekal sebuket bunga, kulangkahkan kakiku menuju pintu apartemennya. Penuh harap dan kecemasan bercampur menjadi satu dihatiku. Setiap pintu kamar yang kulalui selalu membuatku bertambah gugup. Jin ki! Chayo!!

Dengan perasaan yang tak bisa lagi aku gambarkan, kuketuk pintu apartemennya.
Tok~ tok~ tok~

    *didorm shinee, 2010

“lalu apa tanggapan ah neul noona? Dia menerima hyung?” Tanya teamin penasaran
“iya.. dia menerima hyung kan?” ujar key menduga
“mm.. itu rahasia!” jawab onew seray tersenyum malu
“yah hyung..” seru taemin kecewa
“lalu selanjutnya?” Tanya jonghyun yang sibuk mencatat kisah onew
“mm.. aku deh!” kata minho semangat.

                                              ***************************

      *4 tahun yang lalu, 2006

annyong sunbae..” sapa seorang gadis dihadapanku
“sudah berapa kali kubilang. Jangan panggil aku sunbae, panggil aku oppa” pintaku padanya
ne, arassoe.. oppa..” ucapnya lembut.

Dia adalah nam hee nim. Gadis yang sudah kukenal kurang lebih 2 tahun ini. Selain dia adik kelasku, dia juga seorang gadis yang aku sukai. Gadis yang bisa membuat choi minho, seorang kapten sepak bola sekolah berlutut dihadapannya.

“hee nim” panggilku padanya
ne..” sahutnya yang sedari tadi berdiri disampingku melihat boneka beruang besar berwarna putih
“kau lihat apa?” tanyaku
“ah aniyo.. ayo oppa kita jalan lagi..” ajaknya sembari berjalan duluan. Kenapa dia melihat beruang itu? Apa jangan-jangan..?

       *3 hari kemudian

yoebseyo?” sapa seorang gadis dari seberang sana
“iniaku minho.. hee nim.. kau di rumah?” tanyaku padanya
ne, ada apa?” tanyanya heran
“aku.. aku ingin menemuimu..” jawabku memberankan diri
“hah?? Oppa ingin kesini? Ini kan sudah malam..” katanya sedikit terkejut
“tapi ini kan malam minggu.. gwenchanayo?” tanyaku kembali
“mm.. ne, gwenchana.. omma dan appa  juga sedang pergi, jadi aku kesepian disini” jawabnya yang sudah pasti membuatku senang
“ok! Hee nim, tunggu aku..” seruku seraya menutup ponsel.

Hari ini, tepatnya malam ini sudah kuputuskan untuk mengungkapkan semua perasaanku padanya yang telah lama aku pendam. Sembari membawa boneka beruang besar putih yang pernah hee nim lihat saat kami jalan berdua, aku yakin dia kan menerimaku.

Tanpa pikir panjang, segera kunaiki mobil merah milik appaku (tentunya secara diam-diam, mumpung appaku sedang diluar kota) dan bergegas pergi menuju rumahnya. Sesampainya didepan rumahnya, kutatap wajahku didepan kaca spion mobil dan kurapihkan rambutku yan berantakan karena kibasan angin malam. Akupun melangkah menuju pintu rumahnya tanpa membawa boneka beruang itu. Aku sengaja tinggalkan didalam mobil agar ketika dia membuka pintu, ia terkejut.

     *didorm shinee, 2010

“kau bisa menyetir saat berumur 15 tahun? Kelas 3 SMP?” Tanya key tak percaya
“ya.. begitu lah.. tapi ingat! Jangan bilang pada appaku, karena sampai sekarang dia belum mengetahuinya” jawab minho jujur
“ok ok.. tapi bagaimana dengan hee nim? Dia terkejut? Di menerimamu?” Tanya onew penasaran
“kalau soal itu.. sama seperti hyung.. rahasia..” jawab minho tersenyum gembira
hyung, kau mencatat kan?” Tanya minho pada jonghyun
“iya.. aku mencatat.. next!” seru jonghyun layaknya seorang dokter yang menanti seorang pasien
“aku deh hyung!” ujar key memulai cerita

                                                  **********************

     *2 tahun yang lalu, 2008

“ini barangnya.. kuharap kekasihmu menyukainya” seru namja sang penjaga toko.
ne, gamsahamnida..” balasku seraya pergi. Sepanjang jalan menuju rumahnya terus kutatap kotak kecil berwarna biru tua berpita putih. Sebuah kotak yang bila orang lihat sudah tahu apa isinya, kotak kecil.. tentu saja isinya sebuah cincin.

Kim raehwa namanya. Dia teman kelasku sekaligus seseorang yang sangat special dihatiku. Kami berdua sudah saling kenal sejak kami berumur 4 tahun jadi sudah lama juga aku menyukainya. Hari ini aku putuskan memberanikan diri untuk memintanya menjadi kekasihku. Raehwa.. kuharap kau menerimaku..

Karena rumahku dengannya dekat, kuputuskan untuk berjalan saja. Rumahnya disalah satu apartemen dilantai atas. Sepanjang jalan aku terus menatap kotak cincin itu. Tanpaku sadari, aku telah berada lantai bawah kamarnya. Untuk memastikan kalau cincin itu masih dikotaknya, kubuka kotak tersebut dan tersenyum ketika kulihat isinya. Langsung terbayang dikepalaku bagaimana ekspresi wajah raehwa ketika menerima cincin ini.

     *didorm shinee, 2010

“wah kau hebat! Baru kelas 2 SMA sudah berani memberikan cincin”puji minho
“iya.. tapi kalau boleh tahu.. itu cincin asli bukan?” Tanya onew seraya tertawa kecil
“ya asli lah” jawab key menyangkal
“lalu bagaimana? Dia menerima hyung?” Tanya taemin penuh rasa ingin tahu
“mm.. bagaimana ya??” ujae key sok mikir
“ah hyung! Ayo lanjutkan.. diterima tidak?” Tanya taemin kembali
“mmm.. secret..” jawab key sembari ber-tos ria dengan onew dan minho
shiro! Semuanya main rahasia-rahasiaan.. tidak seru..” ujar taemin kecewa
dongsengku yang paling tampan.. dari pada kau mengeluh.. bagaimana kalau kau ceritakan kisah cintau sendiri?” tantang onew seraya mengelus kepala taemin
“yap! Aku setuju dengan onew hyung!” seru minho
ne.. arassoe.. aku akan cerita..” ujar taemin tak mau kalah

                                                    *********************

     *4 tahun yang lalu, 2006

“taemin, kau ingin kemana?” Tanya omma yang menyadariku melangkah pergi menuju pintu rumah
“oo.. mm.. aku ingin ke toko buku..” jawabku sambil menggaruk kepalaku yang sedikit terasa gatal
“pulangnya jangan sore-sore ya..” ujar omma
ne, omma.. aku pergi!” seruku seraya pergi keluar rumah.

Akhirnya aku bisa keluar rumah juga. Dengan begini aku bisa ke toko buku di seberang jalan dan tentu saja bisa bertemu dengannya. Noona, I coming!

annyong taemin!” sapanya terlebih dulu
“ah.. annyong noona!” balasku tersenyum senang. Jarang-jarang dia menyapaku duluan, biasakan aku yang menyapanya lebih dulu.
“jangan panggil aku noona! Memangnya aku setua itu? Kitakan hanya beda 2 tahun? Oh ya, kau kesini ingin mengambil spidol pesananmu kan?” tanyanya menduga
“wah! kau hebat! Ternyata seorang penjaga toko bukumu sepertimu punya bakat meramal juga ya..” ujarku mengiyakan
“kau bisa saja! Tunggu sebentar ya.. biar aku ambilkan..” ucapnya seraya pergi mengambil spidol pesananku.

Ah.. hyun young.. kau begitu hebat! Hebat dalam mencuri hatiku!

“ini spidolnya lee taemin..” katanya seraya memberikan spidol pesananku
gomawo.. shin hyun young..” ujarku tersenyum
“tapi ngomong-ngomong.. spidol itu buat apa sih? Itu kan spidol yang biasa orang pakai untuk menggambar di boneka?” Tanyanya penasaran
“oh ini.. nanti kau juga akan tahu sendiri..” jawabku kembali tersenyum
“mm.. sebagai rasa terima kasihku.. ini aku berikan permen..” lanjutku sembari menyodorkan sebuah permen yang selalu ada disaku tasku
“aku pulang dulu ya..” seruku seraya pergi meninggalkannya sendiri dengan beberapa pelanggan.

   *2 hari kemudian
Sesampainya dikamar, langsung kuambil boneka putih *mian, penulis gak tau nama bonekanya apa..* dan kugambar dengan spidol yang kubeli kemarin. Boneka itu kuhias dengan gambar hati dengan bermacam ukuran dan berwarna merah. Sambil mengambar terus terbayang dipikiranku tentang ekspresi hyun young nanti ketika menerima boneka ini sebagai hadiah saat aku menyatakan rasa sukaku padanya.

   *didorm shinee, 2010

“kok berhenti? Ayo lanjutkan!” ujar jonghyun yang masih sibuk mencatat
“iya.. ada apa?” susul key bertanya bingung
“pasti ada yang tidak beres??” Tanya minho menyelidik
maknaeku tersayang.. kenapa kau berhenti bercerita?” Tanya onew yang ikut bingung
“itu.. aku..” jawab taemin ragu-ragu
“jangan bilang kau tak memberikan boneka itu padanya!” seru minho tiba-tiba
“itu.. aku.. aku tidak sempat memberikannya..” jawab taemin lesu
“seperti yang kuduga!” ujar minho
“kok bisa?” Tanya jonghyun penasaran
“iya. Memangnya ada apa dengan hyun young?” timpal key
“dia.. keburu pindah rumah..” jawab taemin cemberut
“sudah.. sudah.. mungkin belum nasibmu saja..” hibur onew

“karena kita berempat sudah bercerita, sekarang giliran kau jonghyun” seru onew
“ok! Aku akan bercerita..” seru jonghyun

                                       **************************

   *2 tahun yang lalu, 2008

mataku sibuk memperhatikan dirinya yang duduk sendiri di bangku pojok kelas. Mungkin ini kesempatan terakhirku sebelum kami berpisah. Akupun memberanikan diriku menghampirinya. KIM JONGHYUNG!! YOU CAN DO IT!!

annyong seul ra.” Sapaku duluan
“ah.. annyong jonghyun..” balasnya tersenyum
“mm.. boleh aku duduk disebelahmu?” tanyaku hati-hati
ne.. silahkan..” jawabnya kembali tersenyum
“mm.. seul ra, aku ingin bertanya.” Ujarku pelan
ne, kau ingin bertanya apa?” tanyanya
“mm.. kau akan datang di acara promnight sekolah lusa?” tanyaku berharap ia datang, dengan begitu aku bisa memintanya menjadi pasanganku.
“oh acara itu.. mm.. sepertinya aku tidak ikut..” jawabnya yang sudah pasti membuatku sangat kecewa
“hah?? Waeyo??” tanyaku penasaran
“aku.. aku tidak punya gaun yang cocok untuk acara itu.. mianhaeyo..” jawabnya menyesal
“tapi kalau kau punya gaun yang cocok, kau akan datangkan?” tanyaku meyakinkannya
“mm.. mollayo.. mungkin iya..” jawabnya tersenyum

mengingat ucapannya tadi disekolah, aku jadi mempunya ide untuk membelikannya sebuah gaun. Dengan begitu ia akan bisa datang bersamaku.

     *sore sebelum acara prom night

‘min seul ra.. kuharap kau menyukainya..’ ujarku dalam hati.

dengan berbekal kotak yang berisikan sebuah gaun, kulangkahkan kakiku menuju rumahnya. Rumah seorang gadis yang sudah bersemayam dihatiku selama 2 tahun terakhir ini. Malam ini aku akan mengajaknya pergi bersamaku untk menghadiri acara prom night sekolah. Rencananya setelah acara berakhir, aku akan mengungkapkan semua perasaanku padanya.

Sampailah aku didepan rumahnya. Jarakku dengannya hanya dibatasi oleh sebuah pintu merah, warna pintu rumahnya. Setelah sekian lama aku duduk-duduk ditangga depan rumahnya, kuputuskan untuk segera menemuinya sebelum akhirnya dia pergi bersama pria lain.

     *didorm shinee, 2010

“lalu?” Tanya key penasaran
“iya..lalu apa?” Tanya minho yang ikut penasaran
“apa ya..??” ujar jonghyun yang semakin membuat para dongsengnya penasaran
“ayolah hyung.. lalu apa lanjutannya?” Tanya taemin
“seperti kalian.. semuanya rahasia..” jawab jonghyun tersenym penuh kemenangan
“ternyata kita ini kompak ya soal percintaan..” ucap sang leader
“iya.. kompak main rahasia-rahasiaan..” ujar taemin cemberut. Minho dan key pun tertawa melihat ekspresi maknae mereka.

gomawo ya.. berkat kalian semua.. aku jadi dapat ide untuk lagu kali ini..” ujar jonghyun berterimakasih
chonmaneyo hyung!” ucap key
“tapi memangnya lagu ini mau diberi judul apa?” Tanya minho
“mm.. apa ya..??” Tanya jonghyun pada dirinya sendiri
“bagaimana kalau ‘hello’?” usul onew

                                                                                                                         the end

note: mian untuk para shawol klo ff-nya norak bgt!! Maklum ini ff pertama aku yang
         ide ceritanya dari sebuah lagu Karena biasanya aku buat ff sesuai pengalaman
         sendiri *sok iye lo phen! Hehe..
         bagi yang suka sok atuh di like, bagi yang kuran suka.. komen aje ye..
         gomawo ^.^  

Read More...

postpened heppining part 2

“amy…!!” teriakku pada sahabatku seraya memelukknya
“raraaaaa..” balasnya tak kalah heboh
“kangen!!!” ujarku mempererat pelukanku
nado..” katanya
“ayo, masuk. Aku antar kamu ke apartemenku” ucapku sembari membantu membawa tas kopernya ke bagasi mobilku
“apartemen? Aku kira kamu tinggal bersama kakekmu” kata amy
“awalnya sih begitu.. tapi dipikir-pikir kurang enak aja. Aku kan sering pulang malem, gara-gara ngurusin tugas” jelasku panjang lebar.

Setelah memasukkan koper amy kedalam maobil, kutancapkan gas dan segera menuju apartemenku.

“ini bukannya daerah dorm suju?” tanya amy memperhatikan jalan
“ya, kau benar”
“jadi kamu sering ketemu sama dia dong!” kata amy menebak
aniyo, sejak aku tinggal disini.. aku jarang bertemu”
“tapi kamu masih kontek-kontekan sama dia kan?” tanya amy
“ah itu dia apartemenku.. sebentar lagi kita sampai.. siap-siap ya.. disana sudah ada key dan zora..” jawabku mengalihkan pembicaraan. Amy yang menyadarinya lebih memilih diam.

 Di apartemen rara..

“amyyyyyy…..!!” teriak keiko sambil setengah berlari menghampiri amy
“key, kangen deh ma teriakkan kamu” ujar amy membalas pelukannya
“welcome..” ujar zora singkat sambil memeluk amy
“kamu masih sama.. dingin..” ujar amy tersenyum
“es kali dingin” balas zora
“sudah-sudah.. ayo amy duduk dulu..” ujarku mempersilahkan sahabatku, amy duduk.

“setelah 3 tahun tidak ketemu.. akhirnya ketemu juga..” ujarku membuka percakapan
”ya, rara benar. Aku kangen kalian..” ucap zora
“yap! Apa lagi sama aku kan?” tanya keiko dengan pedenya
“iya, di Amerika tidak ada mahasiswa yang secerewet kamu” jawab zora
“enak aja! Aku itu bukan cerewet, tapi kritis!” seru keiko membela diri
“my, ngomong dong. Jangan diam aja..” kataku
“aku harus ngomong apa? semua sudah kalian ucapkan tadi..” jawab amy sambil menahan tangis
“jangan nangis..” seru keiko yang langsung menghampiri amy dan menyodorkannya sehelai tisu.
“aku.. aku cuma seneng.. seneng banget.. akhirnya kita berkumpul berempat lagi..” jelas amy seraya mengusap air matanya dengan tisu pemberian keiko
“sudah-sudah..” seru zora memeluk amy
“iya, jangan nangis lagi ok!” timpalku
“iya.. yang penting kitakan sudah berkumpul lagi..” lanjut keiko sembari berusaha memelukku dan dua sahabatku. Kamipun berpelukan dalam waktu yang cukup lama. Bayangkan 3 tahun setelah kelulusan SMA kami tidak pernah bertemu lagi..

                                              **************************

Sudah 2 hari amy, kei dan zora berlibur di Korea. Selama itu, kami berkeliling Korea dengan mobilku. Kami pergi ke Insadong, Dongdaeum dan kesalah satu tempat favoritku, sungai Han.

“gays! Mumpung lagi musim semi.. kita ke Jepang yuk!” ajak keiko tiba-tiba
“Jepang? Mau ngapain ke Jepang? Korea juga bagus..” ujar amy bingung
“iii.. amy gimana sih? Di Jepang itu ada bunga sakura. Aku ingin lihat..” jawab keiko
“bunga sakura? Jepang? Boleh juga..” sahut zora seraya memainkan laptop kesayangannya.
“tuh kan! Zora aja mau ikut. Amy sama rara ikut ya.. masalah biaya aku yang tanggung deh.. ya ya?” pinta keiko memelas
“aku sih oke-oke aja.. Korea dan Jepang kan dekat..” jawabku santai
“mm.. gimana ya??” ujar amy berpikir
“amy.. ikuuuuttt.. “ pinta keiko manja
“iya deh.. tapi jangan besok.. aku mau ke tante mira dulu..” ucap amy
“ok! Berarti besok lusa kita berangkat!” seru keiko senang

                                             *************************

“gimana? Semua sudah siap?” tanya amy memastikan
“sudah dong! Keiko gitu!” jawab keiko senang
“kalau kamu ra? Sudah rapih semunya?” tanya amy padaku
“sedikit lagi selesai” jawabku seraya memasukkan beberapa helai baju kedalam koper
“eh semuanya dengar baik-baik ya..” ujar zora tiba-tiba
“katanya kyuhyun oppa, besok super junior juga mau ke Jepang” lanjut zora

Apa?? suju ke Jepang?? Pasti ada dia.. gimana ini??

“hah?! Tau dari mana?” tanya keiko seraya menghampiri zora
“ini.. aku sedang chat dengannya..” jawab zora
“iii.. curang! Mauuuuuuuu….” Ujar keiko iri
“kamu masih kontek-kontekan sama suju?” tanya amy
“tidak semuanya.. Cuma kyu dan teukie oppa” jelas zora
“aku juga masih kok! Tapi Cuma sama siwon dan heechul oppa” timpal keiko
“kalau kamu ra?” tanya amy padaku
“aku.. aku ke kamar mandi dulu ya..” jawabku pergi

Gimana ini?? Aku pasti akan bertemu dengannya.. ya tuhan.. kenapa harus sekarang? Aku kan belum siap..

“pasti kau memikirkannya kan?” tanya amy mengejutkanku
“hah?! Mikirkan siapa?” tanyaku sok tidak tahu
“jangan pura-pura bodoh.. sudah pasti yesung oppa..” ujar amy. Mendengar namanya akupun terduduk dibangku balkon.
“sebenarnya ada apa sih diantara kalian?” tanya amy pensaran

Akupun menjelaskan semuanya. Sejak kejadian 3 tahun yang lalu, ada perasaan menyesal karena aku telah membohongi perasaanku sendiri. aku menolak cintanya padahal aku juga mencintainya. Tapi pada saat itu aku berpikir bahwa aku tidak boleh egois. Aku tidak boleh membuatnya terbebani karena diriku.

Tapi setelah aku tahu yang sebenarnya, aku merasa menjadi orang terbodoh. Bodoh karena baru manyadari bahwa semuanya hanya sebuah kesalahan, semuanya hanya sebuah kekeliruan. Aku dan dia tertipu.

“terus apa dia sudah tahu?” tanya amy
“belum”
“kenapa? Kalian masih kontek-kontekan kan? Kenapa dia masih belum tahu?”
“aku.. aku tidak memiliki waktu untuk memberitahunya..”
“hah?! Kok bisa? Kalian kan satu tempat?” tanya amy tidak percaya
“memang kami satu tempat.. aku juga bersekolah di universitasnya.. tapi.. tapi dia terlalu sibuk.. sejak dia menerima tawaran menjadi host di sebuah acara musik, kami jadi jarang bertemu bahkan untuk smsan atau teleponan” jelasku panjang lebar
“sabar ya.. nanti kau juga akan bertemu dengannya di Jepang” ujar amy mengusap punggungku.

Ya.. besok aku dan ketiga sahabatku akan bertolak ke Jepang dan kemungkinan besar aku akan bertemu dengannya, joongwoon oppa..

                                                     **********************

Joongwoon’s pov
“asik! Besok ada amy!” seru wookie girang
“amy? Maksudmu amy cerelia? yang pintar masak itu?” tanya hangeng hyung
“dia mau datang kemari? Tapi kitakan mau ke Jepang..” lanjut hangeng hyung
ani.. amy dan dan sahabatnya akan pergi ke jepang juga” jawab wookie
“sahabat? Berarti ada keiko dong?” seru kibum
molla.. tanya saja kyunnie.. aku juga dapat kabar darinya” ujar wookie

“yesung! yesung!” panggil kangin
“ne, ada apa?” sahutku
“kata kyuhyun, besok rara akan ke Jepang juga” ujarnya
“HAH?? YANG BENAR??” ujarku terkejut
“ya.. jadi kupikir sudah saatnya!” kata kangin
“saatnya apa?” tanyaku bingung
PALI! Tentu saja menyatakan cintamu padanya” jawab kangin seraya memukul kepalaku cukup keras
“aduh! Sakit tahu!” ujarku kesakitan
“ah kau ini! Sudah ya.. aku ingin ke toilet.. mules!” katanya seraya buru-buru pergi

Benar juga kata kangin.. aku harus menyatakan dan menyakinkan dirinya bahwa ia akan bahagia bila bersamaku.. rara.. apapun jawabanmu kuharap kau menerimaku..

                                                      ************************

“akhirnya sampai juga..” seru amy seraya merebahkan tubuhnya ke salah satu ranjang dikamar hotel.
“ternyata capek juga terbang dari Korea ke Nagoya” lanjut zora meluruskan kedua kakinya
“betul banget! Tapi yang penting kita sudah sampai dengan selamat ya kan?” timpalku 

Setelah kurang lebih setengah jam kami berkeliling mencari hotel, akhirnya kami menemukannya juga. Benar apa zora, capek juga terbang dari Korea ke Nagoya yang memakan waktu kurang lebih 2 jam. Tapi kurasa capek itu akan segera sirna bila kita melihat bunga sakura yang bermekaran dan memang itu tujuan kami datang kesini.

“gays! Ada sms dari siwon oppa. Katanya dia dan yang lain juga sudah sampai di Jepang. Mereka juga mengajak kita makan siang besok” ujar key semangat
“oya aku baru ingat, tadi kyu oppa juga telpon aku. Katanya mereka juga ada di nagoya” tambah zora memberitahu

Hah?! Mereka sudah sampai?? Kenapa harus bersamaan?? Aduh bagaimana ini? Jantungku berdebar-debar tak karuan.. ya tuhan, help me!

“hah?! Kyu oppa?! Kok bisa..?” ucap key cemberut
“why? Ada yang salah?” tanya zora tak mengerti
“aku kan juga mauuu..” jawab key
“mau? Kau kira dia makanan?” tanya zora bercanda. Key yang mendengarnya hanya bisa memandang iri zora.
“key, kamu suka kyu oppa ya?” tanya amy mendadak
“hah?! No. I don’t like him” jawab key terkejut
“key, kami ini temanmu. Jawab yang jujur ok!” jelas amy lembut
“iya.. I like him..” seru key malu
“you like him?! Bukannya dulu kamu suka dengan donghae oppa?” tanya zora kaget
“itu kan dulu.. setelah aku lihat-lihat.. ternyata kyu oppa lebih tampan dari donghae oppa.. suaranya juga merdu.. ah.. kyu oppa..” jelas key memuji kyu oppa seraya menelungkupkan kedua tangannya dan memenjamkan kedua matanya. Seperti dia sangat menyukai kyu oppa.. keiko.. keiko..

“mm.. nanti besok kita jadi makan siang bersama mereka?” tanyaku ragu-ragu
“ya, sudah pasti.” Jawab zora
“besok siang?? Berarti ada kyu oppa?? Aduh aku harus pakai baju apa nih?? Amy, ayo bantu aku cepat!” pinta key sambil menarik tangan amy ke arah koper birunya. Zora yang melihat kelakuan key hanya tersenyum sembari menyalakan laptop ungu tuanya.

Joongwoon’s pov
“bagaimana? Kau sudah siap?” tanya kangin
molla.. kurasa aku belum siap” jawabku pasrah
PABO! kalau kau terus bilang kau belum siap, sampai kapanpun kau tidak akan pernah siap” kata kangin sedikit teriak
“habisnya mau diapakan lagi? Memang aku belum siap!” ujarku
“pokoknya kau harus bilang! Terserah mau kapan. Yang penting kau katakan sebelum dia pulang ke Korea. arassoe??” seru kangin
ne.. arassoe..” jawabku dengan suara pelan

Benar juga yang dikatakan kangin. Aku tidak akan pernah siap kalau aku terus begini. Ok! Aku akan mencoba.

                                           **************************

“stop kiri pak..” ujarku menggunakan bahasa Jepang kepada pak sopir taksi
“disini?” tanya key
ne, kata siwon oppa sih begitu” jawab zora
“sudah coba masuk saja, kalau salah tinggal keluar” jawab amy enteng
“arigato..(terima kasih)” kataku menyerahkan ongkos taksi
“ayo masuk” ucapku seraya berjalan paling depan

Kamipun masuk ke sebuah restoran makanan Jepang yang tak terlalu ramai. Ketika kami sudah mendekati pintu masuk, tiba-tiba kakiku berhenti.

“ada apa? kok berhenti?” tanya key bingung
“ah.. tidak ada apa-apa.. kau.. kau duluan saja” jawabku. Key pun berjalan masuk duluan disusul zora.
“tak perlu cemas atau khawatir. Kuyakin semua akan baik-baik saja..” seru amy merangkulku. Setelah menarik napas dalam-dalam, aku dan amy masuk kedalam restoran,

Annyong!” sapa keiko semangat
“kau.. keiko??” tanya heechul oppa terkejut
“yap! Ada yang salah?” tanya key
aniyo.. kau.. kau tidak berubah..” seru kibum oppa
“kau tambah cantik” ujar eunhyuk oppa memuji key
gomawo..” balas key tersenyum malu
annyong kyu oppa..” sapa key terseyum
“………..” tak ada jawaban dari kyu oppa
“heh kyu! Kenapa tak jawab?” seru siwon oppa seraya menyenggol lengan kyu oppa
“ah.. ne.. annyong” jawab kyu oppa tersenyum. Ternyata dari tadi kyu oppa melamun melihat penampilan key.

“hai semua apa kabar?” sapa zora seraya memperlihatkan sisi coolnya sebagai seorang wanita
“stay cool” balas teukie oppa menghampiri zora
“senyum, ok!” timpal sungmin oppa dari arah belakang. Zora pun tersenyum.
“kok kalian saja? Amy mana?” tanya wookie oppa
“ada yang memanggilku?” sapa amy
“ammmyyyy!!!!” teriak shindong oppa tiba-tiba yang hendak memeluk amy
“eit! Tidak boleh! Ingat, kau sudah ada nari” cegah hangeng oppa
“oh iya! Aku lupa! Hehehe..” ujar shindong oppa tersenyum sembari menggaruk-garuk kepalanya

“hei donghae! Kenapa kau melamun?” tanya zhaomi oppa . Tak ada jawaban darinya
“oh ya.. perkenalkan ini zhaomi dan ini henry..” jelas kangin oppa seraya memperkenalkan kedua temannya
annyong!” sapa mereka berdua serempak
annyong!” sahut kami tak kalah serempak
“ini rara kan? Annyong!” sapa teukie oppa
annyong!” balasku.

Kamipun bernostalgia bersama. Mengingat-ingat kejadian 3 tahun yang lalu dimana aku menyelamatkan donghae oppa dari pelaku penusukan itu. Selama kami bercerita, tak ada satu katapun yang keluar dari mulut joongwoon oppa. Mungkin ia sama sepertiku yang sama-sama gugup.

“sekarang kau sekolah dimana?” tanya siwon oppa kepada key
“aku? Aku sekolah di Australia. Aku ambil jurusan seni tari”
“kalau kau zora?” tanya kyuhyun oppa
“aku di Amerika, jurusan IT” jawab zora tenang

Amy’s pov
“amy sekolah dimana?” tanya wookie oppa
“aku.. aku di Paris. Ambil fashion” jawabku tak tenang. Bagaimana bisa tenang? Sedari tadi aku selalu merasa kalau donghae oppa melihatku. Akukan jadi risih dan tidak tenang. Aku juga jadi merasa selalu salah bila ingin mengambil makanan.

Donghae’s pov
Kenapa aku tidak bisa mengalihkan pandanganku ya? Kenapa mataku terasa tenang bila memandangnya? Amy.. kenapa kau bisa membuatku seperti ini?

                                            **************************

Kurang lebih 3 jam kami berada direstoran tersebut. Selama itupun aku dan joongwoon oppa tidak berbincang-bincang atau menyapa. Jujur, aku gugup sekali.
Tiba-tiba aku merasa sesak dibagian dadaku. Ini hal yang wajar bila aku sedang berkumpul bersama-sama seperti ini.

“aku keluar dulu” ujarku seraya memegang ulu hatiku yang terasa sesak dan pergi menuju balkon. Setelah sampai dibalkon, akupun menghirup udara kota Nagoya yang sangat berbeda dengan udara Jakarta.
“mau minum teh hangat?” ujar seorang lelaki disampingku sembari menyodorkan segelas teh hijau hangat.
goma.. oppa?” tanyaku terkejut menyadari pria itu adalah joongwoon oppa
mian, tadi aku tidak menyapamu atau berbicara denganmu” serunya meminta maaf
ani, gwenchana..” ujarku seraya menyeruput teh hijau pemberian darinya
“tadi kenapa dengan dadamu? Sepertinya kau sesak? Kau sakit?” tanyanya khawatir
gwenchana.. ini sudah biasa..” jawabku tersenyum
“ kau berbohong! Lebih baik kita keluar mencari obat, ok!” katanya sembari masuk ke dalam restoran. Akupun mengikuti langkahnya.

“mm.. hyung, aku dan rara izin keluar sebentar” serunya kepada teukie oppa meminta izin.
“mm.. bagaimana ya??” jawab teukie oppa berpikir.
“kami hanya ingin membeli obat” jelas joongwoon oppa
“sudahlah hyung.. izinkan saja” ujar henry oppa
“ok! Kalian boleh pergi” ucap teukie oppa memberi izin
gomawo..” katanya seraya berjalan menuju pintu keluar restoran disusul dengan diriku.
“YANG LAMA YA..” teriak kangin oppa

                                       ****************************

Joongwoon’s pov
“bagaimana? Sudah baikan?” tanyaku
ne..” jawabnya singkat yang terduduk dikursi taman.
“mumpung kita sedang diluar, kita jalan-jalan yuk!” ajakku. Tanpa piker panjang, ia pun menyetujui ajakanku.

Rara’s pov
“kau masih suka dengan warna hitam dan pink kan?” tanyanya tersenyum
“iya, aku masih suka” jawabku
“kalau begitu aku akan mengajakku ke tempat yang pasti kau suka” ujarnya seraya memegang tanganku dan menariknya.  Bedanya untuk kali ini aku tidak terkejut seperti 3 tahun yang lalu. Malah aku merasa nyaman bila dia menggenggam tanganku dan berharap dia tak pernah melepasannya.

“indah bukan?” tanyanya ketika kami memasuki sebuah toko yang menjual berbagai barang yang berwarna hitam dan merah muda.
“cantik” jawabku smbari berjalan mengelilingi toko tersebut. Benar apa kata joongwoon oppa, aku pasti akan suka dengan tempat ini dan terbukti sekarng. Aku serasa berada diduniaku, rara’s world. Aku terus berkeliling sampai akhirnya aku menemukan makanan favoritku, lollipop yang berbentuk hati yang bersayap.
“kau ingin ini?” tanya oppa yang ternyata mengikutiku dari tadi. Belum sempat ku menjawab, dia mengambil lollipop itu dan membawanya ke kasir.

“ini untukmu” katanya tersenyum dan menyerahkan lollipop itu.
gomawo..” ujarku menerimanya dan memasukkan lollipop itu kedalam tas selempangku.
“kenapa tidak dimakan?” tanyanya heran
“nanti saja dihotel” jawabku tersenyum. kamipun lalu berjalan berdua sambil melihat-lihat bunga sakura yang bermekaran dengan indahnya.

Apa aku harus katakan sekarang ya? Ya! Aku harus katakan sekarang!

oppa, aku.. oppa??” panggilku yang menyadari joongwoon oppa sudah tidak berada disampingku. Dimana dia?
“rara!” panggil oppa dari arah belakang. Akupun membalikkan badanku. Aku terkejut melihatnya berjalan mneghampiriku dengan menggendong seorang anak perempuan.
oppa, ini anak siapa?” tanyaku heran
molla, aku menemukannya disekitar sini sambil menangis. Kurasa dia terpisah dengan ibunya” jelasnya sembari menurunkan anak kecil itu dari gendongannya.
“anak manis, siapa namamu?” tanyaku menggunakan bahasa Jepang
“yuri-desu” jawabnya menunduk ketakukan
“jangan takut.. kau ingin permen?” tawarku mengingat lollipop pemberian joongwoon oppa.
shiro! Itu kan dariku.. lebih baik kita beli permen yang lain saja..” ujarnya sambil menggendong yuri dan membawanya pergi.

Dasar oppa! Masa dengan anak kecil pelit? Tapi kenapa aku senang  dia begitu terhadapku?  Apa jangan-jangan perasaanku padanya makin menjadi-jadi? Ah tidak! Sebelum itu terjadi aku harus ceritakan semuanya padanya!

Joongwoon’s pov
“masuklah! Aku tunggu diluar” perintahku pada rara. Rara dan anak kecil yang kutahu bernama yuri segera masuk  ke sebuah toko. Mereka berdua terlihat sangat akrab, padahal baru 20 menit yang lalu mereka bertemu. Huft! Dasar wanita, mudah sekali dekat!

“kau beruntung ya!” seru seorang ibu paruh baya disebelahku denngan logat Jepangnya yang kental
“hah?! Gomen..(maaf)” ujarku tak mengerti
“melihatmu bersama mereka, seperti melihatku dengan keluarku dulu” lanjut ibu tersebut. Tapi tetap saja aku tidak mengerti.
“maaf bibi, saya tidak mengerti” ujarku mencoba mencari jawaban dari kata-katanya
“kau memiliki seorang istri yang cantik dan seorang putri yang manis” jelas bibi tersebut.

Hah?! Jadi dia kira aku dan rara sudah menikah?? Bagaimana mungkin??

“jagalah mereka dan kudoakan agar kau menjadi keluarga yang bahagia” kata ibu itu sebelumnya akhirnya dia pergi melanjutkan perjalanannya.
oppa, kau kenal dengan bibi tadi?” tanya rara tiba-tiba sambil menjilat ice cream vanilanya dan menenteng tangan yuri
“hah?? Kau mengagetkanku saja! Aniyo, aku tidak mengenalnya” jawabku yang terkejut
“oohh! Oppa, lebih baik sekarang kita ke kantor polisi. Kita laporkan keadaan yuri. Siapa tahu nanti ibunya datang kesana” ajak rara
ne, ayo yuri” kataku sembari menggendongnya. Sepanjang perjalan, kami bertiga terus diperhatikan oleh orang-orang yang berada dijalan. Bukan karena aku yang seorang artis, karena tak mungkin mereka mengenaliku, akukan sudah memakai kacamata dan topi FBI ku. Aku rasa mereka melihat kami karena kami seperti sebuah keluarga kecil yang bahagia.

Rara’spov
“enakkan?” tanyaku pada yuri. Yuripun menjawabnya dengan menganggukkan kepala mungilnya.
oppa, kau ingin?” tanyaku pada joongwoon oppa seraya menyodorkan ice cream vanilaku.
ani, kau makan saja” jawabnya singkat. Mendengar jawabannya, yuri segera menghampiri oppa dan menyodorkan lolipop berbentuk beruang.
“sudah makan saja. Jarang-jarang loh anak kecil seperti yuri. Biasanya mereka memberikan makannanya pada orang yang mereka sukai” jelasku. Joongwoon oppa pun menjilat lollipop yuri. Terlihat perasaan senang dari mata yuri.

Kurang lebih 30 menit kami menunggu, datanglah seorang ibu yang mengaku kehilangan seorang anak kecil. Dan betapa senangnya aku menegetahui bahwa anak kecil itu adalah yuri. Setelah yuri bertemu dengan ibuya, merekapun pulang. Sedangkan aku? Aku pulang ke hotel tempat kumenginap sebelum akhirnya aku diantar oleh joongwoon oppa.

                                                    ********************

“cieee.. ada yang sedang falling in love nih” seru amy
“siapa?” tanyaku tak mengerti
“siapa lagi kalau bukan nyonya cerewet” jawab zora
“keiko?” tanyaku memastikan
“yap! You right!” sahut zora
“seneng banget! Dapat sms dari kyu oppa ya?” tanyaku pada key
ne, sejak hari kita makan siang bersama. Aku dan kyu oppa menjadi sering smsan dan telepon” jawab key senang.
“itu kan 4 hari yang lalu?” ujar zora
“iya..” jawab key singkat
“berarti sudah lama dong! Kalian sudah jadian ya?” tanya amy tiba-tiba
“hah?! Tidak kok!” jawab key menyangkal

4 hari?? Ya, ini sudah 4 hari setelah aku bertemu joongwoon oppa. Sekarang dia dan suju sedang sibuk melakukan pemotretan. Mereka sangat sibuk sampai-sampai aku tidak tahu kapan aku bisa menceritakan yang sebenarnya padanya.. ya tuhan.. tolong aku..

“dari pada kita berdiam diri dihotel. Bagaimana kita belanja ke supermarket? Aku ingin membeli shampoo” usul zora
“ok juga tuh! Aku juga ingin beli kapas wajah” sambung amy
“baik, kita ke supermarket” sahutku mengiyakan ajakan zora

Kamipun memutuskan pergi berbelanja ke sebuah supermarket di sekitar hotel tempat kami menginap. Kurang lebih 3 jam kami berkeliling supermarket sampai akhirnya kami kembali ke kamar hotel.

“key, kau beli balon ya?” tanya zora seraya menunjukkan 2 bungkus balon warna-warni yang belum ditiup.
“bukan. Aku tidak beli balon” jawab key
“kalau begitu ini balon siapa?” tanya zora bingung
“mungkin tidak sengaja masuk ke dalam kantong belanjaan kita” jawab amy santai
“lalu balon ini mau diapakan? Banyak sekali loh!” seru zora
“ah! Aku ada ide!” ujarku penuh semangat

Joongwoon’s pov
“bagaimana? Kau sudah siap?” tanya kangin mendadak
“ya, aku sudah siap! Aku tidak peduli dia akan menerimaku atau kembali menolakku. Tapi yang penting aku akan berusaha” jawabku tegas
“lalu kau ingin melakukannya kapan?” tanya kangin kembali
molla.. tapi yang pasti aku akan melakukannya bila ada waktu dan kuharap itu tidak lama lagi” jawabku seraya menatap sebuah benda yang berkilau karena terkena sinar mentari. Sebuah benda yang dapat membuat seorang wanita terharu bahkan menangis karena bahagia.

                                                *************************

“benar ini akan berhasil?” tanya zora ragu-ragu
“tenang saja. Aku sangat yakin ini akan berhasil” ujarku semangat
“balon! Balon! Ayo siapa yang mau balon! Gratis!” teriakku pada sekelompok anak taman kanak-kanak. Tanpa piker panjang, anak-anak itu langsung menghampiriku dan berebutan mengambil balon yang kubagikan secara cuma-cuma.
“bagaimana? Berhasilkan?” ujarku pada ketiga sahabatku. Mereka tersenyum dan membantuku membagikan balon kepada anak-anak yang lewat di sekitar kami.

Hari ini aku dan sahabatku sedang berada di taman Meijo dekat dengan istana Nagoya. Hari ini adalah hari yang dinantikan oleh semua orang termasik kami terutama key karena sekarang waktunya bunga sakura bermekaran dengan indahnya.



“Ternyata idemu bagus juga ya..” puji zora yang sibuk menggambil fotoku, amy dan key yang sibuk membagikan balon gratis kepada para anak kecil yang kebetulan lewat.
“ra, aku beli roll film dulu ya..” lanjut zora seraya pergi menuju toko percetakan foto
“ok! Cepat ya..” balasku singkat. Sedang asyik-asyiknya membagikan balon, tiba-tiba handphone amy berdering.

Amy’s pov
“halo?” sapaku
“………”
“halo? Ini siapa?” tanyaku sekali lagi
“….. ini.. ini donghae” jawab pria yang meneleponku
“donghae? Donghae mana ya?” tanyaku mengingat barang tahu aku mempunyai kenalan bernama donghae
“aku.. aku lee donghae.. super junior..” jawabnya
“oohh.. oppa, waeyo?” tanyaku lembut
“mm.. sekarang kau dan yang lain sedang dimana?”
“kami sedang di taman Meijo. Memangnya ada apa?” ujarku heran
“taman Meijo dekat istana??” tanyanya tak percaya
“iya.. ada apa?” jawabku
“aku dan yang lain ada di istana. Kami sedang syuting” jelasnya
“hemm.. kalau begitu aku dan yang lain akan kesana, boleh?” tanyaku hati-hati
“tentu saja! Kalian tentu saja boleh datang!” jawabnya bersemangat
gomawo.. tunggu aku ya..” kataku sebelum menutup ponselku

“Ra! Key!” panggilku
“ya, ada apa?” sahut rara
“tadi hae oppa meneleponku. Katanya dia dan suju sedang berada di istana. Aku ingin kesana bertemu dengan mereka. kalian ingin ikut?” tanyaku seraya memasukkan ponselku kedalam tas jinjing hijau mudaku.
“hae oppa? Donghae? Dia ada disini? Berarti ada kyu oppa? Aku ikut! Ra, kamu ikut?” serbu keiko bertanya pada rara
“kalian duluan saja. Aku masih ingin membagikan balonnya, balonnya masih banyak” jawabnya
“kalau begitu kami pergi dulu ya..” ucapku pada rara. Rara pun tersenyum dan kembali sibuk dengan beberapa anak kecil yang berebutan mengantri.

Sebentar, kenapa aku ingin menemui dia? Kenapa aku ingin melihat wajahnya? Apa jangan-jangan.. ah! Tidak mungkin! Masa aku jatuh cinta dengan hae oppa? Ngaco ah!

“loh kok hanya kalian berdua saja? Rara dan zora mana?” tanya siwon oppa setibaku dan key di dalam istana
“zora sedang membeli roll film, sedangkan rara sedang di taman Meijo” jawab keiko. Mendengar jawaban keiko, tiba-tiba yesung oppa pergi dengan sedikit terburu-buru dan kulihat dia berlari dengan menggenggam sesuatu ditangan kanannya. Kurasa dia ingin menemui rara.

                                              ************************

“bibi aku mau balon” ujar seorang anak kecil sembari menarik-narik rokku
“ok! Kau ingin yang warna apa?” tanyaku pada gadis kecil tersebut
“aku ingin warna merah muda” jawabnya. Mendengar jawabannya kuambilkan balon yang dia inginkan. Ketika kulihat wajah gadis kecil itu, aku baru sadar ternyata gadis itu adalah yuri.
“oh! Yuri, apa kabar?” sapaku padanya
“baik” jawabnya sambil tersenyum manis
“ini balon untukmu” ujarku seraya menyerahkan balonnya. Setelah dia menerima balonku, dia pun pergi menuju ibunya. Seandainya ada joongwoon oppa, mungkin kami bisa berkumpul seperti waktu itu..

Aku pun berbalik hendak menghitung balon yang tersisa. Ketika aku membalikkan badanku, ternyata ada seseorang yang berdiri dibelakangku sembari menutupi wajahnya dengan balon berwarna merah muda berbentuk hati.
“maaf, anda siapa ya?” tanyaku padanya. Tanpa menjawab pertanyaanku, ia pun menyingkirkan balon yang menutupi wajahnya.
oppa?? Waeyo??” tanyaku bingung. Sama seperti tadi, dia tidak menjawab.
oppa, ada apa?” tanyaku ulang. Diapun kembali tak menjawab pertanyaanku. Dia malah menyodorkanku balon hati itu. Ketika kulihat lebih jelas, ternyata diujung tali balon itu sudah terikat sebuah CINCIN??

oppa, ada apa ini?? Apa maksudmu?? Aku tidak mengerti..” ujarku meminta penjelasan
“rara, mungkin bagimu ini terlalu cepat. Tapi asal kau tahu, aku sudah mempersiapkan diriku selama 3 tahun ini” jawabnya seraya mendekatiku dan menggenggam kedua tanganku.
“aku akan selalu berada disampingmu dan aku akan melengkapi semua kekuranganmu” lanjutnya tersenyum tulus
oppa..” kataku pelan tak menyangka
“jadi.. kau maukan?” tanyanya cengengesan
“mau apa?” tanyaku balik tak paham
“mau aku menemanimu dan melengkapi semua kekuranganmu?” jelasnya
de.. I do..” jawabku tersenyum bahagia. Mendengar jawabanku, ia langsung memakaikan cincin tersebut dijari manis tangan kananku. Perlahan wajahnya mendekat ke wajahku. Kepejamkan kedua mataku perlahan. Dengan pelahan namun pasti, ia kecup keningku penuh kelembutan.

“pose yang bagus!” teriak zora seraya memeriksa kameranya. Aku dan joongwoon oppa langsung menengok ke arahnya seraya tersenyum malu.
“ooo.. rupanya kau sedang ada disini hyung!” sahut siwon oppa dari arah belakang
“dasar curang! Kenapa tidak mengajakku?” keluh eunhyuk oppa
“dasar pabo! Mana mungkin yesung mengajakmu? Diakan sedang bersama rara” ujar kangin oppa
“kalau sudah bersama rara, teman dilupakan!” lanjut hangeng oppa. Malu rasanya mendengar mereka berbicara seperti itu. Untungnya  ekspresi maluku tertutupi oleh rasa bahagiaku. Oppa.. saranghae.. joengmal saranghae..

                                           ******************************

“temanku cantik sekali hari ini..” puji key seraya memandangi kagum
“terimakasih..” balasku tersenyum
“rasanya baru kemarin kita lulus SMA, tapi hari ini kau sudah ingin menikah” ujar zora sedikit bernostalgia
“ya, benar kata zora.. hari ini kau akan melepas masa lajangmu.. aku turut bahagia..” kata amy.

Seperti yang dikatakan sahabat-sahabatku, hari ini aku akan menikah. Dengan siapa? Tentu saja dengan seseorang yang berjanji ingin melengkapi semua kekuranganku.. joongwoon.. kim joongwoon.. sejak kejadian 5 bulan yang lalu di Nagoya, hubunganku dengannya semakin membaik. Bahkan sebulan setelah itu, dia memberanikan dirinya melamarku didepan keluarku di Indonesia. Karena aku juga mencintainya, aku pun menerima lamarannya. Kami pun akhirnya menikah di tempat yang kami inginkan, pulau Jeju.

“rara, ayo bersiap-siap” seru calon mertuaku, oemmanya joongwoon oppa
“iya ahjumma..” sahutku
“jangan panggil ahjumma, panggil oemma ok!” pintaku mengelus pipiku lembut
ne.. oemma..” jawabku tersenyum

Aku pun masuk kedalam ruangan upacara pernikahan dengan diiringi sahabat-sahabatku dan temanku, amy, key, zora dan naomi onnie. Mereka kebagian menjadi pengiringku didampingi pasangan masing-masing. Amy dengan donghae oppa, hubungan mereka telah berjalan  kurang lebih 3 bulan. Key dengan kyu oppa, hubungan meraka juga telah berjalan seperti amy, tapi bedanya mereka baru menjalaninya selama 2 minggu. Sedangkan Naomi onnie dan eunhyuk oppa, tak lama lagi mereka akan menyusulku dan joongwoon oppa. Lalu bagaimana dengan zora? Kabarnya dia sedang dekat dengan kim hyun joong personil ss501. bagaimana mereka bisa dekat? Itu masih rahasia..

Dengan memakai hwarot (baju pernikahan tradisional korea) berwarna merah, akupun bersanding dengan joongwoon oppa yang memakai hwarot berwarna coklat. Kamipun bersumpah untuk saling setia sampai ajal menjemput kami dan akan selalu bersama baik suka maupun duka.

Setelah kami bersumpah, kamipun saling memakaikan cincin ke jari manis masing-masing. Aku pun tersenyum bahagia. Perlahan tangan kanannya memiringkan wajahku dan mendekatkan wajahnya ke depan wajahku. Akupun perlahan memejamkan mataku dan mempersilahkan bibir merahnya menyentuh bibirku. Dengan dilihat oleh para tamu dan ketiga sahabatku, kamipun mewujudkan rasa cinta kami berdua.

                                                 


                                        ***********************

“bagaimana? Makanannya enak tidak?” tanyaku pada pria yang tengah duduk dihadapanku
“enak. Nanti masakanmu akan aku taruh dimenu restoranku” jawabnya tersenyum
“eh! Jangan! Inikan hanya ayam goreng biasa” ujarku tidak setuju
“walaupun menurutmu ini ayam goreng biasa, tapi bagiku ini ayam goreng paling enak yang pernah aku makan” katanya memujiku
“ah oppa..” jawabku malu

sekarang aku telah resmi menjadi nyonya kim. Status yang tidak pernah aku sangka.

oppa, aku ingin mencuci piring. Nanti kalau sudah selesai makan. Bawa piringnya kebelakang ya..” kataku kepada pria itu yang tidak lain suamiku, joongwoon.
ne..” jawabannya. Setelah makan malam, aku bergegas ke dapur untuk mencuci piring bekas makanku. Sedangkan oppa? Dia masih melahap ayam goreng buatanku. Katanya sayang kalau dimakan tidak sambil dihayati. Dasar oppa!

“ini piringnya.. gomawo ya..” ujarnya seraya menyodorkan piring bekas makannya. Akupun mengambil piringnya dan membasuhnya dengan air kran, tapi tiba-tiba aku menghentikan semua kegiatanku. Oppa yang sedari tadi berada dibelakangku memeluk pinggangku dan mencium leherku. Membuatku merinding sesaat.
“setelah ini langsung ke kamar ya.. aku akan menunggumu..” serunya sebelum melepas tangannya yang melingkar dipinggangku dan pergi menuju kamar.

Oh ya, sekarang kami tinggal dirumah kami sendiri. Joongwoon oppa membelikanku sebuah rumah korea modern, rumah yang telah lama ingin aku tempati.

                                             **********************

oppa, ada apa?” tanyaku pada oppa yang hanya memakai celana panjang piyama dan sedang duduk dipinggir ranjang
“kemarilah” suruhnya. Akupun berjalan perlahan. Tuhan, kenapa jantungku berdegup cepat sekali..

akupun duduk dipinggir ranjang tepat didepannya. Dengan waktu yang cukup lama, kami saling beradu pandang. Perlahan tangannya yang kekar membuka jaket tipis yang melapisi baju tidurku. Anehnya aku hanya diam tak menolak. Rara.. kau ini kenapa??

oppa..” panggilku perlahan
de, waeyo?” sahutnya tersenyum. Senyuman yang selalu membuatku tersipu malu
oppa.. sebelum kita melakukannya.. aku.. aku ingin mengatakan sesuatu..” ujarku menunduk.
“sebenarnya aku tidak apa-apa. Setelah memeriksa ke berbagai dokter di Indonesia maupun diluar, ternyata semua itu salah. Rahimku baik-baik saja.. dan tentunya masih berguna.. oppa, mian.. aku baru mengatakannya sekarang..” lanjutku menjelaskan semuanya
“bagus lah!” jawabnya seraya mengelus pundakku. Aku yang mendengar jawabannya hanya bisa mengerutkan dahiku. Apa maksudnya?
“bagus! Jadi kalau aku menyerangmu akan ada hasilnya” lanjutnya sembari tersenyum nakal. Akupun tersenyum malu.
oppa, kau ingin kemana?” tanyaku padanya yang berdiri hendak pergi
“aku? Aku hanya ingin mematikan lampu” jawabnya. Dia lalu berjalan kearah saklar lampu.

KLEK~

                                                                                                              The end

Note: mian klo rada-rada gak jelas. Maklum ini ff dewasa pertama aku. Dewasa? Ya..   
          Menurut aku sih begtu.. gomawo bagi yang udah baca dan jangan lupa komen
          Ya.. J







Read More...

Jumat, 15 Oktober 2010

my love is travel

   Cast : amy, lee donghae, leeteuk dan member superjunior
            

Di bawah pohon yang rindang, terdapat seorang gadis manis sedang duduk tersenyum menatap kertas kecil berwarna hijau limau. Dia terus tersenyum sambil mengulang-ulang kalimat yang tertulis di kertas itu.

                   Tanganku akan selalu terbuka lebar untuk memelukmu
                                                                                                                                  LDH

Amy’s pov
‘Aku juga akan setia sampai kita bertemu kembali’ ucapku dalam hati.
“amy, ngapain di bawah pohon terus? Dah bel dari tadi” panggil Keiko seraya menarik tangan kiriku, dengan sigap akupun memasukkan kertas kecil itu ke saku rok seragamku.

Disela-sela pelajaran, aku membaca kembali kertas kecil itu dan kutaruh ke dalam botol kaca yang penuh dengan kertas kecil yang sama. Kertas kecil yang digulung dan ditaruh didalam kaspul yang bukan lain adalah surat cinta darinya untukku..
‘tinggal seminggu lagi..  aku harus sabar’

                                                            @#$%^&*

_Flashback_
Amy’s pov
“kamu maukan bantu tante?” pinta tante mira lewat telepon
“ mm.. ya udah deh. Aku bantu tante” jawabku
“makasih ya.. tiket dah ada di mama kamu. Kamu bisakan berangkat sendiri? Nanti tante    jemput di bandara” jawab tante mira senang
“ya tante.. aku bisa” jawabku sembari menutup ponselku.

Kubaringkan tubuhku ke atas ranjang yang bernuansa hijau daun. Besok aku akan terbang ke korea selatan, membantu tanteku yang tinggal dan bekerja disana. Tanteku itu seorang perancang busana yang bekerja di sebuah agensi entertainment. Dia memintaku menjadi asistennya karena asistennya sedang cuti karena melahirkan. Aku bertanya kenapa harus aku, kata tante karena aku fashionable. Jawaban yang singkat tapi jawaban yang tak bisa aku tolak.

Awalnya aku menolak, tapi karena aku keponakan yang baik jadi aku terima. Mumpung sedang libur semester. >.< jadi berangkatlah aku ke korea.

Disana aku membantu memberikan ide untuk busana yang akan di pakai oleh sebuah boyband. Katanya konser kali ini kemungkinan akan banyak didatangi oleh para remaja seusiaku. Aku sangat terkejut saat aku tahu banyaknya anggota boyband ini, 13 orang ditambah 2 orang lagi.

Dari sekian banyak anggota boyband yang bernama superjunior, aku hanya tertarik dengan satu orang. Suaranya merdu saat bernyanyi, gerakannya indah saat menari, tampangnya bak seorang pangeran. Dia bernama lee Donghae., tapi teman-temannya memanggilnya fishy. Dia memiliki fans terbanyak di super junior setelah kyuhyun dan siwon. *emang bener ya??!!  
Kalian boleh percaya atau tidak, tapi memang inilah kenyataannya. Aku adalah kekasihnya, lee Donghae. Dalam waktu seminggu kami menjadi dekat dan tak butuh waktu lama aku dan dia resmi menjadi sepasang kekasih. Kami bisa dekat karena aku ditugaskan untuk mengurusi pakaiannya dan 2 temannya yang lain yaitu leeteuk dan yesung. Karena aku sering bertemu dengannya, tumbuhlah rasa cinta antara aku dan dia.




Aku bahagia menjadi kekasihnya, tapi aku juga sedih. Selain kami berdua, tidak ada lagi orang yang tahu tentang hubungan kami. 3 orang sahabatku saja tak tahu tentang hubunganku ini. Temannya juga tak ada yang tahu. Kami merahasiakannya dari semua orang. Aku sempat bertanya kenapa kabar bahagia ini tidak kita kabarkan ke teman-temannya? Donghae menjawab bahwa ia dan member suju (super junior) tidak boleh berpacaran dulu sebelum mereka menggarap album ke-6, padahal tahun ini baru album ke-4. awalnya aku tidak ingin seperti ini, tapi aku tidak boleh egois. Aku harus mengerti dengan keadaannya.

Sampai akhirnya aku harus pulang ke Indonesia. Sebelum aku pulang, ditempat biasa kami bertemu yaitu ruang ganti pakaian dia menyerahkan sebuah kotak kaca yang berisi kurang lebih 100 kertas kecil yang dilipat menjadi bentuk hati.

“lilia, mian karena aku tidak bisa menjadi kekasihmu yang baik” panggilnya seraya menggenggam kedua tanganku. Namaku amy cerelia amanda tapi dia memanggilku lilia. Katanya nama itu indah dan lembut seperti diriku dan telah menjadi  panggilan sayang darinya untukku.
“di botol ini ada 100 kapsul, dimasing-masing kapsul ada suratnya Aku ingin kamu membacanya setiap hari satu persatu. Walau kita tidak bisa bertemu, anggaplah kapsul itu sebagai  obat rasa rindumu padaku hingga kita berjumpa lagi. Tepatnya 100 hari peringatan hari jadi kita” lanjutnya sembari menyerahkan kotak kaca tersebut.

Sesaat pandangan mata kami beradu. Dia menatapku dengan penuh cinta, akupun sebaliknya. Perlahan wajahnya yang putih bagaikan salju itu mendekat ke wajahku. Akupun menutup kedua mataku. Tangan kanannya menyingkap rambutku yang menghalangi sebagian wajahku. Tangan kirinya meraih pinggangku agar tubuhku bisa menempel dengan  tubuhnya yang bidang. Perlahan namun pasti, bibir donghae menyentuh bibir ku. Dia menciumku dengan lembut. Aku pun tidak menolaknya. Sembari menikmati ciumannya yang kuakuin sangat hebat, akupun membalas pelukannya. Kedua tanganku memeluknya, meraih punggungnya yang lebar dan hangat.

Ciuman itu sekaligus menjadi salam perpisahan bagiku dan dia karena aku harus pulang meneruskan sekolahku di Indonesia.
_flashbackend_

                                                            @#$%^&*

Amy’s pov
“my, bener kamu mau kekorea lagi? Bukannya liburan kemarin sudah?” tanya rara sedih
“iya, aku harus kesana. Tanteku butuh bantuanku lagi.. maaf ya..” jawabku berbohong. Maaf rara, aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya.
“tidak apa-apa sih. Aku cuman takut kesepian saja. Zora akan berkunjung menemui ayahnya di amerika, keiko kemungkinan akan pergi ke spayol menemani ibunya untuk urusan bisnis dan kamu mau pergi ke tante kamu. Ya.. apa boleh buat, Cuma aku yang tetep di Indonesia Bantu ortu mengurusi restoran yang ada di bali” ucap rara sedih tapi kembali tersenyum saatku merangkul bahunya
“maaf ya..” ujarku kembali. Sekali lagi maafkan aku ara. Aku berbohong. Aku tidak mungkin bilang kalau aku ingin menemui kekasihku lee donghae. Maaf..

“amy!” teriak keiko dari luar pintu kelas berlari kearahku dan ara sembari memegang sebuah majalah
“amy, kamu besok mau ke korea kan?” tanya keiko seraya mengatur napasnya.
“iya. Ada apa gitu?”
“ini lihat! Bagus kan baju ya?” jawab keiko menunjuk gambar sebuah baju lengan panjang yang ada dimajalah yang dia bawa
“aku ingin membelinya, tapi baju ini cumin ada di korea.. jadi aku titip ke kamu ya..” lanjut keiko
“oo.. itu. Ya.. nanti aku belikan” kataku meraih majalahnya. Akupun melihat-lihat majalah tersebut. Ternyata majalah ini adalah majalah fashion korea.

Aku terus membuka halaman demi halaman, sampai akhirnya aku membuka halaman yang disana terdapat wajah kekasihku, lee donghae. Kangen rasanya melihat wajahnya yang good looking itu. Aku jadi tidak sabar bertemu dengannya.

“tampan ya.. seperti pangeran berkuda putih.. beruntung sekali wanita yang menjadi kekasihnya” sahut keiko
“ya.. sangat beruntung” timpal zora yang tetap asyik dengan laptopnya. Apa kata keiko? Pangeran berkuda putih? Mmm.. boleh juga.. Aku tersipu malu mendengar ucapan kedua sahabatku itu. Aku begitu beruntungkah?

“siapa ya nama kekasihnya??” tanya keiko berusaha mengingat. Namanya amy, yang tidak lain adalah aku sendiri.
“namanya YoonA. Penyanyi dari girlband SNSD” jawab zora semabri menunjukan sebuah foto dari laptopnya. Foto donghae dengan seorang wanita yang kata sahabatku ia adalah kekasih donghae, YoonA. Miris rasanya melihat kekasihku berangkulan dengan wanita lain.

             Nawa kyuhrhonhaejullae? Ido ~
                                               _marry u, suju_

Bait terakhir dari lagu marry u menandakan bahwa ada pesan masuk

            Jagiya, Kau sibuk? Aku ingin meneleponmu

Ternyata pesan dari donghae. Akupun membalas sms darinya

Tidak, aku sedang tidak sibuk

Tak lama aku mengirim sms, ponselku berdering. Akupun segera pergi ke balkon dekat gudang sekolah. Aku harus pergi sejauh mungkin agar teman-temanku tidak mendengarnya.

“halo oppa, ada apa?” sapaku
“kau baik-baik saja kan?” tanyanya khawatir
“iya.. aku baik-baik saja.. memangnya ada apa?” tanyaku kembali
“mm.. lilia..”panggilnya. lilia? Aku kangen di panggil dengan nama itu olehmu
“kamu sudah dengar gossip tentangku?” lanjutnya hati-hati
“gossip apa?” tanyaku heran
“gossip antara hubunganku dengan rekan kerjaku, YoonA”

Aku teringat dengan foto yang ditunjukkan oleh zora

“hubunganku dengannya tidak seperti yang kau dengar. Aku dan dia hanya berteman. Kami dekat karena dia sering curhat padaku” kata donghae menjelaskan. Terdengar dari suaranya bahwa dia sangat khawatir aku akan salah paham.
“iya.. aku tahu.. oppa, aku yakin. Aku percaya padamu. Jadi tak usah khawatir ya...” ucapku menenangkannya.
jagiya.. gomawo.. saranghae..” ujar donghae
ne.. nado..” balasku tersenyum.

                                                          @#$%^&*

Amy’s pov
Tak terasa 99 hari atau kurang lebih 3 bulan sudah aku bersabar tuk tak bertemu dengannya. Untuk komunikasi, aku dan dia tidak ada masalah. Sejak aku jadian dengannya, aku mati-matian belajar bahasa korea kilat dalam 1 hingga 2 bulan. Selama ini juga kami berkomunikasi lewat berbagai macam media, dari telepon, smsan, chatting, email, bahkan webcam. Kami selalu berhubungan walau jarak kami jauh. Awalnya sangat susah bagiku harus berhubungan jarak jauh yang hanya bermodalkan rasa kepercayaan. Tapi tak tahu kenapa, sejak ia memintaku menjadi kekasihnya aku sudah percaya padanya kalau aku akan bahagia jika bersamanya.

Tapi rasa rinduku padanya akan terbayar karena besok aku akan berangkat menemuinya. Sembari memasukkan bajuku ke koper, mataku terpaku pada botol kaca pemberiannya. Ternyata dibotol tersebut masih ada secarik kertas yang belum aku baca.

Aku tidak sabar bertemu denganmu. Tunggu aku dibandara karena aku akan menjemputmu..
                                                                      LDH

Aku tersenyum senang. Dia akan menjemputku besok.

                                                                   @#$%^&*
Amy’s pov
Tak terasa aku sudah sampai dibandara Incheon. Segera kuambil koper hijauku dan bergegas pergi melangkah keluar ke pintu keluar bandara. Sesaat langkahku terhenti. Aku melihat pangeranku melambaikan tangannya kearahku, bibirnya tersenyum senang melihatku. Baru selangkah aku maju, tiba-tiba dari arah berlawanan terdengar suara para gadis yang memanggil nama pangeranku.

OPPA.. LEE DONGHAE!!”

Dasar selebriti! Mau menyamar bagaimanapun tetap ketahuan oleh fansnya. Sembari maelayani fansnya yang meminta tandatangan dan berfoto bersama, sesekali ia melirikku seraya tersenyum. Senyuman polos yang aku rindukan.

Tiba-tiba ponsel berdering tanda sms masuk

Pergilah ke parkiran mobil blok C. tunggu aku disana

Membaca pesan darinya, aku langsung bergegas ke parkiran mobil. Dasar fishy! Masih sempat-sempatnya dia mengirim sms padahal masih sibuk dengan fansnya.

Donghae’s pov
Aku tak menyangka, ternyata para ELF (nama fans suju) masih mengenaliku. Padahal aku sudah pakai jas hitam, kacamata hitam dan topi. Lalu tanpa piker panjang setelah melayani para fans, aku langsung berlari ke parkiran. Mian, lilia.. mian..

“kau sudah menunggu lama?” tanyaku sembari mengatur napas.
“kau berlari? Apa tidak capek?” tanyanya seraya menghampiriku dan mengelap keringatku yang bercucuran disekitar wajahku dengan sapu tangan hijau daun yang kuberikan 3 bulan yang lalu
“jelas saja capek! Tapi untuk bertemu denganmu.. aku rela berlari..” jawabku dengan tatapan nakal. Tatapan yang bisa membuat wajahnya memerah malu.
“ah sudah.. ayo pulang.. aku letih” ucapnya melepaskan tangannya dari wajahku. Aku yakin pasti dia malu.
“pulang kemana? Pulang ke dorm suju?” tanyaku kembali dengan tatapan nakal
“ngapain aku kesana? Antar aku ke SM saja. Aku ingin bertemu dengan tante mira” jawabnya sembari masuk kedalam mobilku. Aku hanya tersenyum melihat tingkahnya. tingkahnya yang malu-malu yang membuatku semakin sayang dengannya.
“jangan. Lebih baik kita makan dulu. Aku yakin kau pasti lapar. Ya kan?”
“ok! Kita makan dulu. Aku ingin makan bibimbap” jawabnya tersenyum. Lilia, aku sangat bahagia akhirnya kau bisa bersama denganmu

                                                                   @#$%^&*
Amy”s pov
“silahkan tuan dan nona” seru seorang pelayan restoran memberikan menu makanan kepadaku dan donghae
“aku ingin bibimbap. Oppa ingin apa?” tanyaku padanya
“sama sajalah” jawabnya sambil menatapku. Sejak kami masuk dan duduk dikursi, dia tidak lepas menatapku. Kedua tangannya ia taruh diatas meja dan menopang wajahnya. Tatapannya membuatku sedikit risih dan malu
“baiklah. Tunggu beberapa menit ya..” ujar pelayan tadi sembari pergi meninggalkan kami berdua
oppa, jangan menatapku terus..” pintaku
wae?? Memang tidak boleh melihattmu. Kamu kan kekasihku..” ucapnya cemberut. Wajahnya sangat lucu
“bukan begitu.. tapi apa oppa tidak takut nanti ketahuan orang?” tanyaku
“takut ketahuan apa?” tanya balik

‘Takut ketahuan kalau kau sudah punya kekasih, yaitu aku..’ jawabku dalam hati

“ayo jawab.. ketahuan apa?” tanyanya manja
“ah itu dia makanan kita.. kita makan dulu ya..” ucapku mengalihkan pembicaraan dan segera melahap bibimbapku. Mianhae donghae.. aku tidak mungkin menjawabnya.. aku takut jawabanku malah membuatmu merasa bersalah.. mian

                                                                  @#$%^&*

Donghae’s pov
mian, aku tidak bisa mengantarmu sampai kedalam.. mian” ucapku merasa bersalah
gwenchanayo.. arasseo.. aku kedalam duluan ya..” ujarnya sembari melambaikan tangannya. Sebelum dia keluar dari mobilku, aku mengecup lembut dahinya dan dia hanya menjawabnya dengan senyuman.
“nanti aku telepon.. dah lilia..” kataku seraya melambaikan tangan dan pergi meninggalkannya menuju tempat parkiran.

Setelah tadi aku dan dia makan siang, aku mengantarnya ke SM entertainment. Dia ingin bertemu dengan tantenya yang tidak lain adalah perancang busanaku dan suju. Aku bahagia akhirnya bisa bertemu dengannya setelah 3 bulan lamanya kami berpisah. tapi tetap saja ada rasa bersalah dihatiku karena kami menjalani semua ini dengan diam-diam. Makanya ketikaku mengantarnya, aku hanya bisa mengantarnya sampai di depan pintu masuk utama SM entertainment.

hyung! Dari mana saja kau? Ini kita kedatangan tamu” sahut wookie
“iya, kau telat”timpal teukie hyung
mian.. tadi aku ada urusan” balasku membungkukkan badan
“ah.. tidak apa-apa” ujar sang tamu yang tidak lain adalah kekasihku, lilia
“amy, nanti kau ke dorm kan? Aku ingin makan masakanmu” ucap shindong hyung
“kalau tanteku mengijinkan.. aku akan datang” jawab lilia sembari melirik tantenya
“iya, kau boleh kesana, tapi jangan sekarang.. bagaimana kalau besok lusa?” kata tante mira mengijinkan
“kalau begitu kita tunggu besok lusa ya..” ucap teukie hyung
Lilia hanya tersenyum. Wajahnya semakin cantik bila dia tersenyum.

                                                                   @#$%^&*

Amy’s pov
Tet.. tet..
Aku memencet bel dorm suju. Ya, sekarang aku berada didepan pintu masuk dorm suju.
Tak lama aku memencet bel, pintu terbuka. Ternyata yang membuka pintu adalah kyuhyun.

“amy, selamat datang. Ayo silahkan masuk” ujar kyu oppa ramah
Aku bersama Naomi onnie, kakak sepupuku masuk sambil menenteng belanjaan.
“loh, ada Naomi juga? Sini aku Bantu” ucap eunhyuk oppa yang langsung membawa belanjaan dari tangan Naomi onnie.
gomawo” balas Naomi onnie
“sini aku Bantu” sahut teukie oppa yang mengambil belanjaan dari tanganku
gomawo.. mian, jadi merepotkan”
ani.. gwenchana..” balasnya sopan dan pergi membawa belanjaan ke dapur

Senang rasanya bisa berkunjung ke sini lagi. Tapi kemana donghae? Kenapa aku tidak melihatnya?

“mm.. Naomi, ayo duduk. Jangan berdiri saja” ujar eunhyuk oppa yang tadi baru kembali dari dapur
gomawo.. tapi aku harus pulang. Aku kesini hanya mengantar amy. Aku buru-buru. Banyak tugas yang harus aku kerjakan.” Jawab Naomi onnie tersenyum. Terlihat kekecewaan dari wajah eunhyuk.
“oo.. begitu.. aku antar ya sampai ke halte” tawar eunhyuk oppa
“baik..” ucap Naomi onnie. Mereka berduapun pergi keluar.

“amy, ayo cepat masak. Aku lapar!” seru shindong oppa manja
ne, tunggu ya..” kataku sembari berjalan menuju dapur. Ternyata didapur sudah ada wookie oppa
“ayo mari aku Bantu” ujar wookie oppa. Selain hankyung oppa yang, wookie oppa juga bisa masak loh. Masakan mereka pantas mendapatkan ancungan jempol.

Dibantu wookie oppa, akupun memasak. Hari ini aku ingin masak makanan andalanku. Green rice, nasi goreng yang berwarna hijau dan sup gingseng.

oppa, kok disini hanya ada 6 orang? Yang pada kemana?” tanyaku sembari mengaduk sup gingseng
“heechul dan yesung sedang siaran radio, hankyung di SM entertainment, kangin sedang MC, siwon dan kibum sedang ada syuting dan pemotretan iklan” jawab wookie oppa tanpa berhenti memotong wortel
“lalu.. donghae oppa?” tanyaku hati-hati
“oo.. donghae hyung sedang sakit. Badannya demam sejak kemarin” ucap wookie oppa. Mendengar hal itu, tanganku yang dari tadi mengaduk sup gungseng langsung berhenti.
“lalu.. dia dimana sekarang? Di rumah sakit?” tanyaku khawatir
“tidak, dia sekarang sedang dikamar”
oppa, aku jenguk donghae oppa dulu ya.. bolehkan?”
“ya sudah. Nanti aku yang urus sup ini”
gomawo

Aku langsung melepas celemek dan bergegas ke kamar donghae oppa. Pantas saja kemarin dia tidak angkat teleponku, ternyata dia sakit.. tapi kenapa tidak bilang padaku?

Perlahan, kubuka pintu kamar donghae oppa. Kulihat, donghae oppa tertidur diranjangnya dengan selimut tebalnya. Aku berjalan hati-hati agar dia tidak terbangun. Aku duduk ditepi ranjangnya sambil menggenggam tangan kananya. Dingin, tangannya dingin. Akupun menyentuh dahinya pelan. Benar kata wookie oppa, dia demam.

oppa, kenapa tidak bilang padaku? Kalau tahu begini, aku akan datang kemarin” kataku pelan sambil mengelus kepalanya dengan tangan kiriku.
“karena aku tidak ingin mengganggu istirahatmu” jawabnya sembari meraih tangan kiriku dan perlahan membuka kedua matanya
oppa??” ucapku terkejut
“tenang, aku pasti akan sembuh”
“kalau begitu aku pergi panggil dokter ya” ujarku hendak bangun dari ranjang tapi tangan kanan donghae meraih tangan kananku, menahanku pergi
“tidak usah. Bagiku.. kau adalah dokter”
“kalau begitu aku ambil obat ya” belum sempat aku nerdiri, tangannya meraih tangan kananku dan menaruhnya diatas dahinya.
“taruh saja tanganmu didahiku, aku pasti akan sembuh” balasnya tersenyum
oppa, jangan seperti ini.. aku buatkan bubur ya.. jangan menolak” ujarku seraya menaruh telunjukku dibibirnya agar dia tidak menolakku.

Aku tersenyum dan berdiri pergi keluar menuju dapur. Akan aku buatkan bubur untuknya. Ketika aku hendak menyentuh kenop pintu, dari arah berlawanan ada seseorang yang lebih dahulu membuka pintu. Aku yang terkejut langsung terjatuh dan tersandar di belakang pintu. Ternyata yang membuka pintu seorang gadis. Dari kelakuannya sepertinya dia sangat khawatir dengan keadaan donghae. Tapi tunggu, rasanya aku sudah pernah bertemu dengannya.. di mana ya?

oppa, kau tak apa-apa?” tanya gadis itu khawatir
ne..” jawab donghae yang masih lemah. Aku yang merasa tidak diperlukan langsung keluar menuju dapur.

“amy, sup gingsengnya sudah matang.. aku taruh di mangkuk ya..” ujar wookie oppa.
gomawo oppa..” balasku. Dengan cepat, aku memasak sekaligus 2 makanan, green rice dan bubur untuk kekasihku.
“semuanya! Ayo makan!”  teriakku kepada seluruh member suju yang ada di dorm. Tak butuh waktu lama, mereka sudah berkumpul di ruang makan dan sudah siap untuk menyantap masakannku terutama shindong oppa, dia yang paling cepat dari yang lain.

“amy, kau tak makan?” tanya kyu oppa
“nanti, aku ingin memberikan bubur ke donghae oppa dulu. Oppa makan duluan saja” jawabku seraya pergi menuju kamar donghae oppa dengan membawa nampan yang berisi bubur dan segelas teh hijau panas.

Dengan hati-hati, kubuka pintu kamar donghae. Nampan yang kupegang pasti akan jatuh bila teukie oppa tidak memegangnya.
“kau tidak apa-apa?” tanya teukie oppa yang ternyata sudah berada disebelahku. aku tak menjawab pertanyaan teukie oppa. Tanganku lemas melihat ini semua. Bagaimana tidak? Gadis yang tadi datang dan sekarang sedang duduk ditepi ranjang donghae sambil menyuapinya dengan bubur yang dia bawa. Kalau tahu begini.. buat apa aku buatkan bubur untuknya? Aku tidak tahu kenapa kedua mataku ini tidak mau  melihat ini semua.. melihat donghae dekat dengan gadis yang ku tak tahu siapa namanya dan apa hubungannya dengan donghae.

“amy, kau tak apa-apa kan?” tanya teukie oppa
“ah.. ya.. tak apa-apa. oppa, aku pulang dulu ya.. bubur ini buat oppa saja..” jawabku seraya menunjuk nampan yang berisi bubur yang awalnya aku buat untuk donghae.
“kau tidak ingin makan dulu? Atau berpamitan dengan donghae?” tanya teukie oppa yang kelihatannya bingung
“tak usah.. salam saja untuk donghae oppa. Aku pulang ya..” pamitku seraya menyambar tasku yang berada di meja dapur dan langsung pergi tanpa berpamitan dengan yang lain.

                                                           @#$%^&*

Donghae’s pov
Sejak tadi lilia keluar dari kamar, kenapa dia tidak muncul lagi ya? Kemana princessku itu? Karena penasaran, aku keluar dari kamar berharap bisa menemukan lilia, kekasihku.

“wookie, kau lihat lilia tidak?” tanya ku pada wookie
“lilia?? Siapa tuh??” tanya wookie bingung
“mmm.. mak.. maksudku amy” jawabku gugup. Dasar pabo! Mana kenal wookie dengan lilia.. yang tahu sebutan lilia itu kan hanya aku dan lilia.
“oo.. amy.. molla, tadi setelah dia memberikan bubur ke hyung dia langsung pulang”
“bubur?? Padaku??”
ne..” jawabnya enteng dan kembali sibuk dengan bukunya.
Tadi lilia memberikan bubur padaku?? Kenapa aku tidak menerimanya??

oppa, aku pulang dulu ya.. aku masih ada pemotretan..” sahut yoona, sahabatku
ne, gomawo sudah menjengukku” jawabku
“semuanya! Aku pulang dulu ya..” pamit yoona sembari ku antar sampai pintu depan

“Bubur??” kataku berbicara sendiri
“buburnya ku taruh di kulkas. Kau tinggal memanaskannya” jawab teukie hyung yang berjalan dibelakangku
“dari mana hyung tahu tentang bubur?” tanyaku heran teukie hyung pun lalu menceritakan kejadian tadi. Sepertinya ada yang salah paham.

                                                              @#$%^&*

Amy’s pov
“amy, hari ini tante mau ke SM. Kamu ikut ya?” pinta tante mira. Ini hari ke lima aku di korea. Sejak kejadian itu, aku jadi jarang bertemu dengan donghae. Aku sadar, dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya.
“gak ah tante.. aku males..” jawabku
“iiihh.. gak boleh gitu ah.. tante mau kenalin kamu ke teman tante” ucap tante mira. Kalau sudah begini, tidak enak rasanya kalau aku menolak permintaannya
“iya deh.. tunggu ya.. mau beres-beres dulu” ujarku. Setelah siap, aku pun langsung keluar kamar bertemu tante mira

“amy! Kok pake jins sama kaos doang sih?” omel tante mira
kan cuman mau ketemu teman tante. Jadi gak apa-apa kan?” jawabku malas
“iya.. tapi temen tante itu ketua perancang busana di SM. Dia ingin melihat kemampuan kamu dalam berpakaian. Jadi pakai baju yang rapih. Di lemari pakaian kamu.. kalau tidak salah ada dress putih. Kamu pakai itu”  kata tante mira. Ya apa boleh buat, akhirnya aku turuti apa kata tanteku itu.



“nah, kan cantik nih!” ucap tanteku ketika melihat aku sudah rapih dengan aksesoris yang ia berikan padaku dan dress putih selutut dengan sabuk kupu-kupu yang ia sarankan.

Akhirnya aku dan tanteku berangkat ke SM. Jantungku berdegup sangat kencang. Aku tidak tahu apa karena aku begitu gugup karena baru pertama kali berpakaian seperti ini atau aku gugup karena kemungkinan besar akan bertemu donghae dengan penampilan seperti ini.

Sejak kejadian di kamar donghae itu, aku langsung merenung. Kenapa aku begitu kesal melihat gadis itu menyuapi donghae? Kenapa aku tidak rela bila ia dekat dengan gadis itu? Apa ini yang di namakan cemburu? Apa aku harus bertanya pada rara? Tidak boleh! rara kan tidak tahu perihal hubunganku ini dengan donghae…

Tuhan, tolong aku.. kalau benar ini yang dinamakan cemburu.. bantulah aku agar aku bisa mengontrol rasa cemburu ini.

                                                       @#$%^&*

Amy’s pov
“bagaimana? Kau mau terima tawaran dari nyonya park?” tanya tante mira
“gak tahu tante.. aku belum memikirkannya” jawabku tersenyum
“oo.. begitu.. tapi tante harap kamu menerima tawarannya ya..” ujar tante mira sambil menepuk bahuku. Tadi kami barusan baru saja bertemu dengan nyonya park, ketua perancang busana di SM. Kami berbincang-bincang seputar kesibukanku dan keterampilanku dalam membantu tanteku. Nyonya park menawarkan agar aku bekerja dengannya ketika aku lulus SMA nanti. Karena aku belum memikirkannya.. aku belum berani menjawab tawarannya.

“tante, aku mau ke toilet dulu ya..” ujarku. Tanpa piker panjang, aku langsung pergi ke toilet. Sudah dari tadi sejak bertemu nyonya park aku kebelet buang air kecil jadi lega rasanya karena aku sudah mengeluarkannya.. sambil mencuci tangan di westafel, aku menatap wajahku yang tadi sedikit dirias oleh tante mira. Tanpa aku sadari, ponselku sudah lama berdering. Akupun bergegas mengangkatnya.

“halo, amy.. kok lama sekali menjawabnya?” tanya tante mira yang ternyata meneleponku.
“maaf tante..” balasku
“tante ada di ruang rias super junior. Kamu kesini sekarang ya..” pinta tante mira
“hah?! Tapi tan..” belum selesai aku berbicara, tante mira sudah manutup ponselnya. Aku harus ke ruang SUPER JUNIOR?? Berarti aku akan bertemu dengan donghae? Kenapa aku begitu gelisah dan takut? Seharusnyakan aku senang bisa bertemu dengan kekasih sendiri?

Sekarang aku sudah berada tepat didepan pintu ruang super junior. Sebelum masuk, aku merapihkan pakaian dan dandananku. Kubuka pintu perlahan, berharap tak ada yang menyadariku masuk.

“selamat siang.. ada yang bisa saya ban.. AMY??” sapa yesung oppa terkejut
“ini amy??” tanya heechul oppa seraya menghampiriku tak percaya
ne, ada yang salah dengan diriku?” tanyaku heran
aniyo, kau sangat cantik..” jawab kibum oppa dari kejauhan
“ya.. aku setuju! Hari ini kau tampak berbeda” sahut sungmin oppa
“kau seperti bidadari” timpal shindong oppa
“kau salah! Tepatnya seorang putri” kata hankyung oppa
“tapi tumben kau berpakaian seprti ini.. biasanya kan hanya celana jeans?” tanya siwon oppa
“hei! Kenapa kau bertanya seperti itu? Kau mau protes?” tanya kangin oppa
“iya nih hyung.. gimana sih?” timpal wookie oppa
“bukan itu maksudku.. hanya saja..” jawab siwon oppa yang sepertinya ingin menjelaskan maksud ucapannya
“aahh.. sudah sudah.. ayo amy silahkan duduk” potong kyuhyun oppa
ne, gomawo.” Jawabku. Aku tak menyangka.. sebegitu hebohnya para member super junior ketika melihatku seperti ini. Apa donghae akan seperti mereka juga?

“amy, kamu tolong tante ya.. tolong kamu ukur badan mereka, tante ingin buat baju” kata tante mira sambil menyerahkan selembar kertas beserta pulpen dan meteran
“aku harus mengukur siapa?” tanyaku yang kurang paham
“mm.. kamu ukur.. leeteuk, eunhyuk dan.. donghae. Di ruangan sana ya..” suruh yante mira sambil menunjuk ke sebuah ruangan kecil. Tanpa berlama-lama, akupun menjalanku tugasku. Yang pertama aku ukur badannya adalah eunhyuk oppa.

“mm.. amy.. aku ingin tanya..” tanya eunhyuk oppa
“ya, silahkan saja” jawabku yang sibuk mengukur panjang tangannya
“kau.. kesini sendirian? Mm.. Maksudku..” tanya eunhyuk oppa gugup
“tidak. Aku kesini bersama tante mira” jawabku polos
“bukan itu.. maksudku..” ucap eunhyuk oppa malu-malu
“maksud oppa, Naomi onnie kan? Ucap namanya saja susah sekakli. Kenapa oppa tanyakan dia? Kangen ya..?” ujarku iseng
“mmm..” balas eunhuk oppa
oppa, Kau jangan berbohong. Aku sudah tahu perasaan oppa dengan onnieku” jelasku sembari mentap kedua matanya
“apa? ba.. bagaimana.. bisa? ” tanya eunhyuk oppa salah tingkah
“aku sudah tahu sejak kita pertama kali bertemu. Setiap kali oppa memandang onnie.. terlihat pancaran kasih sayang dimata oppa dan setiap kali oppa mendengar sesuatu yang buruk menimpa onnie.. pasti oppa khawatir dan mencari jalan keluar untuk membantu onnie” jelasku
“usiamu lebih muda dariku, tapi pengalaman cintamu ternyata tidak semuda umurmu. Kau benar. Aku mencintai onniemu” balas eunhyuk oppa sambil menunduk
“lalu.. kenapa oppa tidak nyatakan saja pada onnie?” tanyaku
“aku.. aku tidak berani. Aku tidak ingin seperti teukie hyung yang patah hati karena ternyata gadisnya sudah memiliki kekasih”
oppa.. onnie belum punya kekasih.. dia masih single.. lebih baik oppa nyatakan padanya sebelum terlambat. Aku yakin. Onnie pasti menerima oppa
“dari mana bisa kau seyakin itu?” tanyanya balik
“karena.. karena.. aku hanya yakin saja. Oppa, aku akan mendukungmu!” ujarku. Eunhyuk oppa keluar dari ruangan karena gilirannya sudah selesai.

Hamper saja aku keceplosan. Kalau sampai onnie tahu kalau aku membocorkan rahasianya bahwa ia suka eunhyuk oppa.. tak tahu lah nasibku! Bisa-bisa ia tak menganggapku adiknya lagi dan dia tidak mau keluar rumah atau bertemu eunhyuk oppa lantaran malu. Sebenarnya aku heran, buat apa onnie malu? Toh eunhyuk oppa juga menyukainya.. onnie aneh!

“amy, sekarang giliranku?” tanya teukie oppa tiba-tiba
“oh ya oppa.. silahkan” ujarku. Akupun mulai mengukur badannya.
“mm.. oppa, donghae oppa dimana?” tanyaku hati-hati
“dia sedang ada urusan, sebentar lagi juga akan datang” jawab teukie oppa tersenyum. Pantas kalau dia disebut malaikat tak bersayap oleh para ELF, karena dia memiliki senyuman yang hangat. Tega rasanya mengingat gadis yang sudah menghancurkan hati malaikat didepanku ini.

Donghae’s pov
mianhae, aku telat. Tadi ada kecelakaan, jadi jalannya dialihkan” seruku sembari membungkukukan badanku meminta maaf kepada teman-temanku dan tante mira.
“ya ya, sekarang kamu ukur dulu. Disana.” Balas tante mira sambil menunjuk ke sebuah ruangan. Akupun berlari kecil dan segera membuka pintu.
mianhae, saya baru da.. kau??” tanyaku terkejut saat menyadari sesosok gadis dihadapanku. Lilia, kau.. kau cantik..
“amy, sudah selesai?” tanya teukie hyung pada lilia
“ya, sudah” jawab lilia lembut
“kalau begitu, aku keluar dulu. Hae, giliranmu” ujat teukie hyung sembari keluar dari ruangan dan menutup pintu

“lilia, kau.. kau sangat..” ujarku seraya menghampirinya
waeyo? Sangat apa?” tanya lilia sambil bercermin merapihkan bajunya
“kau.. kau sangat.. kau sangat cantik..” jawabku sambil memegang kedua pundaknya tersenyum.
“jadi maksudmu.. selama ini aku tidak cantik? Aku jelek gitu?” tanyanya seraya memasang wajah kesal
“bukan begitu lilia..” jawabku. Tanganku yang sedari tadi memegang kedua pundaknya beralih meraih kedua telapak tangannya.
“bagiku.. bagaimanapun keadaanmu.. kau tetap cantik” ujarku
ne, gomawo.. lagipula tadi itukan hanya bercanda..” ucapnya tersenyum
“siang ini kau tidak ada kegiatan kan? Aku ingin mengajakmu makan siang” ajakku
“seharusnya aku yang bertanya padamu.. kau kan lebih sibuk dari padaku..tapi.. boleh deh” ucapnya

Selesai lilia mengukur badanku, aku dan dia pergi ke restoran kakakku. Lilia meminta izin kepada tantenya bahwa ia ingin jalan-jalan mencari bahan tugas sekolahnya sedangkan aku.. aku meminta izin untuk menemani temanku yang baru datang dari mokpo (tempat kelahiran donghae). Aku terpaksa berbohong kepada manager dan teman-temanku.                                                                                                                                                                                                                                           

Amy’s pov
oppa, disini aman? Tidak akan ada paparazikan?” tanyaku sedikit khawatir
“tenang saja.. ini kan restoran kakakku, donghwa hyung.. kau ingat diakan?” tanyanya
“ya, aku ingat..” jawabku tersenyum
oppa, kau mengajakku kesini pasti karena ada yang ingin oppa bicarakankan?” lanjutku menatap mata coklatnya.
“bubur buatanmu enak. Buatkan lagi untukku ya..” ucapnya tersenyum. Bubur? Maksudnya bubur yang aku buat waktu dia sakit? 
oppa, darimana kau tahu?”
“teukie hyung yang menceritakannya padaku. Kau jahat. Seharusnya kau berikan padaku, kekasihmu bukan ke teukie hyung.” Jawabnya dengan memasang tampang lucunya. 
mian, kukira oppa tidak akan memakan buburku”
“darimana bisa kau yakin kalau aku tidak akan memakan buburmu?”
“aku.. aku melihat oppa sedang makan bubur yang dibawakan gadis itu. Jadi kupikir oppa pasti sudah kenyang. Karena sayang kalu kubuang, kuberikan saja pada teukie oppa” jelasku
“lalu.. kenapa kau langsung pulang tanpa berpamitan padaku?” tanyanya sembari mendekatkan wajahnya perlahan ke depan wajahku
“aku.. aku..” jwabku tergagap. Mana mungkin aku bilang kalau aku cemburu melihatnya bersama gadis itu.
”gadis itu yoona. Sahabatku yang pernah digosipkan berpacaran denganku.aku kan sudah menjelaskannya saat kau ada di Indonesia” balasnya. Jadi gadis itu yoona onnie? Kenapa aku bisa lupa ya?
“tapi aku senang. Aku senang saat kau pulang tanpa berpamitan padaku setelah melihatku bersama yoona” lanjutnya sambil memamerkan senyum manisnya.
“senang??” tanyaku bingung
“ya, aku senang. Karena itu tandanya kau cemburu padaku dan kau mencintaiku” jawabnya sembari meraih kedua telapak tanganku dan menciumnya. Aku hanya bisa tersenyum mendengar ucapannya dan menerima perlakuannya.

                                                                @#$%^&*

Amy’s pov
Sejak di restoran donghwa oppa, aku dan donghae menjadi lebih sering bertemu. Selain di SM, aku dan dia juga sering jalan-jalan berdua tentunya tanpa sepengetahuan orang lain. Seperti sekarang, dia mengajakku ke taman hiburan. Aku sedikit khawatir kalau nanti donghae ketahuan oleh fansnya dan yang lebih parah ketahuan oleh paparazzi. Tapi kata dia, aku tak perlu khawatir karena ia yakin penyamaran kali ini akan berhasil.

Donghae’s pov
“lilia, setelah ini kau ingin naik apa?” tanyaku pada gadis cantik disebelahku
“bagaimana kalau kita naik rollercoaster?” jawabnya menantang
“ok! Siapa takut!” balasku sambil menairk tangan kanannya menuju pintu masuk.

Sudah lama aku menantikan saat-saat seperti ini, berkencan di taman ria layaknya orang biasa walaupun harus tetap memakai kacamata hitam sebagai penyamaran tapi aku tetap senang kerna bisa bersama gadis yang aku cintai, lilia. Setelah dari sini, aku ingin memberikan sesuatu yang sangat special untuknya. Tapi aku masih bingung ingin memberikan apa. dasar donghae pabo!

oppa, sepertinya akan turun hujan. Lebih baik kita segera berteduh” ujarnya sambil memandang langit. Benar yang dikatakan lilia, langitnya sangat gelap.
ne, ayo” kataku. Belum sampai kami tiba ditempat untuk berteduh, langit sudah menumpahkan air hujan sedikit demi sedikit. Aku pun berlari sambil memegang tangan kanan lilia. Karena diantara kami tidak ada yang membawa payung, akhirnya aku memakai kemeja kotak-kotak hijauku untuk berteduh dari rintikan hujan..

                  
mianhae, aku sungguh tidak tahu kalau akan turun hujan” ujarku menyesal
gwenchanayo.. aku juga minta maaf. Seharusnya aku bawa payung.” Balasnya tersenyum. Diapun tiba-tiba melepaskan kacamata hitamku dan membersihkannya dari tetesan hujan yang ternyata membasahi kacamataku.

Donghae, kau sungguh beruntung memiliki dia. Seorang putri cantik, baik hati dan tentunya mencintaimu.

Amy’s pov
“ini kacamatanya aku sudah elap” ujarku sembari menyerahkan kacamatanya. Donghae diam tak bergeming. Sesaat mata kami saling beradu pandang. Tatapan matanya sama seperti saat kami berada diruang ganti 3 bulan yang lalu. Matanya seperti memberitahuan padaku bahwa ia menginginkan sesuatu dariku. Perlahan dia sedikit  memiringkan wajahnya dan mendekatnya ke wajahku. Akupun menutup kedua mataku. Benar yang kuduga, dia mengulang kembali kejadian saat di ruang ganti 3 bulan yang lalu. Dia kembali menciumku.

Ciuman yang kuakui lebih hebat dari ciuman sebelumnya. Ciuman yang kurasa lebih lama dari ciuman sebelumnya. Aku yang menerima perlakuannya hanya bisa diam tanpa menolaknya atau membalsnya. Aku hanya bisa diam menikmatinya, membiarkan lidahnya bebas mejelajahi setiap sudut rongga dalam mulutku.

Dibawah rintikan hujan, kami akhiri kencan kali ini dengan sesuatu hal yang tak mungkin bisa aku lupakan.dan kuharap kejadian hari ini membuat hubungan kami terus berjalan bahagia

                                                            @#$%^&*    

Amy’s pov
“amy, bangun amy! Cepat bangun! Amy!” seru Naomi onnie tiba-tiba
“ada apa sih onnie? Aku masih ngantuk!” balasku kembali menyelimuti tubuhku kedalam selimut
“amy! Amy! Ini penting! Kamu harus menjelaskan semuanya sama onnie!” paksa onnie seraya mengguncang-guncangku badanku
“menjelaskan apa?” tanyaku yang akhirnya menyerah
“kamu.. kamu sudah punya pacarkan? Siapa namanya? Bukan.. bukan..”tanya onnie terburu-buru dan ragu-ragu. Pacar? Darimana onnie tahu?? Apa dia juga tahu siapa pacaraku?
“pacarmu.. pacarmu.. bukan donghae kan? Maksudku lee donghae.. super junior?” tanya onnie. Donghae??? Onnie.. onnie sudah tahu??
“amy.. amy jawab.. onnie mohon jawab. Bilang itu tidak benar” pinta onnie. Aku yang mendengarnya hanya bisa tertunduk dan merubah posisi dudukku.
”jadi semuanya benar?” tanya onnie. Aku pun akhirnya mengangguk. Aku tidak mungkin berbohong.
onnie.. mianhae.. aku.. aku tidak mengatakannya sejak dulu..” ujarku lirih
“amy, onnie tidak melarang kamu berpacaran dengan donghae.. hanya saja..”
“tapi onnie tahu darimana? Setahuku selain onnie.. hanya aku dan donghae oppa yang mengetahui ini semua” potongku
“amy, sekarang bukan hanya kita bertiga yang tahu.. seluruh korea tahu hubungan kalian” jelas onnie. Apa?? seluruh korea?? Bagaimana mungkin??

Melihat mataku yang melotot terkejut, onnie menarik tanganku membawaku ke ruang keluarga. Dia mendudukkan diriku di sofa depan TV. Diapun mengganti channel TV ke acara gosip yang ternyata sedang memberitakan tentang donghae. Ada apa dengan donghae?? Akupun yang penasaran membesarkan volume suara TV. Betapa terkejutnya aku melihat fotoku dan donghae 2 hari yang lalu di taman ria sedang berciuman!! Bagaimana ini bisa tersebar?? Menurut informasi yang ada, ada seorang netizen (masyarakat) yang melihat dan memfotonya lalu menaruhnya diinternet.

“memang gambar difoto ini tidak jelas. Tapi aku ini onniemu. Aku bisa mengenalimu walau dari belakang” ujar onnie. Melihat dan mendengar pemberitaan tentang foto itu, aku langsung ke kamar dan segera menelepon donghae. Belum sempat aku mengetik nomor teleponnya, doonghae sudah terlebih dahulu menghubungiku.

oppa, mian..” ujarku gelisah
“kau tidak perlu minta maaf.. diantara kita tidak ada yang bersalah..” balasnya menenangkanku.
“tapi.. tapi aku takut.. “ kataku hamper menangis
“lilia dengar aku.. semuanya akan baik-baik saja.. “
“lalu.. apa yang harus aku lakukan?” tanyaku bingung
“kau jangan keluar rumah sebelum masalah ini selesai.. jangan bicara pada siapapun tentang kita.. bilang pada Naomi dan tante mira agar tidak berkomentar sedikitpun pada wartawan kalau mereka ditanya ok!” jelasnya
ne.. “ jawabku mengerti
“lilia.. saranghaeyo..” uarnya sebelum mengakhiri pembicaraan kami.

                                                          @#$%^&*

Sudah 5 hari sejak pemberitaan itu amy dan donghae tidak bertemu. Dan selama itupun pemberitaan yang ada semakin mengada-ada. Ada yang bilang kalau donghae sedang syuting, ada juga yang bilang kalau itu bukan donghae.. tapi yang paling parah ada yang bilang kalau itu memang donghae yang sedang bersama gadis bayaran.

Dan yang paling mengejutkan, pemberitaan itu akan mempengaruhi karir donghae dikemudian hari. Ada sumber yang mengatakan kalau donghae kemungkinan akan dikeluarkan dari SM entertainment karena melanggar peraturan dan otomatis juga akan keluar dari boygroup yang sudah membesarkan namanya, super junior.

Donghae’s pov
“donghae, kau dipanggil lee so man (pemilik SM entertainment)” panggil manager
ne, aku akan segera kesana” jawabku
hyung, benar kau tidak ingin cerita?” tanya wookie
“benar hae.. kita ini kan keluarga..” timpal kangin hyung
mian, aku pasti akan cerita.. tapi tidak sekarang” balasku lesu
“TAPI?? KAU HANYA BISA BILANG ITU?? SEBERAPA RAHASIANYA SIH HINGGA KAU TAK INGIN CERITA??” teriak heechul hyung marah
“sudahlah hyung! Biarkan saja dia!” sahut siwon hyung tak kalah marah
“sudah! Sudah! Kalian ini apa-apaan sih?” ujar teukie hyung kepada siwon dan heechul hyung
“aku yakin hae akan menceritakannya.. hae, lebih baik kau segera ke lee so man” lanjut teukie hyung. Mendengar perkatannya, aku langsung pergi meninggalkan mereka.

Tok, tok, tok.. akupun masuk. Terlihat lee so man yang berdiri membelakangiku.
“duduk!” suruhnya dingin. Akupun menurutinya
“kenapa kau seperti ini? Kenapa kau melanggar peraturanku? Kau sudah sepakat tidak akan berpacaran sebelum kau merilis album ke-6?” omel lee so man
mian.. aku tidak ber..”
“TIDAK APA??” teriaknya memotong pembicaraanku
“karena pemberitaan ini.. ada beberapa kontrak iklan yang pembayarannya tinggi membatalakan kerja samanya. Mereka bilang kalau SM tidak konsisten terhadap peraturannya” lanjutnya marah
mian, aku akan melakukan apapun untuk menebus ini semua” ujarku berusaha meminta maaf.
“baik, kau putuskan perempuan itu dan semuanya akan kembali seperti semula” jawabnya enteng. PUTUS?? DIA MENYURUHKU PUTUS?? Dengan cepat, terlintas kenangan-kenangan indah yang sudah kulalui dengan lilia.
“maaf tuan lee so man. anda bukan orang tua saya dan anda tidak berhak mengatur kehidupan saya. Terserah anada ingin memecat saya dari entertainment ini atau tidak, saya tidak peduli. Tapi yang pasti, saya tidak akan pernah memutuskan hubungan saya dengannya.” Ujarku seraya pergi meninggalkannya yang marah atas kelakuanku.

                                                               @#$%^&*

Amy’s pov
“amy, mau kemana?” tanya Naomi onnie
“mau bertemu donghae” jawabku sembari memakai jaket creamku
“dasar pabo! Kau tidak ingat? Dia menyuruhmu jangan keluar rumah sebelum semuanya selesai” jelas onnie
“aku tahu.. tapi aku tidak bisa membiarkan dia begitu saja dikeluarkan dari SM” jawabku. Tanpa mendengar tanggapan dari onnie, aku segera berangkat dengan masker yang terpasang diwajahku.

Oppa, mianhae aku tidak menuruti perkataanmu.. aku khawatir.. sangat khawatir..

Sampailah aku di loby apartemen tempat super junior tinggal. Ternyata bukan hanya aku yang datang, banyak wartawan dari berbagai majalah dan acara infotaiment yang datang. Karena tak mungkin aku masuk dari pintu depan, kuputuskan masuk dari lift tempat parkiran mobil.

donghae’s pov
“kau serius dengan ucapanmu?” tanya shindong hyung
“kau serius ingin meninggalakan kami?” timpal kyuhyun
“DASAR EGOIS!!” celetuk yesung hyung marah
“KUPIKIR KITA KELUARGA! TERNYATA…” sahut eunhyuk hyung kesal

Aku yang mendengarnya hanay bisa tertunduk. Perih rasanya mendengar tanggapan dari mereka. benar kata yesung hyung, aku egois..

“kenapa kau hanya diam? bicara! Dasar pengkhianat!” ujar kibum dingin
“KIBUM! JAGA UCAPANMU!” teriak sungmin hyung

Ting nong.. ting nong.. bel berbunyi..
“biar aku saja yang membukakan pintu” ucap hankyung hyung. Hankyung hyung pun pergi meninggalkan kamarku yang sudah ramai seperti ruang sidang.
mianhae.. aku.. aku..” kataku terpotong. Karena tak tahan akan semua tanggapan dari mereka, akupun menangis didalam pelukan teukie hyung yang sejak dari tadi berada disampingku.

Amy’s pov
“siapa?” tanya hankyung oppa yang ternyata membuka pintu
“ini aku, amy” jawabku seraya membuka cupluk jaket dan maskerku
“amy? Ada apa kau kesini?” tanya hankyung oppa bingung
“aku ingin bertemu donghae oppa” ujarku sembari masuk ke dalam dorm. Yang kupikirkan hanya bertemu donghae. Tanpa piker panjang, kubuka pintu kamar donghae

Krek~

Semua mata tertuju padaku. Ternyata semua member suju berkumpul disini. Kulihat donghae yang berada dipelukan teukie oppa langsung berdiri terkejut melihtaku.
“aku ingin bicara dengan donghae oppa” ujarku
“apa jangan-jangan…” ucap wookie oppa tiba-tiba
“ya.. jangan-jangan gadis itu amy” potong sungmin oppa
“KAU!” sahut heeechul oppa sambil menunjuk ke arahku terlihat di wajahnya ada perasaan marah ketika melihatku
“sudah heechul! Semua keluar! Biarkan mereka berdua bicara!” pinta teukie oppa dewasa. Semuanya menuruti perkataan teukie oppa.

“kenapa kau bisa disini? Sudah kubilang jangan keluar rumah!” bentak donghae
“Aku tidak bisa oppa.. aku tidak bisa diam saja melihat oppa seperti ini..” ujarku menahan tangis
“seperti apa? sudah kubilang, semua akan baik-baik saja..” ujar donghae seraya memegang kedua bahuku
“dipecat dari SM itu juga baik??” bentakku sambil menangis
“kau.. kau tahu darimana?” tanya donghae heran
“tidak boleh! Kau tidak boleh keluar!” kataku menggeleng dan sedikit teriak
“lilia..”
“kita putus” ucapku sambil berusaha menahan air mata yang sudah terlanjur menetes. Pahit rasanya mengeluarkan kalimat itu dari bibirku. Kalimat yang tidak ingin sama sekali aku dengar.
WAE??” jawab donghae melotot
“aku.. aku tidak mau oppa keluar.. aku tidak ingin karir oppa berhenti hanya sampai sini saja.. aku.. aku tidak ingin menjadi penghalang impian oppa.. aku tidak ingin menghancurkan kehidupan oppa..” jelasku seraya terduduk dan menangis dalam pelukan hangat donghae
“lilia kau salah.. tidak ada yang menghalangi impianku.. tidak ada yang menghancurkan kehidupanku.. karena impianku adalah kau.. kehidupanku juga kau” ucapnya seraya menghapus air mataku.
oppa..” kataku lirih

Tak lama kemudian, donghae mengajakku berdiri dan menggenggem erat tangan kananku.
“kita berdua akan selesaikan bersama-sama” katanya sebelum membawaku pergi dari kamar. Aku tidak tahu akan dibawa kemana diriku. Kami berdua pergi tanpa menghiraukan panggilan para member suju yang lain.

Teukie’s pov
“sudahlah, biarkan mereka berdua pergi..” ujarku seraya duduk santai disofa
hyung kenapa sih dari tadi?” tanya hankyung
“iya.. hyung kenapa selalu membela donghae?” tanya kangin
“apa jangan-jangan.. hyung sudah tahu semua ini?” timpal kyuhyun

Akupun menceritakan semuanya kepada mereka karena mereka berhak tahu.

_flashback 2 month ago_
Teukie’s pov
One love.. one love.. the memories are beautiful always be my girl~
                                                                                                 _one love, suju_

Ponsel donghae berdering, sedangkan si pemilik sedang berada dikamar mandi.
“donghae! Ponselmu berdering” teriakku sembari membolak-balik majalah fashion musim ini
“angkat saja!” balas donghae dari kamar mandi
Aku pun mengambil ponsel dongsengku. Terlihat dilayar ponselnya tertera nama one love.
Siapa ini? Kenapa ada kata ‘love’?

yobseyo?” sapaku terlebih dahulu
yobseyo?” balas gadis diseberang sana
“ini siapa ya? Donghae sedang dikamar mandi” ucapku
“mmm.. aku.. aku amy” jawab gadis tersebut. Dari suaranya tredengar kalau dia sangat gugup.
“oh.. amy.. apa kabar?” tanyaku ramah
“aku baik, tapi ini siapa ya?” tanya amy bingung
“masa kau lupa. Ini aku.. leeteuk.. teukie oppa..”
“oo.. oppa.. ne, aku baik.. kabar oppa bagaimana?” tanyanya dengan bahasa korea yang cukup lancar
“aku juga baik. Ada perlu apa telepon donghae?”
“ah.. tidak apa-apa..mm.. oppa, nanti aku telepon lagi saja.. dah teukie oppa..”
“dah..” ujarku seraya menutup ponsel donghae

Ada apa ini? Kenapa diponsel donghae tertulis one love? Kenapa tidak nama amy saja? Mm.. pasti ada sesuatu yang donghae sembunyikan
_flashbackend_

“sejak saat itu.. aku diam-diam memperhatikan donghae.. tapi aku belum berani mengatakannya pada kalian karena aku takut dugaanku salah.” Ujarku menjelaskan diikuti angkukan hankyung, kangin dan kyuhyun. Donghae, kuharap tindakanmu kali ini benar..

Donghae’s pov
oppa, kita ingin pergi kemana?” tanyanya cemas
“kita akan katakan semuanya ke wartawan” jawabku tersenyum
oppa..” ujarnya terkejut
“lilia.. sudah ku bilang berkali-kali.. semua akan baik-baik saja..” kataku menenangkannya. Pintu lift terbuka. Tangan amy menggenggam erat tanganku. Semua mata dan sorotan kamera tertuju pada kami. Lilia, yang ketakutan sedikit bersembunyi dibelakangku. Pertanyaan demi pertanyaan terlontar dari mulut para wartawan.

“baik semuanya. Aku akan menjelaskan semuanya” kataku sedikit berteriak
“namanya amy. Dia gadis yang ada difoto itu. Dan dia.. dia juga kekasihku” ujarku sambil merangkul pinggang lilia yang tertunduk malu. Segeralah kami dihujani dengan cahaya bleach kamera wartawan.
“untuk selebihnya, aku akan adakan jumpa pers besok jam 2 siang di SM. Gamsahamnida” ucapku seraya membawa lilia pergi dan mengantarnya pulang.

                                                                @#$%^&*

Amy’s pov
Akhirnya aku bisa bernapas lega. Setelah kemarin lusa donghae mengadakan jumpa pers, masalah sedikit terselesaikan. Disusul jumpa pers dari pihak SM sendiri yang menyatakan tidak akan mengeluarkan donghae dari entertainment mereka. keputusan SM bukanlah keputusan yang main-main. sejak tersebar kabar tentang donghae yang akan dipecat, banyak kritikan dari berbagai kalangan terutama ELF bahkan ada seorang ELF yang nekat ingin bunuh diri karena tidak rela idolanya dipecat atau dikeluarkan dari suju. Ada rasa bersalah yang sangat besar didalam diriku, tapi donghae bilang bahwa tidak ada yang bersalah diantara kami.

“hei, kenapa yang tersenyum? Ada yang lucu?” tanya donghae yang sedang menyetir mobil disebelahku.
“oh, ani.. aku hanya senang.. semuanya telah berakhir..” ujarku tersenyum sembari melihatnya
“siapa bilang? Ini baru akan dimulai!” jawabnya seraya mempercepat laju mobilnya. Baru akan dimulai?? Maksudnya??

Donghae’s pov
oppa.. buat apa kita ke peternakan kuda?” tanyanya bingung sambil melihat sekumpulan kuda dari dalam kaca mobil
“aku ingin memperkenalkan saudaraku” jawabku singkat
“saudara??” ujarnya terkejut

Aku hanya tersenyum melihat ekspresi wajahnya yang heran. Bagaimana tidak? Aku inikan hanya 2 bersaudara.

Setelah memarkir mobil, kuajak lilia ke salah satu kandang kuda yang sering aku kunjungi bersama ayahku dulu ketika beliau masih hidup.

Amy’s pov
Mataku sibuk mencari seseorang yang donghae bilang kalau orang itu adalah saudaranya, sampai akhirnya aku menemukan seekor kuda putih. Tanpa piker panjang, kuhampiri kuda tersebut yang sedang asyik mengunyah rumput, makanannya.

“ternyata kau lebih pintar dari yang kukira” ujar donghae tiba-tiba
“hah??” jawabku bingung
“ya, kau sudah tahu sebelum aku cerita padamu” katanya serya mengelus punggung kuda putih itu.
“kuda ini bernama orion. Dia seorang jantan. Selain sahabatku, dia juga sudah seperti saudaraku. Setiap kali menungganginya, dia seperti mengerti bagaimana perasaanku. Dulu ketika ayah masih hidup, aku sering kemari melihat orang tua orion. Tapi mereka berdua meninggal karena insiden kebakaran 10 tahun lalu di peternakan ini” jelasnya sembari memakaikan orion baju.
“ayo aku ajak jalan-jalan” lanjutnya sambil membantuku menaiki orion. Donghae pun ikut naik dan duduk dibelakangku.

Kurang lebih setengah jam kami berdua mengelilingi peternakan sambil menunggangi orion. Tibalah kami disebuah pondok diatas bukit kecil tak jauh dari peternakan.
“tunggu disini ya” ucapnya meninggalkanku setelah membantuku turun dari punggung orion. Aku pun menunggu donghae sambil sesekali berbicara dengan orion.

Donghae’s pov
“jadi kau sekarang selingkuh dengan orion?” tanyaku tiba-tiba yang membuatnya kaget.
“hah? Ya tidak mungkinlah.. aku ini masih normal tau..” jawabnya salah tingkah seraya memeluk orion. Aku tersenyum melihat princessku, lilia.. aku pun mendekatinya dan menagajaknya duduk dipondok kecil tersebut.

“lilia, aku minta maaf karena selama ini aku tidak bisa menjadi kekasih yang baik seperti yang kau harapkan.. aku juga berterimakasih karena kau telah mengerti dengan keadaanku dan bersedia menjadi orang yang special dihatiku” ujarku seraya mengenggam kedua tangannya.

“lilia.. kuharap kau menerimaku maafku. Bersedia menemaniku mencapai impianku, menjalani kehidupanku. Dan memulai kisah cinta kita dari awal.” lanjutku seraya menyerahkan setangkai mawar merah yang baru aku petik tadi dikebun sebelah pondok ini.

Terlihat ekspresi terkejut tidak menyangka dari wajahnya. Matanya yang selalu membuatku tenang menitikkan air mata tanda haru dan bahagia. Tak lama, diapun meraih mawar merah tersebut dan memeluknya didadanya.

 Amy’s pov
Aku sungguh tak menyangka. Oppa.. saranghae..
“aku menerima maaf oppa.. dan sudah pasti… aku akan menemani oppa..” jawabku sambil menatap dalam ke kedua matanya. Tak lama, diapun meraih telapak tangan kananku dan mengusapnya pelan. Tak tahu bagaimana caranya, tiba-tiba sebuah cincin bermata berlian berwarna hijau muda telah melingkar dijari manisku.

“oppa..” ucapku tersenyum haru. Tanpa piker panjang, kukecup bibir merahnya cepat. Dia tersentak atas tindakanku itu. Wajar karena selama ini aku tidak pernah memulainya duluan.

“oppa.. saranghaeyo..” ujarku bahagia
“nado..” balasnya singkat seraya membenamkan diriku didalam pelukannya.
                                                                                                                       
                                                                                                                         The end 



Read More...